Business Insight Focus

Terapkan 3 Strategi Pemasaran Ini Jika Anda Punya Restoran Baru

By Himawan Pradipta on June, 19 2019
Himawan Pradipta

Lead Writer di Moka Indonesia

strategi marketing restoran cepat saji

Sekitar empat atau lima tahun lalu, untuk bersantap makanan dari restoran, kebanyakan pelanggan harus mendatangi restoran dan kafe yang dituju. Akses untuk mendapatkan makanan dengan cara yang lebih cepat belum tersedia seperti sekarang, di mana layanan pesan-antar online sudah marak dan mengubah model bisnis FnB yang tradisional menjadi model bisnis yang lebih moderen.

Keterbukaan akses seperti ini membuat semakin banyak pelanggan yang memilih memesan makanan melalui layanan pesan-antar online dibandingkan lelah-lelah harus datang dan duduk di restoran. Hal ini tentunya membuat bisnis quick service restaurants (QSR) atau restoran cepat saji berkembang pesat. Pemain bisnis restoran cepat saji yang baru pun banyak bermunculan. Persaingan di industri ini juga menjadi lebih ketat.

Baca Juga: Buka Toko Online Lebih Mudah dengan Storelogy, Sekali Klik Langsung Jadi

Untuk dapat bersaing dengan kompetitor, banyak bisnis QSR baru yang memutuskan untuk memberikan promo dan diskon untuk menarik pelanggan. Meskipun terbilang efektif untuk menggaet konsumen, pemasangan promo dan diskon merupakan strategi yang membutuhkan modal cukup besar. Belum lagi, cara ini juga digunakan oleh kompetitor lain. Berikut ini adalah 3 strategi alternatif yang dapat Anda lakukan untuk bisnis QSR baru agar dapat bersaing dengan kompetitor.

 

1. Menjaga kualitas produk dan pelayanan

strategi marketing restoran cepat saji

Kualitas adalah harga mati dalam berbisnis. Baik produk maupun pelayanan, kualitasnya harus tetap dijaga dan ditingkatkan. Agar kualitas tetap terjaga, Anda harus menerapkan aturan yang ketat dalam proses produksi hingga packaging menu makanan. Terapkan nilai-nilai terkait menjaga kualitas kepada seluruh pegawai Anda. Selain itu, Anda juga bisa mulai berinvestasi untuk melatih karyawan. Tidak perlu mahal dengan membayar trainer, Anda dapat menjadi pelatih bagi karyawan Anda sendiri. Cukup luangkan waktu untuk memberikan pelatihan soal menjaga mutu produk atau layanan. Jangan lupa juga untuk merencanakan kurikulum pelatihan yang terstruktur.

Baca Juga: 4 Cara Branding Produk Agar Lebih Dikenal Konsumen

 

2. Mendapatkan feedback dari pelanggan

strategi marketing restoran cepat saji

Feedback pelanggan adalah hal penting bagi kemajuan bisnis. Misalnya, untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk, Anda sebaiknya mengumpulkan data dari pelanggan terkait menu sehingga Anda tahu apa yang harus ditingkatkan dan bagaimana inovasi produk ke depannya. Untuk mendapatkan masukan dari pelanggan tidak harus mahal. Anda bisa melakukan polling di media sosial atau sekadar ngobrol sebentar dengan pelanggan yang berkunjung ke restoran Anda.

Baca Juga: E-Book Panduan Memasang Program Loyalitas untuk Bisnis Anda

 

3. Memanfaatkan media sosial

strategi marketing restoran cepat saji

Media sosial dapat menjadi wadah untuk mempromosikan restoran Anda ke khalayak. Meski begitu, tidak mudah bagi bisnis baru untuk mendapatkan pengetahuan di media sosial mengingat banyaknya persaingan. Menggunakan paid advertising seperti Facebook Ads atau Instagram Ads bisa menjadi salah satu cara menjangkau para pelanggan. Untuk menghemat budget marketing, fokuslah pada menjaga kualitas konten di media sosial. Sajikan konten-konten yang menggugah dan engaging soal menu restoran atau keunggulan produk Anda.

Bersaing dengan kompetitor memang suatu hal yang sulit. Strategi promo dan diskon sering kali dianggap satu-satunya cara untuk meraih perhatian pelanggan, sehingga membuat Anda kehilangan fokus untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan serta menggali masukan dari pelanggan. Jadi, kendati promo dan diskon mampu menarik pelanggan, jangan lupakan hal-hal lain yang tidak kalah penting.

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia