Moka Logo
5 Tips Meningkatkan Penjualan Saat Pandemi ala DORÉ by LeTAO

Cerita Sukses

5 Tips Meningkatkan Penjualan Saat Pandemi ala DORÉ by LeTAO

3 min
SintiaSintia

5 Tips Meningkatkan Penjualan Saat Pandemi ala DORÉ by LeTAO – Pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk bekerja dari rumah nyatanya cukup membuat para pebisnis kalang kabut. Bagaimana  tidak? Pasalnya, bekerja dari rumah tidak melulu berlaku bagi para pebisnis, terutama mereka yang berkecimpung di dunia F&B.

Banyak bisnis yang hingga saat ini masih mengalami masa-masa sulit. Apalagi, COVID-19 memberikan dampak tak terduga yang membuat para pebisnis harus pintar mencari celah dan memanfaatkan peluang.

Misalnya, yang tadinya hanya memiliki outlet offline, tiba-tiba harus beradaptasi dengan penjualan online. Yang tadinya tidak mengandalkan online food delivery alias hanya makan di tempat/take away, kini mau tak mau harus mendaftarkan bisnis mereka di layanan jasa antar agar pelanggan tetap bisa menikmati produk yang ditawarkan.

Baca juga: Pasti Laku, 10 Resep Kue Kering Lebaran Favorit Pelanggan!

Pada sisi berlawanan, ada pula bisnis yang nyatanya tak bisa survive. Mereka terpaksa menutup outlet, tidak mendapatkan penghasilan, bahkan harus merumahkan karyawan.

Akan tetapi, ada baiknya bila para pebisnis tidak hanya berfokus pada hal-hal negatif tersebut. Mengapa tidak belajar dari mereka yang berhasil bertahan, bahkan mampu meningkatkan penjualan saat pandemi COVID-19 seperti DORÉ by LeTAO?

Dalam ACOM Webinar Vol. 5 yang berkolaborasi dengan APJI, Riki Kono Basmeleh selaku Director DORÉ by LeTAO, memaparkan berbagai strategi yang dihadapi agar tetap bisa berjualan dan mendapatkan pelanggan. Berikut selengkapnya.

5 Tips Meningkatkan Penjualan Saat Pandemi ala DORÉ by LeTAO

1. Mampu beradaptasi ke penjualan online


Apabila biasanya para pelanggan bisa menikmati sajian kue-kue lezat DORÉ by LeTAO dengan membeli langsung di outlet offline, kini mau tak mau mereka harus membelinya secara online.

Menurut Riki Kono Basmeleh, situasi pandemi seperti ini malah mendorong dirinya untuk menerima pesanan secara digital. Ini merupakan salah satu bukti bahwa apabila ingin suatu usaha mampu bertahan, setiap pebisnis harus lebih adaptif dalam menjalankan usaha, serta berani untuk menangkap peluang baru.

Baca juga: 10 Tips Jitu Memulai Bisnis Kue bagi Pemula

“Beberapa (outlet di) mall kita tetap buka, jadi kita tetap bisa loading bahan, meski cuma bisa dipesan melalui delivery order. Kita siapin kontak khusus untuk ini. Jadi kita bisa shifting juga dengan cepat,” ucap Riki.

Riki sendiri merasa beruntung karena bisnis kuenya ini tidak seperti cafe atau bar yang memang diperuntukkan agar pelanggan betah nongkrong berlama-lama.

“(Untuk penjualan) mungkin sedikit berbeda dengan cafe atau bar yang memang diperuntukkan untuk orang nongkrong, jadi mungkin mereka jauh lebih terdampak dibanding bisnis DORÉ,”sambungnya.

2. Jual produk untuk Ramadan 1,5 bulan sebelumnya


Untuk menggaet lebih banyak pelanggan, DORÉ by LeTAO nyatanya sudah menjual produk untuk Ramadan 1,5 bulan sebelumnya. DORÉ by LeTAO sendiri menjual produknya ke berbagai perusahaan yang biasanya membeli dalam jumlah banyak.

“Saya rasa bisnis saya sedikit lebih beruntung karena penjualan relatif tinggi. Bahkan, saya harus menolak pesanan-pesanan baru via WhatsApp karena stok kami lebih dulu habis. Ini bukan kerja keras saya saja, melainkan juga support dari tim dan teman-teman lain,” ujar pria berdarah Jepang-Arab-Indonesia ini.

3. Sediakan nomor khusus untuk komunikasi dengan pelanggan


Seperti yang diketahui, komunikasi dengan pelanggan merupakan hal penting yang perlu diutamakan bisnis di saat-saat seperti ini. DORÉ by LeTAO pun sudah menerapkan hal tersebut dan bisa Anda jadikan contoh.

“Kita bukan cuman ngandalin Gojek atau Grab untuk pesan antar, melainkan juga menyediakan nomor khusus yang bisa dihubungi tanpa melalui perantara pihak ketiga. Saya rasa ini juga penting untuk menjaga loyalitas pelanggan dan menekan cost yang berlebih melalui pihak ketiga,” papar Riki.

4. Dukung rekan-rekan sesama pebisnis


Bagi Riki, di tengah masa-masa survival mode ini, bukan berarti kita tidak bisa mendukung bisnis lain. Justru, ia menyarankan agar konsumen atau rekan sesama pebisnis membantu satu sama lain dengan membeli produk mereka

“Untuk menghadapi keadaan ini, kita harus membantu satu sama lain. Saya pikir akan menjadi baik jika sesama pebisnis saling mendukung dan membeli produk bisnis lainnya agar ekosistem bisnis tetap terjaga baik dan berkelanjutan,” katanya.

5. Nikmati prosesnya


Last but not least, Riki berpesan supaya para pebisnis dapat menikmati semua proses untuk membuat bisnis bertahan hingga menunjukkan performa yang lebih baik lagi.

Baca juga: 14 Ide Bisnis Menguntungkan Saat Ramadhan Biar Tambah Berkah

“Berbisnis itu tidak mudah. Yang paling penting itu enjoy the journey of all this struggle sehingga di kondisi apapun kita bisa adaptasi dan bertahan. Nikmati prosesnya dan temukan peluang baru sehingga kita bisa lebih pintar untuk di masa depan. Apresiasi orang orang di ekosistem bisnis, karyawan, vendor, konsumen karena kita ada di kondisi yang sama dan melewati kondisi ini sama sama,” pungkasnya.

Baca juga: 5 Tren Bisnis Pasca COVID-19

Itulah dia 5 tips meningkatkan penjualan saat pandemi ala DORÉ by LeTAO. Semoga bisa memberikan inspirasi bagi Anda yang saat ini hendak atau sudah menjalankan bisnis kue, supaya lebih maksimal lagi.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Moka Learning Hub (@mokalearninghub) on

Selamat mencoba dan selamat menerapkan tips-tips di atas, ya. Jangan lupa, apabila Anda membutuhkan aplikasi kasir yang dapat membantu mempermudah operasional bisnis Anda, mulai dari pencatatan penjualan, masuk-keluar inventaris, pengelolaan karyawan, atau yang bisa membuat program loyalitas untuk konsumen, andalkan saja Moka.

*Terima kasih untuk Community Partner yang telah mendukung acara ini: Wiranesia, KoinWorks, DORÉ by LeTAO, APJI, Gekraf, Bedo Community, JabaPreneuer, CMC, dan Warbisprama

Social Media Share :
Sintia

Sintia

Suka baca buku dan jalan-jalan.