Leadership Productivity PribadiLebihBaik

Santai Libur Lebaran Tapi Tetap Produktif? Baca 5 Buku Inspiratif Ini

By Himawan Pradipta on June, 1 2019
Himawan Pradipta

Copywriter di Moka Indonesia.

buku bagus untuk isi waktu luang

Membaca buku di bulan Ramadhan tidak hanya memiliki banyak manfaat bagi para pelaku usaha. Waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka puasa menjadi waktu yang tepat untuk membaca buku. Hitung-hitung, aktivitas ini bisa Anda lihat sebagai nilai ibadah daripada melakukan hal-hal lain, misalnya bergosip atau membicarakan hal-hal yang kurang berfaedah. Sebagai pelaku bisnis, Anda bisa memilih topik yang berhubungan dengan tips-tips mengembangkan bisnis atau menyenangkan pelanggan dan karyawan Anda.

Lalu, mengapa membaca buku penting bagi para pebisnis di bulan suci ini? Selain mendapatkan banyak inspirasi, Anda juga bisa menambah ilmu yang sudah Anda miliki. Ini adalah proses penting untuk mengembangkan diri Anda sendiri sebagai sebuah wirausahawan. Lebihnya lagi, dengan ilmu yang Anda dapatkan ini, Anda bisa mengobrol bersama orang lain atau orang baru dengan lebih luwes. Dengan kata lain, Anda tidak ketinggalan pembicaraan ketika orang lain membahas topik tertentu. Nah, sudah penasaran buku-buku apa saja yang bisa Anda jadikan pilihan untuk menjadi teman pengisi waktu luang libur lebaran Anda?

Berikut adalah 5 buku yang wajib Anda baca bagi para pelaku usaha:

 

1. Disrupt Yourself oleh Jay Samit

buku bagus untuk isi waktu luang

Buku pertama dalam daftar kami adalah Disrupt Yourself karya Jay Samit. Dalam buku ini, Samit membahas apa yang disebutnya sebagai disruptive business, di mana terdapat kecenderungan bahwa pergerakan dalam dunia bisnis sangatlah cepat dan selalu berubah dalam kurun waktu yang relatif singkat. Misalnya, bisa saja tahun lalu terdapat model bisnis yang sedang berkembang di masyarakat. Namun, tahun depan belum tentu model tersebut juga sama berkembangnya saat tahun lalu dan tergantikan dengan model bisnis baru. Itulah mengapa, Samit menyarankan, agar kita mampu menciptakan personal disruption, yang berarti adalah memaknai nilai-nilai dan pandangan pribadi terlebih dahulu sebelum memaknai nilai-nilai bisnis yang akan dibuat atau dibangun.

Buku ini cocok bagi Anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau baru saja memulai bisnis. Mengutip opini dari para tokoh publik seperti Jim Carrey, Hiraki Aoki, dan Tony Hsieh (CEO Zappos), Smit dengan luwesnya menekankan pentingnya penilaian terhadap diri sendiri untuk bisa bertahan di dunia bisnis yang bergerak serba cepat. Tanpa penilaian terhadap diri sendiri yang matang dan penuh perhitungan, akan sulit bagi pelaku bisnis untuk memahami betul-betul apa yang dibutuhkan bisnis saat ini, yaitu kemampuan untuk membaca situasi diri sendiri dan tidak terbawa dengan arus yang bisa mengalir seiring dengan perkembangan atau justru menyeret tak tentu arah.

 

2. Thinking Fast and Slow oleh Daniel Kahneman

buku bagus untuk isi waktu luang

Dalam buku yang dianggap best-seller menurut New York Times ini, Kahneman membahas mengapa tidak semua orang bisa membangun ketegasan. Banyak orang yang terhimpit waktu yang terbatas dan dihadapkan pada sebuah situasi yang pelik, namun mereka tidak mampu membuat batasan yang jelas bagi diri mereka sendiri. Sejauh apa mereka bisa mengatakan tidak dengan halus? Kahneman kemudian mengatakan bahwa dampak yang terjadi dan sering dirasakan oleh orang-orang seperti ini adalah mereka mengulur waktu, terlalu banyak menghadapi risiko, dan pada akhirnya, lamban bergerak. Salah satu cara mengatasinya adalah, lanjutnya, dengan tidak melupakan bahwa manusia adalah makhluk yang bernaluri dan penuh rasionalisasi.

Dari kacamata bisnis, tentu jalan keluar tersebut bisa digunakan untuk menghadapi berbagai risiko dan tantangan yang mungkin muncul. Entah itu saat baru memulai membangun bisnis atau berada di persimpangan untuk meneruskan toko atau menutupnya saja. Buku ini mengajarkan untuk pandai-pandai mencari waktu untuk berhenti sejenak dan membaca situasi. Terlepas dari beban kerja yang berat dan banyaknya keputusan sulit yang harus diambil, penggiat bisnis harus bisa berhenti untuk bernapas dan berpikir: apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam kepala saya? Dengan membaca situasi yang terjadi dengan baik, penggiat bisnis tentu akan mudah mengatasi masalah dan membuat solusi yang tidak tergesa-gesa.

 

3. Driven to Distraction at Work oleh Edward M. Hallowell

buku bagus untuk isi waktu luang

Distraksi: satu kata yang bisa dikatakan tidak bisa dihindarkan di tempat kerja. Namun, tidak bagi Hallowell. Dalam buku dengan judul lengkap Driven to Distraction at Work: How to Focus and Be More Productive, ia mengatakan bahwa distraksi itu tidak terjadi begitu saja, tetapi diciptakan secara sengaja. Apa yang kita kerjakan dan seberapa banyak jumlahnya, itu akan menentukan seberapa banyak pula distraksi yang akan muncul. Jika, misalnya, Anda memiliki tugas banyak pada hari tertentu, maka semakin banyak pula distraksi yang kemungkinan akan mengganggu. Hallowell, yang juga seorang pakar di bidang Attention Deficit Disorder (ADD), menganggap distraksi sebagai salah satu penghambat dalam pekerjaan. Namun, itu bukan berarti tidak bisa dikelola. Sebagai seorang pekerja yang dihadapkan pada tugas yang banyak, adalah lebih baik untuk mengerjakan dengan konsep “satu kerjaan satu waktu" atau "one work at a time."

Dalam dunia bisnis, mungkin Anda memiliki daftar hal-hal yang harus Anda kerjakan dalam sehari. Dan bukan tidak mungkin, daftar tersebut bisa membuat Anda tertekan atau kurang semangat dalam menjalani hari. Sehingga, Anda melakukan satu tugas tersebut dengan setengah hati. Walhasil, semua pekerjaan Anda pada hari itu juga tidak selesai dengan sempurna, dan Anda meninggalkan pekerjaan rumah yang lebih banyak untuk esok hari. Hallowell kemudian menyarankan untuk fokus pada satu hal saja dalam kurun waktu tertentu. Tidak harus selesai, namun setidaknya pikiran Anda terpusat untuk mengerjakan apa yang Anda bisa pada waktu tersebut. Sehingga, di akhir hari, Anda sudah mengerjakan satu tugas sesuai kapasitas Anda, dengan sepenuh hati dan, jelas, tanpa distraksi.

 

4. Wired to Create oleh Scott Barry Kaufman & Carolyn Gregoire

buku bagus untuk isi waktu luang

Di tempat kerja, pernahkah Anda mendapati rekan kerja Anda lebih senang menyendiri dibandingkan berkumpul-kumpul? Tentu saja pernah, bukan? Lalu, apakah Anda menganggapnya “kurang gaul” atau bahkan aneh? Tunggu dulu. Dalam buku yang berjudul lengkap Wired to Create: Unravelling the Mysteries of the Creative Mind ini, Kaufman dan Gregoire mengatakan bahwa orang-orang seperti itu cenderung lebih kreatif dan lebih kritis dibandingkan mereka yang senang bersosialisasi. Mengapa demikian? Ketika seseorang bekerja dalam kesendirian, terjadi “pertentangan yang muncul” pada kesadarannya dan lamunannya. Ini membuat pikirannya bercabang dan memikirkan suatu masalah hingga ke akarnya dengan lebih cepat. Dampak lainnya adalah, ia menjadi lebih sensitif dan bisa lebih menyesuaikan diri ketika harus berhadapan dengan orang lain.

Dalam dunia bisnis, Anda mungkin akan berhadapan dengan rintangan yang tidak diduga-duga. Entah itu urusan operasional bisnis, rekan kerja yang banyak mau, atau urusan keluhan pelanggan yang tak ada habisnya. Ketika berada dalam situasi tersebut, itu mungkin pertanda bahwa Anda harus keluar dari arus dan menyendiri selama beberapa waktu. Siapa yang tahu, kesendirian Anda ini membawa angin segar terhadap pikiran Anda yang berkecamuk. Dan hasil dari kesendirian tersebut adalah jalan keluar yang mungkin Anda tidak pernah temukan atau terpikirkan sebelumnya. Jadi, ketika banyak masalah menghadang, atau saat sedang tenang, jangan pernah takut untuk menyendiri.

 

5. Job Escape Plan oleh Jyotsna Ramachandran

buku bagus untuk isi waktu luang

Apakah Anda sekarang memiliki pekerjaan penuh waktu namun ingin memulai bisnis? Atau Anda masih bingung apakah harus berhenti dari pekerjaan Anda untuk fokus memulai bisnis? Dalam buku ini, Ramachandran membahas strategi yang harus Anda ambil untuk memulai bisnis jika Anda masih berstatus sebagai karyawan tetap. Salah satu poin dalam buku ini adalah bahwa Anda harus benar-benar yakin dengan tujuan Anda sebelum memulai bisnis. Karena, jika Anda masih bingung dengan keyakinan Anda sendiri, Anda tidak akan bisa memberikan waktu dan pikiran yang tepat untuk menyusun strategi bisnis. Di akhir buku ini, Ramachandran memberikan langkah-langkah praktis bagi Anda sebelum Anda memutuskan keluar dari pekerjaan Anda dan memulai bisnis sendiri.

Jika Anda masih bingung untuk melepaskan status pekerjaan Anda untuk memulai bisnis, Anda tidak akan pernah terlambat untuk memulai. Dengan persiapan yang tepat dan matang, Anda bisa mengajukan permohonan undur diri dari perusahaan dengan cara yang elegan dan tidak menyakiti pihak perusahaan. Ini dilakukan dengan berbagai langkah yang diberikan Ramachandran untuk Anda pertimbangkan dan pada akhirnya terapkan ke kehidupan Anda. Memang tidak ada yang pernah tau bagaimana nasib bisnis Anda sendiri, namun dengan rencana strategis untuk keluar dari pekerjaan Anda, Anda memiliki langkah awal yang mantap dan kokoh.

Baca Juga: 7 Buku Inspiratif yang Harus Dibaca Perempuan Agar Sukses Berbisnis di 2019

Dari kelima buku inspiratif di atas, apakah Anda sudah siap untuk membaca sesuai dengan kebutuhan Anda? Apakah baru ingin memulai bisnis, punya beberapa cabang toko, atau justru ingin menutup bisnis, Anda punya banyak pilihan untuk memantapkan pilihan Anda. Di libur lebaran ini, mari kita asah kemampuan dan potensi diri dengan membaca berbagai buku inspiratif. Selamat membaca ya! Dan selamat libur lebaran!

Unduh juga e-book terbaru kami seputar kebiasaan berbelanja pelanggan di bulan Ramadan. Gratis!

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Footer
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia