Moka Logo
Faktur Penjualan adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contoh

Tips Bisnis

Faktur Penjualan adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contoh

3 min
JordhiJordhi

Faktur Penjualan adalah: Pengertian, Fungsi, dan ContohSetiap proses transaksi dalam dunia bisnis pasti memerlukan pencatatan yang rapi. Salah satunya, dengan membuat faktur penjualan. Catatan inilah yang dapat digunakan sebagai bukti transaksi antarkedua belah pihak.

Selain berguna sebagai bukti fisik, guna lain faktur penjualan adalah sebagai bukti penting bila ada masalah setelah transaksi terjadi. Misal, ketika Anda menjual barang secara online, ternyata yang dibayarkan tidak sesuai. Maka di sinilah catatan berupa faktur penjualan bisa dikeluarkan untuk menagih kurang bayar.

Ingin tahu lebih dalam tentang pengertian faktur penjualan, komponen penting sebuah faktur penjualan, dan contoh faktur penjualan? Berikut bahasan lengkapnya!

Baca juga: Cara Membuat Jurnal Umum dalam Akuntansi


Pengertian Faktur Penjualan adalah…

Faktur penjualan adalah alat bukti yang akan diterima oleh pihak pembeli dari pihak penjual. Pada umumnya, faktur penjualan akan diterima oleh pembeli setelah barang yang dipesan sudah diterima. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan, pemberian faktur penjualan terjadi pada saat awal transaksi, sesuai dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Faktur penjualan adalah dokumen yang sangat penting bagi penjual dan pembeli. Faktur penjualan bisa digunakan sebagai bukti yang sah, terutama ketika pembeli memiliki keluhan mengenai produk yang dibeli, baik berupa barang maupun jasa.

Baca juga: Serba-Serbi Invoice yang Harus Diketahui Pebisnis


Fungsi Faktur Penjualan adalah…

Faktur Penjualan Adalah Pengertian, Fungsi, dan Contoh 003

Fungsi penting faktur penjualan adalah untuk urusan perpajakan dan pembukuan. Adapun fungsi faktur penjualan lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Bukti transaksi pada penyusunan laporan keuangan.
  2. Bukti transaksi pada proses pelaporan pajak.
  3. Menjadi informasi mengenai Perusahaan Kena Pajak (PKP) serta barang atau jasa Kena Pajak (BKP/JKP).
  4. Informasi tenggat pembayaran yang harus diselesaikan.
  5. Sebagai bukti pemesanan jika terdapat kesalahan pada pengiriman barang pesanan.
  6. Menjadi dokumen rujukan yang ditujukan untuk penjualan kembali sebuah barang atau jasa.

Baca juga: Periodic Inventory System: Pengertian dan Contoh Penggunaan


 

Komponen Penting Faktur Penjualan

Anda harus tahu, komponen yang wajib ada pada setiap pembuatan faktur penjualan tidaklah sedikit. Meskipun tidak memiliki bentuk baku, bukan berarti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tidak mengatur susunan faktur penjualan.

Menurut PER-58/PJ/2010, secara spesifik, ada beberapa komponen penting yang harus tertera pada faktur penjualan. Adapun komponen-komponen penting dalam faktur penjualan adalah sebagai berikut:

  1. Nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan berkas Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP).
  2. Jenis BKP/JKP yang akan diserahkan.
  3. Harga jual yang sudah dihitung pemfaktoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau besaran dari PPN dicatatkan secara terpisah.
  4. Pajak penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang akan dipungut.
  5. Kode dan nomor seri serta tanggal pembuatan dari faktur itu.

Kendati demikian, bentuk bagian kode dan nomor seri faktur penjualan tidaklah diatur oleh pihak DJP. Lebih lanjut lagi, berikut adalah penjelasan detail dari komponen yang terdapat pada faktur penjualan:

  1. Nama dari perusahaan atau identitas PKP (Pengusaha Kena Pajak). Bagian ini meliputi nama, logo, serta alamat dari perusahaan.
  2. Nama jelas pembeli. Bagian ini berisikan nama pembeli yang melakukan transaksi dengan PKP, dibuat lengkap beserta alamat kantor.
  3. Nomor seri atau nomor transaksi. Faktur penjualan umumnya memiliki kode transaksi yang dibuat berdasarkan kebutuhan dari PKP yang menerbitkan. Fungsi dari nomor seri itu adalah untuk membedakan antara transaksi satu dengan lainnya.
  4. Tanggal faktur penjualan. Pada bagian ini terdapat tanggal kapan terjadinya transaksi, sehingga PKP dapat mencatat pada jurnal harian berdasarkan faktur penjualan.
  5. Detail dari transaksi. Pada faktur penjualan, terdapat kolom besar yang berfungsi untuk menuliskan detail transaksi.
  6. Jumlah nominal yang dibayarkan. Jumlah dari nominal yang tertera pada faktur penjualan perlu mencakup subtotal dari setiap BKP.
  7. Nama dan tanda tangan penjual serta nama dan tanda tangan pembeli.

Contoh Faktur Penjualan

Faktur Penjualan Adalah Pengertian, Fungsi, dan Contoh 002

(Nama Perusahaan)

(Alamat Lengkap, Kota, Kode Pos, dan Nomor Telepon)

INVOICE

(Nomor Invoice)

(Tanggal Invoice)

Ditagihkan Kepada

(Nama)

(Nama Perusahaan)

(Alamat Lengkap)

(Kota dan Kode pos)

(Nomor Telepon)

(Alamat Email)

Deskripsi

Jumlah

1 Rp123
2 Rp345
Thank you for your purchase Total Rp468

Perlu diingat, faktur penjualan adalah berkas penting yang cukup mendasar dalam aktivitas bisnis. Setelah mengetahui pengertian, fungsi, dan apa saja komponen penting yang harus dimuat dalam faktur penjualan, kini saatnya Anda memilih aplikasi point of sale yang mumpuni, seperti Moka POS.

Tujuannya? Tentu untuk memudahkan Anda dalam mencatat setiap transaksi. Nantinya, catatan ini akan berguna untuk membuat laporan keuangan usaha Anda.

Dengan menggunakan Moka POS, setiap transaksi akan tercatat dan laporannya akan langsung Anda terima secara online dan real-time. Hal ini tentulah akan sangat membantu Anda dalam mengumpulkan informasi seluruh transaksi yang terjadi.

Tunggu apa lagi? Cari tahu selengkapnya tentang Moka POS di sini.

Social Media Share :
Jordhi

Jordhi

Penulis di Blog Moka