Business Insight

Ekspansi adalah Strategi Kembangkan Bisnis, ini Tipsnya!

By Yovita on June, 3 2022

Ekspansi adalah tahap di mana bisnis mencapai titik pertumbuhan dan mencari opsi tambahan untuk menghasilkan lebih banyak profit. Hampir semua bisnis yang sukses pada akhirnya akan menghadapi masalah dalam mengelola ekspansi atau pengembangan bisnis. Sebab, ekspansi adalah fase kehidupan bisnis yang penuh dengan bahaya dan peluang. 

Jika tidak dikelola dengan baik, ekspansi bisnis justru dapat menyebabkan malapetaka. Namun, terlepas dari masalah dan tantangan yang mungkin dihadapi, Anda perlu melakukan ekspansi untuk meningkatkan bisnis. Mengapa? Simak informasi berikut untuk menemukan jawabannya!


Pengertian Ekspansi adalah Sebagai Berikut

Ekspansi adalah strategi perusahaan untuk memperluas skala bisnisnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan skala operasi. Dengan demikian, perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak uang. Ekspansi dapat dilakukan secara internal, seperti:

  • Membangun fasilitas produksi baru;
  • Menargetkan pasar baru;
  • Mengembangkan produk baru;
  • Mendirikan anak perusahaan.

Di sisi lain, ekspansi juga bisa dilakukan secara eksternal, seperti:

  • Mengakuisisi perusahaan lain;
  • Merger dengan perusahaan lain;
  • Mendirikan usaha patungan;
  • Membangun aliansi strategis.

Baca juga: Mau Ekspansi Bisnis? Ini 5 Tips Membuka Cabang Usaha Baru


Jenis Ekspansi Bisnis

ekspansi adalah 4

Setelah mengetahui penjelasan seputar ekspansi dan upaya perlakuannya yang digolongkan dalam dua tipe, ketahui juga bahwa ada beberapa jenis ekspansi bisnis.

1. Akuisisi

Akuisisi adalah pembelian dan pengambilalihan operasi dan aset suatu perusahaan oleh perusahaan lain. Perusahaan yang melakukan pembelian disebut perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang dibeli adalah perusahaan yang diakuisisi. Salah satu contohnya adalah ketika Amazon mengakuisisi Whole Foods pada 2017 dengan nilai sekitar $13,7 miliar.

2. Merger

Merger adalah strategi perusahaan untuk bergabung dengan perusahaan lain dan beroperasi sebagai satu badan hukum. Perusahaan yang menyetujui merger biasanya sama dalam hal ukuran dan skala operasi. 

Perusahaan melakukan merger untuk mendapatkan akses ke pasar dan basis pelanggan yang lebih besar, mengurangi persaingan, dan mencapai skala ekonomi. Ada berbagai jenis merger yang dapat diikuti oleh perusahaan, bergantung pada tujuan dan strategi mereka.

Merger berbeda dengan akuisisi. Sebab, merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan bergabung untuk membentuk entitas baru, sedangkan akuisisi adalah pengambilalihan perusahaan oleh perusahaan lain. Contohnya adalah Gojek dan Tokopedia yang merger menjadi GoTo. 

3. Ambil alih paksa

Ambil alih paksa terjadi saat sebuah perusahaan mencoba untuk mengambil alih perusahaan lain yang bertentangan dengan keinginan manajemen perusahaan target. Dengan kata lain, jenis ekspansi adalah upaya menggabungkan atau mengakuisisi perusahaan tanpa persetujuan dewan direksi perusahaan tersebut.

Contoh ekspansi ambil alih paksa yang berhasil adalah akuisisi Genzyme oleh perusahaan farmasi Sanofi (SNY). Sanofi melihat Genzyme yang memproduksi obat-obatan untuk pengobatan kelainan genetik langka memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi industri khusus dan memperluas penawaran produknya. Beberapa ekspansi ambil alih paksa yang terkenal lainnya adalah Kraft Foods yang mengambil alih Cadbury.

4. Leverage buyout

Leverage buyout terjadi saat pembeli perusahaan mengambil sejumlah besar utang sebagai bagian dari pembelian. Pembeli akan menggunakan aset dari perusahaan yang dibeli sebagai jaminan dan berencana untuk melunasi hutang menggunakan arus kas masa depan. 

Dalam leverage buyout, pembeli mengambil kepentingan pengendali di perusahaan, memungkinkan pembeli menetapkan tujuan baru untuk bisnis dan merestrukturisasi tim manajemen untuk mencapainya. Dua bentuk umum dari leverage buyout adalah:

  • Management buyout - Tim manajemen senior perusahaan membeli semua atau sebagian bisnis;
  • Buy-in-management buyout - Pembeli eksternal bermitra dengan manajemen senior untuk membeli bisnis.

Point of sales


Mengapa Ekspansi Penting?

Ekspansi adalah cara untuk mengembangkan bisnis dan menghasilkan lebih banyak uang bagi pemegang saham perusahaan. Berikut beberapa keuntungan melakukan ekspansi bisnis yang bisa Anda rasakan saat berhasil melakukannya:

  • Menghasilkan lebih banyak uang dengan menjual lebih banyak output ke lebih banyak pelanggan;
  • Melakukan dominasi terhadap pasar dengan mengendalikan pangsa pasar yang lebih tinggi;
  • Meningkatkan daya tawar dengan pemangku kepentingan, termasuk daya tawar dengan pemasok, pelanggan, distributor, dan pemasok;
  • Mencapai kepemimpinan pasar untuk lebih memengaruhi harga pasar;
  • Meningkatkan skala ekonomi, menyebarkan biaya ke lebih banyak output, dan menurunkan biaya per unit;
  • Meningkatkan nilai pemegang saham sejalan dengan harapan positif bagi pertumbuhan dan keuntungan perusahaan.

Ekspansi bisnis tak hanya penting dilakukan bagi usaha berskala besar. Ekspansi bisnis untuk pemula bisa dimulai dengan mencoba berbagai ide bisnis kreatif yang bisa dieksekusi dengan modal minim, misalnya dengan menjual barang bekas, membuka jasa dropship, hingga usaha kuliner.

Baca juga: 9 Manfaat Pinjaman Modal Usaha untuk Bisnis

Jadi, kini Anda sudah tahu bahwa ekspansi adalah upaya perusahaan untuk memperluas skala bisnisnya. Anda juga bisa melakukan ekspansi bisnis dengan cara memanfaatkan aplikasi kasir Moka POS untuk kemudahan operasional bisnis. Saat urusan operasional menjadi mudah, Anda bisa fokus untuk mengembangkan bisnis ke pasar yang lebih luas. Simak informasi lengkap mengenai Moka POS di sini!

 

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia