Business Insight

Distributor adalah: Perbedaan dengan Supplier dan Tips Suksesnya

By Yovita on May, 9 2022

Saat menjalankan sebuah bisnis, seorang produsen pasti perlu mendistribusikan produknya ke berbagai daerah. Pihak yang melaksanakan peran tersebut kemudian disebut dengan distributor. Distributor adalah orang yang melakukan distribusi barang dan jasa. 

Namun, kini ada yang membingungkan, sebab distributor sering kali disamakan dengan supplier, agen, dan reseller. Lantas, apa bedanya? Simak penjelasan berikut!


Pengertian Distributor adalah Sebagai Berikut

Distributor adalah 2

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), distribusi adalah kegiatan menyalurkan, membagikan, dan mengirimkan kepada beberapa orang atau beberapa daerah. Sementara itu, distributor adalah orang yang melaksanakan kegiatan distribusi tersebut. Dalam kaitannya dengan bisnis, distributor adalah pihak yang akan berinteraksi langsung dengan produsen maupun calon konsumen.

Baca juga: Supplier Adalah: Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Distributor

Perbedaan Distributor dengan Supplier, Agen, dan Reseller

Seperti pembahasan di atas, keberadaan distributor kini banyak disamakan dengan supplier, agen, dan reseller sebab ketiganya sama-sama melakukan kegiatan pendistribusian. Untuk mengetahui perbedaannya, mari pahami pengertian dari masing-masing istilah tersebut.

Supplier

Hampir sama dengan distributor, supplier bekerja untuk menyalurkan barang-barang dari produsen ke konsumen. Dalam hal ini, konsumenna adalah pabrik atau perusahaan. Barang yang mereka salurkan umumnya merupakan bahan mentah yang akan pabrik olah atau perusahaan tersebut.

Agen

Berbeda dari supplier, agen bekerja secara spesifik dan langsung untuk mendistribusikan barang dari pihak distributor ke toko kecil atau retail. Contohnya, distributor makanan menjual produknya pada agen. Agen ini kemudian akan menjual kembali produk makanan tersebut pada toko-toko kecil.

Reseller

Reseller adalah orang atau kelompok yang membeli barang dari pihak produsen atau distributor untuk kemudian diperjualbelikan kembali dengan mengambil keuntungan dari selisih harga yang mereka tetapkan. Agar laris, biasanya reseller akan memilih produsen atau distributor yang memberikan harga termurah.

Baca juga: 3 Tips Memilih Supplier yang Baik untuk Membangun Bisnis Kuliner Anda


3 Jenis Distributor Adalah

Setelah mengetahui pengertian dan perbedaan distributor dengan supplier, agen, dan reseller, kini saatnya Anda memahami apa saja jenis-jenis distributor.

1. Distributor barang

Jenis pertama distributor adalah yang mendistribusikan barang. Artinya, distributor di sini memiliki peran untuk menjual dan memasarkan produk yang memiliki bentuk fisik. Contoh distributor barang adalah distributor susu, popok bayi, roti tawar, dan lain-lain.

2. Distributor jasa

Berbeda dari distributor barang yang menyalurkan produk dalam wujud fisik, distributor jasa memberikan pelayanan pada konsumen, sehingga di sini tidak perlu lagi ada pihak perantara. Contoh distributor jasa yang paling mudah ditemui adalah layanan perbankan dan penyedia jasa layanan internet.

3. Distributor perorangan

Terakhir, ada distributor perorangan yang bergerak atas nama individu untuk mendistribusikan produk dari produsen ke konsumen secara langsung. Dalam hal ini, yang bisa disebut dengan distributor perorangan adalah MLM (Multi Level Marketing).


Tips Sukses Jadi Distributor

distributor

Jika Anda berminat untuk menjadi distributor yang menyalurkan barang dari pihak produsen ke konsumen, ada tips dan trik agar berhasil menjadi distributor sukses. Berikut penjelasannya.

1. Tentukan harga yang pas

Tips pertama agar sukses menjadi distributor adalah menentukan harga yang pas. Pasalnya, distributor adalah pihak yang akan berurusan langsung dengan konsumen maupun agen yang akan memasarkan produk tersebut ke toko-toko kecil. Apabila harga yang Anda tetapkan sudah pas, tidak terlalu mahal, dan tidak terlalu murah hingga membuat rugi, Anda bisa menjadi distributor yang sukses.

2. Kelola perputaran barang dan jasa

Target seorang distributor adalah membuat persediaan barang dalam gudang habis terjual. Namun, menghabiskan stok dalam gudang bukanlah satu-satunya kemampuan yang harus distributor miliki. Anda juga harus mampu untuk mengelola perputaran barang tersebut agar tidak habis lebih dulu sebelum konsumen memerlukannya.

3. Kembangkan bisnis

Tips terakhir yang perlu Anda lakukan jika ingin menjadi distributor sukses adalah mengembangkan bisnis. Jaringlah banyak channel untuk bermitra dengan Anda agar produk yang Anda jual semakin cepat laku. Semakin banyak pihak yang menjalin kerja sama dengan Anda, semakin banyak pula peluang produk Anda akan laris terjual.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendistribusikan barang secara online. Di era digital seperti sekarang ini, strategi jualan online bisa menjadi cara yang sangat ampuh, sebab semuanya dapat dijangkau lewat genggaman smartphone dan tidak mengharuskan adanya toko fisik. Anda jadi lebih mudah untuk memulai bisnis sebagai seorang distributor.


Distributor adalah pihak yang melakukan kegiatan distribusi, sama seperti supplier, agen, dan reseller. Namun, ada perbedaan mendasar dari keempat istilah tersebut. Jika Anda ingin memulai usaha sebagai seorang distributor, pastikan mengikuti tips-tips menjadi distributor sukses yang telah disebutkan di atas. Selamat berbisnis!

Point of sale

 

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia