Moka x Sleekr x KoinWorks: Sediakan Komunitas untuk Mengembangkan UKM Indonesia

Saat pembawa acara memanggil ketiga nama narasumber yang akan mengisi acara di saban hari 14 Agustus 2018, para penonton tahu bahwa hari itu adalah hari istimewa bagi mereka. Sekurang-kurangnya tiga puluh perintis usaha kecil dan menengah sudah berkumpul di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, lengkap dengan buku, alat tulis, dan antusiasme yang meruap ke seluruh penjuru ruangan. Tak hanya mereka siap untuk mencuri inspirasi berbisnis dari ketiga pakar di bidangnya, tetapi juga sedia untuk menjalin hubungan yang kooperatif dengan perintis usaha baru lainnya.

Inilah tujuan utama dari tiga perusahaan start-up Indonesia, yaitu Moka, Sleekr, dan KoinWorks, menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk “Implementing Digital Platform, Key Success to Achieve Your Business Goals.” Seminar ini terjadi dengan secercah harapan bahwa sebuah komunitas yang bisa bertahan lama dapat terwujud. Adapun komunitas ini dibuat semata-mata untuk “memberikan keuntungan variatif bagi UKM melalui platform digital,” kata Achmad Ja’far Al-Fakhry sebagai Ketua Operasional Komunitas Pahlawan UKM. Ia juga menambahkan bahwa adanya platform digital tersebut bisa memperluas cakupan khalayak yang disasar para perintis usaha dan memfasilitasi aktivitas operasional dan pendanaan.

Salah satu penonton tampak serius.

Raut penasaran terpampang semakin jelas di wajah para penonton yang sudah menunggu-nunggu kehadiran para narasumber. Adalah Abimantra Pradhana (pemilik Sana Studio dan Sana Kopi), Helda Angelina (penemu Burgreens), dan Ajeng Dewanti (perintis Galaxy Cheese Restaurant) yang akhirnya muncul dan duduk di kursi terdepan. Masing-masing pengusaha sukses ini membagikan pendapat dan pengalamannya selama menjalankan usahanya. Mereka juga memberikan tips bagaimana mengoptimalkan digital platform yang sudah ada untuk melebarkan sayap bisnis mereka sendiri, dan tentunya, bisnis para penonton.

pahlawan ukm, merchant hero, moka, koinworks, sleekr Abimantra Pradhana (kiri) sedang menyampaikan materinya, ditemani Ajeng Dewanti (kanan).

Dalam sepuluh menit pertama, Abimantra menjelaskan bahwa penggunaan Point of Sale (POS) dinilai sangat efektif untuk membantu pebisnis dalam melakukan pengelolaan. “Aplikasi kasir itu penting untuk mengatur pesanan, inventori dapur, dan keuangan, sehingga sistem bisnis jadi rapi,” lengkapnya. Pendapatnya ini didukung oleh Ajeng, yang menekankan bahwa POS perlu digunakan untuk meninjau bahan baku toko secara lebih transparan. Ia menjabarkan, “Kita butuh POS supaya kita tahu inventori secara lengkap dengan melihat menu yang paling laku dan tidak laku.” Informasi itu kemudian bisa dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi berkala agar bisnis lebih cepat maju.

Ajeng kemudian menambahkan bahwa penggunaan P2P Lending seperti Koinworks juga penting untuk keberlangsungan bisnis. “Kalau bisnis kamu modalnya terbatas, jangan takut ajukan pinjaman modal karena itu bisa mendongkrak penjualan kamu,” ujarnya. Helda juga menyampaikan pendapat dengan nada serupa, bahwa penggunaan sistem Accounting serta software berbagi file seperti Google Drive itu sangat membantu untuk akses informasi penjualan yang komprehensif. Ia melanjutkan bahwa empat poin penting dalam berbisnis adalah People, Cash, Strategy, dan Execution, tanpa lupa memaksimalkan teknologi untuk “mencatat, mengukur, dan mengintegrasikan” informasi penjualan untuk membuat keputusan strategi.

pahlawan ukm, merchant hero, moka, koinworks, sleekr Moderator (kiri), Helda Angelina (tengah), dan Abimantra (kanan).

Sebelum sesi perbincangan berakhir, ketiga narasumber ini memberikan cara mengoptimalkan digital platform yang sudah ada. Sana Kopi mengaku bahwa mereka menggunakan teknologi untuk melakukan riset. Mereka mencari tahu tren lokal maupun global untuk memberikan nilai lebih untuk bisnisnya sendiri. Burgreens juga menyampaikan hal serupa, bahwa adalah krusial untuk memilih teknologi yang sesuai, mudah terintegrasi, dan efisien. Sementara itu, Galaxy Cheese menegaskan untuk berani capek untuk cari tahu, mengingat kecepatan perkembangan digital ini bisa mematahkan leher.

Di akhir acara, Jafar Fakhry menambahkan bahwa kolaborasi ketiga start-up ini mampu memberikan manfaat aplikatif bagi 55,6 juta UKM Indonesia. Misalnya, Moka menyediakan layanan Point of Sale berbasis digital, lalu Sleekr menyediakan platform bisnis berbasis komputasi Cloud dalam pengelolaan akuntansi dan karyawan (SDM), dan KoinWorks pinjaman dengan sistem P2P Fintech Landing. Marketing Manager Sleekr, Diana Octavia, menjelaskan bahwa “seluruh anggota PUKM akan mendapat akses eksklusif untuk semua produk/layanan dari ketiga perusahaan tersebut.” Bahkan, Debby Lufiasita, Head of Communication KoinWorks, berharap bahwa “komunitas ini mampu menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan pelaku UKM Indonesia.”

pahlawan ukm, merchant hero, moka, koinworks, sleekr Para penonton sedang mencatat materi.

Setelah diskusi yang interaktif, acara ditutup dengan sesi foto bersama dan tanya jawab. Bagaimana, sangat menarik bukan? Ikuti Instagram Moka untuk informasi acara-acara menarik sebelumnya dan yang akan datang.

Sampai jumpa di acara selanjutnya!

linkedin

Tags: event komunitas moka pahlawan ukm Technology