How-To Productivity

Cara Desain Menu Makanan untuk Tingkatkan Profit Bisnis Kuliner

By Hangga Nuarta on March, 18 2019
Hangga Nuarta

Bisnis kuliner tidak pernah kehilangan peminat, baik dari sisi pelaku bisnis maupun konsumen. Pasalnya, makanan sendiri sesungguhnya merupakan kebutuhan pokok setiap manusia sehingga orang akan selalu mencarinya. Di sisi lain, adanya pergeseran gaya hidup lebih modern membuat orang-orang menjadi lebih sering memuaskan lidah dan memenuhi perut di luar rumah.

 

Desain Menu Makanan Sering Diabaikan

menu makanan sering diabaikan

Photo by Lanty on Unsplash

Sejelas yang dapat Anda saksikan sendiri di lingkungan sekitar, pelaku bisnis ini pun sama sekali tidak sedikit. Persaingannya sangatlah ketat, mulai dari depot sederhana hingga restoran fine dining yang mahal. Namun, tidak banyak yang tahu, salah satu kunci untuk bisa memenangkan persaingan ini adalah melalui desain menu makanan.

Lho, kok bisa?

Tentu saja. Seperti manusia, buku menu juga berhubungan dengan psikologis seseorang, lho. Mulai dari penataan letak, pemilihan warna, hingga penggunaan nama menu rupanya memberikan efek yang begitu signifikan terhadap pilihan pelanggan dan potensi keuntungan yang akan Anda peroleh, lho!

 

Cara Desain Menu Makanan untuk Meningkatkan Keuntungan

 cara desain menu makanan

Photo by Fancycrave on Unsplash

Untuk itu, bila Anda berniat melakoni usaha kuliner, jangan membuat desain menu makanan dengan asal-asalan. Cobalah untuk ‘mengarahkan’ konsumen pada menu yang Anda anggap menguntungkan melalui beberapa cara sebagai berikut.

Baca juga: Tips Membuat Nama Toko yang Menarik Beserta Contohnya

 

Menyesuaikan Tema dengan Interior

sesuaikan desain menu dengan interior

Photo by Nicola Fioravanti on Unsplash

Zaman sekarang, bisnis kuliner mulai dari kafe kekinian hingga restoran keluarga biasanya telah dikonsep dengan tema tertentu. Sesungguhnya, tema-tema spesifik ini menjadi salah satu nilai tambah lainnya untuk menarik perhatian konsumen. Terlebih mengingat kebiasaan masyarakat zaman kini yang tak hanya menjadikan tempat makan sebagai tempat untuk mengisi perut saja, keunikan interior juga biasanya menjadi pertimbangan meski tidak terlalu besar porsinya.

Nah, tidak ada salahnya jika Anda pun memberikan desain menu makananan yang selaras dengan tema bangunan. Paling tidak, keunikan buku menu makanan yang Anda berikan juga menarik atensi konsumen yang kemudian akan mengunggahnya ke media sosial. Tentu, cara ini akan memudahkan Anda di sisi pemasaran dengan target yang lebih luas secara lebih efisien.

 

Melengkapi Deskripsi Menu Lengkap dan Harga

lengkapi menu dengan harga

Photo by Katarzyna Grabowska on Unsplash

Setiap tempat makan mempunyai resep yang berbeda. Seperti contoh, nasi goreng special di restoran A misalnya, boleh jadi komposisi bahan yang digunakan berbeda dengan nasi goreng yang disajikan di restoran lainnya. Untuk itu, jangan ragu untuk menuliskan detail atau deskripsi dari menu yang Anda tawarkan.

Di samping itu, konsumen juga butuh tahu harga makanan yang akan dipilihnya. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen akan memutuskan untuk datang kembali ke tempat Anda atau tidak. Dalam kata lain, boleh dibilang transparansi harga ini juga menimbulkan kepercayaan dan rasa ‘aman’ bagi konsumen. Lagipula, sangat sayang bukan, bila konsumen batal memilih tempat Anda hanya lantaran tidak adanya kejelasan harga?

Oh ya, bicara soal harga, ada baiknya Anda juga membuat variasi harga dengan lebih sederhana. Seperti contoh, menggunakan Rp27.258,00 akan lebih merepotkan dibandingkan Rp27.000,00. Sssst, selain itu, angka yang ditulis bulat juga rupanya memberikan efek yang lebih elegan dan eksklusif.

Baca juga: 16 Bisnis Waralaba yang Bisa Anda Mulai dengan Modal Hanya 6 Jutaan

 

Mengatur Tata Letak Menu

mengatur tata letak menu

Photo by Natalia Ostashova on Unsplash

Desain menu makanan berikutnya adalah dengan mengatur peletakan setiap menu. Sekarang, coba posisikan diri Anda sebagai seseorang yang akan memesan makanan di sebuah tempat dan tengah membuka buku menu. Tidakkah pandangan Anda akan lebih dulu tertuju pada menu yang tertulis di bagian tengah sebelum kemudian beralih ke sisi lainnya.

Menurut Aaron Allen, seorang konsultan restoran yang juga menuliskan berbagai trik soal desain menu makanan dalam The Psychology of Menu Design, mata manusia cenderung akan lebih tertuju pada menu yang diletakkan di tengah buku menu. Baru setelah itu, pandangan akan beralih ke sisi atas kanan dan kiri. Melalui ini, pastikan Anda meletakkan menu-menu yang paling menguntungkan di daerah yang sudah disebutkan sebelumnya.

Di samping itu, peletakan menu juga bisa disusun dengan memerhatikan unsur biaya yang ditawarkan. Seperti contoh, bila Anda meletakkan menu yang lebih mahal di sisi atas, otomatis konsumen akan menganggap bahwa menu-menu yang disusun setelahnya mempunyai harga yang lebih murah.

 

Menggunakan Foto yang Menarik dan Representatif

menggunakan foto menu yang representatif

Photo by Josh Bean on Unsplash

Sebagai makhluk visual, selera makan pun akan lebih mudah dibangkitkan melalui bantuan sebuah gambar. Sebuah studi pun menunjukkan bagaimana hubungan antara foto yang digunakan dalam sebuah buku menu dapat menguntungkan bisnis. Pada riset yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa penelitian dari Iowa State University, terlihat bahwa menu makanan yang dilengkapi dengan foto mengalami peningkatan penjualan hingga mencapai 30%.

Secara psikologis, keberadaan foto akan membantu konsumen untuk membayangkan makanan tersebut. Karena itu, jangan ragu untuk menempatkan gambar-gambar apik yang merepresentasikan menu Anda. Ambillah gambar secara profesional (bukan ala kadarnya yang tidak mengindahkan estetika, komposisi, pencahayaan, dan sebagainya) menggunakan menu yang memang Anda sajikan di dapur.

Tenang, tidak semua menu harus dilengkapi dengan foto, kok. Paling tidak, Anda bisa menonjolkan beberapa menu favorit atau terbaik Anda dengan menggunakan foto yang sesuai. Hanya saja, perlu diingat, jangan sampai menu yang Anda sajikan di atas meja berbeda terlalu jauh dengan apa yang terlihat di foto seperti garnish yang ternyata dibuat asal-asalan, ukuran yang lebih sedikit, dan lain-lain.

 

Memilih Warna yang Pas

memilih warna menu yang pas

Photo by Stella De Smit on Unsplash

Seperti yang disebutkan sebelumnya, desain menu makanan pada sebuah tempat makan juga memberikan pengaruh terhadap psikologi konsumen. Penyusunan menu akan mendorong seseorang untuk membuat keputusan tertentu

Pun soal warna, orang kerap akan memaknainya lebih jauh hanya dari sekadar permainan tinta. Berdasarkan beberapa studi, ditemukan bahwa warna oranye merupakan warna yang kerap memunculkan selera makan seseorang. Sementara itu, warna hijau cenderung memberikan kesan yang segar, merah adalah pemicu makanan yang paling menguntungkan bagi bisnis kuliner Anda, dan kuning untuk menarik perhatian konsumen.

Baca juga: 28 Ide Usaha Kreatif yang bisa Anda Rintis dengan Modal Minim di 2019!

 

Menamai dengan Unik dan Variasi di Tiap Halaman

gunakan nama menu yang unik

Photo by Sebastian Brennes on Unsplash

Kalau diperhatikan, semakin banyak saja ya, pemain bisnis kuliner baru yang hadir dengan penamaan menu yang unik? Tidak bisa dimungkiri pula, keunikan seperti ini juga membangkitkan rasa penasaran konsumen terhadap apa yang nanti akan dia peroleh. Untuk itu, cobalah untuk mulai menamai menu yang akan Anda tawarkan dengan ide yang tidak biasa.

Oh ya, menempatkan jumlah menu dalam setiap bagian buku menu makanan juga perlu diperhatikan. Masih menurut Aaron, pemilik restoran yang cerdas hanya akan menampilkan tujuh menu di setiap bagian. Angka ini merupakan angka yang tepat bagi konsumen untuk mempelajari berbagai pilihan yang ada tanpa merasa terlalu banyak pilihan yang justru akan membuat Anda mungkin saja kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan maksimal.

Nah, itulah beberapa cara membuat desain menu makanan yang bisa Anda pertimbangkan untuk membantu meningkatkan profit bisnis kuliner yang dijalani. Hmmm… ternyata tidak semudah yang dikira, bukan?

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia