Merchant Highlight

Cyclo Coffee & Apparel: Coffee Shop-nya Komunitas Sepeda

By Himawan Pradipta on July, 30 2020
Himawan Pradipta

Lead Writer di Moka Indonesia

Cyclo Coffee & Apparel: Coffe Shop-nya Komunitas Sepeda - Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa ternyata kopi dan aktivitas bersepeda merupakan sebuah perpaduan yang cocok.

Pasalnya, kandungan yang terkandung di dalam kopi ini dapat memacu stamina para pesepeda. Inilah alasan yang membuat keempat sekawan pencinta sepeda dan kopi ini memutuskan untuk membangun Cyclo Coffee & Apparel.

Siapa sangka, bisnis ini ternyata bukan hanya dimulai dari hobi dan minat saja. Pengaruh dari sebuah komunitas pun bisa mempengaruhi seseorang untuk menjalankan bisnis, terutama komunitas sepeda.

Baca juga: 7 Tahap Perkembangan Bisnis, Anda di Tahap Mana?

Apalagi, di tengah pandemi COVID-19, tren sepeda sedang naik-naiknya. Di tengah kebosanan yang melanda karena harus berada di rumah saja, sebagian masyarakat memilih untuk beraktivitas di luar dengan bersepeda. Tentu saja, tetap dengan memerhatikan protokol keamanan dan kesehatan yang disarankan.

Yuk, kenal lebih dekat dengan Cyclo Coffee & Apparel, coffee shop-nya komunitas sepeda!

Bagaimana awal mula Cyclo Coffee terbentuk?

Ardi Rahadi, owner Cyclo Coffee & Apparel

Ardi Rahadi, owner Cyclo Coffee & Apparel

Cyclo sendiri dibangun dengan latar belakang yang cukup menarik. Manager sekaligus pemilik Cyclo, Ardi Rahadi, menjelaskan bahwa ia dan beberapa partnernya memang gemar sekali bersepeda. Selain itu, mereka juga sama-sama gemar minum kopi. Kesamaan tersebutlah yang membuat Cyclo Coffee & Apparel akhirnya terbentuk.

"Saya dan beberapa partner memang suka bersepeda, lalu kami sama-sama suka kopi juga dan kebetulan kami mengikuti komunitas sepeda. Karena hal tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk membuat kedai kopi sebagai wadah dari komunitas sepeda yang kami ikuti," kata Ardi.

Arya, pendiri lain dari bisnis ini menambahkan, "Sepeda itu selalu identik dengan kopi. Maksudnya, kita butuh kafein dari kopi sebagai booster stamina kita saat bersepeda. Sampai akhirnya kita berencana untuk membangun coffee shop ini.”

Ya, Cyclo Coffee & Apparel memang berawal dari sebuah hobi, tetapi berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius. Karena konsepnya yang unik dan rasa kopinya yang khas, mereka pun memiliki banyak pelanggan yang loyal. Hingga akhirnya muncul sebuah pertanyaan dari para pelanggan, “Kenapa, sih, nggak menyediakan makanan?”

cyclo moka capitalSalah satu menu makanan di Cyclo Coffee & Apparel

“Dari dulu kita menjalankan ini dari hobi dan gak punya background. Nah, lalu saya menghubungi teman yang memang ahli di dunia restoran dan senang hati membantu perkembangan Cyclo ini,” ungkap Arya.


Konsep apa yang ditawarkan kedai kopi ini?

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by CYCLO Coffee & Apparel (@cyclocoffeejkt) on

Dibuat sejatinya untuk community based pesepeda membuat Cyclo memiliki konsep lebih ke arah sport. Terbukti dari toko apparel yang dihadirkan di sisi lain kedai kopi. Berbagai jersey, kaos kaki hingga aksesoris sepeda cukup lengkap dihadirkan di sisi lain tempat ini.

Karena merupakan wadah dari sebuah komunitas sepeda, Cyclo Coffee & Apparel juga selalu menjadi meeting point komunitas tersebut setiap akhir pekan.

"Dari meeting point nanti mereka akan kembali lagi ke Cyclo sebagai tempat istirahat, ngopi dan juga mengobrol," jelas Ardi. Selain meeting point, kedai kopi ini juga menghadirkan acara-acara khusus seperti saat tujuh belasan atau Halloween, lho! Menarik, ya!

Ardi mengakui bahwa ada banyak hal yang bisa didapatkan dalam menjalankan bisnis dengan konsep yang sedikit berbeda dari kebanyakan.

Ia menjelaskan, "Yang saya dapatkan dari bisnis ini cukup banyak terutama dalam hal manajemen, mulai dari operasional, karyawan, community based hingga yang paling mendetail yaitu stok barang. Apalagi, bisnis ini merupakan bisnis F&B yang membutuhkan detail."

Ardi merasa beruntung bisa bertemu dengan sistem kasir Moka POS karena fitur yang ditawarkan sangat membantu operasional sehari-hari Cyclo Coffee & Apparel. Selain itu, harganya yang terjangkau dan tampilannya yang simpel semakin memudahkan dirinya dalam menjalankan bisnis.

"Saya menggunakan fitur Ingredient Inventory karena fitur ini memang sangat cocok untuk bisnis F&B. Saya sendiri menggunakannya untuk mengukur berapa banyak bahan baku yang dibeli dan dijual. Selain itu, fitur ini juga bisa memantau apakah barang sudah habis atau belum yang tentunya dapat membantu bagian administrasi untuk stok opname," ujar Ardi.


Aset lain apa yang digunakan untuk mengembangkan bisnis?

cyclo

Interior Cyclo Coffee & Apparel. Sumber: Instagram @cyclocoffeejkt

Selain menggunakan POS, rupanya Cyclo Coffee & Apparel jugamemanfaatkan pendanaan usaha dari Moka Capital untuk ekspansi bisnis dan renovasi total tempat yang ia miliki.

Cyclo Coffee & Apparelmendapatkan pinjaman dana dari KoinWorks serta Taralite sekaligus. Dana ini ia gunakan untuk merombak total tempat, mulai dari penambahan dapur hingga desain interiornya yang sekarang lebih kekinian.

“Setelah saya mengajukan semua dokumen yang dibutuhkan, saya diperkenalkan dengan KoinWorks. Awalnya, untuk ekspansi perhitungan saya membutuhkan biaya Rp500 juta. Namun, membengkak jadi Rp 1 miliar lebih. Kemudian saya dibantu juga dengan Taralite sampai akhirnya saya bisa merenovasi Cyclo. Jujur, saya sangat senang dengan Moka karena merasa dibantu sekali,” ujar Arya.

Baca Juga: Cara Membangun Usaha Cafe dengan Modal Minim

Sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman melalui bank, Arya mengaku sempat terpikir untuk meminjam melalui bank. Namun terganjal di proses yang sulit. Harus ada jaminan, serta harus memiliki cash flow yang sesuai dengan yang ingin dipinjam.

Oleh karena itu ia memilih menggunakan Moka Capital karena lebih mudah dan Moka sudah memiliki data laporan keuangan Cyclo Coffee & Apparel  yang bisa dipercaya.

“Saya kasih tahu ke partner saya, kalau kita meminjam uang ke perusahaan seperti Moka, itu membuktikan kalau kita lebih serius. Karena kita jadi memiliki beban untuk menanggung dana yang kita pinjam. Berbeda dengan uang sendiri, yang istilahnya masih bisa kita sepelekan. Kalau kita pinjam, kita telat bayar, kita bisa kena. Dengan ‘beban’ ini, kita jadi lebih terpacu dan semangat lagi,” ujarnya.


Seberapa bermanfaat pendanaan usaha dari Moka Capital untuk Cyclo?

cyclo moka capital

Seorang staf sedang membuat kopi. Sumber: Instagram @cyclocoffeejkt

Sejak ekspansi dengan adanya penambahan menu makanan, ia mengaku mendapatkan keuntungan yang lebih besar hingga 100 persen. Misalnya saja, dulu dalam satu hari ia mendapatkan omzet sekitar Rp3 jutaan. Kini omzet per harinya mencapai Rp6-7 jutaan.

Baca juga: Menjalani Bisnis Kedai Kopi Itu Sulit? Intip 5 Cara Mengembangkannya!

Selain itu, sebelumnya kami hanya bisa menampung 25 orang, sekarang kami sudah bisa menampung hingga 50 orang.

Tidak hanya itu, dengan uang pinjaman dari Moka Capital, kami bisa membangun dapur yang layak, tidak lagi tergabung dengan area tempat pelanggan makan atau bersantai sambil menikmati hidangan.

“Target kita satu bulan bisa mendapatkan hingga 250 juta. Untuk bayar Koinworks dan Taralite itu per bulannya sekitar 49 juta. Sangat memungkinkan, sementara biaya operasional kita tidak terlalu besar. Senanglah kita dengan adanya Moka Capital ini,” tambahnya.

Baca juga: 9 Cara Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi COVID-19

Menurutnya, adanya fitur semacam Moka Capital sangat berguna terutama untuk mengangkat UMKM di Indonesia. Selain itu dampak baiknya, banyak pelanggan loyal Cyclo Coffee & Apparel kini jadi tambah senang dengan adanya penambahan menu makanan, menjawab kebutuhan mereka yang menginginkan lebih dari sekadar kopi.


Dengan Moka Capital, apa rencana terdekat Cyclo ke depannya?

Ke depan, ia berencana untuk tetap ekspansi dengan membuka cabang berupa coffee-on-the-go bernama Cyclo Express dengan membuka gerai-gerai kecil seperti di mall untuk orang yang ingin mendapatkan segelas kopi dengan cepat.

“Kita ingin mengikuti konsep dari sebuah coffee shop di Jepang yang kini ada di Singapura. Kedainya kecil, tapi yang mengantri bisa sampai luar. Lalu selain itu, kita juga berencana untuk roasting biji kopinya sendiri. Sekarang yang kita pikirkan adalah bagaimana caranya menjaga rasa makanan dan kualitas kopi yang dimiliki,” ujarnya.

Sekarang, mari kita lihat penampilan bagian dalam Cyclo sebelum direnovasi:

cyclo coffee & apparel coffee shop komunitas sepeda

Satu lagi penampilan Cyclo Coffee & Apparel sebelum direnovasi:

cyclo coffee & apparel coffee shop komunitas sepeda

Sekarang, Cyclo Coffee & Apparel sudah tampak seperti ini:

cyclo coffee & apparel coffee shop komunitas sepeda

Bagaimana? Berubah drastis, bukan? Tak hanya bagian dalamnya lebih luas dan karenanya bisa menampung lebih banyak pelanggan, tetapi juga pencahayaannya juga lebih cantik dengan warna wallpaper yang penuh warna.

Baca Juga: Pentingnya Desain untuk Usaha Anda

Ya, Anda pun bisa memiliki usaha yang sukses seperti Cyclo Coffee & Apparel ini. Bagaimana caranya? Jangan lupa andalkan aplikasi kasir Moka atau pendanaan modal dari Moka Capital untuk keberlangsungan usaha Anda, ya. Info lebih lanjut bisa dibaca di sini.

Tertarik coba gratis Moka selama 14 hari?

Moka POS, Aplikasi Kasir Andalan Pebisnis di Seluruh Indonesia

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia