Business Insight

Bisnis Franchise: Kenali Lebih Dekat & Pelajari Selengkapnya

By Jordhi Farhansyah on October, 21 2020
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

Bisnis Franchise: Kenali Lebih Dekat & Pelajari Selengkapnya - Franchise atau waralaba merupakan salah satu cara untuk mengembangkan bisnis dengan cepat. Skema satu ini sudah diterapkan oleh banyak bisnis dari segala industri. Mulai dari industri food and beverage sampai industri entertainment pun sudah bisa ditemukan model-model bisnis franchise. Lalu, apa itu franchise dan bagaimana cara mendirikan bisnis franchise yang sukses? Simak selengkapnya di bawah ini!


Pengertian bisnis franchise

Kisah Sukses Vancelia Wiradjaja Franchise Xing Fu Tang Indonesia 7 - bisnis franchise

Pengertian franchise atau waralaba dapat ditemukan dalam Pasal 1 angka 1 Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba, yaitu hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti menguntungkan dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Untuk bisa mendirikan bisnis franchise, Anda harus memenuhi kriteria-kriteria berikut ini:

  • Memiliki ciri khas usaha;
  • Terbukti sudah menghasilkan keuntungan;
  • Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis;
  • Mudah diajarkan dan diaplikasikan;
  • Adanya dukungan yang berkesinambungan; dan
  • Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah terdaftar.

Jika Anda tidak memenuhi kriteria-kriteria tersebut maka Anda dilarang untuk menggunakan nama franchise dalam kegiatan usaha Anda.

Dari definisi menurut hukum positif Indonesia, dapat dilihat bahwa bisnis franchise melibatkan dua pihak atau lebih. Pihak pertama sebagai pemberi franchise disebut franchisor, pihak kedua sebagai penerima franchise disebut franchisee. Keduanya akan saling terikat setelah menyepakati perjanjian franchise.

Hak franchise yang diperjanjikan bisa meliputi brand, nama, sistem, prosedur, dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. Hak tersebut dapat dinikmati oleh franchisee dalam jangka waktu tertentu dan di area tertentu. 

Satu hal yang perlu diketahui, sebelum membuat perjanjian waralaba, franchisor harus terlebih dahulu mendaftarkan prospektus penawaran franchise ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui kantor dinas yang bertanggungjawab di bidang perdagangan Provinsi DKI Jakarta atau kabupaten/kota setempat untuk bisa memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Pihak franchisee pun juga wajib mendaftarkan perjanjian franchise yang ia sepakati ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Baca juga: 11 Bisnis Waralaba Paling Menguntungkan di Indonesia


Manfaat ubah bisnis jadi franchise

Ubah Gerai Kecil Jadi Bisnis Franchise, Ini 4 Rahasia Sukses Hi Fries (3) - bisnis franchise

Mengubah bisnis menjadi franchise bisa mendatangkan beragam keuntungan bagi seorang pebisnis, antara lain:

  1. Membutuhkan lebih sedikit modal

    Mengembangkan bisnis membutuhkan modal yang tak sedikit. Namun, dengan model bisnis franchise, Anda tak membutuhkan modal yang begitu besar. Sebab, pihak franchisee dapat dibebankan tanggung jawab untuk mengumpulkan modal guna mempersiapkan infrastruktur dan alat-alat yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis franchise Anda. Dengan demikian, modal yang perlu Anda keluarkan pun jadi semakin kecil. Alhasil, risiko yang Anda tanggung sebagai franchisor juga jadi lebih kecil.

  2. Bisnis jadi berkembang dengan lebih cepat dan luas

    Membuka cabang baru biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Baik karena pendanaan yang butuh waktu, hingga kesulitan untuk membangun tim di cabang baru. Masalah-masalah ini bisa teratasi dengan menggunakan skema franchise.

    Perusahaan yang menggunakan skema franchise tak membutuhkan organisasi yang terlampau besar sehingga bisa berjalan dengan lebih gesit. Anda pun tidak perlu melakukan rekrutmen dan urusan kepegawaian lainnya untuk masing-masing cabang franchise.

    Sebab, masing-masing franchisee merupakan owner dari cabang mereka. Artinya, franchisee dapat langsung memilih lokasi cabang, menjalankan marketing, merekrut pegawai, menggaji, membuat pembukuan, dan urusan administrasi lainnya. 

  3. Sumber pemasukan tambahan

    Dalam skema franchise juga dikenal adanya franchise fee yaitu biaya yang harus dibayarkan sebagai biaya lisensi untuk menggunakan brand Anda selama jangka waktu tertentu dan biaya hak untuk menggunakan sistem bisnis khas Anda. Tak hanya itu, ada juga royalty fee yang harus dibayarkan oleh franchisee setiap bulannya. Anda sebagai franchisor berhak menentukan berapa besar royalty fee yang harus dibayarkan, namun biasanya sejumlah sekian persen dari pendapatan cabang franchise tersebut. 


Dokumen yang diperlukan untuk menjadi bisnis franchise

mempersiapkan dokumen perjanjian bisnis - bisnis franchise

Seperti yang sudah disebutkan di awal, Anda harus memiliki STPW terlebih dahulu untuk bisa mengubah bisnis Anda menjadi bisnis franchise. Untuk itu, Anda harus mengajukan permohonan pendaftaran kepada pejabat penerbit STPW di kantor dinas yang bertanggungjawab di bidang perdagangan Provinsi DKI Jakarta atau kabupaten/kota setempat dengan mengisi formulir yang bisa Anda temukan dalam Lampiran III A-2 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba.

Formulir pengajuan ini juga harus disertai dengan syarat dokumen sebagai berikut:

  1. Fotokopi Izin Teknis;
  2. Fotokopi Prospektus Penawaran Waralaba;
  3. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
  4. Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan dan/atau Akta Perubahan yang telah mendapat Pengesahan dari Instansi Berwenang bagi perusahaan yang sudah berbadan hukum
  5. Fotokopi Tanda Bukti Pendaftaran HKI; dan
  6. Fotokopi KTP Pemilik/Penanggung jawab Perusahaan.

Setelah mengajukan permohonan STPW ini, Anda hanya perlu menunggu paling lama 3 (tiga) hari kerja untuk mendapatkan kepastian apakah permohonan Anda diterima atau tidak. Jika tidak diterima, itu artinya ada persyaratan yang belum Anda lengkapi dengan benar, jadi perbaiki persyaratan Anda kemudian ajukan permohonan baru. Tak perlu khawatir, pengurusan permohonan ini tidak dikenakan biaya administrasi. 

Baca juga: Kisah Sukses Vancelia Wiradjaja Franchise Xing Fu Tang Indonesia


Tips untuk ubah bisnis jadi franchise

Ubah Gerai Kecil Jadi Bisnis Franchise, Ini 4 Rahasia Sukses Hi Fries (2) - bisnis franchise

Untuk bisa menjalankan sebuah bisnis franchise yang sukses tentu tak mudah, tapi juga bukan mustahil. Oleh karena itu, agar Anda jadi lebih siap dalam membuat bisnis franchise berikut ini beberapa tips yang bisa membantu Anda. 

  1. Persiapkan perjanjian franchise yang aman bagi bisnis Anda

    Pembuatan perjanjian franchise harus jelas memuat hak dan kewajiban dari masing-masing pihak, termasuk pula penerima franchise lanjutan. Sebaiknya, dalam perjanjian franchise Anda juga memuat klausul-klausul penting seperti klausul kerahasiaan dan klausul non-kompetisi.

    Ingat, sistem bisnis yang sudah Anda ciptakan merupakan rahasia dagang Anda. Jangan sampai pihak franchisee membocorkan rahasia tersebut untuk kepentingan dirinya atau orang lain. Meskipun sudah menandatangani perjanjian, tetap saja ada franchisee cerdik yang mengembangkan bisnis franchise baru berdasarkan sistem bisnis yang sudah Anda lisensikan. Inilah alasan kenapa klausul non-kompetisi itu penting.

    Dengan klausul non-kompetisi, franchisee Anda tidak bisa melaksanakan kegiatan yang sama atau mirip, baik langsung ataupun tidak langsung menjadi kompetitor Anda. Jadi, bisnis Anda bisa lebih aman.

  2. Matangkan konsep dan sistem bisnis Anda

    Franchise bertumpu pada sistem bisnis yang unik dan terbukti menguntungkan, serta bisa diterapkan dengan mudah oleh franchisee. Untuk itu, pastikan sistem bisnis Anda sudah cukup matang sehingga bisa dijalankan oleh franchisee tanpa perlu pendampingan ketat. Sebab, jika sistem bisnis Anda ternyata kurang aplikatif, maka franchisee akan kesulitan dalam menjalankan kegiatannya, sehingga berpotensi mengganggu pendapatannya.

  3. Siapkan modul pelatihan yang mudah untuk dipahami

    Bisnis franchise juga memaksa Anda untuk melakukan transfer ilmu kepada franchisee. Anda harus mengajarkan bagaimana cara kerja yang tepat untuk bisa menjalankan sistem bisnis Anda. Untuk itu, Anda bisa menyiapkan modul pelatihan terlebih dahulu, untuk memastikan franchisee berada dalam pemahaman yang sama dengan Anda.

    Anda bisa mensyaratkan franchisee mengikuti pelatihan terlebih dahulu, dan memberikan semacam ‘ujian’ untuk memastikan bahwa franchisee sudah cukup paham dan bisa berjalan secara independen.

    Baca juga: Ubah Gerai Kecil Jadi Bisnis Franchise, Ini 4 Rahasia Sukses Hi Fries
  4. Wajib memiliki standar dan quality control

    Satu hal yang sering membuat pengusaha ragu-ragu untuk mengubah bisnisnya menjadi franchise adalah sulitnya mengatur kualitas produk yang dibuat oleh franchisee. Masalah ini ditemui oleh hampir semua bisnis franchise, apa pun industrinya. Contohnya, dalam industri food and beverages, banyak franchisee yang tidak mengikuti standar dari franchisor semata-mata karena untuk meningkatkan margin pendapatannya. Dampaknya, kualitas produk pun menurun drastis. Kalau ini sampai terjadi, konsumen tidak akan peduli siapa franchisee-nya, tapi Anda sebagai pemilik brand yang akan jadi sasaran keluhan.

    Oleh karena itu, di dalam perjanjian franchise sebaiknya termuat juga apa saja standar yang harus diterapkan dan mekanisme quality control yang diperlukan. Dengan demikian, Anda bisa menjaga kualitas produk dari semua cabang franchise tetap konsisten.
  5. Terapkan sistem POS yang terintegrasi untuk setiap cabang franchise

    Untuk memantau performa setiap cabang franchise dengan lebih mudah, Anda membutuhkan aplikasi kasir yang saling terkoneksi, seperti Moka POS. Sebab, aplikasi kasir Moka POS ini sudah berbasis cloud sehingga data dari cabang setiap  franchise bisa Anda akses kapan pun dan di mana pun. 

Aplikasi kasir Moka POS juga sudah cukup powerful untuk memproses data dari puluhan cabang dengan ratusan transaksi per harinya. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir soal performance-nya. Laporan penjualan dari masing-masing cabang pun sudah tersaji dalam format yang komprehensif dan mudah dipahami, sehingga membantu Anda memahami apa yang kurang dan apa yang jadi kekuatan dari masing-masing cabang franchise

Jadi, bagi Anda yang ingin memulai bisnis franchise, pastikan setiap cabang menggunakan aplikasi kasir Moka POS ya!Moka POS, Aplikasi Kasir Andalan Pebisnis di Seluruh Indonesia

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Blog Grayscale
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia