Business Insight Focus

Raih Sukses, Ini 8 Tips Memulai dan Mencari Modal untuk Usaha Warung Kopi

By Jordhi Farhansyah on February, 18 2019
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

Bisnis coffee shop alias warung kopi memang sedang berkembang pesat beberapa tahun ke belakang. Gelombang third wave coffee telah membawa usaha warung kopi lebih dari sekadar tempat duduk-duduk orang tua yang sedang santai. Anak-anak muda penikmat kopi pun bermunculan dan menjadikan minuman ini lebih dari sekadar konsumsi melainkan bagian dari gaya hidup.

Sebagai kelompok usia paling konsumtif, anak-anak muda yang mulai ikut ngopi menciptakan peluang yang besar bagi para pebisnis. Bisnis coffee shop menggeliat pesat. Berbagai konsep, berbagai jenis produk dan ide-ide memunculkan ribuan coffee shop unik di seluruh Indonesia. Lantas, bagaimana caranya memulai bisnis hingga mengumpulkan modalnya?

 

Memahami Kopi: First, Second dan Third Wave Coffee

Close up of cup of coffee on table with sketches on background-minSama seperti manusia, industri kopi juga berevolusi. Sebelum adanya gelombang ketiga, kopi sudah pernah mengalami dua masa evolusi sebelumnya. Ada First Wave Coffee yang dimulai pada tahun 1800-an kemudian disusul Second Wave Coffee yang melahirkan jaringan gerai kopi terkemuka, Starbucks.

Di era pertama, kopi diproduksi dengan harga terjangkau dan mudah disajikan. Produsen-produsen kopi besar di masa itu lebih berkonsentrasi membuat kemasan yang menarik serta menciptakan produk yang praktis. Di era ini jugalah kopi instan pertama lahir. Sayang, karena semua serba praktis, First Wave Coffee mendapat kritik karena kualitasnya yang tidak bagus.

Second Wave Coffee lahir karena protes atas kopi berkualitas buruk yang muncul secara membludak di era pertama. Para pencinta kopi di masa ini menginginkan kopi yang enak, berkualitas serta diketahui dari mana asal-usulnya. Lebih dari sekadar satu cangkir kopi nikmat, orang-orang mulai penasaran untuk tahu proses roasting hingga bagaimana bisa muncul istilah “specialty coffee beans."

Sama seperti First Wave Coffee, kopi gelombang kedua ini juga mendapat kritik pedas. Di masa inilah kopi mulai berubah menjadi ritual minum yang dikaitkan dengan kehidupan bersosial. Usaha warung kopi menjamur dan orang-orang mulai menganggap kopi adalah bagian dari gaya hidup yang tak terpisahkan. Akibatnya, cita rasa sesungguhnya dari kopi menjadi alasan kesekian orang meminumnya.

Sekilas, Third Wave Coffee terdengar mirip dengan Second Wave Coffee. Terutama tentang bagaimana masyarakat memandang kopi sebagai sebuah gaya hidup. Namun di era ketiga ini, lebih dari sekadar minuman pelepas haus, ngantuk serta bagian dari gaya hidup, masyarakat mulai menemukan value baru dari biji kopi.

Close up of cup of coffee on table with sketches on background-min (1)

Seperti wine, kopi mulai dipandang sebagai sebuah karya seni. Para penikmatnya mulai tertarik kepada biji kopi, dari mana asalnya hingga bagaimana kopi itu diolah. Di masa inilah banyak muncul reaksi tentang kopi yang rasanya tidak enak hingga cara penyajiannya yang dianggap salah. Peran petani sebagai penghasil biji kopi hingga barista sebagai peracik menjadi kunci penting di era ini.

Setelah mengetahui bagaimana tren kopi gelombang ketiga ini, Anda akan memahami kopi seperti apa yang dibutuhkan pasar. Dengan begitu, merancang konsep akan jadi jauh lebih mudah.

 

Tips Memulai Bisnis Warung Kopi

Pada tahun 2017-2018, Indonesia berada di posisi keempat setelah Kolombia dalam daftar 10 negara dengan produksi kopi terbesar di dunia. Dengan potensi sebesar itu, selain mengimpor, usaha warung kopi adalah jawaban untuk memaksimalkan produksi biji kopi kita. Bagaimana caranya memulai bisnis yang menguntungkan? Simak beberapa tips berikut ini!

 

1. Buat Rencana Bisnis yang Solid

Business plan-min

Langkah pertama sebelum memulai bisnis adalah dengan membuat rencana bisnis. Rencana ini meliputi beberapa hal penting seperti:

  • Apa konsep yang ingin Anda tawarkan?
  • Bagaimana cara Anda mendapatkan keuntungan?
  • Siapa yang menjadi target pasar Anda?
  • Sudahkah Anda memeriksa siapa saja pesaing Anda?
  • Bagaimana strategi promosi yang akan Anda lakukan?

Poin pertama menjadi pertimbangan paling penting sebagai fondasi bisnis Anda. Kenapa? Saat ini sudah banyak sekali warung kopi dengan berbagai konsep di luar sana. Jika Anda tidak bisa menyajikan sesuatu yang berbeda, Anda mungkin akan sulit bertahan di tengah gempuran pasar yang semakin kompetitif.

Bingung menentukan bagaimana konsep yang cocok untuk bisnis Anda? Ada beberapa model usaha warung kopi yang bisa jadikan referensi berikut ini:

  • Kios Kopi. Menggunakan satu mesin kopi dan booth kecil, Anda bisa menjual kopi pada orang-orang yang lewat/para commuter dengan sistem takeaway
  • Coffeehouse. Coffeehouse merupakan model usaha kopi yang muncul dan semakin meluas keberadaannya semenjak Starbucks berdiri. Konsep inilah yang sekarang banyak digunakan oleh para pengusaha kopi. Anda harus lebih kreatif dengan menyajikan sesuatu yang berbeda agar bisa tampil menonjol
  • Café Bistro. Model bisnis satu ini tidak hanya mengandalkan kopi yang enak saja, melainkan juga makanan dengan kualitas tinggi dan harga terjangkau. Café bistro juga biasanya menyediakan hiburan (seperti live music dll)
  • Coffee Roaster. Macehat merupakan salah satu contoh usaha coffee roaster sukses dari Medan. Konsep bisnisnya adalah dengan menyediakan biji kopi roasting berkualitas. Targetnya bukan hanya individu pencinta kopitapi juga kafe-kafe yang memerlukan biji kopi hingga restoran dan super market. Mereka juga membuka kafe di mana pembeli bias mencicipi racikan kopi secara langsung. Untuk model bisnis seperti ini, pastikan Anda memiliki koneksi langsung ke petani atau setidaknya produsen biji kopi terpercaya.

Itu hanya beberapa contoh model usaha kopi. Bagaimana pengembangan dan bagaimana cara Anda mengeksekusi juga memengaruhi berhasil atau tidaknya bisnis Anda.

 

2. Temukan Lokasi yang Tepat

lokasi tepat-min

Usaha apapun, memerlukan lokasi yang tepat untuk bisa berhasil. Anda mungkin sudah mengincar sebuah pusat perdagangan. Atau bisa jadi ada tempat dekat kampus yang Anda anggap cocok dengan target pasar Anda yakni mahasiswa. Lakukan riset kecil mengenai bagaimana pola konsumsi calon pelanggan Anda dan apakah apakah ada kompetitor di wilayah tersebut.

Jack Wilson, pemilik Radio Coffee and Beer, Texas mengakui bahwa menemukan tempat yang tepat tidak bisa dilakukan dalam satu hari. Dia bersama timnya menyusuri kota, bahkan sampai menghitung berapa banyak orang yang melintas di wilayah itu. Wilson juga sengaja mencari bangunan bekas restoran agar dia tidak perlu membangun kafenya dari awal. Tips dan trik ini bisa coba Anda terapkan untuk menemukan lokasi terbaik untuk bisnis Anda.

 

3. Buat Pembagian dalam Bangunan dengan Baik

pembagian bangunan-min

Anda mungkin hanya ingin membuka usaha warung kopi kecil-kecilan. Tapi sekecil apa pun itu, Anda harus mengatur pembagian ruang agar semua aktivitas bisnis bisa berjalan dengan baik. Berapa banyak kursi yang Anda butuhkan? Apakah tersedia cukup ruang untuk pembeli mengantre? Bagaimana dengan ruang gerak karyawan menuju gudang dan tempat penyimpanan, apakah cukup fleksibel?

Selain itu, posisi di mana Anda meletakkan barang-barang juga sangat penting. Bayangkan skenarionya: Anda ingin membuat kopi, benda apa saja yang sebaiknya ada di dekat Anda? Jika Anda adalah pelanggan, fasilitas tambahan apa yang kira-kira Anda inginkan ada dekat dengan meja? Visualisasikan semua dan tulis idenya di atas kertas.

 

4. Gunakan Tenaga Profesional

barista-min

Anda mungkin sudah memikirkan dengan matang bagaimana bisnis Anda akan berjalan. Tapi untuk mengeksekusinya, butuh sentuhan tenaga profesional di dalamnya. Jika Anda ingin menampilkan konsep sebagai kekuatan daya jual usaha warung kopi Anda, maka investasikan dana lebih dengan menyewa seorang desainer interior.

Satu hal lagi yang kerap diabaikan oleh pengusaha pemula adalah salah memperhitungkan pengeluaran sehingga bujet yang disiapkan tidak cukup. Salah satu saran yang diberikan oleh Wilson adalah gunakan jasa akuntan profesional. Dengan menyerahkan masalah-masalah vital ini kepada ahlinya, Anda bisa fokus pada pengembangan bisnis alih-alih dipusingkan dengan masalah keuangan.

 

5. Lakukan Riset dengan Baik

riset-min

Tidak hanya untuk berbelanja kursi atau mesin kopi, sebelum memulai bisnis Anda hendaknya tahu supplier mana yang menyediakan coffee bean dengan harga lebih murah dengan kualitas baik. Rajin-rajinlah melakukan riset harga. Untuk furnitur dan perlengkapan lain, Anda bisa melakukannya dengan mengecek harga secara online. Bisa juga dengan berjalan dari satu toko ke toko lain untuk membandingkan harga.

Sebagai bagian paling vital dari usaha warung kopi Anda, menemukan supplier bahan baku yang berkualitas bukan perkara mudah. Apalagi jika Anda sama sekali baru dalam bidang ini. Anda bisa mencari saran dari orang-orang terdekat atau dari kenalan yang sudah memiliki pengalaman terlebih dahulu terjun ke bisnis ini.

 

6. Bangun Jaringan Seluas Mungkin

ajringan-minTidak ada nelayan sukses yang tidak pernah ke laut. Begitupun dengan pebisnis. Ingin membuka warung kopi, Anda tentu harus punya pengalaman mengunjungi tempat-tempat ngopi yang ada di sekitar Anda. Setidaknya ke kafe yang memiliki konsep yang kurang lebih mirip dengan yang sedang Anda rencanakan.

Selain untuk keperluan riset, Anda bisa sekalian membangun hubungan dengan owner. Kalau Anda pintar beramah-tamah, bukan tidak mungkin mereka akan membagikan pengalamannya. Lebih bagus lagi, kalau dari mereka Anda bisa menemukan jaringan yang lebih luas lagi.

Jaringan bukan hanya berhubungan dengan orang-orang yang Anda anggap posisinya berada di atas. Membangun jaringan dengan lingkungan sekitar, termasuk dengan calon pelanggan akan sangat membantu perkembangan bisnis Anda. Bergabunglah dengan acara amal di sekitar tempat usaha Anda. Tunjukkan diri dan eksistensi bisnis Anda, dengan begitu, akan ada semakin banyak customer yang bisa Anda tarik.

 

7. Mulai Pemasaran Sebelum Warung Anda Buka

social-minKalau Anda berpikir strategi marketing baru bisa dijalankan ketika kafe sudah buka, maka Anda sudah ketinggalan jauh di belakang. Jika Anda ingin publik merasa tertarik untuk datang di hari opening, lakukan promosi jauh-jauh hari sebelum pembukaan. Beberapa opsi pemasaran murah yang bisa Anda coba antara lain:

  • Membagikan kopi gratis melalui beberapa toko di sekitar Anda dengan selembar flyer untuk berpromosi
  • Membuat akun media sosial. Ini merupakan opsi promosi yang mudah, murah dan efektif
  • Hadiri event lokal, bagikan sampel kopi sebelum hari pembukaan
  • Bagikan kupon ke masyarakat di sekitar dengan promo khusus di hari pembukaan.

Jangan lupa manfaatkan keberadaan media setempat untuk memperkenalkan usaha baru Anda.

 

8. Jangan Mempekerjakan Terlalu Banyak Karyawan

employee-min

Sebuah bisnis pasti akan berjalan dengan bantuan banyak pegawai. Tapi untuk permulaan, ada baiknya Anda tidak memaksakan diri merekrut terlalu banyak orang. Untuk satu bulan pertama, jika ada gunakan jasa teman-teman dekat atau keluarga. Perlahan-lahan, barulah pekerjakan pegawai baru untuk membantu. Anda juga bisa membaca artikel tentang tips menghindari kesalahan saat merekrut pegawai untuk pemula.

Mencari pegawai berpengalaman bisa menjadi sesuatu yang sulit. Sebaik apapun performa calon staf Anda saat wawancara, Anda tidak tahu apakah dia cocok dengan posisi yang Anda butuhkan. Perhatikan kinerjanya dengan baik dan jangan ragu untuk memberhentikan mereka jika ternyata kehadirannya tidak membantu. Sebaliknya, beri apresiasi lebih jika ternyata staf baru Anda mampu melampaui ekspektasi.

 

Modal yang Diperlukan untuk Memulai Usaha Warung Kopi

Modal adalah sesuatu yang vital bagi usaha apapun. Menurut Detik Finance, usaha warung kopi sendiri membutuhkan modal yang bervariasi. Modal ini bisa Anda dapatkan dengan berbagai cara mulai dari menggunakan tabungan pribadi, meminjam ke bank, mencari investor hingga mengajukan pinjaman online ke perusahaan peer-to-peer lending. Cari tahu lebih lanjut tentang cara-cara mendapatkan modal dengan Moka Capital.

Jika Anda sudah punya tempat, dengan modal Rp1 juta hingga Rp20 jutaan. Itu sudah termasuk biaya pembelian mesin kopi. Untuk mendapatkan gambaran berapa besar modal yang Anda butuhkan, simak simulasi berikut ini:

 

Peralatan Membuat Kopi

  • Mesin kopi standar : Rp3.500.000
  • Kertas filter penyeduh kopi : Rp130.000
  • Alat penyeduh kopi sederhana : Rp260.000
  • Saringan ampas kopi : Rp335.000
  • Penyeduh Bersaring : Rp1.110.000
  • Ketel : Rp140.000
  • Alat Manual Brewing : Rp110.000
  • Nampan Penyaji Kopi : Rp210.000
  • Coffee Grinder : Rp310.000
  • Alat Pembuat Whipped Cream : Rp140.000
  • Gelas Pengaduk : Rp60.000
  • Kompor : Rp370.000
  • Total : Rp6.675.000

 

Perlengkapan

  • Kopi, susu, teh dan bahan lain : Rp1.500.000
  • Gaji pegawai (1 orang) : Rp2.000.000
  • Meja dan kursi : Rp1.000.000
  • Cangkir dan peralatan lain : Rp1.000.000
  • Aksesoris pendukung : Rp500.000
  • WiFi (per bulan) : Rp300.000
  • Total : Rp6.300.000

Untuk memulai operasional, Anda harus membayar listrik, retribusi serta biaya tidak terduga yang jumlahnya kira-kira Rp1.650.000. Jika semuanya dijumlahkan maka total yang Anda butuhkan adalah Rp14.625.000. Dengan modal Rp20 juta, Anda masih memiliki sisa Rp5.375.000 yang bisa Anda manfaatkan untuk biaya operasional sampai usaha Anda menghasilkan keuntungan.

Perlu diingat bahwa simulasi modal di atas berlaku jika Anda sudah memiliki lokasi usaha sendiri. Jika belum, maka Anda perlu menambahkan perkiraan biaya sewa gedung dan lain sebagainya. Angka di atas tentu saja bisa berubah tergantung dari konsep seperti apa yang ingin Anda tawarkan kepada pelanggan.

Anda bisa menambahkan berbagai jenis menu tambahan seperti cake, roti atau camilan lain. Untuk model usaha cafe bistro, bahan-bahan makanan yang lebih berat seperti daging, sayuran, telur dan aneka bumbu dapur mungkin akan Anda butuhkan. Untuk permulaan, sebaiknya Anda membatasi jumlah porsi makanan pendamping yang akan dijual untuk menghindari kerugian karena kelebihan bahan baku. Anda juga mungkin membutuhkan aplikasi kasir yang mampu mengakomodir semua kebutuhan bisnis Anda.

 

Menemukan Modal untuk Memulai Usaha

Selain menggunakan dana tabungan pribadi, ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan modal. Simak beberapa di antaranya berikut ini!

1. Funding dari Orang-orang Terdekat

Keluarga dan rekan-rekan dekat Anda bisa jadi investor yang cukup potensial. Sebelum mengajukan permohonan ke tempat lain, cobalah berbicara dengan keluarga dan kenalan Anda. Presentasikan rencana bisnis Anda yang solid dan minta mereka berinvestasi dalam bisnis Anda. Jika tidak memungkinkan mendapatkan dana dari mereka atau jumlah yang tersedia tidak mencukupi, barulah Anda gunakan opsi berikutnya.

 

2. Gunakan Aset yang Anda Miliki

Punya deposito atau mungkin simpanan lain berupa aset? Anda bisa menggunakannya sebagai modal awal. Kalaupun tidak bersedia menjual karena merasa sayang, Anda bisa menggunakan sistem gadai untuk mendapatkan dana. Jika usaha Anda sudah mulai berjalan, Anda bisa menebusnya lagi nanti.

 

3. Memanfaatkan Pinjaman Bank

Saat ini pinjaman lewat bank masih menjadi opsi pertama bagi calon pengusaha. Jika Anda memiliki catatan kredit yang baik serta mampu memenuhi persyaratan yang diminta bank, pengajuan pinjaman tidak akan sulit. Ada banyak produk pinjaman yang bisa diakses mulai dari pinjaman usaha mikro mulai KUR hingga KTA dan kredit multiguna. Semua bisa Anda pilih berdasarkan berapa besaran modal yang dibutuhkan.

 

4. Menggunakan Jasa P2P Lending

Belakangan perusahaan peminjaman berbasis peer-to-peer lending semakin populer. Opsi ini dianggap sebagai jawaban bagi banyak masalah yang sering dihadapi oleh peminjam. Tidak seperti bank yang meminta banyak syarat dengan proses panjang, meminjam lewat peer-to-peer lending menawarkan banyak kemudahan.

Selain bisa dilakukan secara online, prosesnya pun cenderung mudah dan cepat. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua perusahaan peer-to-peer lending memiliki catatan yang bagus. Jika Anda memutuskan mengambil opsi ini, pastikan perusahaan peminjam terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan memiliki kredibilitas yang baik.

 

5. Menghadiri Seminar dan Workshop Bisnis

Selain untuk memperkaya pengetahuan tentang bisnis, apa hubungannya seminar dengan modal? Seminar dan workshop bisnis adalah tempat di mana Anda bisa bertemu dengan orang-orang yang ahli di bidangnya. Di sana juga, Anda mungkin berkesempatan bertatap muka langsung dengan investor.

Sebagai penyokong dana, mendapatkan modal melalui investor dengan cara ini tentulah bukan hal yang mudah. Anda harus meyakinkan calon investor tentang prospek bisnis yang akan Anda jalankan. Bagaimana caranya? Buat konsep semenarik mungkin, presentasikan dengan baik dan buat para penyokong dana itu terkesan dengan rencana bisnis Anda. Anda juga bisa mencari tau cara mendapatkan modal dengan mudah di artikel ini.

Memulai bisnis memang bukan hal yang mudah. Ada banyak pertimbangan, persiapan hingga risiko yang harus Anda ambil. Namun selagi pasar masih ada, kesempatan Anda membuka usaha warung kopi tetap terbuka lebar. Dengan memanfaatkan tips dan trik di atas, mulailah usaha Anda dengan penuh rasa positif dan percaya diri untuk mendapatkan hasil terbaik.

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Footer
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia