Leadership Productivity

Bagaimana Tips Menjadi Pengusaha Sukses di Usia Muda?

By Hangga Nuarta on April, 1 2019
Hangga Nuarta

Untuk menjadi pengusaha sukses, butuh komitmen dan keuletan dalam menjalani proses. Memang tidak mudah, tetapi Anda bisa melewati dengan kerja keras. Seperti kata George Soros—pelaku bisnis asal Amerika Serikat—bahwa, kesuksesan adalah milik siapa saja. Selagi mau berupaya, Anda pasti mendapatkannya.

Salah satu cara untuk mendapatkan kesuksesan dalam bisnis, yakni dengan menerapkan tips-tips di bawah ini.  

 

Meniru Tips Berbisnis Tokoh Pengusaha Sukses

Ingatkah Anda pada mendiang Bob Sadino? Tokoh ini adalah salah satu pengusaha sukses yang mengawali debutnya dari nol. Ia pernah menjadi kuli, tukang batu, karyawan, sampai akhirnya memiliki bisnis raksasa di Indonesia.

Berkaca dari perjalanan Bob Sadino, artinya ada proses yang harus dilewati untuk meraih kesuksesan. Begitu pun dengan tokoh-tokoh di bawah ini—mereka telah menjalani proses panjang sampai mencapai puncak prestasi bisnis. Melalui kisah berikut, mari simak inspirasi dan tips dari para tokoh.

Baca juga: Ingin Memulai Usaha dari Nol Hingga Sukses? Ini 10 Tipsnya

 

Profil 5 Pengusaha Sukses Top di Indonesia

Apakah Anda pernah mendengar nama Chairul Tanjung, Tahir, Arifin Panigoro, Ciputra, dan Kartini Muljadi? Tokoh pengusaha ini berhasil menginspirasi jutaan wirausaha muda melalui perjuangannya meraih kesuksesan. Kini, mereka menjadi pengusaha terkaya di Indonesia.

 

Chairul Tanjung—Anak Singkong yang Pantang Menyerah

Chairul Tanjung atau biasa dipanggil CT memulai bisnisnya dari nol. CT bukan berasal dari keluarga kaya, melainkan lahir melalui rahim seorang ibu yang hidup sederhana. Ayah CT adalah jurnalis koran dengan penghasilan tidak besar.

Sayangnya, sang ayah harus putus hubungan kerja lantaran perusahaannya bermasalah dengan pemerintahan orde baru. Kondisi itulah yang membuat CT dan keluarganya terpuruk. Padahal, CT—saat itu—sedang menempuh pendidikan.

Namun, keterpurukan tidak lantas membuat CT menyerah. Ia terus berjuang untuk belajar di bangku pendidikan formal. Akhirnya, CT berhasil melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi hingga mendapatkan gelar MBA dari Executive Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM).

Bisnis CT dimulai dari membuka toko peralatan kedokteran dan laboratorium di sekitar Pasar Senen, Jakarta. Akan tetapi, keberuntungan belum berpihak—usaha CT bangkrut.

Usai kegagalan itu, CT kembali membangun bisnis bersama beberapa temannya. Ia membuka usaha di segmen ekspor sepatu untuk anak-anak. Meski masih berpayung di perusahaan besar dan meminjam modal dari bank, bisnis CT kali ini terbilang sukses.

Kesuksesan CT dan tiga temannya perlahan terlihat. Namun, perbedaan pandangan memisahkan mereka—CT memutuskan untuk membangun bisnis sendiri. Berawal dari sini, CT mulai mencari relasi baru. Ia tak pernah memilih ataupun memandang status sosial relasinya.

Karena itu, dalam waktu singkat, CT berhasil membangun kembali bisnis yang goyah akibat keretakan tim. Kemudian, ia mendirikan Para Group dengan perusahaan induk Para Inti Holdindo.

Bangkit dari kegagalan dan terus melangkah maju, itulah yang dilakukan Chairul Tanjung. Ayah dua anak ini tak pernah takut gagal; ia selalu optimis dalam memandang setiap impian.

 

Tahir—Meraih Sukses dengan Membantu Orang Lain yang Kesusahan

Siapa sangka, sosok di balik berdirinya Bank Mayapada pernah gagal menempuh pendidikan dokter? Ia adalah Dato’ Sri Tahir, pria kelahiran 26 Maret 1952. Perjalanannya dalam memperjuangkan Bank Mayapada patut diteladani oleh generasi muda.

Selain Bank Mayapada, Tahir juga mendirikan beberapa bidang usaha di bawah payung Mayapada Group. Mulai dari TV berbayar, media cetak, bisnis properti, sampai rumah sakit.

Sebelum sukses, Tahir mengalami banyak tantangan dan rintangan. Usahanya beberapa pernah terpuruk dan nyaris bangkrut. Namun, ketulusan dan kedermawanan Tahir membuat bisnisnya terus bertahan. Sampai akhirnya, berkembang pesat.

Tahir kini menjadi orang terkaya di Indonesia. Sebagian besar hartanya disumbangkan untuk kebutuhan sosial dan kemanusiaan. Bahkan, ia mampu memberikan harta untuk bidang kesehatan sekitar 975 miliar rupiah.

Agaknya, prinsip Tahir tentang bisnis lah yang membawanya pada keberhasilan tersebut. Ia teguh hati dalam membantu orang lain. Menurut pria ini, setiap bisnis harus bermanfaat untuk sesama.

 

Arifin Panigoro—Kunci Sukses Bisnis Terletak pada 9 Komponen

Perjuangan Arifin Panigoro pada tahun 1960-an dalam membantu sang ayah sepertinya berbuah manis. Dulu, ayah Arifin memiliki toko di Jalan Braga, Bandung. Arifin muda menjadi kasir di toko sang ayah. Kebiasaan inilah yang membawa Arifin pada kesuksesan membangun Meta Epsi Drilling Company.

Meta Epsi Drilling Company (Medco) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pengeboran minyak dan gas bumi. Terlepas dari latar belakang pendidikan Arifin di Jurusan Elektro, ia berhasil mengembangkan Medco menjadi PT Medco Energi Internasional Tbk.

Melalui sebuah buku, Arifin pernah menyampaikan rahasia meraih sukses. Menurutnya, ada 9 komponen yang harus dipenuhi pengusaha ketika ingin berhasil. Komponen itu terdiri dari intuisi, kesetaraan, kepedulian, kejujuran, percaya diri, jejaring, tanggung jawab, sumber daya manusia, serta inovasi.

 

Ciputra—Berpikir dan Bertindak Kreatif saat Menemukan Peluang Bisnis

Siapa yang tidak kenal sosok Ciputra? Saat ini, Anda bisa menyaksikan kekuasaan bisnisnya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Mulai dari properti, pusat perbelanjaan, sekolah, sampai tempat wisata, semua dimiliki oleh Ciputra.

Pria kelahiran 24 Agustus 1931 itu terkenal dengan kegigihannya meraih mimpi. Ia merupakan sosok yang fokus pada bidang pendidikan sekaligus pengusaha properti paling sukses. Lantas, siapakah Ciputra sebenarnya?

Ciputra lahir dengan nama Tionghoa, Tjie Tjin Hoan. Masa kecilnya dihabiskan di Sulawesi Tengah bersama kedua orang tuanya. Namun, Ciputra kecil harus berpisah dengan sang ayah ketika berumur 12 tahun.

Ciputra  mulai meninggalkan kampung halaman usai tamat SMA. Ia pergi ke Pulau Jawa untuk belajar di Institut Teknologi Bandung. Berkat kerja keras dan kegigihan Ciputra, tepat di semester empat, ia berhasil membuka bisnis pertama di bidang konsultan bangunan.

Saat itu, Ciputra bekerja sama dengan Budi Brasali dan Ismail Sofyan. Kantor pertama Ciputra berada di garasi rumah. Meski baru membuka usaha kecil, Ciputra konsisten dan semangat menjalaninya.

Sampai akhirnya—usai lulus kuliah—Ciputra dipercaya sebagai direksi hingga umur 65 tahun. Ketika bekerja di perusahaan itulah, Ciputra memimpin pembangunan Ancol.

 

Kartini Muljadi—Kesuksesan Tergantung Seberapa Keras Usaha Anda

Kartini Muljadi adalah satu dari sekian banyak wanita di Indonesia yang berhasil masuk ke daftar orang terkaya versi Forbes. Ia lahir di Kebumen pada tanggal 17 Mei 1930. Sejak kecil, semua kebutuhan Kartini tercukupi, termasuk pendidikan.

Berangkat dari kemudahan mendapatkan pendidikan itulah Kartini mulai berpikir untuk membuka bisnis. Ia membangun kantor pengacara dan konsultan usai menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, Kartini juga mengelola bisnis keluarganya yang bernama Tempo Scan Group.

Meski sempat jatuh bangun, Kartini berhasil mencapai puncak karier. Kesuksesan karier Kartini Muljadi pun membawanya pada peringkat ke-29 orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya mencapai 1,1 miliar dolar Amerika.

Baca juga: Panduan Lengkap Memulai Bisnis Online Hingga Sukses bagi Pemula

 

Profil 5 Pengusaha Muda Sukses di Indonesia

Muda dan berkarya; itulah dua hal yang melekat pada pengusaha muda sukses asal Indonesia berikut ini. Mereka adalah Nadiem Makarim, Ferry Unardi, William Tanuwijaya, Ahmad Zacky, dan Michael Eatlah.

 

Nadiem Makarim—Berani Menghadapi Kompetisi

Anda sering menggunakan layanan Go-Jek? Nadiem Makarim adalah tokoh di balik booming-nya transportasi online pertama di Indonesia ini. Hanya dalam waktu enam tahun, Nadiem berhasil mencatatkan Go-Jek sebagai perusahaan unicorn pertama di Nusantara.

Lulus dari Universitas Harvard tak membuat Nadiem ragu untuk berbisnis dari nol. Ia melihat peluang dalam kompetisi transportasi di Indonesia. Berawal dari situ, muncul ide untuk menyematkan teknologi di ranah transportasi. Nadiem memiliki impian, ojek menjadi bisnis profesional di masa depan.

Awalnya, banyak orang tidak percaya dengan ide Nadiem. Meski sempat membuat Nadiem hampir menyerah, ia memilih untuk melanjutkan idenya. Nadiem pun mempelajari pengemudi ojek secara personal. Hingga akhirnya, ia menemukan jawaban yang mendorong untuk mendirikan Go-Jek.

Menurut Nadiem, untuk melangkah maju, pebisnis perlu berkompetisi. Ia harus menciptakan inovasi demi membuat perubahan. Seperti halnya Go-Jek, yang memberikan solusi di kehidupan sehari-hari.

 

Ferry Unardi—Pantang Menyerah Menghadapi Tantangan

Anda sering memesan tiket lewat Traveloka? Dulu, daftar maskapai dan hotel di Traveloka tidak sebanyak sekarang. Ferry Unardi—CEO Traveloka—harus berjuang keras untuk mendapatkan kepercayaan dari investor.

Usia Ferry masih 30 tahun, tetapi bisnis Traveloka yang didirikannya sudah mendunia. Bahkan, beberapa waktu lalu, Traveloka dikabarkan mendapat kucuran dana internasional.

Tentu saja, kesuksesan yang diraih Ferry untuk Traveloka telah melewati banyak rintangan. Ferry harus merasakan sakitnya ditolak perusahaan maskapai, jumlah karyawan hanya delapan orang, hingga mengambil keputusan yang terbilang rumit.

Namun, Ferry tidak pernah putus asa untuk mencari solusi atas semua masalahnya, termasuk ketika perusahaan maskapai menolak Traveloka. Ferry terus meyakinkan perusahaan tersebut hingga akhirnya mau bekerja sama.

 

William Tanuwijaya—Bangkit dari Kegagalan

Percaya atau tidak, William Tanuwijaya—pendiri Tokopedia—pernah menjadi penjaga warnet. Ia bekerja di warnet demi mendapatkan fasilitas internet gratis. Saat itu, William Tanuwijaya masih kuliah di Binus Jakarta.

Selain sebagai penjaga warnet, William Tanuwijaya juga pernah bekerja di forum jual beli. Namun, tidak bertahan lama karena banyak klien yang komplain. Protes klien tersebut, salah satunya, mengenai penipuan transaksi.

Bermula dari pengalaman itu, William lantas mencari tahu tentang penyebab kejahatan di dunia maya. Ia pun mengembangkan ancaman cyber crime menjadi peluang usaha mal online.

Sayangnya, usaha William tidak berjalan mulus. Banyak investor dan pengusaha yang menganggap remeh ide William. Akan tetapi, penolakan tersebut tidak menyurutkan langkahnya. Selama kurun waktu dua tahun, William berjuang mendirikan mal online.

Kini, mal online impian William menjadi startup nomor satu di Indonesia, yakni Tokopedia. Nama Tokopedia pertama kali muncul di tahun 2009 ketika William akhirnya memutuskan bekerja sama dengan Leontinus Alpha Edison.

 

Ahmad Zacky—Membangun Bisnis yang Bermanfaat untuk Orang Lain

Lahir di Sragen pada tanggal 24 Agustus 1986, Ahmad Zaky gemar mempelajari komputer. Ia membaca dan mempraktikkan keahlian komputernya sendiri. Lalu, siapakah Ahmad Zaky itu?

Ahmad Zaky tidak lain adalah pendiri sekaligus CEO Bukalapak. Upaya Ahmad Zaky berhasil menjadikan Bukalapak bermanfaat untuk orang lain. Anda bisa berbelanja secara aman dan mudah maupun membuka lapak gratis di situs ini.

Bisa dikatakan, Bukalapak adalah inovasi dari Tokopedia dalam hal transaksi pembayaran. Jika pembayaran di Tokopedia langsung ditransfer ke penjual, Bukalapak tidak demikian. Pihak Bukalapak akan menahan uang dari konsumen, sampai penjual mengirim barang.

Ahmad Zaky mencoba mengajak pebisnis, UKM, maupun pedagang di mal untuk berjualan online melalui Bukalapak. Seperti halnya pemilik Tokopedia, Ahmad Zaky pun pernah mendapatkan cemoohan dan penolakan.

Meski begitu, Ahmad Zaky terus berjuang untuk meyakinkan orang-orang yang menolak idenya. Keberanian Ahmad Zaky dan ketulusannya dalam membantu orang lain membawa pada keberuntungan. Orang yang dulu menolak, kini mau menggunakan Bukalapak.

 

Michael (Eatlah)—Berani Berinovasi

Pekerjaan di bidang Food & Beverage atau F&B memunculkan berbagai tren baru, salah satunya Eatlah. Bisnis F&B ini didirikan oleh Michael Chrisyanto bersama dua temannya—Charina Prinandita dan Riesky Vernandes.

Eatlah memiliki konsep berbeda dari bisnis F&B lainnya, yakni menghidangkan makanan kasual. Konsep kasual terlihat dari sisi kemasan ala masakan cina atau on the go. Dengan konsep ini, konsumen bisa menyantap makanan di berbagai tempat, kapan saja.

Menurut ketiga Michael—salah satu owner Eatlah—ada lima kunci sukses berwirausaha. Kunci itu meliputi, memaksimalkan pemakaian teknologi, menjaga kualitas, berani tampil beda, serta memunculkan inovasi di bidang yang sama dengan pesaing.

Baca juga: 28 Ide Usaha Kreatif yang bisa Anda Rintis dengan Modal Minim di 2019!

 

Menerapkan 5 Tips Menjadi Wirausaha Sukses

Sebagai pengusaha yang punya jati diri, Anda tak harus meniru seluruh gaya bisnis tokoh-tokoh tersebut di atas. Ada baiknya, lima tips di bawah ini juga diterapkan untuk meraih kesuksesan.

 

Menjalani Bisnis Sesuai Passion

Passion diartikan sebagai hal yang mendorong Anda untuk melakukan bisnis tertentu. Passion di dalam diri dapat menjadi energi sehingga muncul semangat mengembangkan usaha. Untuk mendapatkan passion, Anda bisa mulai dari hobi.

Sebuah hobi jika ditekuni, bisa menciptakan berbagai peluang usaha. Misalnya, Anda memiliki ketertarikan yang kuat di bidang fesyen. Tugas Anda adalah meneruskan ide hingga menjadi bisnis nyata, seperti menjual pakaian, membuat sepatu, atau memproduksi tas handmade.

 

Berani Mengambil Risiko

Tidak ada usaha tanpa risiko. Karena itu, Anda harus berani dan siap menghadapi risiko yang terjadi di masa depan. Jangan takut salah, sebab kesalahan bisa menjadi guru terbaik.

 

Bersikap Jujur dan Berkomitmen Tinggi

Jujur merupakan kunci utama dalam meraih sukses berbisnis. Berawal dari kejujuran, orang lain akan menaruh kepercayaan pada Anda. Dengan begitu, mereka muda diajak bekerja sama.

Selain jujur, Anda juga harus komitmen. Sebagai contoh, seorang pembeli sudah memberikan uang muka untuk sebuah barang. Sebagai bentuk komitmen, Anda wajib mengantar barang pesanan itu tepat waktu, sesuai kesepakatan awal.

 

Merencanakan Keuangan secara Baik

Keuangan adalah fondasi perusahaan. Anda bisa cepat menarik uang, tetapi untuk mempertahankannya butuh manajemen. Dalam membangun manajemen, diperlukan rencana matang yang menyangkut keuangan.

Rencana tersebut meliputi, pengelolaan uang, waktu untuk mendapatkan laba dari penjualan, serta pengembalian modal. Di samping itu, Anda juga perlu menyusun anggaran kegiatan promosi perusahaan beserta risiko pengeluaran di masa depan.

 

Tetap Konsisten

Tanpa konsistensi, sebuah bisnis bisa hancur. Pasalnya, konsisten merupakan kemampuan Anda untuk menjalankan bisnis secara kontinyu hingga meraih sukses. Meski pelan, konsistensi bisa membentuk kepercayaan dalam bisnis. Salah satunya kepercayaan dari konsumen yang membeli produk perusahaan Anda.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mencapai mimpi menjadi pengusaha sukses. Percayalah, bahwa kesuksesan tidak diraih dengan kemenangan, melainkan melalui perjuangan.

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Footer
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia