Business Insight Focus

Hadapi Cashless Society, Coba 6 Ide Bisnis Ini Agar Untung Banyak

By Jordhi Farhansyah on July, 16 2019
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

bisnis cashless society

Era cashless society telah mengubah pola pikir dan perilaku kaum milenial. Kini, mereka lebih sering berbelanja tanpa mengeluarkan uang tunai sama sekali. Segala transaksi dilakukan dengan menggunakan kartu debit/kredit atau pun uang elektronik seperti GO-PAY, OVO, Dana, dan lain sebagainya. Apakah Anda termasuk mereka?

Perkembangan kebiasaan transaksi milenial peluang bisnis bagi pengusaha yang cerdas. Di atas kertas, kebiasaan ini mungkin terkesan aneh. Namun, pengusaha sudah tidak bisa lagi memandang sebelah mata pada kebiasaan milenial yang satu ini. Apabila Anda tidak bisa cepat menyesuaikan diri, maka siap-siap akan kehilangan momentum berharga ini. Oleh karena itu, kini saatnya untuk Anda menyesuaikan strategi bisnis dengan kebiasaan cashless para milenial.

Jadi, bagi Anda yang ingin memanfaatkan tren cashless society, berikut enam peluang bisnis yang bisa Anda manfaatkan untuk dapatkan keuntungan maksimal.

 

1. Bisnis kuliner

bisnis cashless society

Kebiasaan cashless para milenial sangat mudah diterapkan dalam bisnis kuliner. Kenapa? Karena makanan dan minuman adalah bidang usaha yang tidak lekang oleh waktu. Semakin mudah sistem pembayaran, maka semakin nyaman milenial berbelanja di toko Anda. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi Anda untuk bekerja sama dengan para penyedia uang elektronik. Boleh jadi mereka memberlakukan promo diskon atau cashback adalah jenis promo yang paling disenangi milenial. Tidak peduli sebesar atau sekecil apa bisnis kuliner Anda karena sistem cashless bisa diterapkan tanpa kesulitan. Pernahkah Anda melihat pedagang mie ayam pinggir jalan yang menerima pembayaran via GO-PAY? Ini benar-benar terjadi di Jakarta, lho, setidaknya.

 

2. Bisnis toko kelontong

bisnis cashless society

Selain kuliner, produk yang dipakai sehari-hari adalah komoditi yang paling diburu oleh milenial. Tidak peduli latar belakang ekonomi atau pun status sosialnya, pasti hal yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia tidak akan berbeda jauh antara satu orang dengan yang lainnya. Lalu, apa yang membuat mereka lebih membeli barang tersebut di minimarket franchise atau supermarket besar? Jawabannya adalah kenyamanan. Coba pikirkan, berapa banyak toko kelontong yang menerima pembayaran selain tunai? Di sinilah terletak peluang bisnis yang bisa Anda manfaatkan. Dengan menerima pembayaran cashless, tidak ada lagi masalah sulit mencari uang kembalian dan sebagainya. Dengan demikian, milenial akan semakin nyaman berbelanja di toko kelontong Anda.

Baca Juga: 4 tips kelola keuangan untuk milenial di era cashless society

 

3. Bisnis laundry

bisnis cashless society

Milenial yang paham teknologi biasanya memiliki kesibukan yang cukup tinggi. Kesibukannya ini pun terkadang mengikis waktu untuk melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian. Terlebih lagi anak kos yang belum tentu punya apa yang dibutuhkan untuk mencuci, mengeringkan, dan menyetrika pakaian dengan baik dan benar. Inilah yang membuat bisnis laundry begitu prospektif. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara untuk membuat bisnis laundry Anda menonjol dari para kompetitor? Iya, tepat sekali, yaitu dengan menerima pembayaran secara cashless. Pakaian bersih, waktu tidak terbuang.

Baca Juga: Mau punya bisnis laundry yang sukses? Simak 10 tips jitunya berikut!

 

4. Startup fintech

bisnis cashless society

Bagi Anda yang berani dan memiliki akses ke sumber modal besar, kenapa tidak mendirikan fintech saja? Ketimbang menjadi salah satu komponen dalam industri cashless, sekalian saja menjadi pemain utama dalam industri tersebut. Namun, perlu diketahu terlebih dahulu kalau cukup sulit untuk mengalahkan raksasa-raksasa fintech saat ini, kecuali Anda memiliki penawaran yang eksklusif. Coba lihat bagaimana kerja sama antara uang elektronik Dana dengan Bukalapak dan Tix.id. Mulanya, Dana belum mendapatkan perhatian sebesar sekarang. Namun, dengan menjalin kerja sama dengan dua e-commerce yang paling sering digunakan milenial, brand recognition dari Dana pun naik meningkat signifikan.

Baca Juga: 5 keuntungan membangun relasi untuk keberlangsungan bisnis

 

5. Toko online

bisnis cashless society

Dengan cashless berarti transaksi tradisional antara penjual dan pembeli tidak menjadi suatu kewajiban. Anda tidak lagi dipaksa untuk bertemu dengan pembeli, begitu pula sebaliknya. Dengan online shop, pembeli produk Anda tidak akan terbatas pada radius beberapa ratus kilometer saja. Orang-orang dari pelosok nusantara hingga belahan bumi lain pun bisa menjadi konsumen Anda. Oleh karena itu, dirikan saja online shop, baik di e-commerce raksasa seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee atau pun mendirikan platform atau website tersendiri. Jangan lupa untuk sertakan metode pembayaran online dengan lengkap dan jelas. Selain itu, perhatikan pula konten pada platform Anda karena konten-konten inilah yang akan menarik calon konsumen untuk mengunjungi website Anda.

Baca Juga: Ini dia rahasia menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama

 

6. Bisnis vending machine

bisnis cashless society

Dengan vending machine, tanpa perlu pegawai dan biaya sewa toko yang tinggi, Anda bisa menjual beragam produk dengan mudah. Pastinya Anda juga sudah sering melihat vending machine yang menjual makanan dan minuman namun hanya menerima uang tunai. Pasti jelas teringat di benak Anda betapa repotnya ketika uang kertas tunai pembeli ditolak oleh mesin karena berbagai alasan. Semua masalah ini bisa langsung teratasi apabila mesin tersebut mengadopsi sistem cashless. Anda bisa memprogram mesin-mesin itu untuk menerima pembayaran via non-tunai dengan langkah verifikasi yang singkat. Dengan demikian, pembeli bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan lebih mudah dan cepat.

Itu dia enam peluang usaha yang harus Anda manfaatkan untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Di era cashless saat ini, kelima peluang usaha di atas dapat dengan mudah untuk berkembang. Namun, tentu saja semuanya kembali ke diri Anda sendiri. Apakah Anda sudah siap untuk menggunakan model bisnis baru yang berbasis digital, atau masih terjebak pada paradigma lama?

Baca Juga: Revolusi sistem pembayaran di era ekonomi digital

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia