Event Merchant Highlight COVID-19

Strategi Kopi Chuseyo Optimalkan Komunitas agar Bertahan Saat Pandemi COVID-19

By Sintia Astarina on May, 20 2020
Sintia Astarina

Strategi Kopi Chuseyo Optimalkan Komunitas agar Bertahan Saat Pandemi COVID-19 - Menjalin hubungan yang baik dengan konsumen merupakan salah satu hal paling penting yang wajib dilakukan para pebisnis di tengah pandemi COVID-19.

Pada dasarnya, konsumen ingin membuktikan seberapa berhasil sebuah bisnis untuk tetap terkoneksi dengan mereka, terutama ketika konsumen mengalami kendala dan membutuhkan bantuan Anda. Komunikasi inilah yang pada akhirnya mampu menimbulkan kepercayaan, serta loyalitas terhadap bisnis.

Baca juga: 7 Rahasia Menarik Pelanggan Baru dan Mempertahankan Pelanggan Lama

Hal ini pulalah yang nyatanya dilakukan oleh Kopi Chuseyo untuk terus menarik minat dan antusias pelanggan. Untuk diketahui, mayoritas pelanggan Kopi Chuseyo adalah komunitas yang gemar dengan budaya Korea.

Dalam acara ACOM Webinar Vol. 4 bertema “Fans Jadi Andalan untuk Bisnis Tetap Bertahan” pada 15 Mei 2020 lalu, Daniel Hermansyah selaku pemilik Kopi Chuseyo pun memaparkan lebih lanjut bagaimana ia bisa merangkul berbagai fanbase di Indonesia, untuk dikonversikan menjadi pelanggan.


3 Stage Bisnis Paling Penting Menurut Kopi Chuseyo

Menurut Daniel Hermansyah, bisnis kopi di Indonesia memiliki pasar yang stagnan, di mana masyarakat tidak bisa menemukan perbedaan antara produk yang satu dengan yang lainnya. Hal inilah yang mendorong dirinya untuk membuat bisnis kopi dengan diferensiasi yang bisa terus diingat oleh pelanggan.

Lalu, tercetuslah ide tentang kedai kopi bernuansa Korea. Namun, Kopi Chuseyo enggan bila hanya disebut sebagai kedai kopi biasa, sebab nyatanya bisnis ini merangkul berbagai komunitas untuk berkumpul dan menyalurkan hobi mereka.

Baca juga: 9 Cara Ampuh Tingkatkan Loyalitas Pelanggan

“K-Pop itu sudah dimulai sejak 2002, baru mulai dapat momentumnya waktu Gangnam Style. Saya sendiri ngikutin dari tahun 2006. Akhirnya kita coba kembangin satu produk baru yang jadi pembeda. Kenapa K-Pop? Sederhana, karena saya suka K-Pop dan saya ngerti kopi. Saya ingin mulai dari sesuatu yang saya ngerti,” kata Daniel.

“Pasar K-Pop luas dan kita riset itu berdasarkan angka (yang menunjukkan bahwa) mereka (penggemar) loyal dengan artisnya. Kita akhirnya bangun diferensiasi dari situ. Kita nggak bisa bilang kita cuma khusus ke pasar K-Pop. In general, kita tetap bisa masuk ke target market yang lain,” sambungnya.

Kopi Chuseyo yang saat ini sudah memiliki sekitar 30 cabang pun menerapkan tiga stage sebagai kunci sukses keberhasilan bisnis. Apa saja?

1. Memiliki produk berkualitas baik

Kopi Chuseyo yang memiliki tagline ”The only KPOP HUB in the nation” menawarkan berbagai produk andalan yang mudah diingat, yakni kopi fresh anti maag. Maksudnya, mereka selalu membuat kopi jika ada pesanan masuk. Selain agar aman di lambung, hal ini untuk memastikan bahwa pelanggan mampu menikmati rasa dan aroma terbaik.

“Banyak orang yang nggak bisa minum kopi, apalagi kalo dia punya maag. Tapi kopi Chuseyo beda. Mereka tetap bisa minum karena ketika saya belajar kopi dulu, kopinya itu harus selalu fresh. Kita selalu confident dengan produk yang kita buat, termasuk soal rasa dan kualitas,” ujar Daniel.

2. Diferensiasi lewat branding

Dalam perjalanan bisnisnya, Kopi Chuseyo selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, sebab inti utama dari bisnis F&B adalah produk. Namun, produk saja tidaklah cukup. Diferensiasi tentu sangat dibutuhkan agar bisnis tetap bisa diingat dan dicari para pelanggan. Bagaimana caranya?

Rupanya, Kopi Chuseyo semakin memperkuat branding mereka lewat berbagai acara komunitas K-pop. Bisnis ini pun menawarkan paket merchandise menarik yang membuat revenue naik dua kali lipat.

Baca juga: Kevin Wen: Rahasia Konsep Bisnis Unik Piacevole Coffee Medan

“Kita kuatnya di community. Kita memfasilitasi gathering dan event-event K-Pop, yang mana secara nggak langsung ini juga ningkatin branding product kita di kalangan mereka. Bahkan, kita juga ngadain kursus Bahasa Korea dan kolaborasi dengan perusahaan asuransi terbaik di sana,” kata Daniel.

3. Scale up bisnis lewat kemitraan

Meski baru berjalan selama satu tahun, Kopi Chuseyo  rupanya mampu melebarkan sayap lebih cepat, dengan memiliki sekitar 30 cabang lewat kemitraan. Pada awalnya, Daniel Hermansyah mengaku bahwa ia tidak membuka slot kemitraan.

Namun, karena banyaknya permintaan, ia pun memberikan lampu hijau untuk membuka berbagai cabang. Baginya, banyaknya cabang akan meningkatkan lebih banyak awareness.


13 Cara Kopi Chuseyo Bertahan di Tengah Pandemi

Seperti yang diketahui, hampir semua lini bisnis terkena dampak dari COVID-19, termasuk Kopi Chuseyo. Namun, bisnis ini punya berbagai cara untuk tetap bertahan, yang siapa tahu bisa dijadikan inspirasi untuk para pebisnis F&B lainnya.

  1. Menerapkan free delivery dari kedai kopi, bukan dari aplikasi pemesanan makanan
  2. Membuat promosi diskon untuk GoFood dan GrabFood
  3. Meningkatkan kebersihan dan kehigienisan di kedai kopi
  4. Mengurangi biaya operasional, seperti tidak menjual menu yang tak laku, mengurangi pemakaian listrik, membuat jadwal kerja barista menjadi shift
  5. Menjual kopi ukuran liter
  6. Membuat promosi traktir ojeg online
  7. Menjual paket buka puasa yang bisa dinikmati ramai-ramai
  8. Tetap eksis di media sosial dan tetap berkomunikasi dengan pelanggan
  9. Membuat produk baru, yakni Dalgona Coffee, yang nyatanya meningkatkan penjualan
  10. Membuat giveaway ke Korea
  11. Mengumpulkan database pelanggan untuk menyebarkan promosi
  12. Wajib menyediakan reserved cash atau dana darurat
  13. Mencatat penjualan dan laporan keuangan lewat aplikasi kasir Moka dan Jurnal

Daniel Hermansyah menambahkan, di tengah pandemi COVID-19 ini, penting sekali untuk tidak mencari keuntungan atau profit, melainkan fokus pada survival mode.

“Ini nggak mudah juga buat kita. Target tahun ini kita bisa buka 100 cabang dan itu sudah nggak mungkin tercapai. Mau nggak mau kita harus adaptasi. Beberapa hal yang kita lakuin itu kayak free delivery, higiene cafe, kurangi pengeluaran nggak perlu, termasuk juga nawarin paket buka puasa dan ningkatin engagement dengan followers," paparnya.

Baca juga: Tetap Idealis, Klinik Kopi Jogja Malah Makin Laris! Ini Rahasianya...

"Tapi, apa yang kita lakukan dan yang lain nggak ngelakuin? Kita ngasih free supervision ke semua cabang, kita bener-bener nggak ngambil untung. Kita juga ngadain sharing session dengan mereka, dan bener-bener kita obrolin bareng-bareng Dari situ kita bisa bangun trust dengan mereka,” imbuhnya.

Setelah COVID-19 ini berakhir, Daniel Hermansyah nyatanya ingin membawa Kopi Chuseyo ke level yang lebih tinggi lagi.

“Saya sempat kehilangan semangat lagi gara-gara COVID-19 ini dan teman-teman saya tahu banget kondisi ini. Tapi dari titik yang sama itu, akhirnya kita netapin goals baru buat ngembangin lagi Kopi Chuseyo jadi salah satu K-Pop Hub in Southeast Asia,” pungkasnya.

Nah itulah dia strategi Kopi Chuseyo dalam mengoptimalkan komunitas agar bertahan saat pandemi COVID-19 ini. Semoga dapat memberikan manfaat untuk Anda, ya.

Baca juga: 5 Tren Bisnis Pasca COVID-19

Jangan lupa, apabila Anda membutuhkan aplikasi kasir yang dapat membantu mempermudah operasional bisnis Anda, mulai dari pencatatan penjualan, masuk-keluar inventaris, pengelolaan karyawan, atau yang bisa membuat program loyalitas untuk konsumen, andalkan saja Moka. Klik banner di bawah ini untuk tahu info lebih lanjut.

Aplikasi Kasir Moka POS untuk Coffee Shop

 

*Terima kasih untuk Community Partner yang telah mendukung acara ini: Wiranesia, APJI, Gekraf, Bedo Community, JabaPreneuer, CMC, dan Warbisprama

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia