Category Archives: Karyawan

Karyawan Management Uncategorized

5 Tips Fenomenal Untuk Tetap Fokus Sepanjang Hari

Published by:

                                                                                source:kidcentered.com
 

Sering kali kita hilang konsentrasi akan apa yang kita kerjakan. Mungkin Anda memulai sesuatu dengan pikiran yang fokus dan terbentuk, tetapi seiring waktu berjalan Anda akan mulai kehilangan fokus dan akhirnya Anda tidak akan mengerjakan hal itu secara maksimal. Berikut adalah tips-tips untuk Anda, yang sudah terbukti membantu untuk fokus dalam kerjaan sehari-hari.

  1. Jaga ekspektasi Anda agar tetap tinggi / Keep your expectation high

Tips pertama adalah untuk membuat target yang tinggi, bisa dalam jumlah maupun kualitas. Contohnya adalah jika Anda mempunyai setumpuk kerjaan yang Anda harus kerjakan, cobalah untuk membuat determinasi dalam diri untuk menyelesaikan lebih banyak dari yang Anda rencanakan, dengan begitu Anda tanpa sadar akan lebih maksimal dalam menyelesaikan pekerjaan Anda.

  1. Pola pikir ingin tahu / Curious mindset

Dengan rasa penasaran yang tidak terpenuhi, Anda pastinya tidak akan gampang bosan dengan aktivitas Anda. Serupa dengan cara pikirnya anak kecil yang dapat membuat mereka senang tanpa henti, mempertahankan rasa heran mengizinkan kita untuk merombak perspektif kita dalam melihat dan menyelesaikan sesuatu.

  1. Inspirasikan dirimu /Inspire yourself

Menanyakan pertanyaan dan selalu mencari penemuan baru adalah hal yang harus untuk kita semua, walaupun di aktivitas yang kita kerjakan setiap hari. Anda dapat membuat inspirasi untuk diri Anda sendiri dengan menanyakan hal-hal dasar seperti apa yang Anda dapatkan dari aktivitas harian.

  1. Menjaga tempat tetap teroganisir/ Keep an organized space

Ruangan yang rapi dapat merubah atmosfir dan suasana sekitar, yang secara tidak langsung dapat berdampak ke Anda sendiri. Mempunyai ruangan yang bersih jelas membuat Anda lebih konsentrasi dibanding berkerja di ruangan yang kotor dan berantakan.

  1. Ambilah waktu untuk istirahat/ Take a break

Sebagai manusia semua orang terdapat batas-batasan dalam kemampuan, dengan beristirahat dengan durasi pendek seperti 5-10 menit setiap berberapa jam, Anda dapat meningkatkan fokus Anda lagi. Perlu diperjatikan mengenai tips yang ini, karena apabila Anda melakukan istirahat berlebihan, maka rasa malas lah yang akan dirasakan.

Seperti yang sudah diketahui, selain kesehatan rohani, Anda juga perlu memperhatikan kesehatan Jasmani Anda agar selalu tetap bugar. Makan makanan yang sehat, banyak minum air putih dan rajin berolahraga juga merupakan beberapa cara dalam menjaga pikiran dan tubuh membantu untuk selalu tetap fokus.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Karyawan Management Uncategorized

5 Tips untuk Memotivasi Karyawan Anda

Published by:

 www.memberzone.capechamber.co.za

 

 

  1. Perlihatkan Kepercayaan Anda Terhadap Mereka                                     

Cara terbaik untuk memperoleh loyalitas karyawan Anda adalah dengan memperlihatkan mereka bahwa Anda memilki kepercayaan di diri mereka. Biarkanlah mereka menangani proyek mereka sendiri lalu nasehati bila ada kekurangan, dengan begitu mereka akan memperoleh kepercayaan diri rasa dan juga rasa hormat kepada Anda. Dengan memperoleh kepercayaan mereka, suasana dalam bekerja hingga hubungan pribadi pun akan menjadi lebih harmonis. 

  1. Jangan Menghindari Obrolan Kecil

Buatlah kebiasaan untuk duduk dan memulai obrolan ringan dengan karyawan Anda, bisa di manapun seperti di kantor Anda, di ruang makan ataupun di toko kopi terdekat. Bagi perusahaan kecil maupun besar, bekerja tidak melulu harus didalam gedung kantor, pekerjaan dapat juga diselesaikan di kedai kopi dekat kantor, dengan begitu akan timbul suasana yang lebih nyaman, pekerjaanpun akan menjadi lebih cepat selesai.  Tanyakanlah tentang kerjaan mereka, pencapaian atau keluhan yang mereka alami selama bekerja dengan Anda. Tapi juga usahakan untuk masuk ke topik pribadi untuk menunjukan kalau Anda peduli dengan mereka, ini dapat memotivasi mereka dan membuat suasana yang lebih baik di kantor.

  1. Dukunglah Waktu Liburan

Mungkin ini terlihat berlawanan arah dari topik yang kita bahas, tetapi liburan adalah salah satu solusi yang paling umum dan manjur untuk karyawan Anda yang sedang dalam tekanan psikologis. Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya mengenai work life balance, karyawan yang sedang dalam tekanan tidak akan berkerja dengan performa maksimum malah mungkin dapat menjadi penyebab masalah yang tidak diinginkan dan kemungkinan akan menyebabkan kerugian bagi Anda dan perusahaan. Berilah mereka waktu untuk liburan agar saat mereka kembali bekerja selesai liburan, pikiran mereka akan menjadi lebih segar dan bekerja lebih baik lagi.

  1. Fleksibilitas

Cobalah untuk menjadi fleksibel jika karyawan Anda menemukan masalah dengan waktu, terutama untuk karyawan yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Coba aturlah waktu yang lebih baik agar selain pekerjaan di kantor selesai dengan baik, mereka juga mendapatkan waktu yang cukup untuk dihabiskan bersama dengan keluarga dan melakukan kegiatan pribadi mereka. Hal ini juga tidak tertutup bagi mereka yang sudah berkeluarga saja, tetapi perlakukan lah karyawan Anda dengan adil, berilah mereka kebebasan untuk mengerjakan pekerjaan dari rumah apabila mereka merasa tidak cukup sehat untuk datang ke kantor, atau biarlah mereka bertemu dengan klien diluar kantor seperti di kedai kopi atau restoran. Cobalah menjadi atasan yang lebih melihat hasil akhir dibandingkan Anda mementingkan prosesnya dan hasil akhirnya malah menjadi berantakan.

  1. Tunjukan Rasa Apresiasi Anda

Tentu karyawan Anda dibayar untuk datang dan bekerja untuk Anda dan perusahaan, tetapi apresiasi yang lebih dari seseorang terutama atasan akan lebih jauh lagi memotivasi dan menjadikan kinerja para karyawan menjadi fondasi untuk lebih jauh lagi berkerja bersama Anda. Apresiasi tidak melulu mengenai uang dan komisi, mengadakan perayaan makan kecil-kecilan setiap kali perusahaan mencapai suatu kesuksesan juga menjadi satu bentuk apresiasi yang menyenangkan bagi para karyawan. 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Karyawan Management Seller Insights

Alasan Mengapa Anda membutuhkan POS (Point of Sale) untuk Usaha restoran Anda

Published by:

standout-at-checkout-7378d7eb971301ae4b6cfc5a31674a8e

Apabila Anda belum mempunyai sebuah sistem kasir atau POS (Point of Sale) untuk usaha restoran Anda, Anda mungkin dapat memikirkan untuk menggunakan POS dalam usaha Anda. Apabila Anda belum memutuskan untuk menggunakan POS, coba pikirkan beberapa hal ini, dalam dunia usaha, sebuah POS bukan hanya sebuah keinginan, tetapi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Berikut beberapa alasan mengapa POS menjadi sebuah kebutuhan untuk usaha restoran Anda:

1. Sebuah Sistem POS Membuat Kelancaran Komunikasi Antar Staf Anda

Mengantar pesanan dari pelanggan melalui sistem POS dibandingkan dengan melakukannya secara manual, akan menghemat waktu yang sangat banyak. Semakin cepat order diterima, akan semakin cepat juga makanan atau minuman tersaji kepada pelanggan Anda dengan begitu akan meningkatkan perputaran meja yang dapat diisi oleh lebih banyak pelanggan. Hal ini juga membantu untuk restoran yang menganut sistem “quick-service” seperti coffee shop dimana diharuskan membayar lebih dahulu sebelum menikmati hidangan agar antrian tidak terlalu panjang dan lama. Sebagai tambahan, kesalahan dalam penyiapan hidangan yang dilakukan oleh para staf dapur Anda akan menjadi lebih sedikit apabila menggunakan POS dibandingkan dengan sistem manual. Mungkin tidak akan terasa pada awalnya, tetapi seiring berjalannya waktu, perubahan tersebut akan jauh lebih terasa.

2. Sistem POS Mengurangi Pencurian, Penyusutan, dan Pemborosan

Dengan menggunakan sistem POS, pemilik dan manager operasional restoran tersebut dapat mengetahui inventaris dan juga laporan penjualan dari makanan dan minuman yang di jual. Hal ini akan mengurangi pencurian, penyusutan dan pemborosan dengan mengetahui apabila staff Anda memakan masakan restoran tanpa membayar, mengambil bahan makanan untuk pemakaian pribadi, atau menawarkan diskon khusus untuk keluarga dan teman-teman mereka. Sistem POS dapat diatur agar Anda tidak perlu membeli stok barang berlebihan ataupun kekurangan stok barang.

3. Sistem POS Mempermudah Perihal Tenaga Kerja

Banyak sistem kasir yang memfasilitasi modul tenaga kerja untuk mengetahui kebutuhan dari para pemilik usaha, sebagai contohnya waktu libur dari para staf pekerja. Modul dalam POS ini juga dapat digunakan sebagai waktu absensi dari para staf Anda, dengan begitu Anda dapat lebih mengontrol untuk kedisiplinan para pekerja restoran Anda. POS restoran Anda juga dapat memonitor upah pekerja dan persentase dari komisi bagi yang menggunakan komisi sebagai bonus bagi para pekerjanya. Sistem POS dapat mengetahui apabila pekerja Anda masuk kerja atau tidak. Dengan begitu Anda tidak akan kelebihan membayar pegawai karena hanya akan menjadi mubazir dan juga dapat memastikan bahwa pelanggan Anda mendapatkan pelayanan yang baik dengan pegawai yang cukup tanpa kekurangan. Dengan melihat sejarah penjualan dari laporan, Anda dapat memprediksi waktu mana yang pas untuk menambah atau mengurangi pegawai.

Terlebih lagi, kebanyakan POS system sudah memiliki sistem akunting sendiri sehingga Anda tidak perlu repot-repot untuk menghitung secara manual. Hal ini akan mengurangi kesalahan dalam penghitungan dan juga menghemat waktu Anda.

4. Sistem POS Memberikan Perlindungan Ganda Untuk Keamanan Transaksi Anda

Sistem POS saat ini sudah bekerja sama dengan beberapa bank yang menerima pembayaran menggunakan kartu. Standar yang digunakan untuk melindungi transaksi Anda yang meliputi pembayaran dan pelanggaran data yang menjadi semakin umum. Keamanan yang lebih untuk data disediakan oleh fitur seperti pembaca biometrik, contohnya sidik jari dan perangkat keras yang membaca kartu identifikasi individu para staf Anda. Fitur-fitur ini mengontrol akses ke sistem POS dan, dalam kasus tertentu, dapat melacak siapa yang menggunakannya. Manajer Operasional restoran tersebut bahkan dapat mengatur level yang dapat mengakses sistem tersebut, contohnya manajer dapat mengatur pengembalian uang, sedangkan staf biasa hanya dapat melakukan transaksi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sistem POS merupakan investasi yang besar bagi para pemilik restoran. Tetapi mengingat kemampuan yang sebuah POS sistem dapat dilakukan seperti yang telah dijelaskan diatas, ini merupakan investasi yang sangat baik.

Lebih baik lagi, sekarang Anda tidak perlu berinvestasi secara mahal untuk sebuah sistem POS yang bagus untuk restoran Anda.

MokaPOS merupakan sistem POS yang akan membantu Anda dalam menjalankan usaha Anda secara operasional. MokaPOS juga sudah terintegrasi dengan mPOS yaitu alat yang membantu untuk melakukan pembayaran menggunakan kartu debit dan kredit di seluruh Indonesia. Tahukah Anda dengan menerima pembayaran menggunakan kartu, penjualan di toko Anda dapat naik hingga 30%?

Nah tunggu apalagi? Langsung download MokaPOS di iPad dan Android devices Anda dan mulailah berjualan dengan lebih efektif!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Karyawan Management

BIAYA YANG DIKELUARKAN UNTUK MENGGAJI KARYAWAN

Published by:

counting-money-in-hands

Source: www.blog.quizzle.com

Entah Anda memiliki 3 karyawan atau lebih dari 400 karyawan, kompensasi atau gaji adalah hal yang perlu Anda perhatikan dengan seksama. Pertama dan yang terpenting adalah dengan adanya undang-undang ketenagarakerjaan, seperti upah minimum per regional, yang harus Anda patuhi. Anda juga harus memikirkan kompensasi yang Adil bagi semua para pegawai Anda yang sesuai dengan budget Anda. Apabila Anda membayar upah mereka terlalu rendah, para pegawai yang loyal akan berpaling dari perusahaan Anda, tetapi apabila Anda membayar upah mereka terlalu tinggi, Anda sendiri yang akan merasa kewalahan dengan budget yang tinggi.

Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk mencari kandidat yang pas untuk bekerja dengan Anda, pastikan Anda sudah mengetahui mengenai budget yang akan Anda keluarkan untuk pekerjaan yang Anda butuhkan. Berikut adalah beberapa hal membantu Anda memutuskan apa yang harus dilakukan sebelum mempekerjakan seseorang :

1.Deskripsi Pekerjaan Yang Detail

Langkah pertama dalam memutuskan seberapa banyak Anda harus membayar seseorang adalah dengan menuliskan deskripsi pekerjaan yang Anda butuhkan. Anda mungkin berpikir bahwa Anda memerlukan orang dalam posisi entry-level atau belum berpengalaman, tetapi sesudah Anda membuat semua list yang Anda butuhkan dalam suatu pekerjaan, Anda menyadari bahwa pekerjaan tersebut memerlukan seseorang yang memiliki pengalaman lebih. Sementara setiap pekerjaan bervariasi dari bisnis satu dan lainnya, Anda juga harus bisa membandingkan  dengan pekerjaan yang mirip dengan posisi yang Anda butuhkan misalnya, “Pegawai toko roti di daerah Jakarta Barat”

Hal yang paling penting adalah mengenai nama jabatan. Kata “Manager” dalam sebuah posisi biasanya mengartikan posisi yang lebih tinggi dalam suatu usaha dan juga bayaran yang lebih tinggi. Sedangkan “Asisten” adalah seseorang yang biasanya baru mulai dengan posisi dibidang tersebut. Lihatlah juga usaha lainnya yang ada di lingkungan dan kota Anda yang juga mencari posisi dibidang yang sama. Hal ini dapat membantu para pencari kerja dalam mengukur posisi terhadap keahlian mereka dan membantu Anda dalam mengetahui kompensasi per standar industri.

2. Lakukan Riset Pasar Anda

Selain melihat bagaimana perusahaan lain memilih struktur dan posisi jabatan dalam suatu usaha, Anda juga akan ingin melakukan penelitian untuk melihat apa yang pasar kerja seperti untuk posisi yang Anda butuhkan. Lihatlah survei dan situs-situs untuk mencari tahu berapa kompensasi rata-rata untuk posisi yang Anda butuhkan dikota Anda. Bicaralah dengan pemilik bisnis lain dan lihat berapa banyak yang mereka bayar untuk pekerjaan yang setara dengan tanggung jawab yang seimbang. Jika ada keterampilan tertentu yang Anda butuhkan juga sedang dicari banyak perusahaan seperti Web Engineer atau Web Developer, Anda mungkin perlu membayar lebih mahal bagi kandidat yang memiliki keterampilan seperti ini.

3. Periksa Anggaran Anda

Setelah Anda memiliki ide untuk memulai suatu usaha, periksa anggaran Anda untuk melihat apakah Anda mampu untuk membiayai suatu pekerjaan. Jika posisi tersebut membutuhkan seseorang yang digaji dengan cukup mahal melebihi kemampuan Anda, mungkin Anda perlu untuk meninjau kembali posisi tersebut apakah bisa menjadi pekerjaan paruh waktu ataupun menjadi pekerjaan outsource.  Anda juga dapat mempertimbangkan untuk mempekerjakan seseorang yang belum terlalu ahli di bidangnya dengan bayaran yang lebih rendah dan juga dapat Anda latih untuk mengembangkan kemampuannya tersebut.

4. Tentukan Kisaran Gaji dan Upah

Setelah Anda menulis semua deskripsi mengenai pekerjaan Anda, meneliti lingkungan pasar kerja, dan memeriksa anggaran Anda, saatnya untuk menentukan kompensasi untuk posisi tersebut. Contohnya Anda bisa menuliskan pada iklan lowongan kerja “Rp.3.000.000-Rp.5.000.000 tergantung pengalaman” Apabila posisi tersebut menawarkan komisi atau benefit lainnya, pastikan Anda juga menuliskan hal tersebut. Menentukan kisaran gaji membantu Anda dalam mendapatkan kandidat yang tepat untuk Anda pekerjakan sesuai dengan posisi yang Anda inginkan.

“Customers will never love your company until the employees love it first” – Simon Sinek

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Karyawan Management

tips menjadi rekan kerja yang profesional

Published by:

Source : www.breadwinningmama.com

Bekerja dengan profesional merupakan hal yang penting, begitu juga dengan menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja. Ada kalanya jika Anda tahu bagaimana pandangan rekan kerja terhadap Anda. Jika terasa ada yang mengganjal, mungkin saja ada sesuatu yang salah.

Sikap profesional memang sangat dibutuhkan dimanapun kita berkerja, terlebih lagi jika bentuk pekerjaan kita termasuk kerjasama tim atau melibatkan orang banyak pada satu lingkup yang sama. Dalam hal ini sikap profesional yang dimaksud termasuk bagaimana kita menjalin hubungan yang harmonis dengan rekan seprofesi. Jadi peran partner kerja sedikit banyak ikut mendukung kita agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, supaya lebih enjoy dalam bekerja dan tidak menjadikan pekerjaan tersebut sebagai beban. Seorang rekan kerja kadang juga memberi kita rasa nyaman, dengan demikian konsentrasi tidak terganggu karena suasana kerja sangat mendukung.

Berikut adalah tips dalam menjalankan sikap profesional dengan sesama rekan bekerja :

1. Hindari bergosip

Tentu saja Anda perlu berkomunikasi dengan sesama rekan kerja. Namun jika ada rekan kerja yang mulai menceritakan gosip, sebaiknya Anda simpan gosip itu sendiri dan jangan biarkan orang yang lainnya mengetahuinya.

Usahakan untuk tidak menjadi biang gosip di kantor. Memang, godaan untuk bergosip itu sulit untuk ditolak, namun menjadi tukang gosip bisa merusak karir Anda. Jangan rusak citra Anda hanya karena suka bergosip. Semakin Anda dikenal sebagai biang gosip, semakin diragukan pula kepercayaan Anda oleh tim kerja lainnya.

2. Jauhkan Rasa “Menjatuhkan”

Sikap kompetitif memang terkadang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Tapi jangan sampai sikap tersebut justru memberi kecenderungan untuk menjatuhkan. Selain tidak ada guna nya untuk diri Anda pribadi, malah ada kemungkinan orang lain akan menilai Anda sebagi pribadi yang tidak profesional di bidang kerja.

3. Menjadi Pribadi yang Positif

Membangun pribadi yang positif dan berkarakter bisa kita mulai dari lingkungan kerja. Pribadi yang positif dan berkarakter sangat membantu kita untuk menghindari semua hal yang bersifat negatif seperti mengeluhkan pekerjaan yang dilakukan, gaji kecil, tidak pernah dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi, dan sebagainya. Dalam hal ini kita harus menjaga agar tidak menjadi pribadi yang suka mengeluh karena justru hal tersebut membuat kita menjadi rekan kerja yang menjengkelkan di mata rekan kerja yang lain.

4. Diam itu emas

Jika ruangan kerja Anda tidak terlalu luas, usahakan untuk berbicara pelan saat Anda sedang dalam pembicaraan di telepon. Perhatikanlah rekan kerja Anda lainnya yang berada di sekeliling Anda. Jangan sampai bunyi telepon Anda mengganggu konsentrasi mereka. Ada baiknya jika Anda merubah volume dering telepon dengan tingkat terendah. Jika Anda menggunakan ponsel, pastikan juga bahwa ponsel dalam mode ‘silent’.

5. Menjadi Partner Kerja yang Baik

Teman yang baik adalah teman yang dapat mendukung dan memotivasi sepenuh hati. Cara lain untuk menjadi kolega yang baik tidak hanya terbatas dari menyemangati saja, tetapi juga membantu berbagai hal. Semisal ketika pekerjaan Anda sudah selesai dan rekan belum, tawarkan bantuan Anda walaupun hanya sekadar menemani lembur atau membelikannya segelas kopi.

6. Bekerjasama dengan baik
Anda berkarir bukan hanya untuk diri sendiri, namun Anda juga bekerja untuk perusahaan dan memiliki tujuan bersama dengan rekan kerja lainnya. Anda bekerja tidak sendiri, dan tak jarang Anda membutuhkan bantuan rekan kerja. Jadi jika Anda dapat bekerjasama dengan baik, maka secara otomatis Anda akan disukai oleh tim kerja, sehingga mereka memandang Anda sebagai rekan kerja yang kooperatif.

“Professional is not a label you give yourself, It’s description you hope others will apply to you” – David Maister

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Bisnis Customers Karyawan Management Marketing

Cara Mengelola Kebahagiaan Karyawan Anda

Published by:

 

Source : www.pprablog.files.wordpress.com

Source : www.pprablog.files.wordpress.com

Sebagai seorang pemimpin, pasti Anda ingin mempunyai anak buah yang loyal dan dapat dipercaya agar usaha yang Anda jalani dapat berkembang dengan pesat. Namun kadang para pemilik usaha suka melupakan bahwa karyawan juga merupakan manusia yang memiliki akal dan budi serta perasaan. Oleh karena itu banyak perusahaan yang sudah mulai memikirkan tentang tingkat kesenangan para karyawan mereka dalam bekerja.

Sebagai seorang pemimpin, Anda yang memegang andil dalam perihal ini. Jadi jika kebahagiaan para karyawan menjadi tujuan Anda, Anda harus memulai langkah pertama dalam melakukan pendekatan untuk kesejahteraan para pekerja. Selain gaji dan tunjangan yang setimpal, banyak hal yang perlu  ditingkatkan agar kebahagian para karyawan Anda juga terpenuhi. Berikut adalah beberapa tips untuk membangun hubungan yang selaras antara pemimpin dan karyawan.

  1. Jangan Mencoba Untuk Membangun Ikatan Erat Hanya Dengan Percakapan yang Singkat

Sangatlah benar bahwa untuk mendapatkan kepercayaan dan loyalitas dari para karyawan serta keterbukaan para karyawan Anda tidaklah mudah. Banyak para karyawan yang merasa terkurung dan tidak dapat bekerja dengan efisien apabila mereka berada di sekitar para manajer ataupun pemimpinnya.

Solusinya adalah dengan mendekatinya dengan perlahan-lahan. Berbagi tentang kegemaran Anda dan obrolan yang ringan tentang pribadi Anda dapat membuat para karyawan merasa lebih rileks apabila berada disekitar Anda. Budaya yang tercipta di Indonesia adalah apabila karyawan diajak berbicara secara personal dengan atasannya, mereka akan dipecat atau diberitahu berita buruk lainnya, buatlah suasana dimana para karyawan merasa mereka bisa menceritakan segala sesuatu tentang perasaan mereka selama bekerja di perusahaan Anda secara nyaman.

  1. Lupakan Bahwa Anda dan Karyawan Tidak Terikat Dalam Jangka Panjang

Karyawan Anda bekerja dengan Anda tidak hanya semata-mata demi uang ataupun menyambung hidup. Mencari pengalaman dan menambah pengetahuan tentang bidang lain juga mungkin menjadi salah satu alasan mengapa ia bergabung dengan Anda. Oleh karena itu dengan membantu mereka menjadi profesional yang lebih baik dan cermat juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kebahagiaan mereka. Anda dapat mengembangkan keterampilan atau memperluas koneksi mereka. Pikirkanlah betapa akan termotivasi para karyawan Anda apabila mereka tahu bahwa Anda mendukung mereka untuk terus berkembang.

  1. Keluarlah Dari Lingkungan Kantor

Anda tidak dapat mengharapkan karyawan Anda untuk mendapatkan suasana yang lebih nyaman apabila Anda berusaha untuk dekat dengan mereka didalam lingkungan kantor. Ubahlah tempat dan konteks dimana Anda dan karyawan dapat berbincang dengan lebih santai dan mendalam seperti dengan mengadakan buka bersama di Bulan Ramadhan ataupun mengadakan outing kantor dimana para karyawan dapat merasakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan bersama para petinggi dan para kolega kerjanya.

  1. Mengurangi Pertanyaan yang Menjatuhkan

Sebagian besar dari para pemimpin akan bertanya kepada karyawannya mengapa pekerjaan mereka tidak sempurna hasilnya, kenapa penjualan tidak bagus dan juga berbagai macam pertanyaan menjatuhkan lainnya. Ada baiknya apabila Anda mengubah  pertanyaan tersebut menjadi lebih memotivasi, contohnya: “Ini adalah tugas saya untuk membantu Anda dalam mengatasi masalah ini, ada yang bisa saya bantu agar produksi kita bisa berjalan dengan lancar?” Dengan pertanyaan seperti ini, karyawan akan berpikir apabila Anda menanyakan mengenai permasalahannya bukan menyalahkan karyawan Anda. Dengan demikian, karyawan dapat menggambarkan apa yang salah dengan pekerjaannya, tanpa merasa seperti ia dikritisi kinerja dan kemampuannya.

Semua yang Anda lakukan diatas bertujuan satu yaitu membangun relasi kepercayaan antara karyawan dan pemimpin. Tapi harus Anda ingat, semua karyawan Anda memiliki kepribadian yang berbeda dan cara pendekatan yang berbeda juga. Akan selalu ada perbedaan dalam berapa lama dan perlakuan apa yang harus Anda lakukan untuk menciptakan hubungan kepercayaan tersebut. Anda harus mengerti dan menyadari bahwa kejujuran dan transparansi dalam suatu perusahaan merupakan hal yang teramat penting dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan.

 

“When people are financially invested, they want a return. When people are emotionally invested, they want to contribute”  – Simon Sinek

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail