Merchant Highlight

Strategi Eatlah dan Drinklah untuk Terus Berkembang di Kala Pandemi

By Jordhi Farhansyah on May, 21 2021
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

Strategi Eatlah dan Drinklah untuk Terus Berkembang di Kala Pandemi - Berdiri pada tahun 2016, Eatlah adalah salah satu pelopor menu Salted Egg Chicken di Indonesia. Menu salted egg chicken-nya yang ikonik membuat usaha kuliner menjadi top-of-mind bagi para konsumen.

Kini, untuk melengkapi menu-menunya, Eatlah telah meluncurkan Drinklah, yang menawarkan aneka minuman segar. Lalu, bagaimana kisah awal berdirinya Drinklah ini dan bagaimana cara Eatlah yang tetap mampu bertahan di kala pandemi? Berikut ini ulasannya!

Drinklah Lahir karena Konsumen

Eatlah dan Drinklah, Kunci Sukses Bisnis Maju Kualitas Produk No. 1 (3)

Tahukah Anda, Drinklah lahir karena adanya permintaan dari para konsumen Eatlah akan minuman-minuman segar sebagai penyeimbang rasa. Selama ini, mereka hanya menyediakan air putih saja sehingga membuat konsumen banyak yang membeli minuman manis di tempat lain. Melihat adanya peluang bisnis baru yang bisa dimanfaatkan, Eatlah pun meluncurkan Drinklah pada 2018 lalu.

Namun, memasarkan Drinklah ternyata membutuhkan strategi yang berbeda dari minuman lain. Saat ini belum banyak yang menganggap Drinklah sebagai satu brand tersendiri sehingga mereka hanya membeli Drinklah saat memesan Eatlah. Untuk itu, Eatlah mengarahkan para konsumennya untuk membeli menu paket bundling Drinklah guna meningkatkan awareness Drinklah sebagai brand tersendiri.

Baca juga: Eatlah: Bisnis Makanan Cepat Saji dengan Teknologi Termutakhir

Fokus pada Penjualan Secara Online

Eatlah sejak awal sudah dirancang sebagai bisnis kuliner yang fokus pada layanan delivery dan take away. Strategi ini tampak jelas pada packaging setiap menunya yang menggunakan paper box sehingga tak heran jika lebih banyak konsumen yang memesan secara online, contohnya melalui GoFood. 

Model bisnis yang diterapkan oleh usaha kuliner ini sejak awal inilah yang membuatnya mampu menghadapi pandemi dengan cukup baik. Penjualan secara dine-in memang mengalami penurunan, tetapi penjualan secara online justru mengalami peningkatan.

Peningkatan penjualan ini juga tak lepas dari program promo yang diadakan, termasuk promo yang diadakan pada bulan Ramadan lalu di mana Eatlah menyisihkan Rp5.000 dari setiap menu pesanan konsumen, untuk diberikan kepada driver GoFood yang mengambil pesanan. Dengan cara ini, para konsumen bisa turut berbagi kebaikan selama bulan Ramadan. Menarik, bukan?

Baca juga:

Perspektif Baru Setelah Pandemi

Eatlah dan Drinklah, Kunci Sukses Bisnis Maju Kualitas Produk No. 1 (1)

Kondisi pandemi adalah tantangan sekaligus media belajar bagi Eatlah. Bagaimana tidak, rencana untuk membuka lebih banyak outlet harus ditunda sementara waktu hingga kondisi membaik. Meskipun demikian, ada hal menarik yang terjadi selama pandemi.

Setelah memahami bagaimana pola perilaku konsumen selama pandemi, Eatlah melihat bahwa konsumen saat ini cenderung menginginkan sesuatu yang cepat, mudah, dan ready-to-go.

Maka dari itu, bisnis ini pun berencana untuk mengembangkan konsep drive-thru sehingga konsumen bisa tetap memesan berbagai menu atau makanan tanpa perlu turun dari kendaraan, yang artinya mereka bisa tetap menjaga jarak aman dan mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Panduan Lengkap Memulai Bisnis Online Hingga Sukses bagi Pemula

Rencana untuk mengembangkan konsep drive-thru ini pun menunjukkan kemampuan Eatlah untuk beradaptasi dengan situasi terkini dan mengambil keputusan terbaik untuk kepentingan bisnisnya. Kemampuan adaptasi ini sudah menjadi DNA dari Eatlah sejak awal berdiri. Terbukti dari bagaimana bisnis kuliner yang sudah langsung bekerja sama dengan GoFood karena melihat potensi yang sangat cemerlang di masa mendatang. 

Tak hanya itu, kemampuan Eatlah dalam melihat perkembangan teknologi di masa mendatang juga terlihat dari bagaimana bisnis ini memilih Moka sebagai sistem aplikasi kasir sejak awal berdiri.

Moka Mendukung Eatlah Sejak Awal

Eatlah (2)

Setelah beberapa bulan berjalan, usaha kuliner ini merasa mereka membutuhkan sistem POS yang dapat membantu proses tracking dan membaca report penjualan. Dengan menggunakan Moka POS, para co-founder dari Eatlah mendapatkan kemudahan dalam melakukan itu semua.

Tak hanya dukungan dari aneka fitur POS-nya, Moka juga terus berusaha memenuhi segala kebutuhan yang disampaikan oleh bisnis ini, misalnya seperti adanya sistem antrean atau queueing yang akan mempermudah para pelanggan untuk bisa mengorder sesuai urutan.

Berkat sinergi antara Moka dan bisnis ini, tak heran jika para co-founder Eatlah sangat merekomendasikan Moka sebagai aplikasi kasir terbaik.

Itulah dia perjalanan usaha Eatlah dan Drinklah, serta strategi untuk bertahan di masa pandemi. Dengan produk yang dicintai konsumen, konsistensi dalam kualitas, dan adaptif dalam merespon kebutuhan konsumen, bisnis ini tetap mampu tetap maju dengan pasti, mesti dihantam masa-masa sulit.

Tentunya dengan kehadiran Moka POS, bisnis ini juga jadi lebih mudah dalam merancang strategi penjualan. Jadi, bagi Anda yang tertarik untuk tahu lebih lanjut soal Moka POS dan bagaimana aplikasi kasir ini bisa membantu bisnis Anda, langsung klik banner di bawah ini, yuk!!

New call-to-action

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia