Business Insight Focus

Berniat Memulai Bisnis Usaha Percetakan? Ikuti Tips Berikut Ini

By Hangga Nuarta on April, 4 2019
Hangga Nuarta

Setiap orang ingin memiliki usahanya sendiri. Namun, tidak sedikit yang masih kebingungan untuk menentukan jenis usaha yang ingin dibangun. Jika kuliner dan fashion telah begitu menjamur, mengapa kamu tidak mencoba untuk memulai usaha percetakan? Meski sekilas usaha ini membutuhkan modal dalam jumlah besar, nyatanya tidak demikian. Justru, keuntungan yang akan kamu dapatkan terbilang sangat menjanjikan, asalkan kamu tahu rincian modal usaha percetakan yang akan kamu dirikan.

Sama halnya dengan kuliner, usaha di bidang percetakan juga memiliki berbagai bidang utama, seperti percetakan offset dan percetakan yang berfokus pada digital. Memang, semakin tingginya kebutuhan akan pembuatan kartu nama, baliho, spanduk, undangan, hingga banner untuk keperluan promosi, kini bisnis percetakan semakin mudah ditemui.

Tentu saja, ini menghadirkan nilai lebih bagi calon konsumen, karena bisa memilih jasa mana yang lebih berkualitas, pastinya dengan harga yang terbilang terjangkau. Namun, bagi kamu sebagai pemilik usaha, hal ini menjadi tantangan besar yang perlu kamu taklukkan. Pasalnya, tanpa adanya strategi, bukan tidak mungkin bisnis yang kamu geluti berakhir dengan gulung tikar karena tidak mampu bergelut menghadapi ketatnya persaingan.

 

Tips Memulai Usaha Percetakan

Sebelum memulai merintis bisnis apa saja, tak terkecuali usaha percetakan, kamu harus memiliki perencanaan yang matang. Tujuannya tidak lain adalah untuk menuai kesuksesan dan meraup keuntungan dalam jumlah maksimal. Pastinya dengan meminimalkan biaya pengeluaran untuk hal-hal yang sifatnya operasional.

Sebenarnya, memulai suatu usaha tidak pernah menjadi hal yang sulit. Modal mungkin menjadi kendala yang paling sering dijumpai, tetapi di atasnya, ada hal lain lagi yang membuat seorang calon pengusaha justru merasa kesulitan untuk memulai langkah awal. Hal tersebut adalah niat dan kemauan. Siapa pun, kamu sekalipun, tidak akan pernah bisa menjadi pengusaha sukses jika niat dan kemauan kamu masih tidak stabil. Berapa pun modal yang kamu miliki, apakah kamu mampu atau justru tidak, yang paling penting adalah niat.

Baca juga: Ingin Memulai Usaha dari Nol Hingga Sukses? Ini 10 Tipsnya

Nah, jika kamu tertarik untuk memulai langkah awal dan merintis usaha percetakan, berikut tips mudahnya yang bisa kamu ikuti:

 

Cari Informasi Sebanyak Mungkin, Termasuk dalam Hal Modal

Apa pun bisnis yang akan kamu rintis, jangan pernah lupa bahwa semua itu tetap butuh modal, tak terkecuali bisnis percetakan. Jika kamu adalah seorang yang awam, tidak ada salahnya untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang usaha satu ini. Hal ini sangat membantu untuk kamu menentukan langkah awal, berikut menyiapkan modal yang dibutuhkan.

Setelah mengetahui berapa kisaran modal awal yang dibutuhkan, kamu bisa melanjutkan pencarian menuju ke apa saja yang dibutuhkan, termasuk peralatan yang berhubungan usaha ini. Tak lupa, apa jenis bisnis percetakan yang ingin kamu geluti, apakah itu berkisar kepada percetakan ofset atau mengarah pada bisnis percetakan digital. Nantinya, besarnya modal yang kamu butuhkan bisa terkalkulasi lebih jelas.

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui apa saja keahlian yang dibutuhkan untuk bisa menggeluti usaha ini. Jika kamu bukan orang yang bergerak di bidang percetakan, kamu mungkin bisa mengikuti kursus atau belajar langsung pada teman atau orang lain yang lebih memahami bidang keahlian ini. Tanpa adanya keahlian, usaha yang kamu bangun tidak akan pernah mengalami kemajuan, kecuali kamu bersedia mengeluarkan uang ekstra untuk langsung membayar orang.

 

Tahap Awal, Pesaing adalah Kawan

Tidak sedikit orang yang menggeluti usaha percetakan menganggap vendor lain adalah pesaing. Padahal, kamu tentu memerlukan banyak ilmu langsung dari ahlinya. Jalinlah kerja sama yang baik dengan vendor yang telah berhasil menjalankan bisnis ini, supaya kamu memiliki gambaran yang lebih luas tentang percetakan. Namun, jangan asal, pilihlah vendor yang benar-benar berkualitas dalam pekerjaannya.

Paling tidak, kamu memiliki ilmu dasar percetakan dengan mengetahui jenis kertas, seperti ivory, HVS, CTS, dan jenis kertas lain yang biasanya digunakan untuk proses cetak. Dalam hal ini, kamu bisa bertanya langsung pada penjual kertas. Kamu perlu tahu bahwa kertas merupakan bahan baku yang amat penting dalam proses percetakan. Semakin tinggi harga kertas, maka biaya cetak pun akan turut mengalami peningkatan.

Sama halnya dengan vendor, pastikan juga kamu memilih pemasok kertas yang benar-benar terpercaya dan tidak diragukan lagi kredibilitasnya. Tidak boleh lupa, pemasok harus bisa bekerja sama dalam jangka waktu yang lama. Jadi, tidak ada salahnya untuk berkeliling dan berbincang langsung dengan pemilik usaha kertas kala ingin mencari supplier.

 

Paham Bagaimana Proses Produksi Percetakan

Tidak banyak orang yang tahu, bahwa alasan mengapa sebuah usaha pada akhirnya tak mampu bersaing dan memilih untuk menutupnya adalah tidak mengetahui dengan pasti apa sebenarnya usaha yang sedang coba dikerjakan. Seperti halnya usaha percetakan. Perlu dipahami bahwa membuat rincian modal usaha percetakan bukan menjadi jawaban terbaik.

Pemilik usaha juga diharuskan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya proses produksi cetak berlangsung. Pasalnya, proses ini tidak bisa kamu hafalkan, dengan diikuti sejauh mana kamu sudah menguasai keahlian untuk mengoperasikan peralatan cetak nantinya. Memang, ini bukan menjadi yang termudah, tetapi kamu akan menjadi biasa karena sudah terbiasa melakukannya dulu.

 

Buat Rancangan Bisnis

Kunci keberhasilan lain dalam bisnis selain niat yang dibarengi dengan keahlian yang mumpuni adalah adanya rancangan bisnis. Ini sangat penting, karena bisnis yang kamu jalankan akan mengacu pada strategi yang sudah kamu buat sebelumnya. Jika kamu kesulitan membuatnya karena prosesnya yang cukup sulit, lakukan dengan caramu sendiri, seperti misalnya membuat skema, peta atau cabang pohon.

Tulis segala informasi yang kamu miliki, mulai dari jumlah modal, biaya untuk berbelanja kebutuhan awal, biaya transportasi dan operasional, hingga biaya sampingan untuk membeli camilan. Sertakan pula kisaran keuntungan harian, lama waktu yang dibutuhkan hingga modal kembali sepenuhnya (ROI), juga strategi yang akan kamu jalankan, mulai dari promosi hingga inovasi yang bisa menjadi nilai jual yang lebih baik dari pesaing.

 

Promosikan Bisnismu

Kini, kamu sudah sampai pada bagian yang tidak kalah pentingnya dengan menyusun rancangan bisnis, yaitu mempromosikan usaha percetakan milikmu. Supaya kamu tidak membuang banyak biaya untuk promosi, kamu bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi. Ya, memang benar bahwa promosi menjadi salah satu bagian rancangan bisnis yang paling menghabiskan biaya modal.

Cara paling mudah untuk melakukan promosi bisnis adalah melalui media sosial. Sebagai generasi milenium, kamu tentu memiliki akun media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, hingga channel Youtube. Jika kamu tidak mau akun pribadimu terganggu karena digunakan untuk promosi, kamu bisa membuat akun baru khusus untuk bisnismu.

Promosi melalui media online ini juga ada caranya. Kamu bisa menggunakan Facebook Ads atau Google Ads. Keduanya disinyalir mampu menciptakan calon pelanggan potensial baru tanpa perlu menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Buat konten yang menarik, kamu bisa belajar banyak mengenai content marketing berikut visual yang mengundang rasa penasaran calon pelanggan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang bisnismu.

Selain memasang umpan dengan konten dan visual yang berkualitas, kamu juga bisa meningkatkan engagement dengan intens berinteraksi pada calon pelanggan. Ungkapan pelanggan adalah raja mungkin hingga kini masih terpakai, dan penilaian pelanggan bisa membuat usahamu melejit, atau bahkan jatuh terpuruk.

Sebagai pelanggan, respons cepat tentu sangat dibutuhkan. Pasalnya, mereka membutuhkan solusi untuk setiap masalah, dan menunggu selalu menjadi hal yang paling membosankan. Jadi, jangan buat mereka menunggu solusi dari kamu terlalu lama, karena ini bisa membuat mereka beralih pada pesaing.

Supaya minat calon pelanggan makin tinggi, kamu bisa membuat kuis interaktif pada waktu-waktu dengan hadiah yang menarik. Dalam pengamatan media sosial, kuis dengan hadiah masih menjadi tren yang membuat angka engagement melejit cukup pesat. Hadiah bisa berupa tiket nonton, voucher belanja, atau merchandise yang bisa digunakan kapan saja oleh konsumen. Cara ini juga dikenal dengan istilah promosi berjalan.

 

Hindari Menolak Order

Jangan sampai usaha dan biaya yang sudah kamu keluarkan untuk merintis usaha percetakan ini sia-sia karena kamu terlalu pilih-pilih dalam menerima order, sembari tetap berpromosi, kamu bisa mulai mengerjakan satu atau dua klien. Menolak order hanya akan membuat kamu kehilangan kesempatan untuk menunjukkan nilai lebih yang dimiliki bisnismu.

Lalu, bagaimana jika kamu tidak terlalu paham perihal percetakan? Tidak masalah, tetap terima order yang datang. Nantinya, kamu bisa melemparnya kembali ke pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Hal terpenting adalah order tersebut jadi sesuai dengan keinginan dan harga yang telah disepakati, entah siapa yang mengerjakannya itu urusan nanti.

 

Pertahankan Kualitas

Meski order yang kamu terima terbilang kecil dan tidak mendatangkan angka keuntungan yang besar, kamu tetap tidak boleh menyepelekan dan harus mengerjakannya dengan semaksimal mungkin. Berapapun besarnya, kualitas tetap harus dijaga, karena ini menunjukkan kredibilitas dan profesionalitas kamu sebagai pemilik usaha.

Dengan tetap berpegang pada kualitas maksimal untuk setiap proyek yang kamu tangani, pelanggan akan puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Mereka inilah yang berpotensi menjadi pelanggan setia, yang tanpa kamu sadari akan mendatangkan lebih banyak calon pelanggan potensial melalui promosi secara langsung kepada rekan kerja, tetangga, atau bahkan para investor.

 

Bisakah Langsung Berinvestasi?

Tidak hanya mendulang keuntungan sebagai penghasilan tambahan, bisnis juga menjadi ladang investasi jangka panjang. Namun, jika kamu adalah seorang pemula yang baru saja membuka sebuah gerai usaha, mungkin investasi bisa menjadi alternatif lain. Kamu bisa berfokus pada peningkatan kredibilitas dengan memiliki banyak klien dan fokus untuk menerima serta mengerjakan semua order yang masuk.

Kamu perlu tahu bahwa membeli peralatan percetakan membutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Tentu, alat-alat ini bisa menjadi ladang investasi yang bagus, terlebih jika kamu memiliki modal yang cukup untuk menyediakannya. Namun, kamu bisa mempertimbangkan hal tersebut lebih matang. Jangan sampai kredibilitas usahamu belum menunjukkan hasil maksimal, tetapi kamu sudah menguras seluruh modal hanya untuk urusan gengsi semata.  

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi? Jawabannya adalah ketika kamu sudah memiliki nama besar dan jumlah order yang semakin menumpuk dari waktu ke waktu. Kamu bisa mulai menyediakan mesin-mesin cetak, menambah karyawan, peralatan penunjang percetakan, hingga menyewa atau membeli lahan untuk dijadikan kantor.

Namun, sebelum memulainya, kamu terlebih dahulu perlu menyusun program kerja setidaknya hingga lima tahun ke depan. Jangan lupa, buat yang realistis, sehingga kamu bisa mengira-ira bagaimana alur usaha kamu ke depannya. Buat pula cashflow yang bisa menggambarkan proyeksi aliran dana untuk bisnismu dalam satu periode tertentu.

 

Pantang Menyerah dan Tidak Mudah Putus Asa

Tidak selamanya usaha percetakan milikmu berada di atas. Ada kalanya kamu mengalami hambatan atau kendala yang berujung pada kerugian. Inilah risiko terbesar menjadi pengusaha: kamu harus siap untuk menghadapi keadaan terburuk yang bahkan tidak diketahui kapan datangnya. Usaha milikmu bisa saja menjadi sangat sukses, tetapi bisa juga kamu mengalami kerugian besar yang berujung pada kebangkrutan pada saat yang hampir bersamaan.

Inilah mengapa setiap pengusaha diharuskan untuk memiliki mental sekeras baja, pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa. Ancaman kerugian bisa terjadi kapan saja, sehingga kamu perlu kuat menghadapinya untuk bisa menentukan strategi apa yang menjadi pilihan supaya kamu bisa segera menemukan solusi dan jalan keluar.

Jadi, jangan pernah takut gagal jika kamu memilih untuk menjadi pengusaha. Selalu ingat bahwa kegagalan tidak hanya terjadi pada setiap pemilik bisnis, bahkan kegagalan juga bisa terjadi pada karyawan kantoran, hingga pelajar. Kuncinya adalah tidak mudah menyerah dan putus asa.

 

Rincian Modal Usaha Peternakan

Setelah mengetahui tips memulai usaha peternakan dari nol, sekarang saatnya kamu menghitung berapa kisaran modal yang diperlukan. Anggaplah kamu memilih untuk menjalani usaha percetakan kecil-kecilan dalam skala rumahan, sehingga biaya sewa lokasi belum dimunculkan untuk mengoptimalkan modal.

Berikut adalah rincian modal usaha percetakan yang bisa kamu cermati. Rincian biaya ini bisa menjadi gambaran untuk kamu yang akan membuka bisnis percetakan baik ofset maupun digital printing.
  • Mesin cetak (mesin fotokopi) atau mesin printer seharga Rp10 juta. Asumsikan kamu bisa mendapatkan dua atau tiga buah mesin cetak dengan anggaran tersebut.
  • Komputer (PC) dengan prosesor terbaru seharga Rp7 juta. Kamu tidak disarankan untuk menggunakan laptop, karena pengoperasiannya yang terbilang lebih rumit jika dibandingkan dengan PC.
  • Mesin pemotong kertas seharga Rp5 juta.
  • Mesin Laminating berikut bahan laminasinya seharga Rp2 juta.
  • Tinta untuk mesin cetak seharga Rp1,5 juta.
  • Kertas beragam jenis (HVS A4 70gr, HVS A4 80 gr, HVS Folio, Ivory, Buffalo, dll.) seharga Rp5 juta. Asumsikan kamu bisa mendapatkan beberapa jenis kertas, atau membeli kertas inti seperti HVS dan kertas foto untuk modal awal.
  • CD yang berisi instalasi program aplikasi Corel Draw, Photoshop, dan perangkat lunak Adobe terbaru seharga Rp500 ribu.
  • CD yang berisi instalasi program desain, kalender, hingga frame foto seharga Rp500 ribu.
  • Etalase untuk meletakkan barang seharga Rp5 juta.

Dari rincian modal usaha percetakan di atas, setidaknya kamu membutuhkan modal sebesar Rp35 juta hingga Rp40 juta. Asumsikan sisa modal ini akan terpakai untuk biaya operasional, seperti ongkos bensin yang kamu keluarkan untuk membeli segala keperluan. Angka ini masih terbilang kecil, karena kamu belum memasukkan biaya penyewaan lokasi atau penambahan barang yang dijual. Biasanya, usaha percetakan juga menjual beberapa peralatan tulis-menulis (untuk usaha percetakan ofset), kertas kado, dan beberapa barang pendukung lainnya.

Baca juga: 23 Ide Bisnis Rumahan Paling Kreatif untuk Dapatkan Pendapatan Pasif

Itu tadi sekilas ulasan mengenai usaha percetakan berikut rincian kisaran modal yang dibutuhkan untuk membangun usaha ini. Bagaimana, sudah siap untuk memulainya? Selamat mencoba dan semoga sukses!

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Footer
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia