Business Insight

Panduan Lengkap Membuat Toko Online untuk Pebisnis Pemula

By Jordhi Farhansyah on April, 8 2020
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

Panduan Lengkap Membuat Toko Online untuk Pebisnis Pemula - Membuat toko online kini sudah menjadi sebuah kewajiban. Kebiasaan masyarakat dalam berbelanja yang dahulu serba offline, kini sudah berubah seiring meningkatnya penetrasi internet di Indonesia. Kegiatan perdagangan dari Sabang hingga Merauke pun bisa dilakukan dengan instan. 

Meski potensi toko online dalam menggerakkan ekonomi sangat besar, masih banyak pelaku usaha yang belum mulai memasarkan produknya secara online.

Baca juga: Tips Membuat Nama Toko Menarik Beserta Contohnya

Alasannya pun beragam, mulai dari belum menguasai teknolog terkini hingga rendahnya kepercayaan terhadap aspek keamanan dari toko online. Jadi, bisa disimpulkan kalau ketidaktahuan atau ketidakpahaman masih menjadi alasan utama yang membuat mereka ragu terjun ke dunia online.

Sejatinya, memulai usaha dalam dunia maya tidaklah sulit. Semua orang bisa melakukannya asalkan mereka memiliki sumber informasi yang tepat, alat untuk melakukannya, dan keinginan untuk mempelajari hal baru.

Oleh karena itu, supaya Anda semakin yakin dalam memulai bisnis online, berikut ini segala hal yang harus diketahui tentang toko online.


3 Keuntungan Membuat Toko Online

membuka bisnis bersama teman - 7 Tips Bisnis Online untuk Anak Muda - 9 Bisnis Sampingan Modal Kecil untuk Fresh Graduate - bisnis untuk fresh graduate

Membuat toko online tidak akan begitu direkomendasikan jika memang tidak memberikan keuntungan bagi sebuah usaha. Secara garis besar, setidaknya ada lima keuntungan membuat toko online yang bisa Anda rasakan.

1. Membuka banyak kesempatan

Jika selama ini usaha Anda masih offline, maka jumlah pelanggan potensialnya pun terbatas. Sementara itu, jika Anda membuat toko online, maka jumlah pelanggan potensialnya hampir tak terbatas.

Baca juga: Panduan Lengkap Memulai Bisnis Online

Dengan internet, Anda bisa terhubung dengan orang dari pelosok daerah hingga luar negeri. Jika Anda berhasil menembus pasar internasional, maka usaha Anda bergerak dengan lebih cepat sehingga mampu menghasilkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.


2. Lebih efisien dari segi waktu dan biaya

Jika Anda menjalankan toko offline di ruko atau kios milik orang lain, maka pastinya Anda dibebankan biaya sewa.

Ada juga biaya-biaya lain seperti biaya perawatan, air, listrik, dan iuran kebersihan yang jika dijumlahkan akan mencapai jutaan rupiah. Jika Anda membuka toko online, biaya semacam ini bisa dipangkas cukup signifikan, sehingga margin keuntungan Anda bisa jadi lebih besar.


3. Terhubung dengan target konsumen yang tepat

Jika Anda memiliki toko offline, maka sarana iklannya tidak lebih dari spanduk, banner, atau brosur. Namun, jika Anda membuka toko online, maka Anda bisa lebih mudah dalam mengiklankan produk Anda melalui Facebook Ads atau Instagram Ads.

Dengan menggunakan dua layanan tersebut, Anda bisa langsung menargetkan iklan kepada orang-orang yang sekiranya tertarik dengan produk Anda. Dengan demikian, kemungkinan pembelian pun jadi lebih besar lagi. 


Apakah Toko Online di Media Sosial Sudah Cukup?

online shopping - belanja online

Saat ini media sosial telah dimanfaatkan sebagai sebuah toko online oleh berbagai bisnis. Di satu sisi, langkah ini sudah cukup tepat untuk memulai toko online Anda. Namun, toko online di media sosial sebetulnya masih belum cukup efektif.

Baca juga: Strategi Promosi Penjualan Toko Online untuk Pebisnis Pemula

Jika dilihat dari anatominya, Facebook dan Instagram sebenarnya lebih cocok untuk mempromosikan produk. Sebab, keduanya menyediakan ruang untuk menampilkan visual produk, penjelasan, dan media untuk berinteraksi dengan calon pembeli tanpa adanya fasilitas untuk bertransaksi. Maka dari itu, Anda perlu membuat toko online supaya proses jual-beli dapat tercipta. 

Sebagai contoh, Instagram memiliki layanan yang diberi nama Instagram Shopping. Lewat layanan ini, Anda bisa langsung menyematkan nama produk serta harga pada foto. Ketika ada pelanggan yang ingin membeli, mereka akan diarahkan ke alamat website toko online Anda. Jika Anda tidak memiliki toko online, maka pelanggan tidak bisa diarahkan untuk membeli. 

Sebaliknya, jika Anda memiliki toko online, maka Anda hanya perlu menyematkan link toko online Anda pada bio akun media sosial saja.

Dengan demikian, pelanggan bisa langsung memilih produk dan menyelesaikan transaksi. Setelah menerima konfirmasi pembayaran, Anda bisa langsung menyiapkan pesanan dan mengirimkannya ke pelanggan. Prosesnya jadi jauh lebih sederhana bagi pelanggan dan Anda sendiri.


5 Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Membuat Toko Online

mengirim barang - pebisnis online

Untuk membuat toko online tidak sesulit yang Anda bayangkan. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa hal yang menyangkut produk dan platform online yang ingin digunakan saja. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda siapkan untuk membuat toko online:

1. Buat nama untuk toko online Anda

Dalam menentukan nama toko online, Anda bisa merujuk nama toko offline Anda, dengan asumi nama tersebut belum digunakan oleh toko online lainnya. Untuk itu, siapkan beberapa daftar nama yang sekiranya cocok menggambarkan bisnis Anda, kemudian lakukan penelusuran di internet guna memastikan tak ada toko yang sama.

Baca juga: Tips Membuat Nama Toko Menarik Beserta Contohnya

Jika Anda memilih nama yang telah lebih dahulu digunakan oleh bisnis lain, maka itu bisa membingungkan pelanggan. Selain itu, ada kemungkinan sang pemilik nama akan melayangkan protes atau gugatan ke Anda. Oleh karena itu, demi mencegah masalah yang timbul di kemudian hari, pastikan nama yang Anda pilih ini benar-benar belum digunakan sama sekali.


2. Persiapkan domain untuk toko online Anda

Pemilihan nama toko online juga berpengaruh pada domain yang harus Anda beli di kemudian hari. Dalam jagat maya, domain ini semacam alamat yang memudahkan pengguna internet dalam menemukan bisnis Anda. Tanpa adanya domain yang mudah diingat, maka toko online Anda akan sulit berkembang.

Secara garis besar, domain terdiri dari tiga jenis domain yaitu top level domain (TLD), second level domain (SLD), dan third level domain (TLD). Supaya lebih mudah memahami, website Moka yang beralamat www.mokapos.com akan digunakan sebagai contoh.

Top level domain adalah ekstensi yang digunakan pada sebuah alamat website. Jika dilihat dari website Moka, maka yang menjadi top level domain adalah akhiran .com tersebut.

Second level domain diisi oleh nama instansi, toko, atau perusahaan itu sendiri, dalam hal ini yaitu mokapos.

Untuk third level domain sendiri terletak di depan second level domain dan digunakan jika Anda ingin memiliki halaman tersendiri. Contohnya seperti www.blog.mokapos.com di mana kata ‘blog’ tersebut merupakan third level domain

Melihat pentingnya pemilihan domain, disarankan memilih nama yang unik supaya tidak ada pengguna yang sama dan dibuat secara sederhana supaya konsumen dapat dengan mudah mengingatnya.


3. Tentukan produk apa yang ingin dijual dan kemas secara menarik

Setiap toko tentu harus memiliki produk yang dijual. Namun, menentukan produk apa yang dijual saja belum cukup. Anda juga harus mampu mengemas produk tersebut dan menampilkannya dengan baik supaya pelanggan jadi tertarik untuk membelinya. 

Baca juga: Tips Membuat dan Contoh Daftar Menu untuk Bisnis Kuliner

Untuk itu, lakukan sesi pemotretan untuk produk yang akan Anda jual. Sesi pemotretan ini bisa melibatkan model atau pun tidak, tergantung dari budget dan konsep yang ingin Anda usung.

Hanya saja, pastikan pemotretan dilakukan secara benar supaya pelanggan bisa melihat dengan jelas barang yang akan mereka beli. Jangan lupa untuk sertakan penjelasan tentang produk tersebut. Buatlah secara singkat dengan mengutamakan key selling points dari masing-masing produk. 


4. Pilih demografi konsumen Anda

Dalam berbisnis, beriklan sudah menjadi hal yang wajib dilakukan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, toko online memungkinkan Anda melakukan targeting ads untuk memastikan iklan Anda sampai ke orang yang tepat. Untuk itu, Anda harus tahu betul demografi yang tepat untuk usaha Anda. 

Baca juga: 9 Strategi Meningkatkan Penjualan Bisnis Online di TikTok

Dalam menentukan demografi, untuk Facebook Ads misalnya, bisa berdasarkan negara, jenis kelamin, rentang usia, pendidikan, dan status hubungan. Supaya iklan Anda lebih persuasif, siapkan ad copy dan juga gambar iklan yang sesuai. Ingat, masing-masing demografi memiliki karakteristiknya masing-masing sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda.

Misalnya, Anda menawarkan streetwear yang umum digunakan oleh anak muda. Maka Anda perlu membuat ad copy dan gambar iklan yang mampu memikat anak muda usia 17-25 tahun dengan menyesuaikan jenis kelaminnya.

Ingat, laki-laki dan perempuan memiliki ketertarikan yang berbeda, jadi butuh pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, selalu evaluasi setiap kali Anda beriklan untuk mencari formula yang tepat untuk target pasar Anda.


5. Buatlah konten untuk menciptakan traffic menuju toko online Anda

Saat ini, konten adalah raja. Semua orang mengkonsumsi ratusan konten setiap harinya, mulai pagi hingga malam hari. Maka dari itu, konten menjadi magnet yang tepat untuk menarik traffic menuju toko online Anda. Dari traffic inilah kemungkinan pembelian oleh pelanggan didapatkan. Lalu, konten seperti apa yang cocok untuk sebuah toko online?

Anda bebas memilih apakah ingin konten yang khusus untuk di website toko online saja, khusus untuk media sosial, atau keduanya. Saat ini kebanyakan toko online menjalankan keduanya, yaitu membuat konten blog di website toko online untuk meningkatkan awareness sekaligus product knowledge dan membuat konten di halaman media sosial sebagai ajang promosi. 

Dalam membuat artikel untuk blog di website, Anda bisa membaginya ke dalam beberapa kategori. Misalnya, Anda membuat toko online untuk berjualan gadget.

Baca juga: Praktekan Strategi Pemasaran Bisnis Online Ini dan Tingkatkan Penjualan

Maka Anda bisa membuat kategori gadget news, gadget review, dan gadget tips. Jangan lupa untuk terapkan kaidah-kaidah SEO untuk membantu toko online Anda masuk dalam hasil pencarian Google. Untuk itu, jika Anda belum menguasai teknik penulisan SEO, bisa mencari jasa content writer yang sudah berpengalaman. 

Sementara untuk konten media sosial, Anda harus menerapkan pendekatan yang berbeda. Sebaiknya Anda fokus pada konten-konten berbentuk visual dengan sedikit atau tanpa wording sama sekali. Dalam penulisan caption, sebaiknya langsung pada ke intinya saja.

Tidak perlu penjelasan bertele-tele dan sebaiknya disertai kalimat aksi atau call to action. Harapannya, dengan adanya kalimat aksi ini, pembaca bisa semakin tertarik membeli produk Anda. 


5 Langkah Membuat Toko Online

membuat toko online

Setelah mengetahui hal-hal apa saja yang perlu disiapkan, inilah saatnya untuk membuka toko online Anda sendiri. Anda bisa menggunakan jasa pembuatan toko online yang kini sudah banyak tersedia, atau juga bisa melakukannya sendiri. Untuk membantu Anda memulainya, berikut ini langkah-langkah membuat toko online yang harus Anda pahami.

1. Membeli domain dan menyewa hosting untuk toko online Anda

Sebelumnya telah dijelaskan tentang apa itu domain. Lalu, apa itu hosting? Hosting adalah tempat dalam jagat maya untuk Anda menaruh domain dan konten-konten website Anda. Jadi, jika domain itu adalah alamat, hosting adalah lahan di mana toko Anda berdiri. Tanpa adanya hosting, Anda tidak akan bisa memiliki toko online.

Baca juga: 9 Strategi Meningkatkan Penjualan Bisnis Online di TikTok

Beruntungnya, kini Anda bisa dengan mudah membeli domain dan menyewa hosting karena penyedianya sudah sangat banyak. Mulai dari niagahoster, hostinger, domainesia, webhostmu, dan masih banyak lagi. Masing-masing ini memiliki harga dan produknya masing-masing, jadi pastikan Anda melakukan komparasi harga terlebih dahulu sebelum memutuskan memilih yang mana. 


2. Memasang Content Management System (CMS)

Setelah memiliki domain dan hosting, maka Anda perlu memasang Content Management System (CMS). Dengan adanya CMS, Anda akan jadi lebih mudah dalam mengatur konten dan tampilan dari website Anda. Salah satu CMS yang umum digunakan oleh toko online adalah WordPress karena terkenal mudah digunakan.

Untuk memasang CMS dari WordPress ini Anda harus login ke Control Panel (cPanel) website Anda menggunakan username dan password dikirimkan oleh penyedia domain dan hosting Anda ke alamat email.

Untuk bisa login ke halaman cPanel, masing-masing penyedia domain dan hosting memiliki caranya sendiri. Jadi, pastikan untuk cari tahu lebih lanjut pada website tempat Anda membeli domain dan menyewa hosting


3. Pasang plug-in khusus untuk toko online

Setelah Anda memasang WordPress sebagai CMS, maka lanjutkan dengan menginstal plugin khusus toko online seperti WooCommerce. Dengan menggunakan WooCommerce, Anda bisa menggunakan beragam fitur yang mampu membuat toko online Anda semakin intuitif. Untuk memulainya, Anda perlu mengisi beberapa data pelengkap seperti alamat toko, mata uang yang digunakan, dan jenis produk yang akan Anda jual. 

Kemudian, Anda akan diminta memilih metode pembayaran yang ingin diinstal pada website Anda. Pilihan standarnya adalah PayPal, namun Anda juga bisa menambahkan metode pembayaran lain di kemudian hari. Setelah itu, Anda bisa memilih mengatur berapa besaran tarif pengiriman produk.

4. Isi konten-konten website toko online Anda

Setelah memasang plugin WooCommerce, langkah selanjutnya adalah mengisi konten untuk toko online Anda. Untuk menambahkan produk, klik menu Product, lalu pilih Add New.

Kemudian, Anda akan diminta untuk melengkapi informasi soal produk tersebut. Mulai dari nama, harga, deskripsi produk, kode produk, kategori produk, hingga foto produk. Anda juga bisa menambahkan data-data seperti berat produk untuk memudahkan penghitungan biaya kirim yang harus dibayar oleh pelanggan. 


5. Gunakan payment gateway

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, masyarakat Indonesia menyenangi fleksibilitas pembayaran. Untuk itu, Anda sebaiknya menginstal plugin payment gateway tambahan yang mengakomodir kebutuhan pelanggan Indonesia.

Untuk di Indonesia sendiri, kini sudah ada beberapa perusahaan yang fokus menyediakan payment gateway bagi toko online. Di antaranya adalah DOKU, Faspay, iPaymu, dan Midtrans.

Tentu saja masing-masing penyedia payment gateway ini memiliki keunggulannya masing-masing, jadi pastikan Anda cari informasi sebanyak-banyaknya dan review pelanggan sebelum memutuskan memilih yang mana. 

Selain langkah-langkah di atas, ada juga langkah yang lebih sederhana yaitu dengan menggunakan Storelogy, sebuah aplikasi penyedia platform toko online. Storelogy menyediakan segala yang Anda butuhkan untuk membuat toko online dalam format website dan aplikasi Android & IOS tanpa pengaturan yang rumit. 

Baca juga: Buka Toko Online Lebih Mudah dengan Storelogy, Sekali Klik Langsung Jadi!

Selain itu, aplikasi Storelogy juga bisa Anda instal pada Backoffice Moka POS. Hal ini dapat memudahkan Anda yang menjalankan usaha toko online dan offline secara bersamaan. Sebab, seluruh data penjualan dari toko online dan offline Anda akan terekam secara terpusat pada satu sistem kasir. 


Berapa biaya untuk membuat toko online?

membuat toko online 1

Tidak bisa dipungkiri, mendirikan toko online tetaplah membutuhkan biaya. Meskipun demikian, jumlahnya tentu saja jauh lebih kecil dibandingkan membuka toko offline. Berikut ini rincian biaya membuat toko online.

1. Domain

Biaya untuk membeli domain bervariasi, tergantung dari ekstensi domain yang Anda pilih. Umumnya, yang paling sering digunakan oleh toko online adalah ekstensi .com, .id, .co.id. Untuk ekstensi .com biasanya dihargai mulai dari Rp99.000,- hingga Rp125.000. Ekstensi .id dihargai Rp200.000 hingga Rp250.000, sedangkan ekstensi .co.id mulai dari harga Rp275.000 hingga Rp350.000.

2. Hosting

Biaya untuk hosting pun tergantung dari berapa ukuran hosting yang Anda butuhkan. Ada yang menawarkan mulai dari 100MB untuk harga sewa Rp5.000 per bulan, hingga Rp150.000 untuk unlimited disk space.

Mengingat saat ini sudah banyak penyedia hosting di Indonesia, harga sewanya pun jadi lebih murah karena ketatnya persaingan. Namun, untuk amannya, Anda bisa memilih paket hosting unlimited yang biasa dihargai Rp150.000.

3. CMS Wordpress

Biaya untuk CMS WordPress adalah gratis alias tak dipungut biaya. Hanya saja, jika Anda ingin mendesain halaman toko online Anda dengan lebih intuitif dan menarik, Anda bisa membeli template premium yang dihargai sekitar Rp350.000 saja. 

4. Payment Gateway

Biaya untuk payment gateway. Untuk pemasangannya sendiri gratis, tapi Anda baru dikenakan biaya setelah adanya transaksi yang sukses.

Jumlahnya pun variatif karena masing-masing penyedia payment gateway mematok tarif yang berbeda-beda. Mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per transaksi. Bagi pembayaran-pembayaran tertentu, diterapkan pula sistem persentase dari jumlah pembayaran, mulai dari 1,7 hingga 2,9 persen.

Baca juga: 25 Ide Bisnis Online dan Offline Buat Tambah Cuan 2020

Untuk mengetahui jumlah total jumlah biaya yang diperlukan untuk membuat toko online, maka perlu adanya contoh yang nyata. Misalnya, Anda ingin mendirikan toko online berekstensi .id dengan hosting berukuran unlimited. Maka biaya minimal yang harus Anda siapkan yaitu:

  • Domain .id = Rp200.000
  • Hosting = Rp150.000
  • Template WordPress = Rp350.000

Maka jumlahnya adalah Rp700.000 saja. Cukup murah bukan? Biaya ini masih di luar potongan payment gateway per transaksi dan pemasaran via Facebook Ads atau Instagram Ads. Meskipun demikian, jumlah tersebut sudah mampu memberikan gambaran singkat tentang betapa terjangkaunya biaya mendirikan toko online dibandingkan toko offline


Perlukah toko online di e-commerce jika sudah memiliki toko online sendiri?

mengirim barang - pebisnis online

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka Anda harus mengetahui kelebihan dan kekurangan mendirikan toko online di e-commerce atau pun marketplace.

Kelebihan yang paling utama adalah Anda jadi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli domain dan menyewa hosting, tidak perlu repot-repot mengatur konten website, dan juga produk Anda jadi lebih mudah ditemukan pelanggan karena nama besar dari e-commerce atau marketplace tersebut.

Di sisi lain, kekurangannya adalah Anda tidak bisa mengontrol kegiatan transaksi dengan leluasa, produk Anda mudah tergeser oleh yang lebih murah, mudah dilewatkan oleh pelanggan, dan tidak membuat brand Anda jadi semakin lekat di benak konsumen.

Baca juga: Mau Uang Tambahan? Ini 7 Tips Bisnis Online untuk Anak Muda

Kekurangan-kekurangan tersebut bisa tertutupi oleh sebuah toko online karena Anda yang memegang kendali penuh untuk berjalannya toko. Namun, beberapa kelebihan yang telah disebutkan di atas masih sulit dimiliki oleh toko online.

Oleh karena itu, jalan terbaik adalah dengan membuat toko online di e-commerce dan juga toko online sendiri. Dengan demikian, Anda bisa menikmati manfaat dari keduanya secara sekaligus.

Itu dia panduan lengkap membuat toko online. Semoga hal-hal yang disebutkan di atas bisa memberikan informasi lebih lengkap mengenai manfaat dan kemudahan dalam membuat toko online. Jadi, ayo segera buka toko online Anda sendiri!

Jangan lupa ya, apabila Anda sudah membuat toko online, andalkan aplikasi kasir Moka POS untuk memudahkan Anda mencatat penjualan sehari-hari. Kini, Anda tidak perlu melakukan pencatatan secara manual karena Moka akan mengotomatisasikan segalanya untuk Anda.

Dengan Moka POS, Anda juga bisa mencatat semua bahan baku atau produk yang dijual dengan mudah sehingga apabila ada barang yang terjual, datanya akan langsung tercatat di aplikasi Moka.

Tertarik untuk menggunakan Moka? Yuk, coba gratis 14 hari dan rasakan kemudahan untuk mengelola bisnis Anda!

Aplikasi Kasir Moka POS untuk Coffee Shop

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia