Hindari 5 Kesalahan Ini Supaya Bisnis Ritel Anda Bisa Semakin Besar

Secara definisi, bisnis ritel adalah bisnis di mana sejumlah kecil komoditas dijual kepada konsumen, atau yang sering disebut sebagai eceran. Kata ritel sendiri berasal dari Bahasa Perancis yaitu retailer yang berarti memotong menjadi kecil-kecil. Dari pengertian itu, dapat disimpulkan kalau bisnis ritel adalah model bisnis yang menjualkan barang-barang kebutuhan langsung kepada konsumen akhir.

Baca Juga: 7 Tips Modern Meningkatkan Jumlah Pengunjung Bisnis Retail Anda

Bisnis ritel merupakan salah satu bisnis yang umum di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun dengan jumlah penduduk yang besar, permintaan barang pun jadi tinggi. Sehingga bisnis ritel menjadi salah satu yang paling menguntungkan.

Perlu dicatat, bisnis ritel tetap lah sama dengan bisnis lainnya, yaitu punya risiko gagal. Meskipun demikian, bukan berarti bisnis ritel ini tidak bisa sukses.

Lalu, apa saja 5 kesalahan yang harus dihindari untuk bisnis retail Anda?

 

1. Tidak mampu menyusun business plan yang realistis

Optimisme saat sebelum dan sedang menjalankan suatu bisnis memang perlu. Sebab, dari pemikiran yang positif akan melahirkan ide-ide segar yang bermanfaat untuk kemajuan bisnis Anda. Namun, Anda tidak boleh terjebak pada harapan tidak realistis yang lahir dari optimisme berlebih. Oleh karena itu, sebelum memulai bisnis ritel Anda, pastikan kalau business plan sudah terancang sebaik dan serealistis mungkin.

Di dalam business plan ini harus tercakup poin-poin yang saling berkaitan erat seperti jenis produk, kelas sosial ekonomi dari target pasar Anda, berapa modal yang diperlukan untuk mengisi permintaan target pasar Anda, dan lokasi berdirinya bisnis Anda. Semuanya ini saling berkaitan erat.

Baca Juga: Ini Dia Cara Menentukan Target Pasar Anda secara Lebih Akurat!

Misalnya, Anda menarget masyarakat dengan kelas sosial ekonomi B dan A, yang artinya menengah ke atas, maka produk-produk Anda pun tidak bisa sembarang produk, harus yang memiliki kualitas yang tinggi juga. Lokasi berdirinya bisnis Anda pun harus semakin strategis, yang artinya Anda membutuhkan modal lebih besar.

 

2. Tidak ingin menyesuaikan permintaan pasar

Beberapa bisnis ritel menolak untuk mengikuti perkembangan tren dan permintaan pasar. Sering terjadi di mana pemilik bisnis retail tidak ingin mengganti lini produknya meskipun pasar sudah tidak berminat. Perlu dicatat kalau dalam bisnis ritel, yang jadi tujuan akhir adalah keuntungan besar. Jadi, Anda tidak terikat pada satu jenis produk saja.

Tidak peduli berapa banyak waktu dan biaya yang Anda habiskan untuk menyempurnakan produk tersebut. Kasus seperti ini sering terjadi, bahkan di jenis bisnis lainnya. Lihat saja Nokia yang kehilangan tahtanya akibat arogansi dan ketidakmampuannya untuk membaca pasar.

Baca Juga: All Caps Store Buktikan Seni Mural Mempunyai Pasar

 

3. Menolak digitalisasi

Di era serba digital seperti saat ini, sudah bukan saatnya lagi Anda mengandalkan cara-cara lama yang sudah tidak lagi efektif dan efisien. Memang perubahan sedikit menakutkan di awal waktu. Namun, perlu diingat kalau perubahan terjadi hanya karena masih ada ruang untuk meningkatkan cara-cara lama. Termasuk cara-cara dalam menjalankan bisnis ritel.

Dalam menjalankan bisnis ritel, inventaris dan perkasiran merupakan dua hal yang sangat berpengaruh pada operasi harian. Dua hal ini pula yang seringkali terhambat. Misalnya, data inventaris yang tidak sesuai antara pencatatan dan jumlah asli, atau pendapatan harian yang tidak sesuai dengan jumlah penjualan. Hambatan semacam itu masih sering terjadi diakibatkan oleh sistem pencatatan yang masih manual dan tertulis.

Baca Juga: 5 Kesalahan Penyebab Usaha Kecil Menengah Mengalami Pailit

Moka sebagai penyedia layanan aplikasi kasir menghadirkan beragam fitur yang dapat memudahkan bisnis Anda. Moka menawarkan kemudahan dalam hal pencatatan inventaris, perkasiran, pembayaran, dan pelaporan hasil penjualan. Dalam hal perkasiran, Anda tidak akan lagi mengalami salah hitung karena semua sudah dikerjakan secara otomatis.

Tidak akan ada lagi salah pencatatan karena seluruh barang yang Anda jual memiliki database sendiri melalui Inventory Management. Anda pun bisa langsung mengetahui apakah produk yang diinginkan oleh konsumen masih tersedia atau tidak, lewat sistem inventaris yang selalu update setiap ada penjualan.

Baca Juga: Laporan Inventaris Bahan Baku Lebih Akurat dengan Fitur Ingredient Inventory Anda!

Dengan menggunakan sistem online berbasis cloud, Anda pun dapat mengakses semua data yang menyangkut bisnis ritel Anda di mana saja. Moka juga punya fitur Loyalty Program di mana fitur ini akan mencatat siapa saja pelanggan setia Anda. Lalu, Anda bisa mengadakan promo-promo menarik yang dapat membuat pelanggan tersebut semakin setia.

 

4. Menjalin kemitraan dengan orang atau perusahaan yang salah

Tentu saja dalam menjalankan bisnis, apapun itu, Anda akan bermitra dengan orang atau perusahaan lain. Baik selaku supplier, distributor, investor, atau bentuk kemitraan lainnya. Hubungan antara Anda dan mitra pun tentu saja simbiosis mutualisme, sehingga keduanya harus sama-sama membawa manfaat dan keuntungan untuk masing-masing pihak. Oleh karena itu, kalau Anda salah dalam memilih mitra, bisnis Anda justru akan semakin sulit untuk berkembang.

Kesalahan dalam bermitra ini masih bisa dicegah dengan cara hati-hati. Memang cara ini terdengar klasik, namun prinsip kehati-hatian harus selalu diterapkan saat menjalankan suatu bisnis. Anda bisa mulai dengan mempelajari rekam jejak dari calon mitra Anda. Jangan mudah percaya dengan apa yang mereka bicarakan. Tanyakan pencapaiannya kepada rekan-rekan Anda, atau ke orang lain yang sedang atau pernah menjadi mitranya.

Baca Juga: 5 Keuntungan Membangun Jaringan dan Relasi dalam Bisnis

 

5. Menjalankan semuanya seorang diri

Saat menjalankan sebuah bisnis, penting sekali bagi Anda untuk tahu sampai mana kapasitas diri Anda. Memang sebuah bisnis sudah terasa seperti anak kandung sendiri yang harus terus diperhatikan dan dibina. Namun, layaknya mengasuh anak, Anda akan menghadapi tantangan yang lebih ringan bila dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga: Tips Menjadi Rekan Kerja yang Profesional dan Disukai

Oleh karena itu, jangan ragu untuk mendelegasikan tugas-tugas yang sekiranya tidak bisa Anda tangani sendiri. Jangan ragu untuk meminta nasihat, saran, atau tips dari sesama pengusaha lain soal tantangan yang Anda hadapi. Jangan ragu pula untuk mengikuti seminar-seminar yang bisa menambah wawasan Anda.

Itu dia lima kesalahan yangs masih sering dilakukan oleh pebisnis ritel. Entah karena ketidaktahuan atau ketidakmauan untuk berubah, kesalahan-kesalahan tersebut masih mudah ditemukan pada diri pebisnis. Lalu jika Anda tertarik untuk meningkatkan efisiensi bisnis, Anda bisa mulai beralih menggunakan sistem aplikasi bisnis dari Moka. Yuk, coba sekarang juga dengan klik di sini.

linkedin

Tags: business insight