Business Insight E-Book BisnisLebihBaik

E-Book: 7 Kebiasaan Belanja Pelanggan Terunik di Bulan Ramadan

By Jordhi Farhansyah on May, 27 2019
Jordhi Farhansyah

Musisi yang juga suka nulis.

kebiasaan belanja saat ramadan

Bulan Ramadan menjadi salah satu bulan yang paling ditunggu-tunggu bagi para pebisnis. Selain karena harus menjalankan ibadah puasa, mereka juga harus menggencarkan penjualan di toko. Ini perlu dilakukan karena terjadi perubahaan kebiasaan berbelanja pelanggan yang cukup berarti. Tidak hanya itu, perubahan ini juga berdampak pada strategi bisnis seperti jam buka tutup toko, komoditi yang paling laku dibeli, makanan atau minuman yang paling sering dipesan, hingga pemasangan promosi untuk memaksimalkan produk yang kurang laku. Selanjutnya, kami juga akan membahas pengelolaan bahan baku, pemasangan promosi, sistem kerjasama syirkah, dan membuat karyawan produktif.

Artikel ini juga akan membahas strategi pengelolaan bahan baku restoran, mengingat hampir semua harga bahan baku melonjak. Ini juga berhubungan dengan salah satu produk makanan yang juga menjadi ciri khas saat Ramadan, yaitu takjil. Kami akan membahas mengapa takjil tidak hanya bisa menjadi pengganjal perut sebelum hidangan utama, tetapi juga bisa menjadi alat pemasaran yang ampuh untuk mempertahankan pelanggan lama dan mendapatkan pelanggan baru. Berbicara seputar pelanggan, kami juga akan membahas strategi pemasangan promosi untuk toko Anda.

Selain itu, kami juga akan membahas salah satu sistem kerjasama bisnis syariah yang sedang berkembang di Indonesia, yaitu sistem syirkah. Kami akan membahas pro dan kontra terkait sistem ini karena keberadaannya masih bisa dibilang tertinggal dibandingkan sistem kerjasama non-syariah lainnya. Namun begitu, kami akan menyajikan kisah inspiratif salah satu merchant Moka di Makassar yang sudah menggunakan sistem syirkah, yaitu Warunk Bakso Mas Cingkrank. Siapa yang tahu, ke depannya Anda tertarik menggunakan sistem kerjasama ini untuk bisnis Anda sendiri atau sekadar ingin tau lebih lanjut tentang sistem ini.

Singkatnya, E-book kali ini akan membahas tentang kebiasaan pelanggan saat bulan Ramadan tahun 2018. Kami akan memotong data berdasarkan waktu-waktu yang paling populer saat bulan Ramadan, yaitu saat berbuka puasa dan sahur. Selanjutnya, kami juga akan memaparkan data-data penting terkait kebiasaan pelanggan mendekati Hari Raya Idul Fitri dan seminggu setelah Ramadan berakhir. Di akhir e-book ini, kami memiliki tips terkait cara-cara mengantisipasi penurunan penjualan tiba-tiba setelah lebaran.

 

1. Kebiasaan Pelanggan di Industri Ritel

kebiasaan belanja saat ramadan

Industri ritel masih menjadi primadona pelanggan di bulan Ramadan tahun 2018. Barang-barang seperti pakaian, aksesoris, sepatu, dan elektronik menjadi komoditi yang paling dicari di bulan Ramadan. Dari hasil observasi terhadap merchant-merchant kami, secara umum angka pertumbuhan penjualan di bulan Ramadan tahun lalu menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Baca selengkapnya di artikel ini.

 

Jelang Lebaran, Lelang Peruntungan

Menuju lebaran, industri ritel terus menunjukkan angka pertumbuhan yang positif. Komoditi seperti pakaian dan aksesoris mengalami peningkatan volume pendapatan yang konsisten selama bulan Ramadan. Sementara itu, jumlah transaksi tiap outletnya pun naik hingga 2 kali lipat. Namun, kira-kira berapa ya angka pastinya? Perubahan karakteristik berbelanja pelanggan ini tentu mempengaruhi jam beroperasi outletnya.

Kami menemukan bahwa ternyata, rata-rata jumlah transaksi per jam setiap outlet akan semakin bertambah, apalagi menjelang akhir bulan Ramadan. Puncaknya terjadi di akhir pekan di minggu-minggu akhir Ramadan. Namun, kira-kira hari apa ya puncaknya? Melihat ramainya pengunjung yang datang, para pengusaha ritel harus mempersiapkan ketersediaan stok barang-barang best-seller untuk mendulang lebih banya keuntungan. Para pegawai pun perlu diingatkan agar dapat melayani pelanggan dengan lebih baik lagi.

 

2. Kebiasaan Pelanggan saat Sahur

kebiasaan belanja saat ramadan

Asumsi utama terhadap waktu orang-orang melakukan sahur adalah dari tengah malam hingga pukul 4 pagi. Ternyata, dari rentang waktu tersebut, ada waktu yang menjadi pilihan pelaku bisnis untuk membuka toko. Pukul berapa ya kira-kira? Lalu, bagaimana dengan jam yang terjadi puncak transaksi? Data ini menunjukkan adanya perubahan kebiasaan konsumen dari yang memilih untuk masak sahur sendiri ke membeli sahur karena berbagai alasan. Simak data-data lebih lengkapnya di artikel ini.

Tahukah Anda bahwa ternyata tidak semua menu dijual saat sahur. Sepanjang sahur, pelanggan lebih menyukai makanan yang cepat dan simpel. Data menunjukkan bahwa 12 persen transaksi saat waktu sahur adalah menu yang berisi olahan ayam. Lalu, apa saja ya kira-kira menu populer lainnya yang menjadi pilihan orang-orang untuk santap sahur? Apakah ternyata data kami untuk menu sahur ini juga merupakan menu favorit Anda? Simak penjelasan lebih lengkapnya di artikel ini.

 

3. Kebiasaan Pelanggan saat Berbuka

kebiasaan belanja saat ramadan

Bagi para yang menjalani ibadah puasa, boleh jadi tidak ada yang lebih ditunggu dari momen berbuka puasa. Setelah menahan lapar dari Subuh hingga Magrib, menyantap makanan saat buka puasa menjadi kenikmatan sendiri. Lebihnya lagi, para pebisnis kuliner juga merupakan orang yang senyumnya paling lebar ketika waktu buka puasa tiba.

Mengingat banyak orang berbondong-bondong mencari tempat untuk buka puasa, peak hour para merchant F&B agak bergeser saat Ramadan. Biasanya kalau hari biasa peak hour terjadi mulai pukul 19.00 hingga pukul 21.00, saat Ramadan peak hour mulai lebih awal, tapi bukul berapa ya?

Baca selengkapnya di artikel ini.

Tidak hanya itu, semakin dekat menuju Hari Raya Idul Fitri, semakin banyak item makanan yang dipesan orang dalam sekali datang. Ini juga berhubungan dengan semakin banyaknya jumlah asisten rumah tangga yang mulai kembali ke kampung halaman, sehingga tidak ada yang memasak di rumah-rumah ibukota.

Ini menunjukkan bahwa buka puasa bersama dengan kerabat atau keluarga mereka lebih banyak dilakukan menjelang akhir Ramadan dan Hari Raya, di mana mereka sudah mulai memiliki lebih banyak waktu luang.

Sebagai pelaku usaha, salah satu strategi yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan pengecekan stok secara berkala. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa stok Anda masih tersedia tidak akan kehabisan sebelum waktunya. Lalu, apa yang terjadi jika stoknya sudah terlanjur habis? Atau mungkin, jika melihat kasus lain, jumlah karyawan Anda tidak memadai?

 

4. Kue Kering Jadi Pilihan Hadiah Lebaran

Di bulan Ramadan, dapat dikatakan bahwa terdapat pertumbuhan positif di industri makanan, khususnya toko roti. Konsumen lebih sering membeli produk roti khususnya di minggu terakhir Ramadan. Ini menunjukkan bahwa mereka membeli lebih banyak kue atau pastry untuk Hari Raya.

Jumlah kalori di dalam roti tidak sebanyak jumlah kalori nasi putih atau lainnya. Ini yang membuat roti sering dibeli untuk camilan atau mengisi perut setelah makan berat. Apalagi saat malam hari setelah shalat tarawih, di mana orang-orang cenderung ingin makan sesuatu yang mengenyangkan namun tidak membuat perut begah. Tekstur roti yang lembut di tengah dan kadang memiliki pinggiran yang renyah, membuat produk ini menjadi incaran mereka yang ingin menghilangkan lapar sesaat.

Produk roti ini tentu bisa menjadi peluang yang menguntungkan bagi Anda. Jika sebelumnya kita sudah berbicara tentang ta’jil, mungkin produk olahan roti bisa menjadi pilihan makanan untuk ta’jil Anda. Tidak perlu menghidangkan roti dalam ukuran yang terlalu besar atau banyak elemen pemanisnya. Cukup hidangkan roti tawar atau roti coklat yang bisa dilahap dalam sekali telan dan teh manis panas sudah cukup untuk memanjakan tenggorokan pelanggan.

 

5. Promosi Masih Paling Dicari

kebiasaan belanja saat ramadan

Berbicara soal memanjakan pelanggan, strategi lain yang bisa Anda terapkan adalah dengan promosi. Ada banyak jenis promosi yang bisa Anda gunakan untuk mempertahankan pelanggan lama dan mendapatkan pelanggan baru. Salah satunya adalah Beli 1 Gratis 1 dan cashback, dan keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Nah, lalu bagaimana dengan jenis promo yang paling laku saat Ramadan? Apakah jenis-jenisnya ini juga bisa diterapkan saat Ramadan? Simak terus informasi lebih lengkapnya di artikel ini.

Baca Juga:

 

6. Mengantisipasi Sales Drop saat Lebaran

kebiasaan belanja saat ramadan

Meski grafik penjualan akan meningkat di momen-momen tertentu Ramadan, namun memasuki lebaran Anda akan melihat perubahan yang cukup kentara. Terlepas dari angka pertumbuhan bisnis yang positif, terdapat penurunan penjualan di berbagai industri. Adapun penurunan yang terjadi adalah:

  • 42.5 persen pada merchant kuliner
  • 67.76 persen pada merchant ritel
  • 70 persen pada merchant servis

Selanjutnya, jumlah transaksi tiap outlet menurun sebesar 12 persen pada minggu pertama setelah Ramadan. Ini sejalan dengan fakta bahwa pergerakan ekonomi yang melambat di seluruh industri seminggu setelah Ramadan. Perlambatan ini disebabkan oleh para pekerja yang belum sepenuhnya kembali beraktivitas seperti biasanya.

Baca Juga: 5 Tips Kembali Produktif Setelah Libur Panjang atau Libur Lebaran

Itulah mengapa sektor servis mengalami angka penurunan yang paling signifikan, sementara sektor ritel dan kuliner masih bergantung pada ketersediaan para pekerjanya. Untungnya, jumlah permintaan biasanya cenderung kembali meningkat pada minggu kedua setelah Ramadan.

Berbicara soal promo, wajar jika volume penjualan akan menurun secara berkala setelah Ramadan, namun itu bukan berarti bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan bagia Anda pelaku bisnis adalah:

  1. Memperpanjang periode diskon hingga minggu pertama setelah Ramadan
  2. Menawarkan produk baru
  3. Menyimpan modal yang cukup untuk bekerja dan tetap menjalankan bisnis
  4. Meningkatkan program loyalitas dengan menawarkan reward khusus setelah bulan Ramadan
  5. Menjual stok lama dengan promo paketan

 

7. Langkah Konkret untuk Bisnis

kebiasaan belanja saat ramadan

Perubahan kebiasaan berbelanja pelanggan sebelum dan setelah Ramadan merupakan sebuah fenomena tersendiri dalam dunia bisnis. Sebagai pengusaha, Anda harus responsif terhadap perubahan kebiasaan konsumen. Untuk itu, Anda bisa mulai dari membaca karakteristik berbelanja pelanggan seperti data-data hasil penelitian Moka di bagian penjelasan. Data-data ini merupakan batu loncatan untuk membaca perubahan tersebut untuk diterapkan ke bisnis Anda sendiri. Adaptasi ini perlu dilakukan mengingat perubahan di satu industri bisa berbeda dengan perubahan di industri lain.

Dengan data-data ini, Anda sudah selangkah lebih maju dibandingkan para pesaing Anda.

Ramadan penuh berkat, yuk kenali pelanggan lebih dekat!

Unduh e-book-nya sekarang dengan mengisi form di bawah ini. Gratis, kok!

Submit a Comment

Get Latest Info!

Moka Footer
Copyright © 2018 Moka Teknologi Indonesia