Business Insight

Kompetitor Meniru Produk Anda? Ini 10 Hal yang Bisa Dilakukan

By Jordhi Farhansyah on June, 12 2021
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

Lakukan 10 Hal Ini Jika Kompetitor Meniru Produk Anda - Kehadiran kompetitor dalam dunia bisnis memang tidak bisa dihindari. Ada kompetitor yang mau bersaing secara sehat, tetapi ada pula kompetitor yang menggunakan cara-cara curang, seperti meniru produk Anda. 

Praktik saling tiru dalam dunia bisnis sendiri memang bukan sesuatu yang asing. Namun, itu bukan berarti praktik ini dapat dibenarkan begitu saja, karena berpotensi mendatangkan kerugian bagi Anda. Oleh karena itu, untuk mencegah kerugian di kemudian hari, berikut ini 10 hal yang bisa Anda lakukan jika ada kompetitor yang meniru produk Anda. 

Lakukan 10 Hal Ini Jika Kompetitor Meniru Produk Anda

kompetitor meniru produk bisnis anda (2)

1. Pelajari letak kesamaan produk Anda dengan produk kompetitor

Sebelum buru-buru menyatakan bahwa produk kompetitor meniru produk Anda, Anda harus tahu terlebih dahulu apa definisi dari produk tiruan.

Produk tiruan, atau yang juga dikenal sebagai copycat, dapat diartikan sebagai produk yang didesain, diberi merek, atau dikemas agar menyerupai produk milik brand ternama. Artinya, ada tiga unsur utama yang harus Anda perhatikan yakni desain, merek atau logo, dan kemasan produk.

Jika produk kompetitor memuat salah satu atau ketiga dari unsur tersebut, baik sebagian ataupun seluruhnya, maka Anda bisa nyatakan bahwa produk kompetitor tersebut telah meniru produk Anda.  

Baca juga: 9 Strategi Pemasaran Bisnis Online untuk Dongkrak Penjualan


2. Segera siapkan perlindungan hukum untuk produk Anda

Suatu produk dapat mendapatkan perlindungan hukum jika sudah didaftarkan hak merek dan hak patennya. Dengan memiliki dua hak ini, produk Anda telah diakui oleh hukum Indonesia sehingga Anda berhak untuk mendapatkan ganti rugi jika ada kompetitor yang mendapatkan keuntungan dari meniru produk Anda.

Jadi, sebelum kerugian yang Anda tanggung jadi lebih besar lagi, segera daftarkan merek dan/atau hak paten dari produk Anda.


3. Tetap tenang, tak perlu langsung menyerang

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan jika ada kompetitor yang meniru produk Anda. Untuk itu, ambil waktu untuk berpikir, dan jangan bertindak dengan gegabah. Langsung menyerang kompetitor tanpa strategi pun bisa menjadi bumerang yang berbalik menyerang Anda.

Jadi, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, kemudian petakan apa saja alternatif langkah yang bisa Anda ambil sebelum memutuskan sesuatu.


4. Perkuat brand Anda di mata konsumen

Tak sedikit pencipta suatu produk kalah pamor dengan kompetitornya hanya karena sang kompetitor mampu membuat brand-nya lebih dikenal oleh masyarakat. Untuk itu, jika Anda sebagai pembuat produk yang asli jangan sampai lengah. Siapkan strategi branding yang menunjukkan orisinalitas dari produk Anda.

Dengan membangun kedekatan antara brand Anda dan konsumen, Anda mengambil langkah awal yang tepat untuk menciptakan deretan pelanggan setia. Jika sudah memiliki pelanggan yang loyal, maka Anda tidak akan lagi khawatir dengan ulah kompetitor yang meniru produk Anda.

Baca juga: Branding Produk: Definisi, Manfaat, dan Cara agar Dikenal Konsumen


5. Buktikan bahwa produk Anda memang lebih baik

Kompetitor meniru produk Anda? Percayalah pada akhirnya konsumen akan lebih memilih produk yang lebih baik. Jika ada kompetitor yang memberikan harga murah, hal itu tidak akan bisa berlangsung selamanya. Jika kompetitor Anda terus mempertahankan harga yang lebih murah, mau tak mau mereka harus menurunkan kualitas produknya.

Jika Anda konsisten mempertahankan kualitas produk Anda, maka konsumen bisa melihat sendiri bahwa produk Anda lah yang terbaik.


6. Ciptakan pengalaman baru yang lebih unik 

Kompetitor bisa meniru produk, tapi belum tentu bisa meniru pengalaman yang bisa Anda berikan. Untuk itu, jika Anda tidak ingin pusing dengan urusan hukum, sebaiknya fokuskan diri Anda untuk meningkatkan layanan yang bisa diberikan kepada pelanggan.

Misalnya, Anda bergerak di industri food and beverage, kemudian Anda berhasil menciptakan suatu menu yang digemari oleh banyak konsumen. Tak lama, kompetitor Anda pun juga meluncurkan menu yang sama dengan harapan mampu menarik minat konsumen Anda. 

Jika hal ini terjadi, sebaiknya Anda fokuskan diri pada penyempurnaan menu tersebut sambil konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Anda bisa membuat paket bundle dengan menu lain sehingga pelanggan bisa mendapatkan value lebih untuk harga yang lebih terjangkau.


7. Kembangkan produk lain

Jika Anda tidak ingin ambil pusing dengan ulah kompetitor yang meniru produk Anda, maka Anda bisa alihkan fokus Anda kepada pengembangan produk lain.

Melawan kecurangan dengan inovasi merupakan bukti bahwa Anda adalah pengusaha yang tangguh, kreatif, dan terpercaya. Boleh jadi produk baru Anda ini justru mendatangkan sumber pendapatan baru. 

Baca juga: 3 Jenis Skill yang Wajib Dikuasai Pengusaha Jika Ingin Sukses


8. Tunjukkan kepuasan pelanggan yang menggunakan produk Anda

Saat ini konsumen lebih mudah percaya dengan review sesama konsumen. Kata-kata positif dari sesama konsumen terasa lebih nyata dan persuasif daripada kata-kata dari penjual. Apalagi konsumen kini juga lebih cerdas sehingga mereka tahu siapa yang harus dipercaya.

Jadi, manfaatkan platform media sosial Anda untuk menampilkan kepuasan dan review positif dari para konsumen Anda. Hal ini juga membantu Anda menunjukkan bahwa produk Anda memang terpercaya, sekaligus meningkatkan citra brand Anda di mata konsumen lain.


9. Kontak langsung kompetitor Anda

Anda bisa menghubungi langsung perusahaan yang terbukti telah meniru produk Anda. Hal ini justru penting untuk mendapatkan klarifikasi dari kompetitor Anda. Anda bisa meminta penjelasan mengapa mereka membuat produk yang meniru produk Anda, bagaimana proses desain mereka, dan apa kualitas pembeda yang produk mereka miliki. 

Dalam kesempatan tersebut Anda juga bisa menyatakan bagaimana sikap Anda terhadap produk tiruan tersebut. Jika Anda sendiri tidak masalah dengan hadirnya produk tiruan tersebut, mungkin Anda bisa mengajak kompetitor Anda untuk bekerja sama.

Namun, jika Anda tidak bisa menerimanya, maka nyatakan keberatan Anda dan apa langkah hukum yang siap Anda tempuh.


10. Ajukan gugatan hukum

Ini adalah hal terakhir yang bisa Anda lakukan jika ada kompetitor yang meniru produk Anda. Kenapa ini disebut langkah terakhir? Karena langkah ini membutuhkan biaya yang paling besar dan proses yang paling panjang.

Mengambil langkah ini berarti Anda sudah siap "perang" untuk mendapatkan hak Anda. Gugatan hukum atas produk tiruan bisa Anda ajukan kepada Pengadilan Niaga yang terletak di Jakarta Pusat.

Anda bisa mengajukan gugatan agar pengadilan menyatakan bahwa kompetitor telah terbukti meniru produk Anda dan diwajibkan membayar ganti rugi materiil dan immateriil kepada Anda. 

Itu dia 10 hal yang harus Anda lakukan jika kompetitor meniru produk Anda. Jika Anda memutuskan untuk tidak mengambil pusing atas ulah kompetitor dan lebih memilih untuk meningkatkan pelayanan bisnis Anda, maka Anda butuh dukungan yang tepat untuk itu.

Itulah alasan kenapa Moka POS hadir, untuk membantu para pebisnis menciptakan pelayanan yang lebih baik kepada konsumennya. 

Moka POS hadir dengan sederet fitur yang bisa memudahkan Anda sebagai pebisnis sekaligus memanjakan konsumen, mulai dari fitur inventory management untuk mengetahui inventaris bahan baku, loyalty program, laporan penjualan, menganalisis penjualan dari waktu ke waktu, hingga permodalan. 

Dengan beragam dukungan dari Moka POS tersebut, Anda bisa menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi konsumen, yang mana itu sangat sulit untuk ditiru oleh kompetitor. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan para kompetitor yang meniru produk Anda.

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana Moka POS bisa membantu bisnis Anda? Klik banner di bawah ini!

New call-to-action

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia