Business Insight

Modal Barbershop & Rinciannya: Mahal atau Tidak?

By Jordhi Farhansyah on December, 16 2020
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

Modal Barbershop & Rinciannya: Mahal atau Tidak? - Usaha barbershop seolah menjadi salah satu bisnis tak akan lekang oleh waktu. Kebutuhan akan jasa potong rambut, grooming, dan konsultasi gaya rambut menjadi faktor yang mendorong bisnis satu ini masih tetap dibutuhkan konsumen.

Selain itu, meningkatnya kesadaran kaum pria soal pentingnya merawat diri pun membuat keberadaan barbershop menjadi semakin krusial.

Tuntutan profesi dan gaya hidup kini membuat pria lebih banyak yang mempercayakan barbershop ketimbang pangkas rambut biasa.

Terlebih lagi mereka bisa mendapatkan pelayanan ekstra seperti merapikan jenggot, mencuci rambut, hot-towel massage, hingga membeli produk-produk perlengkapan grooming.

Baca juga: Utamakan Pelanggan dan Karyawan, Ini Rahasia Sukses Patriot Barbershop

Para pria pun merasa lebih nyaman untuk berkonsultasi soal styling karena para barber sudah dibekali dengan skill untuk bantu menentukan styling rambut paling cocok untuk masing-masing konsumen.

Kedekatan antara konsumen dan barber inilah yang menjadi barbershop bisa terus berkembang seiring waktu, dan ini pula yang membuat bisnis barbershop banyak diminati.

Lalu, bagaimana modal usaha yang harus dipersiapkan untuk mendirikan usaha barbershop? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya!

Apa yang dibutuhkan untuk memulai usaha barbershop?

Strategi Marco’s Chop Shop Tingkatkan Mutu Layanan Bisnis Barbershop (4) - modal barbershop

Dalam memulai usaha barbershop, Anda membutuhkan modal terlebih dahulu. Modal ini akan digunakan untuk berbagai macam kebutuhan yang memastikan bahwa barbershop Anda bisa berjalan dengan baik. Kebutuhan-kebutuhan tersebut antara lain:

1. Belanja alat-alat barbershop

Dalam memulai usaha barbershop, maka alat-alat barbershop adalah ‘senjata’ yang Anda butuhkan. Adapun alat-alat barbershop standar yang harus ada antara lain:

  • Gunting rambut, baik gunting biasa hingga gunting sasak
  • Clipper atau mesin pencukur rambut (juga dikenal dengan sebutan bergas)
  • Sisir dengan berbagai ukuran
  • Water spray
  • Pisau cukur atau razor
  • Handuk
  • Kursi barber
  • Shaving cream
  • Apron; dan 
  • Produk-produk grooming

Alat-alat tersebut adalah perlengkapan standar yang harus ada untuk bisa menjalankan sebuah bisnis barber. Namun, di kala pandemi seperti ini, ada juga beberapa perlengkapan tambahan yang Anda perlu siapkan, yaitu:

  • Disinfektan
  • Dispenser hand sanitizer
  • Sarung tangan
  • Masker, dan
  • Faceshield

Perlengkapan-perlengkapan tersebut dibutuhkan untuk memberikan rasa aman kepada konsumen dan juga barber yang bekerja. Rasa aman ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan kedua belah pihak, jadi jangan sampai Anda lewatkan ya!

2. Biaya sewa atau beli tempat

Selain kualitas layanan, lokasi barbershop cukup menentukan performa barbershop Anda kelak. Sebab, lokasi turut pula menentukan kenyamanan dan aksesibilitas yang cukup memengaruhi ketertarikan konsumen untuk datang dan menjadi pelanggan tetap. Namun, lokasi juga menentukan biaya sewa atau beli tempat yang harus Anda persiapkan.

Jika Anda akan membuka di lokasi yang strategis, sudah pasti biaya yang perlu disiapkan lebih tinggi. Sebagai gambaran, harga sewa ruko di kawasan Kemang, Jakarta Selatan yang notabene merupakan kawasan strategis untuk bisnis, saat ini berkisar 100-300 juta rupiah per tahun.

Baca juga: 6 Tips Sukses Menjalankan Bisnis Barbershop atau Salon

3. Biaya promosi

Biaya promosi sangatlah penting untuk memastikan bahwa bisnis barbershop Anda bisa diketahui oleh lebih banyak calon konsumen. Biaya ini meliputi branding di media sosial, promo potongan harga, kerja sama dengan influencer, pencetakan banner, dan lain sebagainya.

Jika Anda memang tidak mau menganggarkan banyak untuk biaya promosi, maka pastikan produk layanan Anda benar-benar baik, sehingga bisa menciptakan pemasaran mulut ke mulut. Rekomendasi dari satu konsumen yang puas bisa menciptakan efek bola salju dan mendatangkan lebih banyak konsumen. Kuncinya, konsisten memberikan layanan yang sempurna.

4. Biaya operasional untuk beberapa waktu ke depan 

Semua jenis bisnis membutuhkan waktu untuk bisa balik modal. Untuk itu, sertakan pula biaya operasional selama beberapa bulan dalam modal usaha Anda.

Biaya operasional ini mencakup biaya listrik, air, kebersihan, keamanan, gaji pegawai, hingga untuk restock perlengkapan-perlengkapan cukur. Dengan demikian menyiapkan di awal waktu, Anda bisa memastikan barbershop bisa tetap beroperasi meskipun pemasukan belum mampu menutup modal.


Rincian modal usaha barbershop

potong rambut - salon - barbershop - modal barbershop

Untuk memberikan Anda gambaran yang lebih jelas soal berapa modal yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha barbershop, berikut ini rincian modal peralatan cukur yang perlu Anda ketahui.

    • Mesin cukur 3 buah: Masing-masing Rp350.000,-. Total Rp1.050.000,-
    • Sisir rambut 3 buah: Masing-masing Rp20.000,-. Total Rp60.000
    • Gunting potong rambut 3 buah: Masing-masing Rp50.000,-. Total Rp150.000
    • Gunting sasak 3 buah: Masing-masing Rp75.000,-. Total Rp225.000,-
    • Pisau cukur 3 buah: Masing-masing Rp15.000,-. Total Rp45.000,-
    • Silet isi ulang 20 kotak (per kotak isi 5 silet): Rp45.000,-
    • Handuk kecil satu set: Masing-masing harganya Rp15.000,- (satu set sekitar 12 buah). Total Rp180.000,-
    • Apron penutup badan pelanggan 6 buah: Masing-masing harganya Rp45.000,-. Total Rp270.000,-
    • Apron penutup badan barber 6 buah: Masing-masing Rp65.000,-. Total Rp195.000,-
    • Botol Semprot barbershop 3 buah: Masing-masing Rp 15.000,-. Total Rp45.000,-
    • Jepit buaya kecil satu pack (isi 10): Rp10.000,-
    • Jepit buaya besar satu pack (isi 10): Rp15.000,-
    • Mangkok sabun/foam tiga buah: Masing-masing Rp 5.000. Total Rp 15.000.
    • Sikat bulu 3 buah: Masing-masing Rp25.000,-. Total 75.000,-
    • Set sapu dan dustpan (pengki): Rp50.000,-

Jadi, total modal yang perlu Anda siapkan untuk peralatan cukur adalah sejumlah Rp2.430.000,- dengan asumsi Anda akan membuka barbershop dengan tiga kursi. Banyak atau sedikitnya jumlah kursi yang Anda inginkan tentu memengaruhi perhitungan di atas. 

Lalu, bagaimana dengan peralatan lain untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan? Berikut perhitungannya.

    • Kursi barber 3 buah: Masing-masing Rp3.000.000,-. Total Rp9.000.000,-
    • Set meja dan cermin besar 3 buah: Masing-masing Rp1.500.000,-. Total Rp4.500.000,-
    • Cermin lipat 3 buah: Masing-masing Rp150.000,-. Total Rp450.000,-
    • AC 1,5 PK Rp5.000.000,-

Total biaya yang harus Anda siapkan adalah sejumlah Rp18.950.000,-. Perlu diingat biaya ini masih belum termasuk WiFi yang sebenarnya tidak terlalu krusial. Dengan demikian, total biaya peralatan dan perlengkapan adalah sebesar Rp21.380.000,-. 

Baca juga: Strategi Marco’s Chop Shop Tingkatkan Mutu Layanan Bisnis Barbershop

Perlu diingat, biaya tersebut masih di luar biaya sewa atau beli tempat beserta gaji pegawai. Kedua biaya ini sangat tergantung oleh berbagai variabel, mulai dari kemampuan Anda dalam bernegosiasi, pemilihan lokasi, kompetensi barber yang akan Anda pekerjakan, dan lain sebagainya. 

Namun sebagai gambaran, gaji barber berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp9.000.000,- per bulan. Tak sedikit pula barber yang mematok komisi sebesar 10-30 persen per pelanggan yang ia layani. Jadi, khusus untuk biaya ini, dikembalikan lagi ke kebutuhan dan kemampuan Anda dalam bernegosiasi.


Omzet yang bisa barbershop Anda terima

Strategi Marco’s Chop Shop Tingkatkan Mutu Layanan Bisnis Barbershop (5) - barbershop

Pendapatan barbershop bisa bersumber dari tiga hal, yaitu biaya jasa, uang tip dari pelanggan, dan penjualan produk grooming. Berhubung tip dari pelanggan sifatnya sukarela, maka ini tidak bisa Anda andalkan. Oleh karena itu, sumber yang bisa Anda maksimalkan adalah biaya jasa dan hasil penjualan produk grooming.

Sebagai contoh, misalnya Anda menetapkan tarif Rp35.000,- untuk jasa potong rambut. Rata-rata barbershop bisa melayani 15 pelanggan per hari, yang artinya pendapatan hariannya bisa mencapai Rp525.000,- atau Rp15.750.000,- dalam satu bulan. Apakah itu sudah cukup?

Tentu saja belum, karena Anda masih harus membayar biaya sewa tempat yang mungkin berkisar antara Rp5.000.000,- hingga Rp10.000.000,- per bulan.

Untuk itu, pendapatan barbershop Anda perlu ditopang dengan penjualan produk grooming, misalnya seperti pomade. Sebab, pasar pomade ini cukup menjanjikan jika dikerjakan dengan serius. Omzet mulai dari satu juta rupiah hingga puluhan juta rupiah pun bisa didapatkan dari penjualan pomade.

Baca juga: Salon Rambut 4.0, Kaizen Layani Pelanggan dengan “10-Minute Haircut”

Selain penjualan produk, Anda juga bisa menambah sumber pemasukan dengan mengadakan kelas pelatihan barber. Misalnya Anda memasang tarif kursus barber sebesar Rp2.000.000,- per bulan dengan jumlah maksimal 10 peserta. Maka Anda bisa mendapat tambahan pemasukan sebesar Rp20.000.000,- per bulan. 

Dengan mengambil asumsi pendapatan penjualan produk grooming sebesar Rp5.000.000,- per bulan, ditambah pemasukan dari kursus sebanyak Rp20.000.000 dan jasa barber sebesar Rp15.750.000,-, maka total omzet yang bisa barbershop Anda dapatkan adalah sebesar Rp40.750.000,- dalam satu bulan. Cukup menarik bukan?


Jadi, apakah Anda sudah yakin ingin terjun dan mendirikan bisnis barbershop Anda sendiri? Kalau iya, maka langkah pertama yang bisa Anda ambil saat ini adalah dengan mencari sumber modal.

Jika Anda sudah menabung sejak lama dan sudah mencukupi, maka modal tak akan jadi masalah lagi. Namun, jika Anda belum memiliki tabungan yang cukup untuk modal barbershop Anda, maka tak perlu khawatir.

Sebab, Anda bisa ajukan permohonan peminjaman modal ke Moka Capital. Berikut ini beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari mengajukan pinjaman modal ke Moka Capital:

1. Kesempatan untuk mengembangkan bisnis bersama mitra terpercaya

Moka Capital akan menghubungkan Anda dengan para mitra terpercaya yang siap mendukung bisnis Anda. Mitra-mitra yang tergabung dalam Moka Capital tentu saja sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Pengajuan yang mudah

Proses aplikasi yang cepat, mudah dan praktis. Tidak dibutuhkan laporan keuangan. Semua data penjualan bisnis Anda telah terintegrasi dalam sistem Moka POS

3. Produk yang variatif

Moka Capital menjalin kerja sama dengan banyak mitra, sehingga Anda bisa bebas memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda. 

4. Tanpa agunan

Produk Moka Capital tidak memerlukan agunan. Anda kini dapat dengan tenang mendapatkan modal usaha dari para mitra yang terpercaya

Jadi, dengan meminjam modal lewat Moka Capital, Anda bisa lebih mudah dalam mendirikan bisnis barbershop yang Anda inginkan. Menarik bukan? 


Selain menyediakan kesempatan untuk mendapatkan pinjaman modal, tentu saja Moka juga menyiapkan aplikasi kasir digital atau POS yang andal dan dapat dipercaya.

Bahkan, banyak barbershop sukses yang sudah mempercayakan Moka POS sebagai aplikasi kasirnya, seperti Chief Barbershop, Marco’s Chop Shop, Gorjes Hair Studio, Kaizen, dan Think Pink Nails.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo mulai bisnis barbershop Anda bersama Moka!

Moka POS, Aplikasi Kasir Andalan Pebisnis di Seluruh Indonesia

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia