Business Insight Focus

6 Tips Ampuh Melakukan Stock Opname untuk Bisnis Kuliner Anda

By Himawan Pradipta on May, 6 2019
Himawan Pradipta

Lead Writer di Moka Indonesia

Bagi Anda pemilik bisnis yang bergerak di bidang kuliner, pengelolaan stok bahan baku adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Tidak jarang, beberapa pemilik bisnis harus gulung tikar hanya karena salah mengelola stok bahan baku.

Banyak masalah yang kerap ditemukan ketika Anda harus berhubungan dengan pengelolaan stok barang. Beberapa di antaranya meliputi kurangnya stok barang, biaya operasional yang membengkak, banyak stok yang kadaluarsa, hingga masalah seperti tikus yang mencuri bahan makanan

Maka dari itu untuk menangani permasalahan-permasalahan tersebut, setiap pemilik bisnis wajib melakukan stock opname. Stock opname sendiri merupakan istilah untuk menghitung kembali stok barang yang terdapat pada inventaris atau gudang Anda. Gunanya adalah menyesuaikan stok fisik dengan catatan pembukuan Anda agar tidak terjadi perbedaan.

 

Beberapa fungsi lain dari stock opname di antaranya meliputi:

  • Memberikan informasi akurat terkait persediaan barang
  • Mengawasi penggunaan barang yang dipakai saat menjalankan usaha
  • Menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) serta menghitung laba/rugi perusahaan
  • Mengetahui kualitas serta kuantitas dari stok barang yang disimpan

Nah, bagi Anda yang masih mengalami kebingungan mengenai bagaimana caranya untuk melakukan stock opname, jangan khawatir. Kali ini Moka akan memberikan beberapa tips untuk Anda agar bisa melakukan stock opname dengan efektif.

Berikut adalah keenam tipsnya:

1. Buat klasifikasi atau pemetaan produk

Young woman looking at futuristic social network map conceptIni merupakan langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk memisahkan jenis produk satu dengan yang lainnya. Anda bisa memberikan label atau stiker pada setiap barang yang Anda miliki. Gunanya adalah untuk memudahkan Anda dalam menemukan barang tersebut. Atur setiap barang berdasarkan label dan jenis barang yang sudah ditentukan.

Anda juga bisa memisahkan barang sesuai dengan tempat penyimpanannya. Misalnya, Anda ingin menyimpan bahan makanan kalengan yang membutuhkan freezer atau lemari pendingin, maka Anda harus menempatkan jenis makanan kalengan tersebut hanya ke dalam freezer, dan bukan ke tempat penyimpanan lainnya. Jika perlu, lengkapi setiap stok barang dengan barcode untuk mempermudah penghitungan barang.

 

2. Lakukan pengecekan ulang

Funny playful young woman in checkered shirt holding halves of citrus fruits against her eyes and making duck face over yellow background-1

Kekeliruan kerap terjadi ketika Anda menghitung stok barang. Agar tidak terjadi, jangan ragu menghitung kembali sebanyak dua kali untuk memastikan bahwa jumlahnya sesuai dengan keadaan aslinya. Kemudian setelah dihitung, jangan lupa untuk mencatat hasilnya pada pembukuan Anda agar dapat dengan mudah dilacak di kemudian hari.

 

3. Pisahkan stok baru dengan stok lama

Many pieces and many kind of beans, wallpaper, pattern

Ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki bisnis restoran atau kafe. Misalnya ketika Anda harus menyimpan produk susu yang tanggal kadaluarsanya cukup cepat. Sebaiknya, Anda memisahkan susu yang baru Anda beli dengan stok susu lama yang tanggal kadaluarsanya lebih cepat. Gunanya adalah meminimalisir risiko menggunakan stok susu yang lebih baru. Karena alasan efisiensi dan penghematan biaya, Anda harus memastikan stok bahan makanan yang dipakai adalah stok lama terlebih dahulu.

 

4. Cek secara berkala

Successful team holding check mark vote sign

Disarankan untuk melakukan stock opname dengan rutin dan berkala. Ini berguna salah satunya adalah untuk mengetahui kapan Anda harus membeli persediaan stok barang yang sudah mau habis. Sebaiknya cari jadwal di mana tidak terlalu banyak pengunjung yang datang.

 

5. Perkirakan jumlah stok yang Anda miliki

Chest view of businessman drawing with pencil increasing graph

Istilah ini dinamakan dengan stock forecasting. Ini sangat dianjurkan jika Anda ingin mengelola stok barang dengan rapi. Gunanya adalah untuk mengetahui jumlah persediaan yang Anda butuhkan selanjutnya. Sehingga ketika Anda ingin mengisi stok barang yang sudah hampir habis, Anda tahu berapa banyak yang Anda butuhkan.

 

6. Manfaatkan teknologi

Business person working on computer against technology background

Jika dulu pencatatan stok barang dilakukan secara manual, kini Anda bisa dimudahkan dengan kehadiran teknologi. Beberapa aplikasi dapat membuat penghitungan stok barang Anda jadi lebih mudah. Salah satunya adalah fitur Ingredient Inventory dari Moka.

Dengan fitur ini, jumlah stok barang yang Anda miliki akan dikalkulasi secara otomatis tiap kali ada barang yang keluar atau bahan makanan yang terpakai sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan dalam menghitung stok.

Dari keenam tips di atas, semoga Anda bisa memaksimalkan penjualan bisnis kuliner Anda ya! Tidak hanya dengan memanfaatkan bahan baku yang ada, tetapi juga menggunakan teknologi yang sudah terintegrasi untuk memantau ketersediaannya seperti Moka.

Ingin mempelajari fitur Ingredient Inventory Moka lebih lanjut?

Pelajari di sini.

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia