Business Insight Focus

Apa Itu Cloud Kitchen dan Bagaimana Trennya Pada 2020?

By Samina Sharanani on December, 7 2019
Samina Sharanani

A word crafter

Apa Itu Cloud Kitchen dan Bagaimana Trennya Pada 2020? - Bisnis restoran dengan konsep cloud kitchen di Indonesia sudah mulai berkembang jumlah peminatnya.

Bagi pengusaha pemula, resiko akan bangkrut karena kehabisan modal adalah suatu ketakutan yang nyata.

Untuk memulai usaha, terutama usaha restoran konvensional, tentunya akan membutuhkan lebih dari sekadar modal untuk bahan pangan dan alat memasak.

Baca Juga: Ingin Memulai Usaha dari Nol Hingga Sukses? Ini 10 Tipsnya 

Restoran konvensional akan butuh pegawai, pelayan, gedung toko dengan fasilitas memadai dan lokasi strategis dengan harga yang cocok, serta perabot meja dan kursi untuk pelanggan dine-in, dan peralatan inventaris untuk keindahan toko lainnya.

Jika Anda ingin memulai bisnis restoran tetapi ingin meminimalkan penggunaan modal dari biaya-biaya tersebut, solusinya adalah bisnis cloud kitchen.

Cloud kitchen adalah sebuah dapur kolektif yang terdiri atas berbagai macam restoran. Ingin tahu lebih banyak mengenai bisnis cloud kitchen dan potensinya di Indonesia? Simak artikel ini!

Apa itu Cloud Kitchen?

7 Tips Membuka Bisnis Cloud Kitchen di Indonesia

Cloud kitchen sering juga disebut sebagai dapur satelit atau ghost kitchen. Cloud kitchen adalah restoran dengan konsep yang hanya menawarkan jasa delivery saja dan tidak menyediakan fasilitas makan di tempat.

Di dalam dapur satelit tersedia ruang kerja berupa dapur besar dengan fasilitas lengkap yang bisa digunakan untuk memasak macam-macam menu dari berbagai restoran.

Konsep dapur di dalamnya mirip dengan konsep co-working space yang memang sedang populer belakangan ini.

Dengan menggunakan konsep ini, proses pengantaran makanan ke pelanggan akan relatif lebih singkat dibanding dengan pemesanan di restoran konvensional.

Restoran yang menggunakan konsep cloud kitchen juga biasanya menyediakan layanan delivery yang langsung dilakukan oleh pihak restoran.

Restoran cloud kitchen juga biasanya bekerja sama dengan layanan antar pesan pihak ketiga, seperti Go-Food atau GrabFood di Indonesia.

Baca Juga: Terapkan 3 Strategi Pemasaran Ini Jika Anda Punya Restoran Baru 

Dapur satelit sebenarnya bukan konsep usaha restoran yang baru. Konsep restoran delivery ini sudah lama diaplikasikan oleh berbagai bisnis kuliner pizza.

Konsep cloud kitchen yang populer diterapkan ini pada awalnya muncul di India. Pada tahun 2003, Rebel Foods bersama Sequoia memulai bisnis pertamanya, Faasos, yang menjual ragam kuliner kebab.

Hingga saat ini, Rebel Foods memiliki lebih dari 9 brand dalam usahanya. Seiring dengan pesatnya permintaan konsumen atas layanan makanan delivery, konsep cloud kitchen pun semakin banyak diterapkan oleh pelaku bisnis kuliner.

Apa Keuntungan Menggunakan Konsep Bisnis Cloud Kitchen?

7 Tips Membuka Bisnis Cloud Kitchen di Indonesia (3)

Dapur satelit menawarkan keuntungan lebih banyak daripada restoran biasa. Salah satunya adalah minimnya biaya operasional yang dibutuhkan.

Jika Anda memulai bisnis dengan konsep cloud kitchen, Anda dapat mengurangi biaya-biaya operasional seperti sewa gedung.

Restoran konvensional tentu membutuhkan gedung usaha dengan lokasi yang strategis agar dapat menarik banyak pelanggan, tentunya biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

Baca Juga: 5 Hal Kecil Ini Bisa Membuat Restoran Cepat Saji Anda Dicintai Konsumen 

Dengan cloud kitchen, Anda bisa mengurangi aspek pilihan tempat strategis dan fokus kepada higienitasnya saja.

Usaha restoran dengan konsep cloud kitchen juga mengurangi kebutuhan tenaga kerja usaha Anda secara signifikan. Selain minimnya biaya operasional, konsep cloud kitchen ini juga membuka lebar kesempatan bagi Anda untuk bereksperimen dengan produk Anda.

Modal yang minimal membuka peluang bagi pegiat usaha untuk lebih fleksibel dalam menjual sesuatu yang inovatif. Dengan resiko yang lebih kecil, Anda bisa dengan leluasa menantang diri Anda dengan menciptakan beragam menu baru yang berkualitas tinggi.

Baca Juga: 6 Tips Ampuh Melakukan Stock Opname untuk Bisnis Kuliner Anda 

Dengan sedikitnya pengeluaran operasional serta inventaris toko, Anda dapat mengutamakan fokus Anda terhadap kualitas dan higienitas makanan yang Anda dijual.

Pelanggan juga dapat dengan mudah memesan makanan melalui jasa delivery, baik dari pihak ketiga seperti Gojek atau Grab, maupun jasa antar dari restoran itu sendiri.

Hal ini akan sangat memudahkan baik dari pihak pengusaha maupun pelanggan, yang dewasa ini juga lebih gemar memesan makanan delivery daripada harus jalan dan mengantri di restoran.

New call-to-action

Bagaimana Potensi Bisnis Cloud Kitchen di Indonesia?

memasak - katering - bisnis rumahan modal kecil

Dewasa ini, konsumen lebih marak memanfaatkan jasa delivery melalui aplikasi smartphonenya. Beberapa pengusaha restoran konvensional pun mengakui bahwa mereka mengalami penurunan jumlah pelanggan yang datang ke tempat untuk makan dan lebih banyak menerima delivery.

Baca Juga: Perlukah Standardisasi Menu Restoran? Baca 5 Alasannya Berikut Ini 

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen lebih memilih untuk menunggu makanannya sambil melanjutkan aktivitas dibanding menyisihkan waktu untuk jalan dan mengantri untuk mendapat makanannya.

Maka dari itu, bagi Anda yang ingin memulai usaha restoran dengan modal yang minim, membangun usaha restoran dengan konsep cloud kitchen di Indonesia bisa menjadi titik awal yang baik untuk memulai bisnis Anda.

Selain modal yang minimal, Anda juga bisa banyak bereksperimen dengan menu yang akan Anda tawarkan kepada konsumen Anda dengan resiko yang lebih rendah dibanding restoran konvensional.


Strategi Apa yang Harus Anda Utamakan dalam Bisnis Cloud Kitchen?

1. Rekrut staf dan koki berpengalaman

membuat resep sendiri dengan menghubungkan ke aplikasi kasir atau aplikasi gudang - dapur - cloud kitchen

Masalah dan komplain yang kerap didapat dari bisnis cloud kitchen ini adalah masalah cita rasa makanan yang tidak sesuai.

Karena bisnis cloud kitchen ini berupa dapur besar dengan gabungan berbagai menu dari restoran yang berbeda, tenaga koki yang dipekerjakan harus mampu mempertahankan kualitas dan cita rasa makanan yang dihasilkan.

Jika Anda memilih konsep cloud kitchen untuk usaha Anda, otomatis membuat makanan Anda lah satu-satunya bukti dari kualitas usaha Anda terhadap konsumen.

Maka dari itu, Anda perlu memaksimalkan kualitas makanan restoran Anda, baik dari segi cita rasa dan kebersihan makanan, maupun dari segi penyajian maupun pengemasan makanan delivery Anda.

2. Utamakan kebersihan

7 Tips Membuka Bisnis Cloud Kitchen di Indonesia (2)

Selain masalah cita rasa makanan, komplain atas kebersihan juga salah satunya. Beragam restoran dalam satu tempat tentu akan membuat lingkungan kerja semakin sibuk dan padat.

Agar proses memasak pesanan lebih baik, berkualitas, dan kondusif, menjaga kebersihan menjadi hal yang penting diterapkan di restoran cloud kitchen Anda.

Baca Juga: 3 Tips Memilih Supplier yang Baik untuk Membangun Bisnis Kuliner Anda 

Faktanya, tidak sedikit cloud kitchen di luar negeri yang menerima komplain masalah kebersihan makanan maupun kemasan. Maka dari itu, selain tenaga koki yang profesional, dibutuhkan juga tenaga kerja yang mampu mengawasi dan menjaga kebersihan restoran cloud kitchen Anda dengan baik.

3. Monitor persediaan bahan baku makanan

mengecek ketersediaan bahan baku makanan di gudang - manajemen inventaris bisnis

Setelah memilah juru masak dan pegawai kebersihan dengan baik, Anda juga harus fokus terhadap pencatatan suplai bahan baku restoran cloud kitchen Anda.

Dapur besar dari berbagai restoran berada dalam satu tempat tentu beresiko besar dalam kontrol bahan baku dan produksi makanannya juga. Maka dari itu pencatatan suplai bahan baku makanan setiap restoran harus terdata secara teratur dan tidak boleh sampai tercampur.

Baca Juga: Moka Fresh, Solusi Kesulitan Bahan Baku Bisnis F&B Anda 

Hal ini juga termasuk sebagai cara dalam mempertahankan cita rasa setiap masakan restoran dengan tetap menggunakan bahan-bahan yang benar atau sesuai dengan cita rasa aslinya.

4. Gunakan aplikasi kasir terintegrasi

aplikasi kasir moka - transaksi pembelian

Untuk menerapkan poin-poin di atas, Anda akan sangat membutuhkan sistem kasir yang rapi dan terintegrasi.

Selain itu, Anda juga akan menerima banyak pesanan dari berbagai macam layanan, baik itu melalui layanan delivery dari restoran Anda, maupun melalui jasa delivery pihak ketiga seperti GoFood dan GrabFood.

Dengan banyaknya restoran dan sumber pemesanan yang dihadapi oleh restoran cloud kitchen, pendataan pesanan juga akan sangat padat dan sibuk.

Baca Juga: 5 Alasan Perkasiran Adalah Kunci Sukses untuk Bisnis Restoran Anda

Tidak hanya saluran pemesanannya saja yang beda. Jika Anda menggunakan jasa delivery pihak ketiga, maka akan ada perbedaan harga yang nantinya akan dipotong untuk pembayaran jasa antar tersebut.

Kebayang, kan betapa sulitnya jika pencatatan pesanan tidak diotomatisasi dengan kasir yang rapi dan terintegrasi?

Akan sangat sulit bagi Anda untuk memproses pesanan serta mengawasi pesanan yang masuk dari channel maupun restoran yang berbeda. 

Untuk memudahkan bisnis cloud kitchen Anda, aplikasi kasir Moka merupakan pilihan yang tepat. Dengan penggunaan mesin kasir terintegrasi seperti Moka, pemasukan serta potongan yang harus Anda bayar akan tercatat dengan rapi tanpa perlu rekap secara manual yang rentan kesalahan dan melelahkan.

Inventaris suplai bahan baku tiap brand makanan pun dapat diatur dengan baik dengan Moka. Anda bisa mencatat segalanya dengan rapi sembari memperhatikan inventaris bahan baku Anda dengan real time sesuai kebutuhan, di mana saja dan kapan saja.

Baca Juga: Hadir sebagai Solusi Bisnis Layanan Profesional Anda, Moka Tawarkan 5 Fitur Premium Ini

Mau tahu kemudahan dan keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan Moka? Anda bisa coba untuk 14 hari tanpa kontrak, tanpa kartu kredit. Yuk, atur bisnis dan inventaris Anda dengan lebih efisien!

Coba Gratis 14 Hari

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia