Category Archives: Uncategorized

Berita UKM Bisnis Finansial Management Uncategorized

4 Tips Mengatasi Modal Minim Selama Merintis Usaha

Published by:

Source : blog.quizzle.com

Salah satu hal yang seringkali menjadi kendala selama merintis usaha adalah kepemilikan modal yang sangat minim. Tidak sedikit calon pengusaha yang justru gagal dan berhenti di tengah jalan karena kendala terbatasnya modal. Padahal tidak seharusnya keterbatasan modal ini menjadi kendala cukup berarti untuk mengembangkan usaha. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati minimnya modal usaha yang Anda miliki.

Pola pikir wirausaha

Merintis usaha mandiri tidak hanya berkaitan dengan jiwa entrepreneur yang sudah terpendam cukup lama. Minat pada usaha mandiri yang Anda miliki tidak cukup untuk menunjang kerja keras Anda membangun usaha. Karena minat ini harus ditunjang dengan banyak hal lainnya untuk memastikan bisnis yang Anda rintis dapat berkembang dan meraih kesuksesan. Memiliki pola pikir wirausaha atau entrepreneurship akan menjadikan Anda lebih kuat membangun usaha.

Pola pikir entrepreneurship sangat penting bagi calon pengusaha yang baru merintis bisnisnya. Minat wirausaha yang Anda miliki harus ditunjang dengan pola pikir yang sama sehingga Anda dapat bertahan selama merintis usaha. Terutama saat modal usaha yang Anda miliki sangat terbatas, pola pikir entrepreneurship ini akan membantu Anda lebih fokus menghadapi tantangan dan perlahan-lahan mengembangkan usaha.

Antara rencana dan mitra bisnis

Pola pikir entrepreneurship akan memastikan Anda tidak memulai bisnis dengan modal kosong. Dengan kata lain, Anda tidak akan memulai suatu bisnis jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bidang usaha yang Anda bangun. Seseorang dengan pola pikir entrepreneur akan memastikan memiliki rencana bisnis yang matang sebelum memulai bisnis. Rencana bisnis ini berisi analisis mendalam mengenai strategi mengembangkan bisnis.

Seseorang dengan pola pikir entrepreneur akan mencari cara terbaik untuk memastikan bisnisnya dapat berjalan meski memiliki modal terbatas. Salah satu langkah yang ditempuhnya adalah dengan mencari mitra bisnis. Memilih mitra bisnis juga tidak dapat dilakukan sembarangan. Mitra bisnis dengan minat yang sama saja tidak cukup. Melainkan Anda harus memastikan mitra tersebut berprospek cukup baik untuk membantu membangun dan mengembangkan bisnis Anda.

Bekerja paruh waktu hingga investasi

Memiliki modal yang minim tidak berarti akhir dari mimpi Anda untuk membangun bisnis mandiri. Seeorang dengan pola pikir entrepreneur akan menjadikan kepemilikan modal yang minim sebagai tantangan yang harus diatasi. Anda dapat menyiasatinya dengan bekerja paruh waktu. Tidak sedikit calon pengusaha baru yang merintis usaha dengan tidak meninggalkan pekerjaan utama. Sehingga dari pekerjaan utama tersebut, Anda bisa mendapatkan kucuran modal.

Minimnya modal selama merintis usaha juga dapat diatasi dengan menjalankan investasi yang dilakukan pada usaha Anda. Anda dapat menambah modal dengan menjalankan investasi dari para investor yang tertarik dengan prospek keuntungan bisnis yang Anda rintis. Tentunya investor yang harus Anda pilih adalah investor terpercaya yang mampu menilai bisnis Anda. Dengan investasi ini Anda dapat menambah modal sehingga bisnis dapat berkembang dan sukses.

Fokus mulai dari yang ada

Terbatasnya modal usaha lebih banyak membuat calon pengusaha gagal merintis usaha. Hal ini dapat dimaklumi mengingat ada banyak kebutuhan yang harus diwujudkan sehingga usaha dapat mulai dirintis. Padahal kepemilikan modal yang kecil tidak berpengaruh cukup banyak dalam membangun sebuah usaha. Dengan pola pikir entrepreneur yang Anda miliki, cobalah untuk fokus memulai bisnis dengan modal yang ada.

Beberapa calon pengusaha justru gagal memulai bisnisnya hanya karena terbatasnya modal uang untuk membangun atau menyewa tempat usaha. Padahal kondisi tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan garasi di rumah sebagai tempat usaha. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa menyiasatinya dengan membuat toko online. Di toko online ini, Anda tidak memerlukan tempat namun tetap dapat menjalankan usaha sekaligus melakukan promosi.

 “It always seems impossible, until it is done” – Nelson Mandela

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Karyawan Management Uncategorized

5 tips fenomenal untuk tetap focus sepanjang hari

Published by:

                                                                                source:kidcentered.com

Sering kali kita hilang konsentrasi akan apa yang kita kerjakan. Mungkin Anda memulai sesuatu dengan pikiran yang fokus dan terbentuk, tetapi seiring waktu berjalan Anda akan mulai kehilangan fokus dan akhirnya Anda tidak akan mengerjakan hal itu secara maksimal. Berikut adalah tips-tips untuk Anda, yang sudah terbukti membantu untuk fokus dalam kerjaan sehari-hari.

  1. Jaga ekspektasi Anda agar tetap tinggi / Keep your expectation high

Tips pertama adalah untuk membuat target yang tinggi, bisa dalam jumlah maupun kualitas. Contohnya adalah jika Anda mempunyai setumpuk kerjaan yang Anda harus kerjakan, cobalah untuk membuat determinasi dalam diri untuk menyelesaikan lebih banyak dari yang Anda rencanakan, dengan begitu Anda tanpa sadar akan lebih maksimal dalam menyelesaikan pekerjaan Anda.

  1. Pola pikir ingin tahu / Curious mindset

Dengan rasa penasaran yang tidak terpenuhi, Anda pastinya tidak akan gampang bosan dengan aktivitas Anda. Serupa dengan cara pikirnya anak kecil yang dapat membuat mereka senang tanpa henti, mempertahankan rasa heran mengizinkan kita untuk merombak perspektif kita dalam melihat dan menyelesaikan sesuatu.

  1. Inspirasikan dirimu /Inspire yourself

Menanyakan pertanyaan dan selalu mencari penemuan baru adalah hal yang harus untuk kita semua, walaupun di aktivitas yang kita kerjakan setiap hari. Anda dapat membuat inspirasi untuk diri Anda sendiri dengan menanyakan hal-hal dasar seperti apa yang Anda dapatkan dari aktivitas harian.

  1. Menjaga tempat tetap teroganisir/ Keep an organized space

Ruangan yang rapi dapat merubah atmosfir dan suasana sekitar, yang secara tidak langsung dapat berdampak ke Anda sendiri. Mempunyai ruangan yang bersih jelas membuat Anda lebih konsentrasi dibanding berkerja di ruangan yang kotor dan berantakan.

  1. Ambilah waktu untuk istirahat/ Take a break

Sebagai manusia semua orang terdapat batas-batasan dalam kemampuan, dengan beristirahat dengan durasi pendek seperti 5-10 menit setiap berberapa jam, Anda dapat meningkatkan fokus Anda lagi. Perlu diperjatikan mengenai tips yang ini, karena apabila Anda melakukan istirahat berlebihan, maka rasa malas lah yang akan dirasakan.

Seperti yang sudah diketahui, selain kesehatan rohani, Anda juga perlu memperhatikan kesehatan Jasmani Anda agar selalu tetap bugar. Makan makanan yang sehat, banyak minum air putih dan rajin berolahraga juga merupakan beberapa cara dalam menjaga pikiran dan tubuh membantu untuk selalu tetap fokus.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Karyawan Management Uncategorized

5 Tips untuk memotivasi karyawan anda

Published by:

 www.memberzone.capechamber.co.za

 

 

  1. Perlihatkan Kepercayaan Anda Terhadap Mereka                                     

Cara terbaik untuk memperoleh loyalitas karyawan Anda adalah dengan memperlihatkan mereka bahwa Anda memilki kepercayaan di diri mereka. Biarkanlah mereka menangani proyek mereka sendiri lalu nasehati bila ada kekurangan, dengan begitu mereka akan memperoleh kepercayaan diri rasa dan juga rasa hormat kepada Anda. Dengan memperoleh kepercayaan mereka, suasana dalam bekerja hingga hubungan pribadi pun akan menjadi lebih harmonis. 

  1. Jangan Menghindari Obrolan Kecil

Buatlah kebiasaan untuk duduk dan memulai obrolan ringan dengan karyawan Anda, bisa di manapun seperti di kantor Anda, di ruang makan ataupun di toko kopi terdekat. Bagi perusahaan kecil maupun besar, bekerja tidak melulu harus didalam gedung kantor, pekerjaan dapat juga diselesaikan di kedai kopi dekat kantor, dengan begitu akan timbul suasana yang lebih nyaman, pekerjaanpun akan menjadi lebih cepat selesai.  Tanyakanlah tentang kerjaan mereka, pencapaian atau keluhan yang mereka alami selama bekerja dengan Anda. Tapi juga usahakan untuk masuk ke topik pribadi untuk menunjukan kalau Anda peduli dengan mereka, ini dapat memotivasi mereka dan membuat suasana yang lebih baik di kantor.

  1. Dukunglah waktu liburan

Mungkin ini terlihat berlawanan arah dari topik yang kita bahas, tetapi liburan adalah salah satu solusi yang paling umum dan manjur untuk karyawan Anda yang sedang dalam tekanan psikologis. Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya mengenai work life balance, karyawan yang sedang dalam tekanan tidak akan berkerja dengan performa maksimum malah mungkin dapat menjadi penyebab masalah yang tidak diinginkan dan kemungkinan akan menyebabkan kerugian bagi Anda dan perusahaan. Berilah mereka waktu untuk liburan agar saat mereka kembali bekerja selesai liburan, pikiran mereka akan menjadi lebih segar dan bekerja lebih baik lagi.

  1. Fleksibilitas

Cobalah untuk menjadi fleksibel jika karyawan Anda menemukan masalah dengan waktu, terutama untuk karyawan yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Coba aturlah waktu yang lebih baik agar selain pekerjaan di kantor selesai dengan baik, mereka juga mendapatkan waktu yang cukup untuk dihabiskan bersama dengan keluarga dan melakukan kegiatan pribadi mereka. Hal ini juga tidak tertutup bagi mereka yang sudah berkeluarga saja, tetapi perlakukan lah karyawan Anda dengan adil, berilah mereka kebebasan untuk mengerjakan pekerjaan dari rumah apabila mereka merasa tidak cukup sehat untuk datang ke kantor, atau biarlah mereka bertemu dengan klien diluar kantor seperti di kedai kopi atau restoran. Cobalah menjadi atasan yang lebih melihat hasil akhir dibandingkan Anda mementingkan prosesnya dan hasil akhirnya malah menjadi berantakan.

  1. Tunjukan Rasa Apresiasi Anda

Tentu karyawan Anda dibayar untuk datang dan bekerja untuk Anda dan perusahaan, tetapi apresiasi yang lebih dari seseorang terutama atasan akan lebih jauh lagi memotivasi dan menjadikan kinerja para karyawan menjadi fondasi untuk lebih jauh lagi berkerja bersama Anda. Apresiasi tidak melulu mengenai uang dan komisi, mengadakan perayaan makan kecil-kecilan setiap kali perusahaan mencapai suatu kesuksesan juga menjadi satu bentuk apresiasi yang menyenangkan bagi para karyawan. 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Management Seller Insights Uncategorized

Mengapa Komisi Sales Tidak Efektif Untuk Jangka Panjang

Published by:

Post-5-Photo-1

Source: mosselbaychamber.co.za

Jika Anda berpikiran tentang pekerjaan sebagai Sales, Anda mungkin akan berpikir secara stereotipe terhadap pekerjaan tersebut, mereka merupakan orang yang bekerja dengan uang sebagai motivasinya. pengambil resiko yang berkembang pada adrenalin dari potensial kompensasi uang yang besar, Orang yang bukan merupakan team player yang tidak bisa bekerja dalam tim, seorang pemalas yang bekerja pukul 9-5 dan hanya akan bekerja keras apabila insentif nya sesuai dengan pekerjaannya.

Apakah semua orang Sales seperti ini? Tentu. Tapi kebanyakan dari mereka adalah orang yang memiliki pemikiran dan perilaku profesional sama seperti banyak lainnya di departemen Marketing, HR, atau finance. Kebanyakan bangun pagi setiap harinya dengan niat untuk bekerja dengan giat dan melakukan apa yang mereka lakukan dengan baik, berjualan. Mereka ingin melakukan pekerjaan tersebut dan mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan apa yang sudah mereka kerjakan.

Berikut adalah 5 alasan mengapa komisi dalam sales tidak efektif untuk jangka panjang:

  1. Mereka Tidak Termotivasi Dari Dalam

Setiap kali sebuah perusahaan mencoba untuk memotivasi para karyawan, itu merupakan sebuah peringatan. Ketika Anda berasumsi karyawan benar-benar mencintai pekerjaan dan perusahaan, hal seperti motivasi akan terhapus dari dalam benak Anda. Sebaliknya, Anda akan menjadi jauh lebih fokus dalam mengajarkan mereka dalam target bisnis, seiringan dengan anda memiliki visi kemana Anda dan para karyawan bawa perusahaan ini. Pendekatan seperti itu yang memberdayakan jiwa kepemilikian dan menghilangkan pemikiran berjangka pendek.

Dibandingkan dengan menggunakan sistem komisi, alangkah baiknya bahwa tim sales Anda dibayar dengan gaji tetap setiap bulannya dengan tarif yang lebih tinggi dipasaran. Meskipun begitu, jangan berpikir bahwa tanpa adanya komisi, tiada seorang pun yang ingin berjualan. Sebaliknya, percaya lah bahwa Anda telah merekrut orang yang tepat untuk mengerjakan pekerjaan sales di perusahaan Anda dan bangun lah budaya saling mempercayai dalam lingkungan kantor Anda.

2. Perusahaan Tidak Mengoptimalisasi Kemampuan Karyawan

Hal ini kadang terjadi ketika sebuah perusahaan yang melihat hasil sales berdasarkan hasil individual masing-masing pelaku sales. Contohnya, ketika Anda menyadari bahwa dalam 1 bulan total penghasilan sales ternyata mengalami penurunan, sangat mudah untuk melihat daftar para karyawan Anda, dan melihat siapa yang menjual paling sedikit dalam periode ini.

Tetapi hal seperti ini tidak semudah yang Anda bayangkan, banyak hal yang menjadi faktor dalam penurunan penjualan, seperti Anda mengubah peraturan dalam berjualan ditengah-tengah bulan, atau menetapkan ia menjadi mentor bagi para sales yang baru masuk dan harus menghabiskan waktu untuk mengajarkan mereka, atau mungkin juga para sales tersebut mengunjungi para pelanggan lama mereka agar terjalin hubungan yang baik untuk perusahaan dan pelanggan. Apapun faktornya, dapat mempengaruhi kinerja para karyawan Anda. Demi usaha Anda untuk menjadi berkembang, Anda harus fokus atas apa yang dapat Anda pelajari untuk mengembangkan kemampuan para karyawan sales Anda sehingga dapat terus berkembang di kemudian hari.

3. Anda menyalahkan Pelaku, bukan Sistem-nya

Tidak ada cara apapun untuk mengukur kemampuan seseorang sepenuhnya. Oleh karena itu, Anda tidak dapat mengukur kemampuan para karyawan Anda hanya berdasarkan dari data yang terlampir, yang dapat Anda ukur hanyalah sistem yang bekerja. Banyak orang bertanya “Bagaimana Anda dapat mengetahui bahwa para sales Anda bekerja dengan baik tanpa mengukur performa mereka?” Jawabannya adalah, ukurlah sistem yang dimana mereka mengambil bagian didalamnya, kualitas dari apa yang dijual, dan kontribusi mereka kedalam satu tim dan perusahaan.

4. Mereka Tidak Terfokus Pada Masa Depan

Apabila komisi penjualan menjadi akar dari sebuah masalah, mengapa masih banyak perusahaan yang mengimplementasikan sistem komisi? Jawabannya sangatlah mudah, Sistem komisi sangat berguna dan bekerja, tapi hanya untuk jangka waktu yang singkat. Apabila Anda hanya berpatokan pada angka yang sudah Anda tetapkan pada bulan depan, maka para sales dengan sistem komisi adalah jawabannya. Tetapi para pemimpin sales harus berpikir secara jangka panjang. Dalam artian, dengan sistem komisi, para sales lebih condong untuk memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan kesejahteraan perusahaan bahkan klien mereka. Mereka bekerja hanya terpaku dengan uang yang mereka terima, sesudah semua perjanjian sudah selesai, klien nya akan terbengkalai. Karena mereka merasa mereka tidak memiliki tanggung jawab lebih untuk membantu klien tersebut.

Secara garis besar, dengan menghilangkan sistem komisi, akan meningkatkan kepedulian mereka terhadap masa depan perusahaan dan juga para klien dengan meningkatkan performa sebagai tujuan dari team penjualan. Ketika tim Anda mengerti mengenai hal ini, akan membangun kerjasama yang lebih baik lagi antar individual dan juga dalam tim.

5. Mereka tidak Memikirkan Klien

Apabila Anda tidak mengerjakan sesuatu dengan memikirkan klien Anda, sudah dapat dipastikan perusahaan tersebut tidak dapat berkembang. Maka dari itu sangatlah penting untuk melihat adanya konflik kepentingan yang timbul ketika Anda membayar orang tersebut menggunakan komisi. Mereka akan lebih memikirkan diri mereka sendiri dibandingkan kepentingan klien, karena hanya dengan berjualan mereka mendapatkan uang. Sedangkan apabila mereka dibayar dengan gaji yang tetap setiap bulan, kepentingannya akan berpindah menjadi kepentingan klien dan perusahaan yang akan membuat usaha Anda semakin berkembang.

Sebagai kesimpulan, menggunakan sistem komisi dalam memotivasi para karyawan Anda, hanya akan berhasil dalam jangka waktu yang singkat. Sedangkan apabila Anda ingin perusahaan menjadi lebih maju dan kesejahteraan karyawan Anda meningkat, mungkin sistem gaji tetap dapat Anda terapkan pada usaha Anda.

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Uncategorized

Jenis-Jenis Perilaku Pembelian

Published by:

Consumer-Behavior-and-shopping2

 

Source : internationalconsumerbehavior.com

Ada 4 jenis perilaku yang dilakukan oleh konsumen dalam melakukan pembelian, hal ini dapat bergantung pada jenis keputusan pembelian. Keputusan dalam membeli barang elektronik, kebutuhan sehari-hari hingga kendaraan bermotor tentunya akan sangat berbeda. Seorang ahli Marketing, Henry Assel membedakan adanya empat jenis perilaku pembelian konsumen berdasarkan tingkat keterlubatan pembeli dan tingat perbedaan antar merek. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut :

  1. Pembelian Pengurang Ketidaknyamanan

Tidak jarang konsumen sangat terlibat dalam pembelian namun hanya melihat sedikit perbedaan antar merek. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan adalah barang yang sangat mahal, jarang dilakukan dan beresiko tinggi. Dalam kasus tersebut, pembeli akan memilih dengan sangat teliti dan hati-hati dengan mempelajari merek yang tersedia. Jika konsumen menemukan perbedaan mutu diantara beberapa merek, ia mungkin akan memilih harga yang lebih tinggi dengan pemikiran “ada uang, ada barang”. Jika ia menemukan perbedaan kecil, kemungkinan ia akan membeli hanya bedasarkan harga dan kenyamanan.

Setelah melakukan pembelian, konsumen akan mengalami ketidaknyamanan yang muncul setelah merasakan adanya hal yang dianggap tidak menyenangkan mengenai merek lain dan lebih siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya. Contohnya, konsumen pertama-tama akan bertidak, kemudian mendapatkan keyakinan baru dan berakhir dengan menentukan pilihan. Trik marketing disini harus dapat mengambil hati para konsumen dan menerapkan keyakinan agar konsumen merasa lebih puas terhadap pilihannya.

  1. Perilaku Pembelian yang Rumit

Menurut Hassel, perilaku pembelian yang rumit terdiri dari tiga tahapan. Pertama, pembeli mengembangkan keyakinan tentang suatu produk tertentu. Kedua, ia akan membangun sikap tentang produk tersebut. Ketiga, ia membuat pilihan yang cermat. Dalam perilaku pembelian jenis ini  konsumen dikatakan melakukan pembelian yang rumit jika mereka terlibat dalam kegiatan pembelian yang dimana terdapat sebuah perbedaan yang besar antar merek. Biasanya kegiatan pembelian jenis ini biasanya terjadi bila produk yang akan dibeli memiliki harga yang mahal, jarang dibeli, berisiko, dan sangat mengekspresikan diri seperti, kendaraan bermotor, telepon selular dan sebagainya.

  1. Perilaku Pembelian yang Mencari Variasi

Pada proses perilaku pembelian ini ditandai dengan rendahnya keterlibatan konsumen terhadap perbedaan merek yang signifikan atau konsumen sering melakukan peralihan merek. Contoh dari perilaku ini adalah dalam membeli makanan ringan atau kebutuhan sehari-hari. Dalam kegiatan pembelian ini konsumen memiliki beberapa pilihan tentang makanan ringan, memilih kue kering tanpa melakukan banyak pertimbangan dan mengevaluasi produk selama konsumsi. Namun pada kesempatan berikutnya, konsumen ada kemungkinan untuk membeli merek lain karena ingin mencari rasa yang berbeda dan pergantian merek terjadi karena adanya keinginan untuk mencari variasi baru bukan karena adanya ketidakpuasan.

  1. Perilaku Pembelian Karena Kebiasaan

Dalam sebuah kegiatan pembelian terdapat banyak produk yang dibeli pada kondisi rendahnya keterlibatan konsumen dan tidak adanya perbedaan antarmerek yang signifikan. Misalnya Sabun mandi atau pasta gigi. Para konsumen akan memiliki sedikit keterlibatan pada jenis produk itu. Mereka pergi ke toko dan mengambil merek tertentu. Jika mereka tetap mengambil merek yang sama, hal itu karena kebiasaan bukan karena kesetiaan yang kuat terhadap merek. Terdapat bukti bahwa konsumen tidak memiliki keterlibatan yang tinggi dalam pembelian sebgaian produk yang rendah dalam sebagian besar produk yang murah dan sering dibeli.

Dalam perilaku pembelian jenis ini, para pemasar dapat melakukan empat teknik untuk berusaha mengubah produk dengan keterlibatan rendah menjadi keterlibatan tinggi. Pertama, pemasar dapat mengaitkan produk dengan beberapa isu yang menarik keterlibatan, seperti ketika pasta gigi dikaitkan dengan usaha untuk mencegah gigi berlubang. Kedua, merek dapat mengaitkan produk dengan beberapa situasi pribadi, contohnya dengan mengiklankan merek kopi setiap  pagi hari ketika konsumen ingin mengusir rasa kantuk. Ketiga, pemasar dapat merancang iklan yang dapat memicu emosi yang berhubungan dengan nilai pribadi. Keempat, dengan menambahkan fitur yang penting, contohnya melengkapi minuman biasa dengan vitamin.

“Know who your customers is are great, but knowing how they behave is even better” – Jon Miller

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing Uncategorized

Fitur Akuntansi yang Dibutuhkan untuk Usaha Kecil Menengah

Published by:

Accounting (1)

Source : mitcheltonshs.eq.edu.au

Sebagai pemilik bisnis, mengapa Anda harus puas dengan software akuntansi yang tidak bekerja sesuai dengan apa yang Anda butuhkan? Kemampuan untuk memperluas dan meningkatkan keuntungan yang dapat Anda raih bergantung pada kemampuan Anda untuk mengatur dan melacak keuntungan Anda. Jika tidak, segala usaha yang Anda lakukan hanyalah sia-sia.

Banyak sistem akuntansi yang beredar di pasaran, sehingga Anda harus cukup pintar dalam memilih sistem mana yang cocok untuk Anda dan yang Anda butuhkan untuk mengembangkan usaha Anda. Kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan Anda yang memiliki Usaha Kecil Menengah untuk memiliki akses dalam menggunakan sistem akuntansi yang tidak kalah bagusnya dengan apa yang digunakan oleh para pemilik usaha besar. Cara terbaik dalam menentukan sistem apa yang terbaik untuk usaha Anda adalah dengan mengevaluasi seluruh fitur yang diberikan oleh sistem tersebut.

 

  1. Tidak Perlu Hitung Manual

Anda tidak perlu susah-susah menghitung keuangan Anda setiap malam ataupun setiap bulan yang hanya akan menambah beban Anda dalam berusaha. Dengan menggunakan sistem akuntansi, semua laporan keuangan Anda dapat Anda lihat dimana saja dan kapan saja. Waktu yang biasa Anda habiskan untuk menghitung biaya operasional, Anda dapat luangkan waktu lebih untuk mengatur strategi dalam mengembangkan usaha Anda.

 

  1. Kemudahan Penggunaan

Memiliki sistem akuntansi yang hanya dapat dimengerti oleh segelintir orang dalam bisnis Anda hanya akan merepotkan diri Anda sendiri. Anda harus dapat memastikan bahwa sistem yang Anda pilih adalah User Friendly dan dapat dipakai bahkan oleh orang yang awam akan akuntansi. Sistem ini juga harus memungkinkan beberapa pengguna dapat mengatur sendiri apa yang mereka butuhkan dalam operasional harian agar masing-masing pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal.

 

  1. Sistem yang selalu dikembangkan

Meskipun Anda memiliki Usaha Kecil Menengah, tujuannya adalah untuk memperluas pandangan Anda dalam mengembangkan usaha Anda. Jangan membeli sistem yang tidak dapat mengikuti perkembangan bisnis Anda hanya karena Anda tergiur dengan harga yang ditawarkan. Berinvestasi untuk sistem akuntansi yang terus dikembangkan akan menghemat uang dan waktu dalam jangka panjang.

 

  1. Dukungan Teknis dan Backup

Semua barang maupun jasa, pasti ada masa dimana barang tersebut akan rusak ataupun tidak berfungsi dengan baik. Disinilah para pengusaha bisnis membutuhkan bantuan dari penyedia jasa tersebut. Dengan dukungan teknis 24 jam, Anda dapat mendapatkan bisnis Anda kembali dan berjalan dengan lancar.

Sama seperti dukungan teknis, sangat penting bagi sistem akuntansi yang Anda pilih yang menyediakan Backup semua data transaksi Anda. Informasi ekslusif tentang pelanggan Anda, rahasia strategi bisnis, atau informasi penting lainnya dapat hilang hanya dengan 1 kali klik jika Anda tidak mem-backup seluruh sistem Anda secara teratur. Dengan backup otomatis, hal-hal yang tidak terduga seperti putusnya jaringan listrik tidak akan membahayakan bisnis Anda.

 

  1. Penyimpanan Data di Cloud

Sebagai pemilik bisnis dijaman modern seperti sekarang, Anda tidak perlu berada di bisnis Anda setiap jam dan setiap harinya. Dengan sistem akuntansi yang dapat beroperasi berbasis Cloud, Anda dapat memantau bisnis yang sedang berjalan terlepas dari mana Anda berada asalkan adanya koneksi internet. Seperti yang ditawarkan oleh Jurnal sebagai sistem akuntansi yang memudahkan Anda dalam mengatur laporan keuangan Anda serta menyimpan semua data Anda di Cloud sehingga meminimalisir kehilangan dan kecurangan data perusahaan Anda.

 

  1. Point of Sale

Memilih Sistem kasir yang sudah built-in dengan sistem akuntansi akan mempermudah dan meringankan beban kerja Anda. Carilah sebuah sistem Point of Sale yang menangani transaksi pelanggan, sekaligus mengerjakan masalah laporan keuangan Anda. MOKA bisa menjadi solusi yang mudah dalam menjalankan usaha Anda.Sistem POS yang berbasis di iPad akan memudahkan Anda dengan data penyimpanan di Cloud yang otomatis menyimpan semua data Anda sehingga jauh lebih aman dibandingkan dengan cara tradisional.  

Kesimpulannya, Sistem akuntansi yang Anda pilih untuk bisnis Anda sangatlah penting dalam menentukan kesuksesan usaha yang Anda jalani. Sistem akuntansi yang tepat dapat membantu Anda mendapatkan keuntungan dari para kompetitor Anda lainnya. Ada fitur lain yang ingin Anda tambahkan dalam memilih sistem akuntansi yang berguna untuk bisnis UKM? Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini  :-)

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail