Salah satu tugas utama Anda sebagai seorang pengusaha adalah bagaimana caranya membangun sebuah kepercayaan kepada pelanggan baru yang Anda miliki. Sehingga mereka merasa nyaman saat membeli produk yang Anda jual. Mungkin di zaman dahulu, ini terlihat mudah. Anda cukup memasang iklan di TV dan banyak orang akan membeli produk Anda.

Tapi sekarang, belum tentu cara tersebut berhasil. Lagipula, siapa yang masih menghabiskan sebagian besar waktunya di depan TV sekarang ini? Maka dari itu, social proof marketing adalah salah satu rencana pemasaran yang bisa Anda terapkan. Istilah “social proof” sendiri secara sederhana memiliki arti “ikut-ikutan” atau kecenderungan seseorang mengikuti apa yang dilakukan oleh banyak orang.

Jadi, bagaimana Anda dapat mengaplikasikan social proof marketing agar pelanggan baru bisa mempercayai usaha Anda? Simak 5 pendekatannya berikut ini.

1. Customer action proof

Jenis social proof marketing yang satu ini datangnya dari mulut pelanggan Anda sendiri. Bentuknya adalah ketika mereka telah mencoba produk Anda dan puas dengan hasilnya. Kemudian mereka akan memberitahu orang lain, semisal kerabat terdekatnya.

Dalam tahapan social proof marketing, pendekatan customer action proof adalah pendekatan yang paling minimal karena menunjukkan pada calon pelanggan Anda bahwa ada orang lain yang puas dengan produk Anda.Tanpa pendekatan ini, jangan harap orang lain yang sebelumnya tidak tahu produk Anda akan langsung mempercayai Anda begitu saja.

Baca Juga: Mana yang Lebih Penting, Pelanggan Baru atau Setia?

2. Testimonial proof

Mungkin pendekatan yang satu ini adalah salah satu bentuk yang sering Anda lihat, misalnya pada buku, halaman sebuah produk, atau bahkan di medial sosial seperti Instagram. Testimonial proof melibatkan influencer yang relevan dengan produk yang Anda miliki dengan harapan akan memengaruhi pengambilan keputusan seseorang.

Dengan melihat bahwa ada influencer terkenal yang menggunakan produk yang Anda jual, hal itu akan memberikan kesan pada calon pelanggan bahwa usaha Anda adalah usaha yang terpercaya dan patut jadi perhatian.

3. Authority proof

Salah satu tahapan dari social proof marketing yang membuat usaha Anda dipercaya oleh pelanggan adalah adanya pengakuan dari pihak luar yang punya kredibilitas tinggi dan sebagian besar usaha tersebut melibatkan sedikit aksi publisitas, misalnya:

●“Dimuat di Majalah X”
●“Penulis Terlaris New York Times”
●“Masuk dalam 10 Brand Terbaik versi Website X”

Jenis social proof marketing seperti ini dapat menunjukkan calon pelanggan bahwa produk yang Anda miliki patut dicoba dan terpercaya, meski mereka belum mencobanya sama sekali.

4. Social media proof

Di zaman yang semakin modern ini, media sosial adalah bentuk dari social proof marketing yang terbukti paling berpengaruh. Pendekatan melalui media sosial berfokus pada seberapa banyak followers yang Anda miliki, seberapa besar engagement yang Anda dapat (jumlah like, reaction, dan comment), serta apakah akun yang Anda miliki “verified”.

Bagi para pelanggan baru, hal ini jadi bukti bahwa sudah banyak orang lain yang menyukai produk yang Anda miliki. Mereka bisa melihat seberapa populer usaha Anda hingga seberapa besar dampak yang usaha Anda berikan bagi orang lain. Boleh dibilang, social media proof merupakan bentuk social proof yang paling jujur. Tidak seperti tiga pendekatan sebelumnya yang bisa dimanipulasi, lewat media sosial hal tersebut agak sulit dilakukan.

Baca Juga: Praktekan Strategi Pemasaran Bisnis Online Ini dan Tingkatkan Penjualan

5. Case study proof

Yang terakhir merupakan pendekatan yang paling kuat dari social proof marketing. Pendekatan case study proof sendiri akan melibatkan pelanggan Anda memberikan testimoni secara mendalam, misalnya dalam berupa video atau studi kasus.

Ketika Anda ingin membangun sebuah kepercayaan dengan pelanggan, Anda tidak butuh figur terkenal yang bisa menghabiskan biaya produksi yang tinggi. Yang Anda butuhkan adalah seorang pelanggan yang menjelaskan bagaimana produk yang Anda berikan memberikan dampak yang baik untuknya.

Sebuah video testimoni secara sederhana dapat menjadi jembatan apa masalah yang pelanggan miliki dan apa solusi yang bisa dapat Anda berikan. Jadi ketika keempat pendekatan tadi memiliki tujuan untuk menarik perhatian seseorang, pendekatan terakhir ini dapat membantu Anda membangun kepercayaan penuh dengan pelanggan.

linkedin

Tags: business insight marketing marketing online online marketing pemasaran social proof marketing strategi marketing UKM strategi pemasaran