Business Insight

MoU adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

By Yovita on August, 9 2022

Dalam dunia bisnis, kita sering mendengar istilah MoU. Biasanya, istilah ini disebutkan saat sebuah perusahaan akan melakukan kerja sama dengan perusahaan lain. Sebelum kerja sama tersebut dilakukan, maka kedua belah pihak akan menandatangani sebuah MoU sebagai tanda jadi. Biasanya, ketika kedua perusahaan sudah menandatangani MoU, maka kerja sama tersebut wajib terealisasi dan apabila terjadi masalah, salah satu pihak dapat menuntut hingga ke pengadilan.

Hal ini tentunya menandakan bahwa MoU adalah dokumen yang tidak main-main. Namun, apa sebenarnya MoU itu? Apa tujuan pembuatannya dan apa yang membedakannya dari surat kontrak pada umumnya?


Apa itu MoU?

surat perjanjian jual beli 3 copy - mou adalah

Terdapat para ahli yang memberikan pengertian tentang Memorandum of Understanding atau MoU. Menurut Emir Rajagukguk, MoU adalah suatu dokumen yang isinya memuat pengertian di antara para pihak terkait sebelum perjanjian dibuat. Isi dari Memorandum of Understanding harus dimasukkan ke dalam kontrak sehingga ia mempunyai kekuatan mengikat.

Sementara Munir Fuadi mengartikan MoU sebagai perjanjian pendahuluan. Maksudnya, MoU akan diikuti dengan perjanjian lain yang mengaturnya secara detail. Karena itu, Memorandum of Understanding biasanya berisikan hal-hal yang pokok saja. Adapun aspek lain-lain dari MoU relatif sama dengan perjanjian sejenis lainnya.

Berdasarkan pengertian para ahli di atas, dokumen kesepakatan bisa disimpulkan sebagai sebuah perjanjian awal antara dua pihak atau lebih yang berbentuk formal atau tulisan. MoU dibuat sebagai langkah awal kerja sama sebuah perusahaan atau instansi dalam dunia bisnis. Semua detail kerja sama, pembagian keuntungan, dan hal penting lainnya ditulis dalam dokumen kesepakatan. Di Indonesia, MoU juga sering disebut sebagai nota kesepahaman atau nota kerja sama.

Meskipun penandatanganan MoU dilakukan secara resmi dan melibatkan petinggi perusahaan, nyatanya MoU bersifat tidak mengikat. Artinya, salah satu pihak masih bisa membatalkan kerja sama yang akan dilakukan. Akan tetapi, terdapat prosedur ketat yang membuat pembatalan tidak bisa dilakukan dengan mudah.

Selain itu, MoU bersifat legal di mata hukum apabila tercantum “Intention to create legal relation” sehingga apabila terjadi pelanggaran, salah satu pihak dapat melakukan pelaporan yang berujung tuntutan di meja pengadilan. Karena itu, dokumen kesepakatan biasanya dibutuhkan saat kerja sama dilakukan antara dua pihak atau lebih, mempertegas bahwa kerja sama telah memasuki tahap awal untuk mencegah intervensi pihak luar, serta memberi tenggat waktu yang pasti perihal kerja sama yang dilakukan.

MoU sendiri dibagi menjadi dua macam, yaitu berdasarkan negara dan berdasarkan kehendak para pihak. MoU berdasarkan negara dibagi menjadi dua, yakni MoU bersifat nasional dan internasional. MoU bersifat nasional terjadi ketika pihak atau instansi terkait berada dalam satu negara yang sama, misalnya antara Pertamina dan Jasa Raharja. Sedangkan, MoU internasional adalah MoU yang melibatkan instansi antara negara seperti pemerintah Indonesia dan Malaysia. 

Sedangkan, MoU berdasarkan kehendak para pihak dibagi menjadi MoU yang sifatnya ikatan moral, MoU yang sifatnya ingin menginginkan diri untuk terikat dalam sebuah kontrak, dan MoU di mana para pihak berniat untuk mengingatkan diri dalam suatu kontak. MoU yang pertama dibuat jika tidak ada kepastian hukum yang terikat dalam perjanjian tersebut dan hanya dibuat sebagai tanda pengikat secara formalitas saja.

MoU kedua dibuat saat pihak yang ingin melakukan kerja sama sudah membahas rincian kerja sama secara umum saja dan pembahasan secara rinci akan dilakukan pada waktu yang akan datang, namun MoU telah dibuat untuk memastikan kerja sama akan tetap berjalan. Sedangkan, MoU ketiga dibuat saat pihak terkait ingin melakukan kerja sama namun terhalang sejumlah faktor, seperti bujet, sehingga MoU berfungsi sebagai ikatan lisan saja.

Baca Juga: Akuisisi adalah Strategi Perbesar Bisnis , Ini Info Lengkapnya!


MoU dan Surat Kontrak, Apakah Sama?

surat perjanjian jual beli 1 copy - mou adalah

Terdapat kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat umum bahwa ketika MoU ditandatangani, maka kerja sama antara kedua pihak resmi dilakukan dan proyek akan direalisasikan dalam waktu dekat layaknya surat kontrak. Padahal, MoU dan surat kontrak merupakan hal yang sangat berbeda. Perbedaan yang sangat mencolok antara surat kontrak dan MoU adalah;

1. MoU adalah pra-kontrak, surat kontrak adalah realisasi dari pra-kontrak

MoU sendiri dibuat karena pihak yang akan melakukan kerja sama sudah melakukan penjajakan dan sudah berada di tahap awal. Sedangkan, surat kontrak adalah realisasi dari MoU yang artinya kerja sama tersebut sudah di berada di tahap akhir dan tinggal menunggu tanggal pelaksanaan saja. Sehingga, bisa diartikan bahwa kerja sama belum tentu terjadi meski MoU sudah dibuat, sedangkan sebuah proyek pasti akan segera direalisasikan saat surat kontrak telah ditandatangani.

2. MoU bersifat tidak mengikat, surat kontrak lebih mengikat

MoU tidak mengikat kedua belah pihak karena hanya dibuat berlandaskan keinginan dari pihak terkait yang ingin membuat penjajakan menjadi lebih formal, sehingga salah satu pihak tidak dapat menuntut pihak lain untuk memenuhi kewajiban yang tertuang di dalam MoU. Sedangkan, surat kontrak isinya lebih mengikat pihak terkait dan apabila terjadi pelanggaran dalam isi surat, maka salah satu pihak dapat menagih atau bahkan menuntut.

3. MoU lebih sederhana, surat kontrak lebih spesifik dan kompleks

Biasanya, perjanjian yang tertulis dalam MoU lebih sederhana dan hanya berisi hal-hal umum yang sudah disetujui pihak terkait. Sedangkan, isi dari surat kontrak sudah spesifik seperti tanggal pelaksanaan, anggaran, pihak luar yang boleh terlibat dalam proyek, hingga target proyek selesai. Selain itu, dalam surat kontrak juga biasanya sudah dijelaskan tentang prosedur pembatalan kerja sama hingga konsekuensi pembatalan, seperti denda hingga tuntutan hukum.

4. MoU mudah dibatalkan, surat kontrak sulit dibatalkan

Ketika salah satu pihak ingin membatalkan sebuah kerja sama karena sejumlah faktor, mereka dapat membatalkan MoU yang telah ditandatangani melalui proses yang tidak terlalu rumit. Sedangkan, saat pihak terkait ingin membatalkan kerja sama saat surat kontrak telah ditandatangani, maka proses yang panjang harus dilalui.

Proses ini bisa mencakup penjelasan secara rinci terhadap pihak lain perihal alasan batalnya kerja sama, pengembalian biaya yang sudah terpakai saat proyek sedang berjalan, hingga prosedur lain yang telah disepakati.

Baca juga: UMKM Adalah : Pengertian, Jenis, Contoh, dan TIPS Membangun UMKM


Ciri-ciri MoU

Terdapat sebuah karakteristik dan poin yang menggambarkan sebuah MoU. Ciri-ciri yang menandakan sebuah MoU adalah;

1. Isi MoU adalah hal-hal yang bersifat umum saja

Biasanya, isi perjanjian yang dituliskan dalam MoU hanyalah hal yang bersifat umum sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Hal umum tersebut diformalkan dalam bentuk MoU supaya kerja sama nantinya bisa dijalankan sesuai rencana. Sementara itu, hal yang bersifat khusus dan rahasia akan dibahas kembali pada waktu yang akan datang.

2. MoU digunakan sebagai dasar pembuatan perjanjian untuk kepentingan pihak terkait

MoU dibuat dan ditandatangani sebagai langkah awal dalam kerja sama yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pihak terkait akan memberikan update dalam proyek ke depan dalam bentuk perjanjian untuk kepentingan banyak pihak.

3. MoU biasanya dibuat dengan singkat dan ringkas

MoU dibuat dengan singkat dan padat karena hanya berisi pokok utama dalam kerja sama yang dibuat, sehingga dokumen kesepakatan biasanya hanya terdiri dari satu atau dua halaman.

4. MoU bersifat prakontrak atau pendahuluan, perjanjian mengenai kesepakatan yang lebih detail biasanya akan menyusul kemudian

Karena MoU hanya bersifat pendahuluan, hal detail mengenai kerja sama biasanya akan menyusul dalam waktu yang akan datang. Hal ini terjadi karena banyak yang harus dibahas dan disepakati antara kedua belah pihak sebelum proyek dimulai. Dengan MoU, titik terang kerja sama yang akan terjadi lebih terlihat untuk memberikan kepastian.

Baca Juga : Komersial adalah Segala yang Menguntungkan, Ini Penjelasan Lengkapnya


Tujuan Pembuatan MoU

mempersiapkan dokumen perjanjian bisnis - mou adalah

Terdapat sebuah tujuan dan alasan strategis di balik pembuatan dokumen kesepakatan karena biasanya kerja sama atau proyek yang akan dilakukan tergolong besar, membutuhkan banyak sumber daya, dan melibatkan banyak orang sehingga perlunya hitam di atas putih. Tujuan dari pembuatan MoU adalah;

1. Proses pembatalan lebih mudah

Salah satu tujuan dari pembuatan dokumen kesepakatan adalah membuat pihak terkait tidak terikat dengan kewajiban ataupun kepastian hukum yang memberatkan. Sehingga, saat terjadi hal yang tidak diinginkan antara kedua belah pihak, atau muncul faktor lain yang memberatkan terjadinya kerja sama di waktu yang akan datang, proyek dapat dibatalkan dan proses pembatalan tidak akan rumit maupun memakan waktu lama dibandingkan saat kontrak sudah ditandatangani.

2. Bahan negosiasi

Dokumen kesepakatan juga bisa digunakan sebagai bahan negosiasi untuk perihal detail kerja sama yang akan dilakukan pihak terkait dalam waktu dekat. Negosiasi adalah proses tawar-menawar antara satu pihak dan pihak lain guna mencapai win-win solution atau keputusan yang akan menguntungkan semua pihak. Biasanya, perusahaan akan mengirim perwakilan yang terlibat sebagai negotiator di mana mereka menyampaikan visi dan misi perusahaan dalam kerja sama yang akan dibuat.

Tidak jarang negosiasi akan berjalan panas dan alot karena perbedaan antara kedua belah pihak. Alhasil, negosiasi dapat berjalan dalam waktu lama akibat keputusan yang tidak menemui titik terang alias deadlock

Negosiasi biasanya mengalami kebuntuan saat membahas hal yang lebih teknis, seperti anggaran yang dibutuhkan, jumlah tenaga ahli yang dikerahkan dari kedua belah pihak, target penyelesaian proyek, hingga vendor terkait yang membantu jalannya proyek.

Untuk mencegah terjadinya deadlock, skill seorang negotiator akan diuji dengan bagaimana mereka mampu mengendalikan situasi negosiasi secara tenang dan fokus. Sehingga, negosiasi biasanya dilakukan oleh ahli negosiasi yang sudah profesional atau seseorang dengan kemampuan persuasif untuk meyakinkan pihak lain dengan program yang ditawarkan.

3. Menggambarkan garis besar kesepakatan

Penandatanganan dokumen kesepakatan juga berguna bagi pihak yang akan melakukan kerja sama agar mereka memiliki gambaran tentang kesepakatan secara garis besar. Misalnya, jika terdapat kesepakatan pertukaran barang antara kedua belah pihak maka Mdokumen kesepakatanoU akan dibuat dan biasanya akan diwakili dengan konsinyasi. Konsinyasi adalah sebuah kesepakatan antara pemilik barang atau consignor untuk menitipkan barangnya kepada pihak penyalur atau consignee.

Konsinyasi cenderung menguntungkan karena consignor masih dapat keuntungan tanpa harus bingung mempromosikan barangnya mengingat semua kegiatan pemasaran dilakukan consignee. Namun, pihak consignee juga mendapat keuntungan karena brand akan semakin dikenal.

Sebagai contoh, Anda sebagai pengusaha kerupuk menitipkan produk Anda sebanyak 100 kantong ke sebuah toko. Nantinya, toko tersebut mendapat keuntungan sesuai yang disepakati per satu kantong dan Anda akan mengambil keuntungan tersebut pada hari yang ditentukan. 

Apabila sampai hari pengambilan keuntungan tiba dan masih ada kerupuk yang tersisa, maka Anda tidak akan mengambil sisa tersebut dan dapat diberikan kepada toko. Segala keuntungan dari penjualan sisa barang akan menjadi milik toko.

4. Risiko ketidakpastian berkurang

Tujuan lainnya penandatanganan dokumen kesepakatan adalah mengurangi ketidakpastian antara kedua belah pihak. Pasalnya, kerja sama yang hanya diresmikan dalam bentuk lisan memiliki banyak celah dan kemungkinan batalnya proyek lebih tinggi. Dengan dokumen kesepakatan, maka pihak terkait akan lebih tenang karena adanya kepastian dan dapat menyusun hal-hal spesifik yang dibutuhkan nantinya.

5. Menyepakati tujuan yang sama

MoU adalah cara paling efektif untuk memaparkan ekspektasi dan kebutuhan suatu pihak dalam kerja sama yang akan dilakukan. Salah satu kebutuhan yang sering dipaparkan adalah Rencana Anggaran dan Biaya atau RAB. RAB sendiri adalah estimasi anggaran yang akan dibutuhkan, serta sistem pembagian pembayaran untuk memenuhi anggaran dari kedua belah pihak. 

Karena dokumen yang dibutuhkan dalam RAB bersifat kompleks dan membutuhkan ahli, maka perusahaan biasanya menyewa sejumlah tenaga ahli yang berpengalaman dalam menyusun RAB. Tenaga ahli yang dibutuhkan adalah Estimator, Quantity Engineer (QE) dan Quantity Surveyor (QS).

Estimator bertugas untuk membuat estimasi berapa biaya yang dibutuhkan secara detail dari hal yang terkecil sampai hal besar. Dalam tugasnya, estimator juga dibantu oleh QS yang nantinya akan melakukan survei terhadap material yang akan dibutuhkan, apakah kualitasnya sudah sesuai anggaran. Nantinya, QE akan menguji kelayakan material tersebut sehingga nantinya dapat berkoordinasi dengan Estimator untuk menyesuaikan bujet.

Dengan RAB, maka perencanaan biaya akan lebih akurat untuk menghindari adanya miss dalam penghitungan karena dapat berakibat fatal, serta menghindari upaya penggelapan dana yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.


Penggunaan MoU dalam bisnis

MoU sendiri sangat sering digunakan dalam dunia bisnis. Selain berguna sebagai dasar negosiasi tentang berbagai keputusan yang dibuat kedua pihak, dokumen kesepakatan juga digunakan untuk memaparkan hak dan kewajiban kedua pihak. Sebagai contoh, ketika Anda dan partner Anda berniat membuka toko online, dokumen kesepakatan bisa dibuat untuk menjelaskan kewajiban yang harus dijalankan sebagai pemilik toko saat sudah resmi beroperasi.

Salah satu contoh kewajiban yang dipaparkan dalam dokumen kesepakatan adalah siapa yang berkewajiban untuk buat website toko online. Seperti yang diketahui, website adalah hal penting bagi toko online guna memperluas jaringan dan pelanggan. Membuat website membutuhkan keahlian karena website yang dibuat harus menarik, mampu menjelaskan keunggulan produk secara lengkap, namun tidak menyulitkan pembeli. 

Agar tidak bingung dan website yang dibuat mampu menjangkau pembeli, Anda bisa buat website toko online di GoStore. Dengan GoStore, website toko online Anda akan lebih menarik dan pelanggan bebas memilih jenis pembayaran yang diinginkan, terutama untuk pembayaran digital atau nontunai. Selain itu, terdapat pula fitur self pick-up di mana pembeli dapat mengambil langsung barang di toko.

Tak berhenti sampai situ, website toko online Anda pun dapat ditinjau secara langsung dan laporan penjualan serta stok barang dapat dicatat secara rinci sehingga menghindari terjadinya miss dalam penghitungan.


Struktur MoU

Dalam MoU, terdapat struktur spesifik yang harus dipatuhi karena MoU sendiri berbeda dari surat kontrak pada umumnya. Idealnya, struktur yang terdapat MoU adalah:

1. Judul

Judul pada dokumen kesepakatan biasanya sudah disepakati oleh pihak terkait. Biasanya, judul yang tertera melambangkan kehendak dari pihak yang akan melakukan kerja sama. Nama Instansi, nomor, dan tahun ditulis seluruhnya dengan huruf kapital diletakkan di tengah marjin tanpa diakhiri tanda baca. Sementara, penggunaan logo perusahaan yang menandatangani dokumen kesepakatan diletakkan di sebelah kiri dan kanan surat.

2. Pembukaan

Nomor dan Tanggal dokumen kesepakatan ditulis pada pembukaan serta nama dan jabatan pihak pertama serta pihak kedua. Setelah itu, diikuti pertimbangan yang berisi ide serta pokok pemikiran di balik terjadinya kerja sama antara pihak terkait.

3. Isi

Isi dari MoU meliputi rencana dan biaya anggaran, lokasi proyek, tenggat waktu penyelesaian proyek, serta vendor terkait yang membantu jalannya proyek.

4. Penutup dan tanda tangan

Terakhir adalah bagian penutup yang diisi dengan keabsahan MoU, serta tanda tangan dari kedua belah pihak, di mana nama serta jabatan yang menandatangani ditulis secara jelas.


Contoh MoU

Agar lebih paham, berikut adalah contoh dokumen kesepakatan yang simpel dan bisa dibuat.

MEMORANDUM OF UNDERSTANDING

Pada Kamis, 8 Oktober 2022, telah ditandatangani Memorandum of Understanding secara sah. Berikut pihak-pihak yang terlibat dalam Memorandum of Understanding:

Nama : Benedict Tarekh Cahaya Purnama

Jabatan : Direktur PT Ronde Empat Sejahtera

Alamat : Lorong Sepakat nomor 9 Palembang, Sumatera Selatan, 30164

Dalam hal ini selaku pimpinan perusahaan dan pemegang kuasa dari PT Ronde Empat Sejahtera  yang kemudian disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama     : Sulaiman Syahdu

No. KTP : 6969693493221

Alamat  : Lorong Setuju nomor 7 Palembang, Sumatera Selatan, 30165

Dalam hal ini selaku karyawan yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Dengan dikeluarkannya surat ini, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat untuk terikat pada beberapa syarat dan ketentuan di bawah ini:

Pasal 1

PIHAK PERTAMA selaku pemilik modal menyerahkan sejumlah uang sesuai ketentuan kepada PIHAK KEDUA untuk dipakai sebagai modal bisnis di bidang tekstil.

Pasal 2

PIHAK KEDUA selaku pengelola modal dari PIHAK PERTAMA berkewajiban mengelola bisnis seperti yang telah dituliskan pada Pasal 1.

Pasal 3

PIHAK PERTAMA memberikan modal pada PIHAK KEDUA ketika Memorandum of Understanding ini disepakati dan ditandatangani.

Pasal 4

PIHAK PERTAMA dan PIHAK kedua setuju untuk bekerja sama dalam mengelola bisnis di bidang tekstil. 

Demikian Memorandum of Understanding ini dibuat tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Palembang, 8 Oktober 2022

PIHAK PERTAMA

 [Benedict Tarekh Cahaya Purnama]

PIHAK KEDUA

 [Sulaiman Syahdu]


Demikian penjelasan tentang dokumen kesepakatan dan fungsinya dalam dunia bisnis. Dengan penjelasan tersebut, memiliki sebuah kepastian terkait kerja sama dalam bentuk dokumen kesepakatan adalah kewajiban guna memberi gambaran tentang proyek yang akan berjalan, serta keuntungan yang bisa didapatkan oleh kedua belah pihak. Selain itu, dokumen kesepakatan juga dapat menghindari terjadinya konflik akibat pembatalan sepihak yang dilakukan partner bisnis.

aplikasi kasir canggih

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia