Business Insight

Jenis Laporan Keuangan, Pengertian, dan Fungsinya dalam Bisnis

By Jordhi Farhansyah on September, 13 2021
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

Jenis Laporan Keuangan, Pengertian, dan Fungsinya dalam Bisnis - Laporan keuangan adalah hal dasar yang harus dipahami jika ingin menjalankan bisnis dengan baik. Namun, tidak semua pebisnis mengerti apa itu laporan keuangan dan mengapa penting bagi sebuah bisnis.

Selain itu banyak juga karyawan yang bekerja di bagian Finance atau Keuangan yang kesulitan untuk mendefinisikan fungsi dari laporan keuangan untuk perusahaan. Alhasil, pembuatan laporan tidak sesuai dengan standar yang berlaku. 

Untuk itu, agar Anda bisa mampu membuat laporan keuangan dengan baik, berikut ini pengertian laporan keuangan dan beberapa jenis dari laporan keuangan yang harus Anda pahami.


Pengertian Laporan Keuangan

business growth - bisnis - keuangan - performa

Laporan keuangan adalah laporan yang mencakup pencatatan uang dan seluruh transaksi yang terjadi dalam sebuah bisnis. Transaksi yang dimaksud adalah transaksi masuk dan transaksi keluar yang memiliki nilai ekonomi. Umumnya laporan keuangan dibuat pada periode tertentu, sesuai dengan kebijakan perusahaan. 


Fungsi Laporan Keuangan

menegcek laporan penjualan dengan menganalisis data - Manfaat Aplikasi Kasir untuk Bisnis Kecil dan Menengah - Periodic Inventory System

Fungsi laporan keuangan adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan dari perusahaan secara utuh. Dengan laporan keuangan tersebut, maka para stakeholders bisa melakukan evaluasi dan mencari cara untuk mencegah jika ada masalah pada keuangan perusahaan.

Melihat pentingnya sebuah laporan keuangan bagi perusahaan, pembuatan laporan keuangan harus dibuat secara teliti oleh orang-orang yang memang berkompeten, khususnya di bidang akuntansi.

Baca juga: 5 Alasan Jurnal Akuntansi Keuangan Penting Bagi Bisnis Anda


Jenis Laporan Keuangan

Inventory Card - mencatat laporan - manajemen stok (2)

Laporan keuangan terbagi dalam lima jenis dan semuanya disesuaikan dari bentuk transaksi yang terjadi pada perusahaan. Hal itu dikarenakan setiap laporan keuangan mempunyai fungsi dan prinsip yang berbeda, sehingga penyusun laporan keuangan harus bisa membuat laporan keuangan sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan yang disusun untuk mengetahui pendapatan, pengeluaran, dan laba atau rugi dari sebuah bisnis.

Laporan laba rugi sendiri terkadang mewakilkan kinerja keuangan karena laporan laba rugi memungkinkan untuk para pengguna dapat menilai dan melakukan pengukuran kinerja keuangan dari sebuah perusahaan dari waktu ke waktu. Laporan laba rugi memiliki dua format dalam proses penyusunannya, yaitu

  • Single Step, format ini bisa juga disebut dengan cara langsung karena cara pengisiannya langsung menjumlahkan pendapatan dari atas ke bawah menjadi satu kelompok lalu dikurangi dengan total dari biaya atau beban pada waktu yang sudah ditentukan.
  • Multi Step, format ini bisa juga disebut dengan cara bertahap karena membagi pendapatan ke dalam pendapatan non-operasional dan pendapatan operasional. Pendapatan non-operasional adalah pendapatan yang diperoleh di luar dari kegiatan pokok. Sementara itu, pendapatan operasional pendapatan yang didapatkan dari kegiatan pokok.

2. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan Perubahan Ekuitas adalah laporan keuangan yang berfungsi untuk melaporkan pergerakan ekuitas, kontribusi pemegang saham, dan saldo ekuitas pada akhir periode. Informasi yang disajikan adalah laporan dari perubahan modal yang di dalamnya ada modal saham, pembayaran dividen, total modal saham, dan lain-lain.

3. Laporan Neraca

Laporan neraca atau bisa juga disebut dengan balance sheet adalah laporan keuangan yang berfungsi untuk menunjukan informasi serta posisi dari keuangan sebuah perusahaan. Pada laporan neraca akan diberikan informasi dari aset, modal dan kewajiban dari perusahaan secara lengkap dan detail.

Laporan neraca akan sangat membantu ketika sebuah perusahaan ingin mengetahui posisi keuangan. Terdapat 3 informasi yang akan didapatkan dari neraca:

  • Aktiva
  • Liabilitas
  • Ekuitas

4. Laporan Arus Kas

Jenis laporan keuangan yang keempat adalah laporan arus kas. Laporan ini bisa juga disebut dengan cashflow yang diartikan dengan catatan keuangan yang berisikan informasi mengenai seluruh pemasukan dan pengeluaran dari periode tertentu. Laporan ini akan sangat berguna ketika sebuah perusahaan berencana untuk melakukan evaluasi dari struktur keuangan.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Jenis laporan keuangan ini menjadi salah satu syarat wajib untuk perusahaan menjabarkan semua informasi yang penting untuk laporan keuangan dan membantu para stakeholder untuk memahami laporan keuangan.

Nah, itulah dia pengertian dan jenis laporan keuangan yang perlu Anda pahami. Untuk memastikan laporan keuangan bisnis Anda sangat baik, tentunya Anda butuh data-data yang akurat dan mudah dipahami. Inilah pentingnya menggunakan Moka POS sebagai aplikasi Point of Sale bisnis Anda.

Moka POS hadir sebagai aplikasi kasir yang kaya akan fitur untuk membantu Anda untuk mendapatkan laporan penjualan yang akurat, real-time, dan komprehensif. Tentunya, akan sangat membantu Anda untuk memperolh jenis laporan keuangan yang diinginkan!

Mau tahu lebih banyak soal aplikasi Moka POS? Mau coba Moka POS selama 14 hari GRATIS? Yuk, klik banner di bawah ini, ya!

aplikasi kasir resto untuk opersional usaha anda

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia