Berita UKM Bisnis Data Insights Management Marketing

5 Keuntungan dalam membangun jaringan dan relasi dalam bisnis

Published by:

Source : i.huffpost.com

Source : i.huffpost.com

Sebagai pemilik usaha, jaringan atau networking adalah suatu kunci penting dalam menjalankan kan mengembangkan usaha, terlebih apabila usaha yang dijalankan termasuk dalam usaha kecil menengah. Dengan menjalin hubungan antara sesama pemilik usaha, Anda dapat mendapatkan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Membangun usaha yang sukses membutuhkan banyak waktu dan motivasi untuk berkembang, sehingga baik bagi Anda untuk memiliki jaringan teman dan rekan untuk memberikan energi yang positif yang membuat Anda semakin giat dalam menjalankan usaha Anda. Berikut adalah 5 keuntungan lain dalam membangun jaringan dan relasi dalam bisnis.

  1. Dari Mulut ke Mulut

Jaringan bisnis yang baik akan membantu Anda tidak hanya dalam menambah relasi tetapi meningkatkan kualitas usaha Anda. Dikatakan bahwa trik marketing yang paling bagus adalah melalui pembicaraan mulut ke mulut. Dengan membangun jaringan dan menambah pergaulan, akan jauh lebih banyak orang yang akan tertarik dengan produk dan jasa yang Anda tawarkan. Seperti banyak yang diketahui, seorang individu gemar berbagi informasi kepada rekan dan sahabat mereka, termasuk membicarakan tentang usaha Anda apabila ada yang berkaitan.

  1. Menambah Koneksi dan Relasi

Keuntungan terbesar dalam memiliki relasi yang luas adalah bertambahnya koneksi Anda dalam menjalankan dunia usaha. Dengan mengenal Anda, orang akan menaruh kepercayaan lebih kepada Anda. Anda dapat memberikan masukan kepada orang yang membutuhkan sesuatu dari bidang Anda seperti apabila Anda menjual Sepatu Olahraga, Anda dapat menyarankan pada relasi Anda yang ingin membeli sepatu untuk bermain basket tentang sepatu olahraga yang mana yang cocok untuk mereka. Dan sebaliknya, Anda dapat mendapatkan berbagai informasi yang berguna untuk kehidupan personal dan bisnis Anda.

  1. Memecahkan Persoalan yang Sama

Anda akan menemukan orang yang menghadapi persoalan dalam dunia usaha yang hampir sama dengan apa yang sedang Anda alami. Mereka dapat mengatasi masalah tersebut dan Anda dapat mengambil contoh bagaimana mereka menyikapi masalah tersebut dan menerapkannya dalam usaha Anda sendiri. Dalam arti lain, Anda akan bertemu individu lain melalui koneksi bisnis yang akan berperan sebagai mentor Anda ketika Anda berhadapan dengan persoalan. Dengan pertolongan seperti ini, Anda akan mendapatkan diri Anda jauh lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

  1. Kesempatan yang Tidak Pernah Terpikirkan Sebelumnya

Dengan mengenal banyak pribadi lain, pikiran Anda akan menjadi lebih terbuka dan mengetahui akan adanya kesempatan baru yang dapat Anda raih. Kenyataannya, ketika Anda mengenal lebih banyak orang, Anda tidak akan pernah tahu apakah Anda dapat menolong orang tersebut dimasa depan ataupun sebaliknya. Jika kita menutup diri untuk berkomunikasi dengan yang lain, maka kesempatan yang kita dapatkan akan menjadi sangat terbatas.

  1. Bukan Hanya Untuk Meningkatkan Penjualan

Kebanyakan orang salah kaprah dalam mengartikan relasi bisnis karena semua dikaitkan dengan penjualan. Pada kenyataannya, membangun relasi bisnis tidak semata-mata demi meningkatkan penjualan. Dengan bekerjasama dengan orang lain, Anda juga dapat meningkatkan pengetahuan yang dapat digunakan dalam mengembangkan usaha Anda.

Dengan membangun relasi, memang benar sebagian besar merupakan salah satu strategi dalam menjalankan bisnis. Tetapi tidak semata-mata hanya itu saja, mengenal banyak orang yang memiliki pandangan berbeda-beda dan dikelilingi oleh banyak teman dibidang yang beragam akan menjadikan Anda pribadi yang lebih baik dan juga menambah wawasan Anda akan dunia bisnis maupun pribadi.

“The richest people in the World look for and build networks, everyone else look for works” – Robert T. Kiyosaki

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Bisnis Marketing Seller Insights

7 Tips Bernegosiasi Dalam Bisnis

Published by:

www.powerhomebiz.com

Source : www.powerhomebiz.com

Suka atau tidak, dalam melakukan usaha Anda tetap harus menerima kenyataan bahwa negosiasi dalam bisnis adalah hal yang harus Anda hadapi. Hubungan bisnis dan pribadi kebanyakan dibangun atas dasar negosiasi. Bahkan negosiasi yang sukses dapat menentukan apakah usaha Anda akan berhasil atau tidak kedepannya.

Negosiasi adalah proses dimana kedua belah pihak atau lebih dengan kebutuhan dan tujuan mendiskusikan masalah untuk menemukan solusi demi kesejahteraan bersama. Dalam dunia bisnis, kemampuan bernegosiasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan interaksi formal seperti bernegosiasi untuk  penjualan, layanan jasa, dan hal yang menyangkut legal lainnya. Berikut adalah 7 tips agar Anda lebih mahir dalam melakukan negosiasi.

  1. Bangun Pemikiran Bahwa Semua Dapat Dinegosiasi

Hampir semua hal yang ada dalam dunia bisnis dapat di negosiasi. Tantang segalanya dan bersiaplah untuk menyatakan apa yang Anda inginkan dengan tegas namun tidak agresif. Seperti ada pepatah lama “Jika Anda tidak meminta, Anda tidak akan mendapatkan”.

  1. Bersiaplah Nilai yang Lebih Tinggi atau Lebih Rendah Dari Apa Yang Anda Terima

Selalu pastikan tawaran pertama Anda untuk selalu jauh lebih rendah daripada apa yang Anda siap bayar atau selalu lebih tinggi dari nilai yang sudah Anda persiapkan sebelumnya. Dengan begini akan ada ruang untuk bernegosiasi lebih lanjut tanpa merugikan kedua belah pihak.

  1. Mempelajari Sesama Negosiator dan Mendengarkan Dengan Seksama

Semakin Anda memahami lawan negosiasi Anda, semakin besar kemungkinan Anda dapat mengidentifikasi cara-cara Anda dapat meningkatkan posisi Anda. Ajukan banyak pertanyaan kepada mereka dan buatlah catatan yang penting. Tujuan Anda adalah untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan mereka. Memaksakan keputusan Anda secara sepihak beresiko batalnya perjanjian atau mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

  1. Jangan Mengaku Sebagai Pengambil Keputusan Tunggal

Apapun situasinya jangan pernah mengaku kalau Anda adalah satu-satunya pengambil keputusan dalam perjanjian. Pengambil keputusan lain, benar atau tidak, akan memudahkan Anda dalam memberikan waktu lebih agar Anda dapat berpikir lebih lama dalam mengambil keputusan.

  1. Lakukan Penelitian Terlebih Dahulu

Anda dapat melakukan penelitian secara luas dan detail sebelum Anda masuk kedalam tahap negosiasi. Penelitian yang baik harus dapat mengidentifikasi range harga dari produk atau jasa yang ingin Anda jual maupun beli.  Selain itu, penelitian yang tepat dapat memungkinkan Anda untuk menemukan produsen alternatif lainnya agar dapat Anda bandingkan.

  1. Jangan Dianggap Personal

Negosiasi adalah salah satu esensi yang paling penting dalam melakukan usaha. Jangan terlalu memasukan kedalam hati ataupun mudah tersinggung. Biarpun pada prosesnya akan terasa sedikit tidak mengenakan, negosiasi yang baik adalah menemukan solusi dimana akan menguntungkan kedua belah pihak.

  1. Selalu Siap Untuk Pergi

Meskipun semua yang dilakukan dalam bernegosiasi bersifat mutual, kadang-kadang kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak tetap tidak terwujud. Ketika ini terjadi, selalu siap untuk pergi. Negosiasi tanpa rencana yang kontingensi adalah hal yang bodoh dan kemungkinan akan menyebabkan Anda menerima kesepakatan yang akan merugikan pihak Anda.

Negotiation is a give-and-take process, but being in control of the process is the only way to be successful at it” – Celso Cukierkorn

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Bisnis Customers Karyawan Management Marketing

Cara Mengelola Kebahagiaan Karyawan Anda

Published by:

 

Source : www.pprablog.files.wordpress.com

Source : www.pprablog.files.wordpress.com

Sebagai seorang pemimpin, pasti Anda ingin mempunyai anak buah yang loyal dan dapat dipercaya agar usaha yang Anda jalani dapat berkembang dengan pesat. Namun kadang para pemilik usaha suka melupakan bahwa karyawan juga merupakan manusia yang memiliki akal dan budi serta perasaan. Oleh karena itu banyak perusahaan yang sudah mulai memikirkan tentang tingkat kesenangan para karyawan mereka dalam bekerja.

Sebagai seorang pemimpin, Anda yang memegang andil dalam perihal ini. Jadi jika kebahagiaan para karyawan menjadi tujuan Anda, Anda harus memulai langkah pertama dalam melakukan pendekatan untuk kesejahteraan para pekerja. Selain gaji dan tunjangan yang setimpal, banyak hal yang perlu  ditingkatkan agar kebahagian para karyawan Anda juga terpenuhi. Berikut adalah beberapa tips untuk membangun hubungan yang selaras antara pemimpin dan karyawan.

  1. Jangan Mencoba Untuk Membangun Ikatan Erat Hanya Dengan Percakapan yang Singkat

Sangatlah benar bahwa untuk mendapatkan kepercayaan dan loyalitas dari para karyawan serta keterbukaan para karyawan Anda tidaklah mudah. Banyak para karyawan yang merasa terkurung dan tidak dapat bekerja dengan efisien apabila mereka berada di sekitar para manajer ataupun pemimpinnya.

Solusinya adalah dengan mendekatinya dengan perlahan-lahan. Berbagi tentang kegemaran Anda dan obrolan yang ringan tentang pribadi Anda dapat membuat para karyawan merasa lebih rileks apabila berada disekitar Anda. Budaya yang tercipta di Indonesia adalah apabila karyawan diajak berbicara secara personal dengan atasannya, mereka akan dipecat atau diberitahu berita buruk lainnya, buatlah suasana dimana para karyawan merasa mereka bisa menceritakan segala sesuatu tentang perasaan mereka selama bekerja di perusahaan Anda secara nyaman.

  1. Lupakan Bahwa Anda dan Karyawan Tidak Terikat Dalam Jangka Panjang

Karyawan Anda bekerja dengan Anda tidak hanya semata-mata demi uang ataupun menyambung hidup. Mencari pengalaman dan menambah pengetahuan tentang bidang lain juga mungkin menjadi salah satu alasan mengapa ia bergabung dengan Anda. Oleh karena itu dengan membantu mereka menjadi profesional yang lebih baik dan cermat juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kebahagiaan mereka. Anda dapat mengembangkan keterampilan atau memperluas koneksi mereka. Pikirkanlah betapa akan termotivasi para karyawan Anda apabila mereka tahu bahwa Anda mendukung mereka untuk terus berkembang.

  1. Keluarlah Dari Lingkungan Kantor

Anda tidak dapat mengharapkan karyawan Anda untuk mendapatkan suasana yang lebih nyaman apabila Anda berusaha untuk dekat dengan mereka didalam lingkungan kantor. Ubahlah tempat dan konteks dimana Anda dan karyawan dapat berbincang dengan lebih santai dan mendalam seperti dengan mengadakan buka bersama di Bulan Ramadhan ataupun mengadakan outing kantor dimana para karyawan dapat merasakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan bersama para petinggi dan para kolega kerjanya.

  1. Mengurangi Pertanyaan yang Menjatuhkan

Sebagian besar dari para pemimpin akan bertanya kepada karyawannya mengapa pekerjaan mereka tidak sempurna hasilnya, kenapa penjualan tidak bagus dan juga berbagai macam pertanyaan menjatuhkan lainnya. Ada baiknya apabila Anda mengubah  pertanyaan tersebut menjadi lebih memotivasi, contohnya: “Ini adalah tugas saya untuk membantu Anda dalam mengatasi masalah ini, ada yang bisa saya bantu agar produksi kita bisa berjalan dengan lancar?” Dengan pertanyaan seperti ini, karyawan akan berpikir apabila Anda menanyakan mengenai permasalahannya bukan menyalahkan karyawan Anda. Dengan demikian, karyawan dapat menggambarkan apa yang salah dengan pekerjaannya, tanpa merasa seperti ia dikritisi kinerja dan kemampuannya.

Semua yang Anda lakukan diatas bertujuan satu yaitu membangun relasi kepercayaan antara karyawan dan pemimpin. Tapi harus Anda ingat, semua karyawan Anda memiliki kepribadian yang berbeda dan cara pendekatan yang berbeda juga. Akan selalu ada perbedaan dalam berapa lama dan perlakuan apa yang harus Anda lakukan untuk menciptakan hubungan kepercayaan tersebut. Anda harus mengerti dan menyadari bahwa kejujuran dan transparansi dalam suatu perusahaan merupakan hal yang teramat penting dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan.

 

“When people are financially invested, they want a return. When people are emotionally invested, they want to contribute”  – Simon Sinek

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Bisnis Customers Management Marketing

Pentingnya Desain Dalam Usaha

Published by:

design-image

Source : www.ip-watch.org

Salah satu tantangan utama di dalam setiap bidang usaha yaitu dalam menentukan desain yang pas untuk di implementasikan kedalam usaha tersebut. Tidak dapat dipungkiri kalau desain mempunyai andil yang sangat besar dalam kebutuhan marketing dari setiap usaha. Sebagai marketer, Anda tentunya mengerti bahwa desain yang cocok untuk usaha Anda sangatlah penting dalam semua kampanye marketing yang akan Anda lakukan. Berikut adalah beberapa poin mengapa desain adalah hal yang penting dalam menjalankan usaha Anda :

Desain Mengkomunikasikan Merek
Kampanye marketing yang Anda lakukan pastinya memiliki tujuan untuk meningkatkan profil dari merek Anda dan menuntun para pelanggan ke arah tertentu untuk membeli produk atau jasa dari perusahaan Anda. Salah satu elemen penting untuk menggaet pelanggan yaitu melalui kepercayaan. Merek pada dasarnya sudah tertanam dalam benak para pelanggan Anda. Contohnya merek A menawarkan kenyamanan dan kemewahan, atau merek B mewakili kualitas dan nilai yang tinggi. Terlepas dari apa yang target pelanggan Anda cari, merek adalah suatu yang dijual. Setiap bagian kreatif yang Anda lakukan – posting blog, brosur, kampanye digital di Google atau membuka stand dalam bazaar memberi gambaran tentang merek yang Anda jual. Jika desain yang Anda tampilkan dalam merek Anda tidak mencerminkan desain yang professional dan terkesan murahan, hal ini dapat merusak brand image Anda dan perlu waktu yang lama untuk memperbaiki brand image dalam benak para pelanggan. Sebaliknya, desain yang baik akan mencerminkan banyak untuk sebuat perusahaan seperti kualitas, profesionalisme dan posisi usaha Anda di pasar.

Desain Untuk Meningkatkan Visibilitas Merek
Bahkan kampanye yang paling baik sekalipun akan mendapatkan perhatian apabila sangat menonjol. Untuk menjadi yang terbaik para pelaku usaha harus melakukan kampanye marketing yang selalu lebih baik diatas para pesaingnya yang juga melakukan hal yang sama. Semua kampanye marketing harus menangkap perhatian para calon pelanggan. Tergantung dari tujuan akhir dalam melakukan kampanye dan target pasar Anda, desain yang dibutuhkan untuk melakukan hal ini juga bervariasi. Apakah desain yang terkesan dingin, tajam dan serius yang sesuai dengan pelanggan Anda ataukah desain yang mencolok, terlihat sedikit norak yang justru menjadi desain terbaik? Apapun itu, desain yang cocok akan membantu Anda dalam mengkomunikasikan merek Anda agar lebih diingat oleh banyak orang.

Desain Untuk Meningkatkan Penjualan
Jika Anda hanya memikirkan tentang penjualan, kemungkinan Anda akan melewatkan pemikiran kalau desain yang baik juga akan meningkatkan penjualan. Banyak orang gagal untuk menyadari bahwa sifat psikologis juga mengambil bagian dalam pengambilan keputusan bagi kebanyakan konsumer. Apa yang menarik bagi mata para pembaca dalam sebuah majalah? Pesan apa yang akan disampaikan pada sebuah foto, warna yang ditonjolkan, atau tampilan yang Anda inginkan? Desain yang baik dapat menarik target pasar yang baru dan mengubahnya menjadi peningkatan penjualan.

Desain Memperkuat Pesan
Dengan desain yang baik, Anda dapat menggarisbawahi pesan yang akan Anda tampilkan untuk menyampaikan tentang produk atau jasa yang Anda sediakan. Ini berkaitan dengan argumen tentang pentingnya desain dalam branding, tetapi juga tentang kekuatan sebuah desain untuk menampilkan pesan dan menimbulkan respons dari kebanyakan orang. Seperti contohnya apabila Anda sebuah organisasi non-profit yang ingin meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sebuah kasus. Beberapa gambar yang dipilih dengan cermat dapat menyampaikan pesan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan ribuan kata-kata pada masalah yang sama.

Sebagai pelaku usaha, penting bagi Anda dalam menentukan desain yang cocok untuk usaha yang Anda jalankan. Dengan memiliki desain yang baik, Anda akan lebih mudah untuk membangun kredibilitas dan mendukung pekerjaan lain seperti kampanye marketing, kesempatan lebih besar dalam mendapatkan klien dan mengubahnya menjadi penjualan. Ada pendapat lain tentang desain? Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini.  :-)

“Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works.” – Steve Jobs

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Uncategorized

Jenis-Jenis Perilaku Pembelian

Published by:

Consumer-Behavior-and-shopping2

 

Source : internationalconsumerbehavior.com

Ada 4 jenis perilaku yang dilakukan oleh konsumen dalam melakukan pembelian, hal ini dapat bergantung pada jenis keputusan pembelian. Keputusan dalam membeli barang elektronik, kebutuhan sehari-hari hingga kendaraan bermotor tentunya akan sangat berbeda. Seorang ahli Marketing, Henry Assel membedakan adanya empat jenis perilaku pembelian konsumen berdasarkan tingkat keterlubatan pembeli dan tingat perbedaan antar merek. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut :

  1. Pembelian Pengurang Ketidaknyamanan

Tidak jarang konsumen sangat terlibat dalam pembelian namun hanya melihat sedikit perbedaan antar merek. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan adalah barang yang sangat mahal, jarang dilakukan dan beresiko tinggi. Dalam kasus tersebut, pembeli akan memilih dengan sangat teliti dan hati-hati dengan mempelajari merek yang tersedia. Jika konsumen menemukan perbedaan mutu diantara beberapa merek, ia mungkin akan memilih harga yang lebih tinggi dengan pemikiran “ada uang, ada barang”. Jika ia menemukan perbedaan kecil, kemungkinan ia akan membeli hanya bedasarkan harga dan kenyamanan.

Setelah melakukan pembelian, konsumen akan mengalami ketidaknyamanan yang muncul setelah merasakan adanya hal yang dianggap tidak menyenangkan mengenai merek lain dan lebih siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya. Contohnya, konsumen pertama-tama akan bertidak, kemudian mendapatkan keyakinan baru dan berakhir dengan menentukan pilihan. Trik marketing disini harus dapat mengambil hati para konsumen dan menerapkan keyakinan agar konsumen merasa lebih puas terhadap pilihannya.

  1. Perilaku Pembelian yang Rumit

Menurut Hassel, perilaku pembelian yang rumit terdiri dari tiga tahapan. Pertama, pembeli mengembangkan keyakinan tentang suatu produk tertentu. Kedua, ia akan membangun sikap tentang produk tersebut. Ketiga, ia membuat pilihan yang cermat. Dalam perilaku pembelian jenis ini  konsumen dikatakan melakukan pembelian yang rumit jika mereka terlibat dalam kegiatan pembelian yang dimana terdapat sebuah perbedaan yang besar antar merek. Biasanya kegiatan pembelian jenis ini biasanya terjadi bila produk yang akan dibeli memiliki harga yang mahal, jarang dibeli, berisiko, dan sangat mengekspresikan diri seperti, kendaraan bermotor, telepon selular dan sebagainya.

  1. Perilaku Pembelian yang Mencari Variasi

Pada proses perilaku pembelian ini ditandai dengan rendahnya keterlibatan konsumen terhadap perbedaan merek yang signifikan atau konsumen sering melakukan peralihan merek. Contoh dari perilaku ini adalah dalam membeli makanan ringan atau kebutuhan sehari-hari. Dalam kegiatan pembelian ini konsumen memiliki beberapa pilihan tentang makanan ringan, memilih kue kering tanpa melakukan banyak pertimbangan dan mengevaluasi produk selama konsumsi. Namun pada kesempatan berikutnya, konsumen ada kemungkinan untuk membeli merek lain karena ingin mencari rasa yang berbeda dan pergantian merek terjadi karena adanya keinginan untuk mencari variasi baru bukan karena adanya ketidakpuasan.

  1. Perilaku Pembelian Karena Kebiasaan

Dalam sebuah kegiatan pembelian terdapat banyak produk yang dibeli pada kondisi rendahnya keterlibatan konsumen dan tidak adanya perbedaan antarmerek yang signifikan. Misalnya Sabun mandi atau pasta gigi. Para konsumen akan memiliki sedikit keterlibatan pada jenis produk itu. Mereka pergi ke toko dan mengambil merek tertentu. Jika mereka tetap mengambil merek yang sama, hal itu karena kebiasaan bukan karena kesetiaan yang kuat terhadap merek. Terdapat bukti bahwa konsumen tidak memiliki keterlibatan yang tinggi dalam pembelian sebgaian produk yang rendah dalam sebagian besar produk yang murah dan sering dibeli.

Dalam perilaku pembelian jenis ini, para pemasar dapat melakukan empat teknik untuk berusaha mengubah produk dengan keterlibatan rendah menjadi keterlibatan tinggi. Pertama, pemasar dapat mengaitkan produk dengan beberapa isu yang menarik keterlibatan, seperti ketika pasta gigi dikaitkan dengan usaha untuk mencegah gigi berlubang. Kedua, merek dapat mengaitkan produk dengan beberapa situasi pribadi, contohnya dengan mengiklankan merek kopi setiap  pagi hari ketika konsumen ingin mengusir rasa kantuk. Ketiga, pemasar dapat merancang iklan yang dapat memicu emosi yang berhubungan dengan nilai pribadi. Keempat, dengan menambahkan fitur yang penting, contohnya melengkapi minuman biasa dengan vitamin.

“Know who your customers is are great, but knowing how they behave is even better” – Jon Miller

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Finansial Management Marketing

Strategi Promosi Untuk Usaha Kecil Menengah

Published by:

Source : theaxess.net

Promosi merupakan salah satu hal yang terpenting dalam memasarkan usaha Anda. Yang termasuk dalam promosi adalah periklanan atau personal selling dan mencakup seluruh komunikasi diantara penjual dan orang yang berpotensi menjadi pelanggan Anda. Promosi yang lazim dilakukan oleh para pengusaha yaitu berupa iklan. Iklan pun dapat dibagi menjadi dua fungsi yaitu sebagai pemberi informasi dan juga ada yang bersifat membujuk.

Iklan sebagai pemberi informasi menyediakan informasi mengenai perusahaan dan produk yang di keluarkan oleh perusahaan tersebut kepada pelanggan, sedangkan iklan sebagai media membujuk bertujuan untuk meyakinkan dan mengajak para pelanggan untuk membeli produk dan jasa yang disediakan oleh perusahaan. Seluruh iklan dan aktivitas promosi lainnya harus seimbang dengan posisi perusahaan dalam pasar bisnis dan harus didasarkan untuk membangun dan memperkuat brand image suatu perusahaan.

Strategi periklanan merupakan satu diantara berbagai jenis pemasaran yang dijalankan oleh para pemilik usaha. Iklan merupakan metode yang efektif untuk menyediakan informasi mengenai produk dan jasa perusahaan untuk para pelanggan yang mencari tahu dari produk yang akan mereka beli. Pertama, mereka ingin mengetahui mengenai produk yang akan mereka beli dan kedua, yang paling penting adalah bagaimana cara penggunaannya. Karena tidak sedikit produk yang berkualitas tinggi justru tidak laku dipasaran karena cara penggunaan yang dinilai tidak efisien. Oleh karena itu, strategi periklanan membantu UKM untuk memperkenalkan produk dan jasa mereka secara efektif dan mendorong penjualan perusahaan.

Sebuah strategi periklanan yang efektif harus mengandung tiga elemen utama yaitu tujuan iklan, pemilihan media, dan anggaran iklan.

  1. Tujuan Iklan

Tiga elemen yang harus ditonjolkan sebagai tujuan dalam sebuah iklan adalah pesan yang tepat, orang yang tepat dan pada waktu yang tepat. Dengan kata lain, tujuan dasar dari strategi iklan yang efektif adalah dengan menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat juga.

Pertama, kita perlu mengetahui apa yang ingin kita sampaikan kepada para audience kita. Apa saja informasi mengenai produk dan jasa kita yang seharusnya diberikan kepada pelanggan? Kedua, siapa saja yang menjadi konsumen kita. Seperti apa karakteristik mereka, apa yang mereka suka, dan apa harapan mereka dari produk atau jasa yang ingin mereka beli?

Ketiga, kita harus memilih waktu yang tepat untuk iklan, hal ini elemen yang sangat krusial pada rencana iklan yang sukses.

 

  1. Pemilihan Media

Dalam mengembangkan strategi iklan yang efektif adalah memilih media yang paling tepat untuk usaha Anda dalam menjangkau target pasar. Ketika memilih media, UKM harus mempertimbangkan berbagai macam faktor yang krusial seperti karakteristik dari kelompok target pelanggan, ukuran pasar dan biaya yang harus dikeluarkan. Ada beberapa variasi media seperti radio, koran lokal, internet, televisi, bioskop, dan media lainnya yang dapat digunakan secara efektif tergantung dari produk dan jasa yang ingin ditampilkan. Tiap media pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Maka dari itu, akan sangat bermanfaat apabila Anda dapat menentukan media apakah yang paling dirasa cocok untuk usaha Anda. Beberapa media yang dapat dipilih untuk iklan pada usaha kecil yaitu :

  • Iklan di Koran

Biarpun terdengar kuno, tetapi pada kenyataannya beriklan di kolom koran merupakan salah satu media yang cukup efektif karena mencakup banyak target pasar dari segala kalangan. Kekurangannya, kebanyakan koran dibaca hanya sekali, konsekuensinya siklus iklan menjadi lebih pendek dan juga tidak ada jaminan bahwa orang yang membeli koran akan melihat iklan kita.

  • Iklan di Majalah

Sebagian besar prinsip dari media cetak itu sama. Namun ada perbedaan dari media majalah dan koran. Biasanya koran diterbitkan secara harian sedangkan majalah ada yang mingguan ataupun bulanan. Iklan dengan menggunakan majalah lebih berorientasi pada gambar dan kualitas gambarnya lebih baik dibandingkan koran.

  • Iklan di Radio

Beriklan di radio lebih aktif dibandingkan dengan beriklan di media cetak dan juga dapat digabungkan dengan media cetak agar lebih efektif. Kekurangannya adalah para pendengar radio tidak dapat melihat gambar yang ingin Anda jual. Poin penting yang harus diingat dalam memasang iklan di radio adalah memilih waktu dan channel siaran yang benar agar langsung tepat sasaran target pasar.

  • Iklan di Televisi

Beriklan menggunakan media televisi atau biasa disebut dengan TV merupakan salah satu media yang cukup digemari dikarenakan para penonton dapat melihat, mendengar, bergambar dan berwarna. Iklan dengan menggunakan TV, setiap usaha dapat menjangkau  audience dimana saja dan menampilkan apa saja kepada para penonton. Kelemahan utama iklan di televisi adalah biayanya yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan media lainnya.

 

  1. Anggaran Iklan

Langkah terakhir dari strategi adalah dengan menentukan dan mengalokasikan anggaran iklan. Ketika tujuan dan sasaran dari iklan telah ditentukan secara jelas, anggaran iklan harus disiapkan. Anggaran iklan menentukan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh UKM pada waktu tertentu dan untuk menyiapkan anggaran iklan bukan lah suatu perkara kecil. Banyak faktor yang harus diperhatikan seperti siklus hidup produk perusahaan dan pangsa pasar yang mempengaruhi penentuan dari anggaran iklan. Persentasi dari penjualan merupakan hal yang paling umum digunakan dan juga metode termudah dalam menyusun anggaran iklan. Beberapa persentase dari perkiraan penjualan akan dimasukan dalam anggaran untuk iklan. Oleh karena itu, perusahaan harus pintar-pintar dalam melakukan business forecasting. Anggaran iklan harus direncanakan untuk beberapa periode seperti 3 bulan, 6 bulan bahkan 12 bulan dengan tujuan akan membantu para pebisnis dalam melihat masa depan perusahaan.

Bagi para pemilik usaha harus diingat sebuah bisnis akan berkembang atau bahkan bangkrut tergantung dari strategi pemasaran yang tepat diterapkan. Oleh karena itu, tinjau kembali konsep pemasaran dan rencana strategi pemasaran Anda agar usaha Anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat.

“Whoever Controls The Media, Controls The Mind” – Jim Morrison.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Customers Data Insights Finansial Management Seller Insights

Tips Rahasia Sukses Mengelola Keuangan Untuk UKM

Published by:

mengatur keuangan

Source: 2.bp.blogspot.com

Walaupun terlihat sangat mudah untuk dilakukan, para pengguna usaha UKM lebih tertarik dalam membahas strategi bisnis yang akan dijalankan dan seringkali melupakan dalam mengelola keuangan. Banyak yang berpikiran bahwa dengan bisnis yang maju, keuangan akan berjalan dengan sendirinya. Pemikiran seperti ini lah yang harus dihindari. Perlu diingat, bisnis tidak selamanya akan maju, ketika saat sedang melemah, justru keuangan yang harus dipertimbangkan. Berikut adalah tips yang dapat diterapkan dalam menjalankan UKM :

  1. Rencanakan Penggunaan Uang

Tanpa adanya perencanaan yang matang, Anda akan segera mengalami keadaan dimana Anda kekurangan dana. Anda tetap harus merencanakan penggunaan uang Anda dengan sebaik mungkin walaupun pada saat itu uang kas yang Anda miliki cukup maupun berlebih. Jangan hambur-hamburkan modal Anda dengan sia-sia tanpa tujuan yang jelas. Sesuaikan rencana pengeluaran dengan target-target penjualan dan penerimaan kas. Prioritaskan pengeluaran Anda agar dapat dilihat bagian mana yang berguna dalam meningkatkan penjualan atau menurunkan biaya-biaya dalam menjalankan usaha. Lakukan analisa cost and benefit untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang Anda tidak keluar dengan sia-sia.

  1. Putar Arus Kas

Usaha tidak melulu menghasilkan keuntungan, kadang perusahaan juga mengalami kerugian. Manajemen keuangan juga meliputi bagaimana Anda mengelola hutang,piutang dan juga persediaan. Banyak usaha mengalami kesulitan kas meski catatan akuntansi yang mereka pegang menunjukan angka yang baik. Perhatikanlah dalam menggunakan Kartu Kredit dalam membeli suatu hal seperti termin jatuh tempo pembayaran ataupun juga apabila Anda harus menyimpan banyak barang dagangan Anda. Anda harus mengusahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit Anda. Anda juga harus mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order namun tanpa membebani keuangan.

  1. Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha

Kesalahan yang paling banyak dan sering dilakukan oleh para pelaku UKM adalah mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha. Dengan pemikiran bahwa usaha Anda masih kecil maka tidak ada masalah jika mencampur uang usaha dengan uang pribadi. Namun pada kenyataannya, Anda akan kesulitan dalam mengatur pengeluaran pribadi dan usaha. Sehingga, keperluan pribadi sedikit demi sedikit akan memakai uang hasil dari usaha Anda. Jadi segera pisahkan rekening untuk pribadi dan usaha. Buka rekening khusus yang akan digunakan untuk bisnis. Dan yang paling penting, bersikaplah disiplin dalam menerapkan pemisahan ini. Sekali lagi, kuncinya adalah displin diri dan komitmen dalam memisahkan uang pribadi dan uang usaha.

  1. Hitung Keuntungan dengan Benar

Tujuan Anda dalam menjalankan usaha adalah mencari keuntungan, namun tahukah Anda secara pasti berapa keuntungan yang telah Anda dapatkan? Menghitung keuntungan dengan tepat sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri. Bagian yang paling kritikal dalam menghitung keuntungan adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha. Sebagian besar biaya bisa diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Sebagian yang lain tidak berupa uang kas, seperti penyusutan dan amortisasi. Sebagian lagi belum terjadi namun perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang seperti pajak dan bunga pinjaman.

  1. Sisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha

Anda berhak menikmati hasil dari keuntungan yang Anda raih dalam menjalankan usaha ini, tapi juga harus diingat Anda juga tetap harus menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha. Salah satu tugas penting manajemen keuangan adalah menjaga kelangsungan hidup bisnis dengan mendorong dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang lain yang juga menguntungkan diluar dari bisnis Anda sendiri. Ataupun Anda juga dapat mengembangkan Usaha sendiri dengan memikirkan strategi baru yang akan memakan modal yang cukup banyak.

Semakin besar usaha yang Anda lakukan, semakin rumit pula dalam mengatur keuangannya. Ketika usaha Anda melibatkan kreditor dan investor, maka semakin tinggi juga tuntutan Anda dalam memilki sistem pencatatan keuangan yang baik. Keberhasilan usaha Anda tidak hanya dilihat dari kemampuan Anda dalam menjual barang, tetapi juga dilihat dari bagaimana Anda mengatur keuangan usaha Anda.

Apabila ada tips lain yang ingin Anda sampaikan, dapat langsung ditulis di kolom komentar dibawah ini  :-)

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Finansial Management Marketing

Kelebihan dan Kekurangan Usaha Kecil Menengah

Published by:

 

 

Positive or negative

Source: blog.envisialearning.com

Pengertian Usaha Kecil Menengah adalah sebuah bangunan usaha yang berskala kecil, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000,- per tahun tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Umumnya dimiliki secara perseorangan maupun kelompok. Meskipun demikian, definisi UKM sangat berbeda dimasing-masing negara seperti ukuran bisnis yang bisa dikategorikan sebagai usaha kecil menengah. Dengan pengkategorian tersebut, jenis bisnis skala kecil ini memiliki hak dan kewajiban khusus yang berkaitan dengan legalitas status perusahaan dan besaran pajak yang harus dibayarkan pada pemerintah. Semua hal pasti memiliki 2 sisi yang baik dan buruk, dalam artikel ini kita akan membahas kelebihan dan kekurangan dalam menjalankan UKM.

Kelebihan Usaha Kecil Menengah

Dengan fleksibilitas dan ukurannya yang kecil, usaha kecil menengah mempunyai banyak kelebihan dalam menjalankan usahanya, terutama dari segi pembentukan dan operasional. Dengan banyaknya usaha kecil menengah yang tumbuh di Indonesia, semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dan juga peningkatan penghasilan dalam negeri. Maka dari itu tidak heran usaha kecil menengah menjadi salah satu penggerak roda perekonomian di Indonesia.

  1. Kecepatan Inovasi

Dengan tidak adanya hirarki dan kontrol yang terlalu kaku seperti perusahaan besar kebanyakan, membuat para pekerjanya memiliki gerak yang lebih luas dan dapat menyumbangkan ide mereka. Produk-produk dan ide-ide baru dapat dirancang, digarap dan diluncurkan dengan segera.

  1. Fokus Dalam Satu Bidang

Usaha kecil menengah tidak wajib untuk selalu mengikuti permintaan pasar seperti layaknya perusahaan besar yang selalu mengikuti arus pertumbuhan jaman. Seperti contohnya, sebuah usaha kerajinan rumahan bisa fokus menggarap satu model atau jenis kerajinan tertentu dan cukup melayani permintaan konsumen tertentu untuk bisa mencapai laba.

  1. Fleksibilitas Operasional

Usaha kecil menengah biasanya dikelola oleh tim kecil yang masing-masing anggotanya memiliki wewenang untuk menentukan keputusan. Hal ini lah yang membuat pergerakan dalam bisnis UKM lebih fleksibel dan membuat para karyawan yang bekerja memiliki ruang gerak dan ruang berpikir yang lebih luas. Selain itu, kecepatan reaksi bisnis ini terhadap segala perubahan seperti trend produk, selera konsumen,dll cukup tinggi, sehingga bisnis skala kecil ini lebih kompetitif.

  1. Biaya Operasional yang Rendah

Kebanyakan usaha kecil menengah bekerja dari domisilinya masing-masing tanpa memiliki ruang perkantoran yang tetap. Oleh karena itu, biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak terlalu besar. Apabila dilihat lebih jauh lagi, usaha kecil menengah mendapatkan biaya sokongan dari pemerintah, organisasi non-pemerintah dan bank dalam bentuk kemudahan pajak, donasi atau uang tunai secara langsung. Faktor ini menjadi dukungan besar bagi para usahawan yang menjalankan usaha kecil menengah.

Kekurangan Usaha Kecil Menengah

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, selain banyak kelebihan dalam menjalankan usaha kecil menengah, para usahawan tidak boleh melupakan ada juga beberapa kekurangannya. Berikut adalah beberapa kekurangan di usaha kecil menengah :

  1. Sedikitnya Anggaran dan Pembiayaan

Usaha berskala kecil biasanya memiliki anggaran yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan besar dalam menjalankan usahanya. Oleh sebab itu, para usahawan UKM harus mengatur anggaran se-efisien mungkin demi kelancaran operasional usaha. Kekurangan pembiayaan operasional yang tidak dicegah bisa mengakibatkan pailit, sebab kapasitas UKM untuk membayar hutang hampir tidak ada.

  1. Waktu yang Singkat Untuk Melengkapi Kebutuhan

Sebab sedikitnya para pengambil keputusan dalam usaha kecil menengah, para usahawan terpaksa harus pontang-panting berusaha memenuhi kebutuhan pokok bisnisnya seperti produksi, sales dan marketing. Hal ini bisa mengakibatkan tekanan yang cukup besar dan membuat para usahawan menjadi tidak fokus dalam menyelesaikan permasalahan satu persatu.

  1. Tekanan Dari Luar

Tidak hanya tekanan dari dalam perusahaannya sendiri, tetapi tekanan yang dialami oleh usaha kecil menengah dari luar juga banyak menghadang. Contohnya seperti apabila bisnis nya menerima order dalam jumlah yang besar tanpa adanya daya produksi yang mengimbangi atau adanya kemungkinan dari perusahaan lebih besar yang melancarkan serangan yang tidak fair demi menyingkirkan pesaing potensialnya.

  1. Kurangnya Tenaga Ahli

Usaha kecil menengah kebanyakan tidak mampu untuk membayar jasa tenaga ahli untuk mengerjakan pekerjaan tertentu. Hal ini merupakan kelemahan terbesar bagi para usaha kecil menengah apabila dibandingkan dengan lembaga bisnis besar yang mampu mempekerjakan orang yang sudah ahli dalam bidangnya. Akibatnya, kemampuan bersaing bisnis skala kecil di pasar yang luas menjadi sangat kecil.

Demikianlah kekurangan dan kelebihan dalam menjalankan usaha kecil menengah di Indonesia. Ada pendapat lain dalam menjelaskan kekurangan dan kelebihan UKM? Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini  :-) 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing Seller Insights

5 Kesalahan Penyebab Usaha Kecil Menengah Mengalami Pailit

Published by:

bangkrut

Source: i.usatoday.net

Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia banyak yang mendulang untung dan menggapai kesuksesan. Namun tidak dapat dipungkiri, dari sekian banyak usaha yang ada, tidak sedikit yang kandas ditengah jalan bahkan sebelum genap 1 tahun berdirinya usaha tersebut.

Modal usaha yang belum memadai masih menjadi salah satu alasan sulitnya UKM berkembang di Indonesia, terutama bagi mereka yang mendirikan usaha-usaha di daerah yang tidak termasuk kota besar. Biarpun adanya bantuan dari segi perbankan, itupun melalui proses yang tidak mudah dan agak merepotkan bagi sebagian orang. Disisi lain, masih ada beberapa hal yang sering dilakukan para pelaku usaha yang bisa menjatuhkan usahanya sendiri.

Berikut adalah 5 kesalahan dalam menjalankan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bisa menyebabkan kebangkrutan :

  1. Tidak Mengetahui Caranya Mengatur Keuangan

Beberapa pengusaha lebih handal dalam merencanakan konsep bisnis yang akan dijalankan ataupun dalam menjual produk dan layanan mereka. Namun, sedikit yang mengerti bahwa keuangan adalah poin yang sangat penting dalam menjalankan usaha.

Semua keputusan yang diambil dalam menjalankan usaha akan selalu berhubungan dengan kondisi finansial perusahaan. Contohnya, Anda ingin melakukan strategi marketing yang cukup memakan budget Anda, disini Anda harus pintar-pintar mengatur keuangan Anda agar tidak terjadinya defisit karena keputusan yang diambil tanpa mengatur keuangan usaha Anda.

Baca juga artikel Fitur Akuntansi Yang Dibutuhkan Untuk Usaha Kecil Menengah

  1. Memulai Bisnis Dengan Modal Yang Minim

Sebagai pemula bisnis usaha kecil menengah, Anda harus memiliki modal yang mencukupi untuk menjalankan bisnis Anda. Dengan memiliki modal yang minim, besar kemungkinan Anda akan kewalahan dalam mengatur keuangan Anda.

Perlu diingat, banyak hal yang harus Anda pikirkan yang bisa menjadi perhitungan Anda dalam menanam modal. Contohnya, Berapa besar biaya produksi Anda? Berapa banyak pegawai yang Anda butuhkan? Strategi marketing seperti apa yang akan Anda jalankan? Dan juga biaya operasional lainnya yang memerlukan dana agar usaha Anda berjalan dengan lancar.

  1. Menganggap Produk Anda Bisa Terjual Dengan Sendirinya

Bisnis Anda mungkin menjual produk yang paling canggih dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Namun, apabila Anda tidak memasarkan dengan cara yang tepat, tidak akan ada orang yang akan tau tentang keunggulan produk Anda. Karena itu, Anda membutuhkan sebuah strategi marketing yang dapat menjual dan memasarkan produk Anda.

Dijaman sekarang, banyak strategi marketing yang dapat Anda lakukan demi memasarkan produk Anda. Anda juga dapat memasarkan barang Anda melalui sosial media dan juga dunia digital lainnya. Anda juga dapat mempromosikan produk atau jasa Anda ke komunitas yang kiranya cocok dengan target pasar Anda. Harus diingat, strategi marketing yang paling baik adalah Word Of Mouth atau ‘dari mulut ke mulut’.

Baca juga artikel Tips Menggunakan Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Bagi Bisnis Anda

  1. Melakukan Semuanya Sendiri

Pada usaha kecil, mungkin Anda melihat bahwa segala hal dapat Anda lakukan dengan sendirinya. Namun pada kenyataannya, Anda tetap memerlukan orang yang dapat membantu Anda agar pekerjaan Anda tidak terbengkalai. Jangan segan meminta bantuan dari para kerabat ataupun memperkerjakan pihak luar seperti outsource yang memang ahli pada bidangnya.

Dengan begitu, Anda dapat memiliki waktu lebih untuk memikirkan tentang cara mengembangkan usaha Anda.

  1. Tidak Fokus Dalam Satu Bidang

Banyak usahawan yang tidak sabar dalam menjalankan usaha mereka. Apabila tren dari barang yang mereka jual dianggap turun, mereka akan dengan cepat membanting setir untuk menjual barang lain. Memang cara seperti ini tidak salah, tetapi apabila dilakukan terus menerus akan menimbulkan kebingungan bagi para pelanggannya dan juga bisnis Anda akan kehilangan fokus.

Hal yang seharusnya Anda perhatikan adalah menentukan penjualan mana yang justru paling mendatangkan keuntungan untuk Anda.

Sebuah bisnis yang sukses akan terus bertahan dalam menjual atau mengerjakan yang terbaik dari yang mereka punya. Ciptakanlah sebuah produk yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan berguna bagi para konsumen, dengan begitu konsumen Anda akan lebih puas dan pelanggan baru akan berdatangan dengan sendirinya.

Setelah artikel diatas, Anda dapat mengambil langkah yang jauh lebih bijak dengan mengingat semua aspek yang harus dijauhi dalam menjalankan usaha. Apakah Anda memiliki tips lain agar usaha tidak terjatuh dalam kebangkrutan? Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini  :-)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing Seller Insights

5 Langkah Menciptakan Anggaran Bisnis Lebih Baik

Published by:

Anda baru saja memulai usaha dan Anda mengetahui apa yang harus dilakukan agar usaha Anda dapat berkembang dengan pesat, tetapi ketika dihadapi dengan pembukuan atau juga disebut dengan anggaran, Anda merasa keahlian Anda kurang terampil. Tidak masalah, Anda tetap dapat bisa mengukur-ukur dan mengestimasi berapa yang perlu Anda keluarkan dalam menjalankan usaha Anda.

Stacks of coins with the word BUDGET isolated on white background

Source: www.thinkingforwardevents.co.uk

 

Mengapa Anggaran Penting

Memperkirakan dan mencocokan biaya terhadap pendapatan penting karena membantu para pemilik usaha kecil untuk menentukan apakah mereka memiliki cukup uang untuk menutupi biaya operasional, mengekspansi bisnis dan menghasilkan keuntungan bagi sang pemilik. Tanpa adanya anggaran atau rencana, bisnis yang Anda jalankan akan terkena resiko dimana kurangnya dana yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis dan untuk bersaing dalam dunia usaha.

Teknik Membuat Anggaran

Setiap pemilik bisnis cenderung mempunyai proses, situasi dan cara dalam menentukan anggaran. Namun ada beberapa parameter yang dapat menjadi acuan dihampir setiap anggaran yang dapat diimplementasikan. Sebagai contoh, banyak pengusaha harus meminjam uang dari bank hanya untuk menjalankan bisnis nya. Mereka juga harus membayar tagihan listrik dan air, biaya gaji, beban pokok penjualan (bahan baku), bunga dan pembayaran pajak. Intinya, setiap pemilik bisnis harus mempertimbangkan biaya diatas dan juga biaya tak terduga yang secara khusus terkait dengan bisnisnya ketika mendirikan usaha.

Apa Yang Harus Dilakukan Dengan Pendapatan Usaha

Dengan usaha yang sudah berdiri dan berjalan dengan sendirinya, Anda dapat membuat asumsi pendapatan yang akan Anda dapatkan dimasa depan berdasarkan dengan tren terbaru dalam bisnis. Jika bisnis Anda adalah usaha yang baru Anda dirikan atau Startup, Anda harus bisa membuat asumsi berdasarkan wilayah geografis Anda, jam operasi dan dengan meneliti bisnis lokal lainnya.

Setelah Anda mendapatkan informasi ini, maka Anda dapat mencocokan pendapatan bisnis dengan biaya yang dikeluarkan setiap bulannya. Tujuannya adalah untuk mencari tahu biaya rata-rata setiap minggunya untuk biaya operasional, tenaga kerja, bahan baku, dll. Dari informasi tersebut, pemilik bisnis dapat memperkirakan apakah mereka memiliki dana yang cukup untuk memperluas bisnis mereka atau malah harus berhemat agar operasional usaha terus berjalan.

Mari kita lihat 5 tips yang dapat membantu Anda dalam merencanakan anggaran :

  1. Periksa Standar Industri

Tidak ada bisnis yang persis sama tetapi pasti ada beberapa yang memiliki kecocokan . Oleh karena itu, cobalah melakukan penelitian dengan banyak membaca artikel ataupun berbicara langsung dengan orang-orang yang terjun ke industri yang sama. Biarpun mereka Anda anggap sebagai kompetitor, mereka juga mempunyai informasi berharga yang dapat Anda gunakan dalam menjalankan usaha Anda.

Usaha kecil sangat rentan dengan fluktuasi yang terjadi pada perekonomian negara dan ancaman kompetitor yang lebih besar, sehingga Anda perlu jeli dalam merencanakan anggaran.

 

  1. Membuat Neraca

Sebelum Anda membangun sebuah usaha alangkah baiknya apabila Anda membuat neraca untuk memperkirakan jumlah nilai uang Anda dan juga persentase dari keuntungan Anda yang bisa dialokasikan ke biaya tetap seperti bahan baku dan juga biaya operasional. Ini adalah langkah yang baik untuk membandingkan beberapa supplier ataupun pemasok bahan baku Anda agar Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama. Lakukan hal yang sama untuk sewa tempat, pajak, asuransi usaha, dll.

 

  1. Faktor yang Tidak Dapat Diprediksi

Ingat bahwa meskipun Anda mungkin memperkirakan bahwa bisnis Anda akan bertumbuh hingga menghasilkan pendapatan yang besar dan kemajuan yang pesat ataupun biaya yang terus konstan tanpa ada penambahan atau pengurangan, ini hanyalah sebagai perkiraan bukan suatu hal yang sudah pasti. Karena itu, sangat bijaksana apabila Anda tetap membuka wawasan apabila suatu yang sudah Anda rencanakan tidak berjalan sesuai dengan kehendak Anda. Seperti toko yang dilanda banjir ataupun supplier yang tidak bekerja sesuai dengan yang dijanjikan. Pastikan Anda masih ada cadangan uang yang cukup untuk menutupi biaya yang tidak terduga seperti diatas.

 

  1. Potonglah Biaya yang Tidak Perlu

Dimasa usaha Anda sedang tidak berjalan dengan lancar dan uang harus didapatkan untuk membayar tagihan yang sudah jatuh tempo, marketing, atau dalam mengambil kesempatan baru seperti membuka toko baru ditempat yang berprospek, pertimbangkanlah untuk memotong biaya yang Anda anggap tidak perlu. Anda juga harus pintar dalam memilih persyaratan pembayaran yang ditawarkan oleh pemasok (supplier) Anda dan setiap kreditur. Beberapa manuver sederhana ini bisa memberikan Anda ruang napas dalam mengatur anggaran usaha Anda setiap bulannya.

 

  1. Review Bisnis Anda Secara Berkala

Sementara banyak perusahaan yang menyusun anggaran tahunan, pemilik usaha kecil harus melakukannya lebih sering mungkin setiap 3 bulan sekali atau bahkan setiap bulan. Kenyatannya, banyak pemilik usaha kecil yang merencanakan anggaran sebulan atau dua bulan kedepan karena dianggap masih sangat baru dan bisnis mereka bisa saja tiba-tiba tutup. Dengan mereview bisnis Anda secara berkala, Anda juga akan lebih menghemat ide apa yang akan Anda lakukan sambil mencari tren yang sedang berlangsung. Dengan begitu, Anda tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga uang yang Anda keluarkan tidak akan sia-sia.

Membuat anggaran adalah proses yang mudah tetapi penting diingat bagi para pemilik usaha untuk menggunakan dan memprediksi pendapatan saat ini dengan apa yang akan berlangsung dikeesokan hari. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa uang yang ada cukup tersedia untuk menjaga bisnis Anda berjalan dengan lancar, dapat mengembangkan usaha Anda, untuk bersaing dengan para kompetitor lainnya dan juga untuk memastikan bahwa Anda memiliki dana cadangan yang solid.

Apakah Anda memiliki tips lainnya dalam merencanakan anggaran untuk bisnis Anda? Silahkan tinggalkan komentar Anda dikolom bawah ini  :-)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail