Business Insight Merchant Highlight

Naturesmarket Edukasi Pentingnya Gaya Hidup Sehat Lewat Produk Organik

By Sintia Astarina on December, 23 2019
Sintia Astarina

Sr. Content Editor MOKA

Naturesmarket Edukasi Pentingnya Gaya Hidup Sehat Lewat Produk Organik - Menjalani gaya hidup sehat nyatanya tidak mudah. Selain harus membiasakan diri, rupanya mencari produk-produk organik dengan kualitas tinggi juga sama sulitnya. 

Untuk itu, Naturesmarket pun dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan yang ingin menerapkan gaya hidup sehat atau menemukan produk-produk pilihan mereka dengan mudah. Omong-omong, apa itu Naturesmarket?

Naturesmarket Edukasi Pentingnya Gaya Hidup Sehat Lewat Produk Organik

produk-produk organik

Mina, pemilik Naturesmarket menjelaskan, ini merupakan online grocery store yang menyediakan produk serta makanan organik. Produk-produk yang dijual sebelumnya dipilih dan dikurasi terlebih dahulu, dan yang jarang ditemukan di grocery store biasa.

Customer kami adalah Ibu dan anak dan kami menyediakan makanan, snack bayi, apa pun itu yang lebih ke arah healthy. Skincare pun juga organik. Seperti Kutus-Kutus yang juga aman untuk bayi. Target kami lebih ke premium atau middle up,” jelas Mina.

Di Naturesmarket sendiri, makanan bayi menjadi produk yang paling laku dibeli pelanggan.

“Mereka (para Ibu) willing to spend buat bayi, tapi untuk diri mereka sendiri enggak. Padahal, (kesehatan) Ibu juga sama pentingnya dengan bayi. Kalau bayinya nggak sehat, gimana dia mau ngurus bayinya?” kata Mina.

Ia menambahkan, hidup sehat memang seharusnya menjadi lifestyle. Namun, tentu ada harga lebih yang harus dikeluarkan.

 

 

Selama 3 tahun menjalani bisnis Naturesmarket, Mina menjelaskan bahwa ternyata banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah mengedukasi masyarakat mengenai produk-produk organik berkualitas yang mampu meningkatkan kualitas gaya hidup seseorang.

Media yang digunakan Mina untuk mengedukasi masyarakat salah satunya ialah Instagram. Misalnya, Naturesmarket pernah mengunggah foto Matcha Powder dan pada caption-nya, dijelaskan bagaimana pembuatan produk ini, serta apa manfaat yang bisa didapat pelanggan jika mengkonsumsi Matcha Powder ini.

Dengan demikian, pelanggan pun bukan cuma asal membeli saja. Mereka bisa mendapatkan pengetahuan lebih mengenai manfaat produk organik tersebut sehingga pelanggan bukan cuma bisa mendapatkan produknya saja, melainkan pengetahuan yang tepat mengenai manfaat atau penggunaan produk tersebut

Contoh lain konten yang menarik di Instagram Naturesmarket ialah terkait penyebab timbulnya stretch mark yang muncul pada beberapa bagian tubuh, seperti paha, perut, lengan atas, dan bokong. Seperti diketahui, stretch mark sering dialami para Ibu sehabis melahirkan.

Lewat konten ini, Naturesmarket  mencoba untuk memberikan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana stretch mark bisa muncul, cara mencegah, hingga cara mengobatinya. Tentu, di akhir konten tersebut, Naturesmarket pun mencoba menawarkan produk-produk organiknya yang dapat membantu pelanggan untuk menyamarkan stretch mark tersebut.

Namun siapa sangka, mengedukasi masyarakat memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Mina merasa, orang Indonesia belum siap dengan sesuatu yang organik.

Baca juga: Kisah Sukses Bittersweet by Najla, Pelopor Dessert Box di Indonesia

Sebagai contoh, ada banyak toko yang menjual Chia Seed dengan harga murah. Namun, jika dilihat dari standar harga Chia Seed kebanyakan, kualitas produk tersebut patut dipertanyakan. Apakah itu produk organik atau non-organik?

“Banyak yang jual produk organik, tapi harganya murah. Banyak. Sama modal kami aja, murahan dia jauuuhhh banget. Di sesama pemain ini kan jadi bertanya-tanya, dari mana ya (barangnya)? Beneran organik nggak, sih?” kata Mina.

Mina merasa, pembeli pun harus lebih jeli dan tidak asal membeli produk yang harganya murah, dan kualitasnya tidak terjamin. 

Jadi Reseller Produk-produk Berbagai UKM

Nyatanya, Naturesmarket juga menggandeng berbagai UKM untuk menjual produk buatan mereka di website Naturesmarket. Mina mengaku bahwa ada beberapa brand yang ia bantu dari awal untuk pemasaran dan penjualan produknya, hingga akhirnya mereka bisa menjual produknya sendiri dengan lebih strategis.

Untuk mendapatkan UKM dengan produk yang sesuai, biasanya Naturesmarket yang mencari UKM-UKM tersebut atau sebaliknya, UKM-lah yang menghubungi pihak Naturesmarket. Ketika ditawari suatu produk untuk dijual, Mina pun tidak serta-merta langsung menerimanya.

Baca juga: 5 Zodiak yang Bakal Sukses Memulai Bisnis pada 2020

“Kami review dulu. Kalau oke, kami masukkan (ke website) atau kami riset ternyata produk ini ada demand-nya sebenarnya. Kami perlu mengkurasi UKM tersebut karena bukan masalah jualan, melainkan mesti edukasi juga. Kami require mereka harus ada effort juga,” terang Mina.

“Kadang, mereka salah kaprah. Oh, pasarin di Naturesmarket sudah pasti laku. Kalau kita nggak mengedukasi pelanggan pun nggak bakal laku. Kalau kami edukasi doang, capek. Orang sudah pada tahu. Yang sudah tahu belum tentu beli sama kami,” ujarnya sembari tertawa kecil.

Apa langkah selanjutnya yang akan diambil pada 2020?

Di dalam kepalanya, Mina sudah memiliki berbagai macam rencana untuk diterapkan pada bisnis produk organiknya. Tentu, ia ingin Natursmarket tetap bertumbuh dan memberikan manfaat lebih kepada masyarakat Indonesia.

Diakuinya selama 3 tahun menjalankan bisnis, bisnis produk organis ini selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Terbukti dari peningkatan sales revenue yang didapatkannya.

So far masih growing kita. Every year selalu lebih baik dari tahun sebelumnya. Dari 2018-2019 sekitar 30-40% growth-nya,” ucap Mina. Di balik pertumbuhan bisnisnya itu, Mina mengaku dirinya tidak pernah memasang target tertentu.

Baca juga: Yuk, Intip Ramalan Zodiak 2020 Soal Bisnis dan Keuangan Anda

“Aku cuma coba memberikan yang terbaik dan hasilnya unexpected. Buat saya pribadi, sebenernya growth nggak terlalu penting. Saya sebenernya lagi mikir gimana caranya biar kita bisa tetap terus mengedukasi orang, gimana caranya biar bisa partisipasi lebih banyak soal lingkungan, kami lebih fokus di situ,” ujarnya.

Ia menambahkan pada 2020 nanti, Naturesmarket akan memiliki toko offline pertamanya yang terletak di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Tentu, ia akan mengandalkan aplikasi kasir Moka untuk membantunya dalam mengatur stok barang, menentukan harga jual, serta mencatat laporan penjualan.

“Aku memilih Moka karena pada waktu itu Moka is the only app yang mendukung iOS karena rata-rata semua untuk Android, ya. Jadi pilihannya ke Moka. Pas aku pakai Moka, denger sana-sini, ini one of the best, ya. Berarti aku nggak salah pilih,” ucapnya.

Di sisi lain, Naturesmarket pada 2020 nanti akan mulai mencoba untuk memproduksi sendiri bahan-bahan organik di bawah naungan brand sendiri. Hal ini pun menjadi langkah baik bagi Naturesmarket dan dengan begitu, para pelanggan setia pun bisa mendapatkan nilai tambah dari produk-produk buatannya.

Semoga pengalaman Mina dalam menjalankan Naturesmarket bisa memberikan inspirasi bagi Anda yang juga ingin membuka bisnis produk-produk organik.

Aplikasi Kasir Moka POS untuk Coffee Shop

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia