Business Insight

6 Tips Memulai Butik Kecil di Rumah untuk Pebisnis Pemula

By Yovita on September, 7 2022

Bisnis fashion beberapa tahun terakhir cukup ramai di Indonesia, salah satunya hadir dalam bentuk bisnis butik kecil di rumah. Selain menguntungkan, bisnis fashion juga disebut-sebut sebagai salah satu jenis usaha yang tak akan pernah mati, sama halnya seperti bisnis kuliner. Sebab, semua orang pasti memerlukan pakaian atau fashion untuk aktivitas sehari-hari.

Bisnis fashion di tanah air pun pada tahun 2020 lalu menyumbang kontribusi hingga 6,76% terhadap PDB industri di sektor pengolahan nonmigas. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis fashion dengan membuka butik kecil di rumah, ada baiknya simak penjelasannya, mulai dari keuntungan, peluang usaha, tips memulai usaha, dan bagaimana cara menata barang jualan yang baik di butik Anda.


5 Keuntungan Membuka Bisnis Fashion

thrift store 2 - butik kecil di rumah

Ada banyak keuntungan membuka bisnis fashion, termasuk butik kecil di rumah. Secara garis besar, ada lima keuntungan utama yang bisa didapatkan apabila bisnis fashion dapat dikelola dengan baik, mulai dari menarik banyak peminat hingga peluang untuk memulai dengan dengan modal minim sekalipun.

1. Tahan lama

Keuntungan pertama yang bisa dirasakan adalah bisnis di bidang fashion cenderung lebih tahan lama bila dibandingkan bisnis lainnya. Sebut saja perbandingannya dengan bisnis makanan yang sangat terbatas. Maksudnya, makanan cenderung rentan rusak atau memiliki masa kedaluwarsa yang singkat. Oleh karena itu, stok makanan harus segera dihabiskan.

Hal ini sangat berbeda dengan bisnis pakaian yang tahan lama karena tidak mudah rusak. Jadi, Anda pun tak perlu khawatir jika produk terjual cukup lama atau tidak langsung habis dalam sekali jual. Meski begitu, Anda tetap wajib memastikan dan mengecek kondisi pakaian agar selalu baik, layak pakai, dan masih layak untuk dijual.

Baca Juga: 11 Cara Memulai Bisnis Fashion dari Rumah

2. Peminat banyak

Kedua, tren bisnis fashion tak pernah sepi peminat, baik untuk kaos, baju, celana, tas, topi, dan aksesoris lainnya. Hal itu karena fashion saat ini menjadi kebutuhan pokok seseorang untuk aktivitas sehari-hari mereka, mulai dari untuk bekerja, bersantai, maupun mengikuti tren fashion yang ada.

Apalagi jika Anda memiliki pangsa pasar yang luas dan telah tersegmentasi dengan baik. Misalnya, khusus menerima pesanan seragam untuk sebuah perusahaan. Peminat fashion pun tidak terbatas usia dan jenis kelamin. Tentu ini merupakan pangsa pasar yang potensial dan menguntungkan, bukan?

3. Distribusi mudah

Keuntungan ketiga menjalani bisnis fashion atau butik kecil di rumah adalah pendistribusian barang yang mudah. Produk pakaian tidaklah memerlukan perlakuan khusus saat pengiriman barang. Hanya saja perlu pengemasan yang tertutup rapat agar tidak rusak seperti terkena debu, air, dan lainnya.

Bandingkan dengan pendistribusian untuk makanan dan minuman yang sangat rentan. Anda pun perlu ekstra berhati-hati dalam memastikan barang agar sampai ke penerima tanpa kurang satu apa pun. Ini berbeda dengan produk fashion yang bisa kapan saja diterima tanpa khawatir barang rusak atau kedaluwarsa.

Baca Juga: 6 Tantangan Bisnis Fashion Pria dan Wanita dan Cara Mengatasinya

4. Sarana penjualan beragam

Keempat, bisnis di bidang fashion memiliki banyak sarana penjualan. Anda bisa menjalankannya secara offline seperti butik kecil di rumah atau secara online melalui marketplace, media sosial, ataupun website. Bahkan, Anda dapat menjalankan kedua metode tersebut secara bersamaan.

Apalagi saat ini banyak peluang melakukan penjualan melalui media sosial yang menyediakan marketplace sendiri. Misalnya saja seperti TikTok Shop, Instagram, Facebook, dan sebagainya. Di samping itu, media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk sarana promosi yang efektif dan tidak memerlukan biaya yang besar.

5. Bisa dimulai dengan modal mini

Kelima, Anda pun dapat memulai bisnis fashion dengan modal minim sekalipun. Salah satunya adalah dengan membuka thrift store. Secara sederhana, pakaian thrift ini adalah baju bekas namun masih memiliki kualitas bagus. Selain murah, thrift store juga sebagai solusi dari limbah fashion dan mengurangi penggunaan fast fashion.

Fast fashion adalah fenomena “membuang” pakaian yang sebenarnya masih bagus karena sudah tidak tren lagi. Selain merugikan lingkungan, hal ini juga membuat masyarakat semakin konsumtif. Di sini, keberadaan thrift store bisa menjadi sebuah solusi.

Thrift store sendiri memiliki perbedaan dari preloved. Walaupun sama-sama barang bekas, istilah preloved lebih sering digunakan untuk menjual produk fashion bekas dari brand berkelas. Meski begitu, bukan berarti barang-barang fashion thrift memiliki kualitas rendah. Keduanya sama-sama layak pakai dan berkualitas baik dengan harga yang miring.

Baca Juga: Tips untuk Pemula, ini 13 Cara Foto Baju untuk Jualan Biar Laris


Peluang Usaha Butik Kecil di Rumah

toko retail - belanja baju dan pakaian (2) - butik kecil di rumah

Membuka butik kecil di rumah untuk bisnis fashion memang menjanjikan keuntungan serta kemudahan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Nah, bagi Anda yang masih bingung jenis fashion apa yang cukup diminati masyarakat di Indonesia, berikut beberapa inspirasi produk yang dapat dijual, baik itu fashion yang sifatnya formal maupun kasual.

1. Batik

Sudah bukan rahasia lagi kalau batik adalah tren fashion yang tak akan pernah mati di tanah air. Sejak dulu sampai sekarang, baju batik masih tetap menjadi pilihan sebagian besar orang.

Bahkan, di Indonesia, sepertinya setiap orang kemungkinan besar memiliki satu baju batik dalam lemari pakaian mereka. Sebab, baju warisan budaya bangsa ini kerap dikenakan di berbagai acara, khususnya acara yang sifatnya formal, hingga menjadi seragam di instansi maupun lembaga serta perusahaan.

Tak heran jika permintaan pasar untuk baju batik ini sangat laris. Anda bisa menjual batik tulis maupun batik printing. Untuk batik tulis memang harganya cukup mahal karena proses pembuatannya yang masih tradisional. Beda halnya dengan batik printing yang menggunakan mesin dan bisa diproduksi dalam jumlah besar sekalipun.

Baca Juga: Bisnis Fashion Mandek? Simak 7 Tips Meningkatkan Penjualan Ini

2. Pakaian muslim

Selanjutnya adalah pakaian muslim. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, mengingat sebagian besar penduduk di Indonesia merupakan pemeluk agama Islam. Oleh karena itu, produk busana muslim baik untuk pria maupun wanita, sampai untuk anak-anak selalu laris-manis dibeli oleh masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, pakaian muslim kini lebih modern dan terlihat modis, apalagi untuk baju muslim anak-anak yang semakin hari semakin menarik. Ditambah lagi,  saat ini banyak influencer media sosial yang membuat konten tutorial mengenakan baju muslim yang keren sehingga tren fashion muslim di tanah air pun tak pernah surut. Terutama di waktu tertentu seperti bulan Ramadan maupun menjelang Idulfitri.

3. Pakaian big size

Fashion jenis big size juga banyak dicari, hanya saja belum banyak para pebisnis fashion yang fokus ke jenis baju satu ini. Apabila digarap dengan baik, tentu pakaian ini sangat potensial karena memiliki pangsa pasar yang besar di masyarakat.

Bentuk tubuh yang chubby bukanlah halangan untuk tetap bergaya. Bahkan, saat ini banyak masyarakat yang lebih percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Salah satunya adalah ketika mereka mengenakan pakaian yang pas. Adapun ukuran big size yang banyak dicari antara lain, XL. XXL, hingga XXXL.

Baca Juga: Intip Model Baju Lebaran 2022 Biar Bisnis Fashion Anda Laris Manis!

4. Pakaian bayi

Selain pakaian untuk orang dewasa, pakaian bayi dan anak-anak jadi tren fashion yang patut diperhitungkan untuk butik kecil di rumah. Baju untuk bayi banyak dicari meskipun si buah hati mungkin masih berada dalam kandungan. Baju bayi dan anak-anak juga banyak dijadikan untuk hadiah.

Anda dapat memilih pakaian bayi dan anak-anak dengan desain yang lucu dan menggemaskan. Lalu, pastikan bahan yang digunakan tersebut lembut dan cocok untuk kulit bayi maupun anak-anak. Dengan begitu, mereka akan lebih aman dan nyaman saat mengenakan pakaian tersebut.

5. Pakaian kerja

Pakaian kerja pun bisa dijadikan inspirasi bisnis fashion yang memiliki keuntungan menjanjikan. Di sini, Anda bisa menentukan target pasarnya adalah para pekerja dan profesional. Pakaian kerja ini biasanya meliputi kemeja, celana, dasi, dan lain sebagainya.

Anda pun dapat melengkapinya dengan fashion lainnya. Contohnya seperti sepatu, kaus kaki, tas, dan parfum. Selain menjualnya secara satuan, buatlah promo menarik seperti menjualnya dalam satu paket berisi jenis-jenis fashion tersebut untuk memudahkan konsumen.

aplikasi kasir canggih


6 Tips Memulai Butik Kecil di Rumah

Memulai bisnis fashion seperti mengelola butik kecil di rumah memang menjanjikan. Meski begitu, hal tersebut tidak bisa dilakukan tanpa memiliki perencanaan bisnis yang jelas. Oleh karena itulah, bagi Anda yang ingin membuka bisnis ini, tak ada salahnya simak terlebih dahulu beberapa tips pentingnya di bawah ini.

1. Riset pasar

Sebagai langkah awal untuk membangun bisnis fashion di rumah, lakukan riset pasar.  Tujuannya adalah untuk memudahkan perencanaan strategi Anda di kemudian hari. Adapun riset pasar ini meliputi apa yang konsumen perlukan, berapa modal yang diperlukan, dan sebagainya.

Melakukan riset pasar juga perlu mempertimbangkan harga produknya. Coba pastikan lagi harga produk yang akan dijual nantinya, apakah sudah sesuai dengan harga di pasaran atau justru terlalu mahal. Sebaiknya sesuaikan dengan demografi di lingkungan sekitar butik nantinya.

Baca Juga: Kisah 10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis Mereka dari Nol

2. Pahami target pasar dan kompetitor

Setelah melakukan riset pasar, selanjutnya Anda perlu untuk memahami siapa target pasar bisnis Anda. Target pasar ini bisa diartikan sebagai sekelompok orang yang nantinya akan membeli produk jualan Anda. Dalam memahami target pasar, pahami juga usia konsumen, referensi konsumen, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Di samping itu, pelajari juga apa yang dilakukan oleh kompetitor. Dalam bisnis, tidak ada salahnya kita melihat kompetitor. Namun, tidak harus menjiplaknya secara keseluruhan. Dengan mempelajari apa yang dilakukan kompetitor, setidaknya Anda bisa bersaing secara sehat dan tawarkan hal yang lebih untuk target konsumen.

3. Buat rencana bisnis

Rencana bisnis atau business plan adalah kunci sebuah bisnis dapat berjalan dengan baik. Rencana bisnis di sini bisa diartikan sebagai konsep dan pedoman menjalankan bisnis. Maka, dalam membuat rencana bisnis tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

Beberapa poin penting yang harus ada dalam rencana bisnis di antaranya adalah analisis pasar, produk, strategi pemasaran, analisis keuangan, hingga menjelaskan siapa bisnis Anda dan brand. Bila perlu, diskusikan pula dengan ahlinya ketika membuat rencana bisnis ini.

Baca Juga: 9 Strategi Pemasaran Bisnis Online untuk Dongkrak Penjualan

4. Buat desain pakaian yang menarik

Tahukah Anda bahwa visual menjadi hal pertama yang dilihat orang atau calon konsumen? Melalui visual, mereka bisa menilai apakah produk yang ditawarkan bisnis Anda menarik atau tidak. Jadi, agar produk lebih banyak menarik perhatian, buatlah desain pakaian yang menarik pula.

Sesuaikan desain tersebut sesuai dengan target pasar nantinya. Jangan lupa untuk selalu mengikuti tren yang sedang menjadi pembicaraan dan banyak dikenakan orang. Semakin up-to-date desain yang Anda buat, maka hal itu akan meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli dan mengenakan produk Anda.

5. Gencar promosi media sosial

Setelah Anda menyiapkan desain produk serta menentukan target pasar dan konsumen, penting juga untuk melakukan promosi. Satu hal yang perlu diingat, sebagus apa pun produk dari segi desain dan kualitas, akan kurang jika tidak memiliki promosi yang baik.

Menjalankan bisnis butik kecil di rumah pun harus tetap disertai dengan promosi, khususnya promosi di media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga WhatsApp. Selain murah dan lebih cepat, promosi di media sosial juga lebih efektif sebab Anda bisa menjangkau pasar yang lebih luas. 

6. Lengkapi dengan alat-alat penunjang

Sebagian orang menginginkan belanja yang cepat secara online. Namun, tak jarang sebagian lainnya menginginkan pengalaman berbelanja langsung di butik Anda. Oleh karena itu, lengkapilah butik dengan peralatan penunjang, seperti rak pakaian, meja display, hingga manekin untuk memajang produk jualan.

Peralatan penunjang di sini juga termasuk menyediakan metode pembayaran di tempat. Di sini, penting bagi Anda untuk menyediakan perangkat yang bisa menerima transaksi dari berbagai channel pembayaran. Sebab, tiap pelanggan bisa saja menggunakan metode pembayaran yang berbeda.

Sebagai solusi pembayaran, Anda bisa menggunakan aplikasi Point of Sales dari Moka POS untuk kenyamanan bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman. 

Baca Juga: Laris Manis Bisnis Fashion, Ini 5 Ide Kata-kata Promosi Jualan Baju


Tips Tata Ruang Butik Kecil di Rumah

Salah satu aspek yang harus Anda perhatikan dalam menjalankan bisnis fashion butik kecil di rumah adalah tata ruang. Tata ruang yang baik dan teratur akan membuat konsumen betah berlama-lama di butik Anda, bahkan tak jarang nantinya mereka akan membeli lebih dari satu produk saja. Di sisi lain, Anda juga tidak akan kesulitan mencari stok barang yang dicari oleh pelanggan. Berikut tips penataan ruang yang bisa Anda terapkan.

1. Optimalkan pencahayaan dalam ruangan

Pertama, optimalkan tata pencahayaan di dalam ruangan butik kecil di rumah Anda. Apabila cahaya kurang terang, tentu akan berdampak pada calon pembeli. Mereka pun merasa tidak nyaman, menganggap toko sempit, dan terkesan kurang terawat. Selain memanfaatkan jendela untuk menghasilkan pencahayaan alami yang cukup, Anda juga bisa menggunakan lampu track, sconce, maupun lampu gambar untuk pencahayaan optimal.

Baca Juga: Perhatikan 8 Cara Foto Produk Baju ini Agar Jualan Fashion Makin Laris

2. Dukung dengan warna cat yang tepat

Kedua, Anda bisa memainkan psikologi warna di butik. Salah satunya dengan memilih warna cat yang tepat. Disarankan, untuk warna dinding pilihlah warna terang agar memberikan kesan yang meriah. Terapkan pada bagian dinding tertentu agar terlihat lebih luas. Agar semakin hemat dan mudah mengganti warna, alternatifnya adalah menggunakan wallpaper yang mudah diganti.

3. Perhatikan penyusunan produk

Tips yang ketiga, jangan lupa untuk memperhatikan penataan dan penyusunan produk. Agar lebih mudah dilihat dan menarik perhatian konsumen, susunlah produk sesuai jenis dan warnanya. Anda juga bisa menerapkan pola vertikal untuk menyusun barang. Gantungkanlah barang tersebut mulai dari atap sampai ke lantai. Untuk perabot, usahakan memiliki warna natural. Misalnya warna cokelat, putih, dan hitam agar konsumen lebih fokus pada produk yang ditawarkan.

Baca Juga: 7 Cara Memulai Bisnis Online Terlengkap Bagi Pemula

4. Gunakan rak pembatas

Agar butik kecil di rumah lebih nyaman, tips keempat adalah gunakan rak pembatas. Dengan rak pembatas, nantinya Anda lebih mudah ketika menentukan pembagian space, termasuk dalam membagi bagian-bagian ruangan untuk produk-produk tertentu. Di sini, Anda bisa memilih rak pembatas dengan ukuran yang sesuai. Hindari rak yang tidak terlalu besar karena bisa membuat ruangan terlihat lebih sempit. 

5. Tambahkan cermin 

Selain menggunakan rak pembatas, Anda bisa menambahkan cermin. Fungsi cermin di sini tidak hanya sebagai pemanis ruangan, tapi juga untuk memberikan kesan yang lebih luas di butik kecil Anda. Adapun pemasangannya adalah di area dinding tertentu atau bisa menggunakan penyangga khusus dan disesuaikan dengan ukuran tempatnya.

6. Selalu jaga kebersihan

Tips keenam ini mungkin terlihat sederhana, namun sebenarnya sangat penting, yakni menjaga kebersihan butik. Hal ini berpaku pada produk-produk yang dijual maupun di setiap sudut butik. Bersihkanlah dengan teratur setiap hari agar terhindar dari debu dan kotoran. Lalu, Anda dapat mengepel lantai agar ruangan butik terlihat bersih dan wangi demi kenyamanan pengunjung dan konsumen.

7. Dekorasi ulang secara berkala

Jika semua tips di atas sudah diterapkan, maka yang terakhir adalah menjadwalkan dekorasi ulang untuk butik kecil di rumah Anda. Pastikan untuk melakukan dekorasi ruangan setiap beberapa waktu sekali agar butik tetap terlihat terawat dan tentunya sesuai tren terkini. Jangan lupa untuk menata ulang display produk-produk yang ditampilkan agar butik terlihat selalu up-to-date dengan produk-produk baru yang diinginkan oleh konsumen.

Baca Juga: 5 Cara Membeli Baju Bekas dari Luar Negeri


Setelah membaca ulasan di atas, kini saatnya Anda mulai membuka butik kecil di rumah sebagai bisnis fashion yang menjanjikan. Selain tempat, pastikan pelayanan yang diberikan juga prima. Misalnya saja dengan menyediakan aplikasi point of sales dari Moka POS.Tak hanya menghadirkan sistem pembayaran yang lebih aman dan nyaman, aplikasi Moka POS juga mampu mencatat transaksi secara otomatis. Tentu saja, hal ini akan memudahkan Anda dalam melakukan rekap serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan transaksi akibat human error. Untuk coba gratis Moka POS, klik di sini!

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia