Category Archives: Finansial

Berita UKM Bisnis Finansial Management Uncategorized

4 Tips Mengatasi Modal Minim Selama Merintis Usaha

Published by:

Source : blog.quizzle.com

Salah satu hal yang seringkali menjadi kendala selama merintis usaha adalah kepemilikan modal yang sangat minim. Tidak sedikit calon pengusaha yang justru gagal dan berhenti di tengah jalan karena kendala terbatasnya modal. Padahal tidak seharusnya keterbatasan modal ini menjadi kendala cukup berarti untuk mengembangkan usaha. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati minimnya modal usaha yang Anda miliki.

Pola pikir wirausaha

Merintis usaha mandiri tidak hanya berkaitan dengan jiwa entrepreneur yang sudah terpendam cukup lama. Minat pada usaha mandiri yang Anda miliki tidak cukup untuk menunjang kerja keras Anda membangun usaha. Karena minat ini harus ditunjang dengan banyak hal lainnya untuk memastikan bisnis yang Anda rintis dapat berkembang dan meraih kesuksesan. Memiliki pola pikir wirausaha atau entrepreneurship akan menjadikan Anda lebih kuat membangun usaha.

Pola pikir entrepreneurship sangat penting bagi calon pengusaha yang baru merintis bisnisnya. Minat wirausaha yang Anda miliki harus ditunjang dengan pola pikir yang sama sehingga Anda dapat bertahan selama merintis usaha. Terutama saat modal usaha yang Anda miliki sangat terbatas, pola pikir entrepreneurship ini akan membantu Anda lebih fokus menghadapi tantangan dan perlahan-lahan mengembangkan usaha.

Antara rencana dan mitra bisnis

Pola pikir entrepreneurship akan memastikan Anda tidak memulai bisnis dengan modal kosong. Dengan kata lain, Anda tidak akan memulai suatu bisnis jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bidang usaha yang Anda bangun. Seseorang dengan pola pikir entrepreneur akan memastikan memiliki rencana bisnis yang matang sebelum memulai bisnis. Rencana bisnis ini berisi analisis mendalam mengenai strategi mengembangkan bisnis.

Seseorang dengan pola pikir entrepreneur akan mencari cara terbaik untuk memastikan bisnisnya dapat berjalan meski memiliki modal terbatas. Salah satu langkah yang ditempuhnya adalah dengan mencari mitra bisnis. Memilih mitra bisnis juga tidak dapat dilakukan sembarangan. Mitra bisnis dengan minat yang sama saja tidak cukup. Melainkan Anda harus memastikan mitra tersebut berprospek cukup baik untuk membantu membangun dan mengembangkan bisnis Anda.

Bekerja paruh waktu hingga investasi

Memiliki modal yang minim tidak berarti akhir dari mimpi Anda untuk membangun bisnis mandiri. Seeorang dengan pola pikir entrepreneur akan menjadikan kepemilikan modal yang minim sebagai tantangan yang harus diatasi. Anda dapat menyiasatinya dengan bekerja paruh waktu. Tidak sedikit calon pengusaha baru yang merintis usaha dengan tidak meninggalkan pekerjaan utama. Sehingga dari pekerjaan utama tersebut, Anda bisa mendapatkan kucuran modal.

Minimnya modal selama merintis usaha juga dapat diatasi dengan menjalankan investasi yang dilakukan pada usaha Anda. Anda dapat menambah modal dengan menjalankan investasi dari para investor yang tertarik dengan prospek keuntungan bisnis yang Anda rintis. Tentunya investor yang harus Anda pilih adalah investor terpercaya yang mampu menilai bisnis Anda. Dengan investasi ini Anda dapat menambah modal sehingga bisnis dapat berkembang dan sukses.

Fokus mulai dari yang ada

Terbatasnya modal usaha lebih banyak membuat calon pengusaha gagal merintis usaha. Hal ini dapat dimaklumi mengingat ada banyak kebutuhan yang harus diwujudkan sehingga usaha dapat mulai dirintis. Padahal kepemilikan modal yang kecil tidak berpengaruh cukup banyak dalam membangun sebuah usaha. Dengan pola pikir entrepreneur yang Anda miliki, cobalah untuk fokus memulai bisnis dengan modal yang ada.

Beberapa calon pengusaha justru gagal memulai bisnisnya hanya karena terbatasnya modal uang untuk membangun atau menyewa tempat usaha. Padahal kondisi tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan garasi di rumah sebagai tempat usaha. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa menyiasatinya dengan membuat toko online. Di toko online ini, Anda tidak memerlukan tempat namun tetap dapat menjalankan usaha sekaligus melakukan promosi.

 “It always seems impossible, until it is done” – Nelson Mandela

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing

6 Tips Mudah Dalam Membangun Identitas Usaha Anda

Published by:

Designing-a-Brand-Identity

Source : www.ollingtondesign.com.au

 

Apa identitas yang tertanam dalam benak para konsumen Anda apabila mendengar atau melihat nama usaha Anda?

Tentu Anda memiliki logo, website, kartu nama, dan papan nama usaha Anda, tetapi merek Anda merupakan hal yang jauh lebih penting dan tidak hanya sekedar penampilannya saja. Sementara semua hal diatas dapat membantu Anda untuk memproyeksikan citra merek Anda kepada konsumen, membangun identitas Anda merupakan hal yang lebih sulit untuk dilakukan.

Sebagai contohnya adalah merek Apple dan Samsung misalnya, dua merek tersebut yang akan muncul dikebanyakan benak para konsumen yang berencana untuk membeli sebuah perangkat elektronik karena merek mereka sudah kuat dipasaran. Para konsumen lebih suka untuk membeli barang mereka dikarenakan adanya rasa keterikatan dengan merek tersebut. Tapi bagaimana hingga Samsung dan Apple bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang? Selain produk dan jasa yang inovatif, para konsumen mengetahui apa yang akan mereka dapatkan apabila membeli produk atau jasa tersebut. Dapat dibilang konsumen ikut berinvestasi didalamnya. Untuk hal ini, diperlukan adanya strategi dalam meningkatkan merek usaha Anda.

Jadi bagaimana sebagai pemilik usaha kecil dapat melakukan hal yang dilakukan oleh para pemilik usaha besar? Berikut adalah 6 tips mudah dalam memelihara dan mengembangkan merek usaha Anda.

1. Menggunakan Branding Mudah Dengan Efektif

Seperti yang sudah disebutkan diatas, mempunyai Logo, Website, Penunjuk nama dan lainnya merupakan dasar yang harus dilakukan bagi para pemilik bisnis agar merek nya dapat dikenal oleh khalayak luas. Menerapkan bagaimana warna, font, tulisan dan gambar pada logo Anda juga merupakan salah satu cara agar tidak adanya kebingungan bagi para konsumen Anda. Jangan lupa untuk mendaftarkan logo dan merek dagang Anda agar tidak disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Menjelaskan Nilai Merek Anda

Dibalik semuanya, pastikan elemen merek Anda mencerminkan nilai dari perusahaan Anda. Gunakan bahasa yang jelas untuk mengkomunikasikan nilai Anda. Jangan menggunakan kata-kata yang dilihat oleh konsumen menjadi hal yang tidak berguna. Kalimat yang sederhana dan tagline yang mudah untuk diingat akan menjadi suatu hal yang akan melekat dibenak para konsumen

3. Perkenalkan Siapa yang Bekerja Dibalik Layar

Seperti hal-nya Anda datang ke sebuah restoran favorit Anda berkali-kali, makanan dan servis yang ditawarkan sangatlah baik, tetapi Anda tidak pernah mengetahui siapa pemiliknya karena tidak adanya interaksi dari pemilik restoran tersebut. Hal ini yang kadang suka terlewatkan bagi para pemilik usaha kecil menengah. Konsumen ingin merasakan bahwa mereka di hargai dan menjalin hubungan lebih lanjut. Hal yang mudah seperti bertanya pada pengunjung yang datang ke restoran tersebut mengenai rasa makanan ataupun servis yang ditawarkan akan menjadi nilai tambah bagi para konsumen  untuk mengunjungi usaha Anda kembali karena merasakan adanya koneksi dengan Anda. Mereka juga bisa langsung berkomunikasi dengan Anda, sedangkan Anda akan mendapatkan tanggapan balik yang sangat berguna bagi usaha Anda dikedepannya.

4. Penggunaan Media Sosial 

Media sosial sudah menjadi salah satu media yang sangat berguna untuk mengembangkan usaha Anda dalam memperkenalkan merek dagang Anda dan juga menjadi tempat untuk berinteraksi dengan para konsumen Anda. Dengan menggunakan media sosial, Anda bisa langsung berkomunikasi dengan para konsumen Anda saat itu juga.

Baca juga Tips Menggunakan Media Sosial Sebagai Sarana Promosi bagi Bisnis Anda

5. Berkecimpung Dalam Komunitas Anda

Tidak ada yang lebih baik untuk mendapatkan eksposur merek Anda selain terjun langsung kedalam sebuah komunitas. Menjadi sponsor dalam perlombaan lari atau berpartisipasi dalam acara bazaar dan acara lainnya dapat membuat merek Anda semakin dikenal oleh khalayak banyak dan juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek Anda.

6. Memberi Masukan Kepada Konsumen

Menjadi salah satu pemberi nasehat bagi para konsumen juga bisa menjadi salah satu cara untuk membedakan dan membangun merek usaha Anda. Pikirkan apa yang usaha Anda telah lakukan dan tantangan yang dimiliki oleh para konsumen Anda. Mengadakan seminar mengenai masalah-masalah yang sedang berlangsung yang ada sangkut pautnya dengan usaha Anda ataupun menulis sebuah blog yang menawarkan nasehat dan juga tips untuk mengatasi masalah yang sedang dialami oleh para konsumen Anda tanpa memaksa mereka untuk menggunakan produk Anda. Menjalankan usaha akan menjadi lebih mudah apabila konsumen sudah percaya dan mengetahui bahwa Anda ahli dibidangnya.

Dibalik semua yang sudah dijelaskan diatas, tetap tingkatkan terus kualitas dari produk yang Anda jual. Terus pantau dan awasi para karyawan Anda untuk selalu menjaga kualitas dan menjunjung tinggi merek yang sudah Anda bangun. Dan yang terpenting adalah untuk selalu memberikan yang terbaik untuk para konsumen Anda.

“Your brand is what other people think about you when you’re not in the room” – Jeff Bezos (Founder of Amazon.com)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Finansial Management Marketing

Strategi Promosi Untuk Usaha Kecil Menengah

Published by:

Source : theaxess.net

Promosi merupakan salah satu hal yang terpenting dalam memasarkan usaha Anda. Yang termasuk dalam promosi adalah periklanan atau personal selling dan mencakup seluruh komunikasi diantara penjual dan orang yang berpotensi menjadi pelanggan Anda. Promosi yang lazim dilakukan oleh para pengusaha yaitu berupa iklan. Iklan pun dapat dibagi menjadi dua fungsi yaitu sebagai pemberi informasi dan juga ada yang bersifat membujuk.

Iklan sebagai pemberi informasi menyediakan informasi mengenai perusahaan dan produk yang di keluarkan oleh perusahaan tersebut kepada pelanggan, sedangkan iklan sebagai media membujuk bertujuan untuk meyakinkan dan mengajak para pelanggan untuk membeli produk dan jasa yang disediakan oleh perusahaan. Seluruh iklan dan aktivitas promosi lainnya harus seimbang dengan posisi perusahaan dalam pasar bisnis dan harus didasarkan untuk membangun dan memperkuat brand image suatu perusahaan.

Strategi periklanan merupakan satu diantara berbagai jenis pemasaran yang dijalankan oleh para pemilik usaha. Iklan merupakan metode yang efektif untuk menyediakan informasi mengenai produk dan jasa perusahaan untuk para pelanggan yang mencari tahu dari produk yang akan mereka beli. Pertama, mereka ingin mengetahui mengenai produk yang akan mereka beli dan kedua, yang paling penting adalah bagaimana cara penggunaannya. Karena tidak sedikit produk yang berkualitas tinggi justru tidak laku dipasaran karena cara penggunaan yang dinilai tidak efisien. Oleh karena itu, strategi periklanan membantu UKM untuk memperkenalkan produk dan jasa mereka secara efektif dan mendorong penjualan perusahaan.

Sebuah strategi periklanan yang efektif harus mengandung tiga elemen utama yaitu tujuan iklan, pemilihan media, dan anggaran iklan.

  1. Tujuan Iklan

Tiga elemen yang harus ditonjolkan sebagai tujuan dalam sebuah iklan adalah pesan yang tepat, orang yang tepat dan pada waktu yang tepat. Dengan kata lain, tujuan dasar dari strategi iklan yang efektif adalah dengan menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat juga.

Pertama, kita perlu mengetahui apa yang ingin kita sampaikan kepada para audience kita. Apa saja informasi mengenai produk dan jasa kita yang seharusnya diberikan kepada pelanggan? Kedua, siapa saja yang menjadi konsumen kita. Seperti apa karakteristik mereka, apa yang mereka suka, dan apa harapan mereka dari produk atau jasa yang ingin mereka beli?

Ketiga, kita harus memilih waktu yang tepat untuk iklan, hal ini elemen yang sangat krusial pada rencana iklan yang sukses.

 

  1. Pemilihan Media

Dalam mengembangkan strategi iklan yang efektif adalah memilih media yang paling tepat untuk usaha Anda dalam menjangkau target pasar. Ketika memilih media, UKM harus mempertimbangkan berbagai macam faktor yang krusial seperti karakteristik dari kelompok target pelanggan, ukuran pasar dan biaya yang harus dikeluarkan. Ada beberapa variasi media seperti radio, koran lokal, internet, televisi, bioskop, dan media lainnya yang dapat digunakan secara efektif tergantung dari produk dan jasa yang ingin ditampilkan. Tiap media pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Maka dari itu, akan sangat bermanfaat apabila Anda dapat menentukan media apakah yang paling dirasa cocok untuk usaha Anda. Beberapa media yang dapat dipilih untuk iklan pada usaha kecil yaitu :

  • Iklan di Koran

Biarpun terdengar kuno, tetapi pada kenyataannya beriklan di kolom koran merupakan salah satu media yang cukup efektif karena mencakup banyak target pasar dari segala kalangan. Kekurangannya, kebanyakan koran dibaca hanya sekali, konsekuensinya siklus iklan menjadi lebih pendek dan juga tidak ada jaminan bahwa orang yang membeli koran akan melihat iklan kita.

  • Iklan di Majalah

Sebagian besar prinsip dari media cetak itu sama. Namun ada perbedaan dari media majalah dan koran. Biasanya koran diterbitkan secara harian sedangkan majalah ada yang mingguan ataupun bulanan. Iklan dengan menggunakan majalah lebih berorientasi pada gambar dan kualitas gambarnya lebih baik dibandingkan koran.

  • Iklan di Radio

Beriklan di radio lebih aktif dibandingkan dengan beriklan di media cetak dan juga dapat digabungkan dengan media cetak agar lebih efektif. Kekurangannya adalah para pendengar radio tidak dapat melihat gambar yang ingin Anda jual. Poin penting yang harus diingat dalam memasang iklan di radio adalah memilih waktu dan channel siaran yang benar agar langsung tepat sasaran target pasar.

  • Iklan di Televisi

Beriklan menggunakan media televisi atau biasa disebut dengan TV merupakan salah satu media yang cukup digemari dikarenakan para penonton dapat melihat, mendengar, bergambar dan berwarna. Iklan dengan menggunakan TV, setiap usaha dapat menjangkau  audience dimana saja dan menampilkan apa saja kepada para penonton. Kelemahan utama iklan di televisi adalah biayanya yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan media lainnya.

 

  1. Anggaran Iklan

Langkah terakhir dari strategi adalah dengan menentukan dan mengalokasikan anggaran iklan. Ketika tujuan dan sasaran dari iklan telah ditentukan secara jelas, anggaran iklan harus disiapkan. Anggaran iklan menentukan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh UKM pada waktu tertentu dan untuk menyiapkan anggaran iklan bukan lah suatu perkara kecil. Banyak faktor yang harus diperhatikan seperti siklus hidup produk perusahaan dan pangsa pasar yang mempengaruhi penentuan dari anggaran iklan. Persentasi dari penjualan merupakan hal yang paling umum digunakan dan juga metode termudah dalam menyusun anggaran iklan. Beberapa persentase dari perkiraan penjualan akan dimasukan dalam anggaran untuk iklan. Oleh karena itu, perusahaan harus pintar-pintar dalam melakukan business forecasting. Anggaran iklan harus direncanakan untuk beberapa periode seperti 3 bulan, 6 bulan bahkan 12 bulan dengan tujuan akan membantu para pebisnis dalam melihat masa depan perusahaan.

Bagi para pemilik usaha harus diingat sebuah bisnis akan berkembang atau bahkan bangkrut tergantung dari strategi pemasaran yang tepat diterapkan. Oleh karena itu, tinjau kembali konsep pemasaran dan rencana strategi pemasaran Anda agar usaha Anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat.

“Whoever Controls The Media, Controls The Mind” – Jim Morrison.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Customers Data Insights Finansial Management Seller Insights

Tips Rahasia Sukses Mengelola Keuangan Untuk UKM

Published by:

mengatur keuangan

Source: 2.bp.blogspot.com

Walaupun terlihat sangat mudah untuk dilakukan, para pengguna usaha UKM lebih tertarik dalam membahas strategi bisnis yang akan dijalankan dan seringkali melupakan dalam mengelola keuangan. Banyak yang berpikiran bahwa dengan bisnis yang maju, keuangan akan berjalan dengan sendirinya. Pemikiran seperti ini lah yang harus dihindari. Perlu diingat, bisnis tidak selamanya akan maju, ketika saat sedang melemah, justru keuangan yang harus dipertimbangkan. Berikut adalah tips yang dapat diterapkan dalam menjalankan UKM :

  1. Rencanakan Penggunaan Uang

Tanpa adanya perencanaan yang matang, Anda akan segera mengalami keadaan dimana Anda kekurangan dana. Anda tetap harus merencanakan penggunaan uang Anda dengan sebaik mungkin walaupun pada saat itu uang kas yang Anda miliki cukup maupun berlebih. Jangan hambur-hamburkan modal Anda dengan sia-sia tanpa tujuan yang jelas. Sesuaikan rencana pengeluaran dengan target-target penjualan dan penerimaan kas. Prioritaskan pengeluaran Anda agar dapat dilihat bagian mana yang berguna dalam meningkatkan penjualan atau menurunkan biaya-biaya dalam menjalankan usaha. Lakukan analisa cost and benefit untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang Anda tidak keluar dengan sia-sia.

  1. Putar Arus Kas

Usaha tidak melulu menghasilkan keuntungan, kadang perusahaan juga mengalami kerugian. Manajemen keuangan juga meliputi bagaimana Anda mengelola hutang,piutang dan juga persediaan. Banyak usaha mengalami kesulitan kas meski catatan akuntansi yang mereka pegang menunjukan angka yang baik. Perhatikanlah dalam menggunakan Kartu Kredit dalam membeli suatu hal seperti termin jatuh tempo pembayaran ataupun juga apabila Anda harus menyimpan banyak barang dagangan Anda. Anda harus mengusahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit Anda. Anda juga harus mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order namun tanpa membebani keuangan.

  1. Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha

Kesalahan yang paling banyak dan sering dilakukan oleh para pelaku UKM adalah mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha. Dengan pemikiran bahwa usaha Anda masih kecil maka tidak ada masalah jika mencampur uang usaha dengan uang pribadi. Namun pada kenyataannya, Anda akan kesulitan dalam mengatur pengeluaran pribadi dan usaha. Sehingga, keperluan pribadi sedikit demi sedikit akan memakai uang hasil dari usaha Anda. Jadi segera pisahkan rekening untuk pribadi dan usaha. Buka rekening khusus yang akan digunakan untuk bisnis. Dan yang paling penting, bersikaplah disiplin dalam menerapkan pemisahan ini. Sekali lagi, kuncinya adalah displin diri dan komitmen dalam memisahkan uang pribadi dan uang usaha.

  1. Hitung Keuntungan dengan Benar

Tujuan Anda dalam menjalankan usaha adalah mencari keuntungan, namun tahukah Anda secara pasti berapa keuntungan yang telah Anda dapatkan? Menghitung keuntungan dengan tepat sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri. Bagian yang paling kritikal dalam menghitung keuntungan adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha. Sebagian besar biaya bisa diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Sebagian yang lain tidak berupa uang kas, seperti penyusutan dan amortisasi. Sebagian lagi belum terjadi namun perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang seperti pajak dan bunga pinjaman.

  1. Sisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha

Anda berhak menikmati hasil dari keuntungan yang Anda raih dalam menjalankan usaha ini, tapi juga harus diingat Anda juga tetap harus menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha. Salah satu tugas penting manajemen keuangan adalah menjaga kelangsungan hidup bisnis dengan mendorong dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang lain yang juga menguntungkan diluar dari bisnis Anda sendiri. Ataupun Anda juga dapat mengembangkan Usaha sendiri dengan memikirkan strategi baru yang akan memakan modal yang cukup banyak.

Semakin besar usaha yang Anda lakukan, semakin rumit pula dalam mengatur keuangannya. Ketika usaha Anda melibatkan kreditor dan investor, maka semakin tinggi juga tuntutan Anda dalam memilki sistem pencatatan keuangan yang baik. Keberhasilan usaha Anda tidak hanya dilihat dari kemampuan Anda dalam menjual barang, tetapi juga dilihat dari bagaimana Anda mengatur keuangan usaha Anda.

Apabila ada tips lain yang ingin Anda sampaikan, dapat langsung ditulis di kolom komentar dibawah ini  :-)

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Finansial Management Marketing

Kelebihan dan Kekurangan Usaha Kecil Menengah

Published by:

 

 

Positive or negative

Source: blog.envisialearning.com

Pengertian Usaha Kecil Menengah adalah sebuah bangunan usaha yang berskala kecil, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000,- per tahun tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Umumnya dimiliki secara perseorangan maupun kelompok. Meskipun demikian, definisi UKM sangat berbeda dimasing-masing negara seperti ukuran bisnis yang bisa dikategorikan sebagai usaha kecil menengah. Dengan pengkategorian tersebut, jenis bisnis skala kecil ini memiliki hak dan kewajiban khusus yang berkaitan dengan legalitas status perusahaan dan besaran pajak yang harus dibayarkan pada pemerintah. Semua hal pasti memiliki 2 sisi yang baik dan buruk, dalam artikel ini kita akan membahas kelebihan dan kekurangan dalam menjalankan UKM.

Kelebihan Usaha Kecil Menengah

Dengan fleksibilitas dan ukurannya yang kecil, usaha kecil menengah mempunyai banyak kelebihan dalam menjalankan usahanya, terutama dari segi pembentukan dan operasional. Dengan banyaknya usaha kecil menengah yang tumbuh di Indonesia, semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dan juga peningkatan penghasilan dalam negeri. Maka dari itu tidak heran usaha kecil menengah menjadi salah satu penggerak roda perekonomian di Indonesia.

  1. Kecepatan Inovasi

Dengan tidak adanya hirarki dan kontrol yang terlalu kaku seperti perusahaan besar kebanyakan, membuat para pekerjanya memiliki gerak yang lebih luas dan dapat menyumbangkan ide mereka. Produk-produk dan ide-ide baru dapat dirancang, digarap dan diluncurkan dengan segera.

  1. Fokus Dalam Satu Bidang

Usaha kecil menengah tidak wajib untuk selalu mengikuti permintaan pasar seperti layaknya perusahaan besar yang selalu mengikuti arus pertumbuhan jaman. Seperti contohnya, sebuah usaha kerajinan rumahan bisa fokus menggarap satu model atau jenis kerajinan tertentu dan cukup melayani permintaan konsumen tertentu untuk bisa mencapai laba.

  1. Fleksibilitas Operasional

Usaha kecil menengah biasanya dikelola oleh tim kecil yang masing-masing anggotanya memiliki wewenang untuk menentukan keputusan. Hal ini lah yang membuat pergerakan dalam bisnis UKM lebih fleksibel dan membuat para karyawan yang bekerja memiliki ruang gerak dan ruang berpikir yang lebih luas. Selain itu, kecepatan reaksi bisnis ini terhadap segala perubahan seperti trend produk, selera konsumen,dll cukup tinggi, sehingga bisnis skala kecil ini lebih kompetitif.

  1. Biaya Operasional yang Rendah

Kebanyakan usaha kecil menengah bekerja dari domisilinya masing-masing tanpa memiliki ruang perkantoran yang tetap. Oleh karena itu, biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak terlalu besar. Apabila dilihat lebih jauh lagi, usaha kecil menengah mendapatkan biaya sokongan dari pemerintah, organisasi non-pemerintah dan bank dalam bentuk kemudahan pajak, donasi atau uang tunai secara langsung. Faktor ini menjadi dukungan besar bagi para usahawan yang menjalankan usaha kecil menengah.

Kekurangan Usaha Kecil Menengah

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, selain banyak kelebihan dalam menjalankan usaha kecil menengah, para usahawan tidak boleh melupakan ada juga beberapa kekurangannya. Berikut adalah beberapa kekurangan di usaha kecil menengah :

  1. Sedikitnya Anggaran dan Pembiayaan

Usaha berskala kecil biasanya memiliki anggaran yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan besar dalam menjalankan usahanya. Oleh sebab itu, para usahawan UKM harus mengatur anggaran se-efisien mungkin demi kelancaran operasional usaha. Kekurangan pembiayaan operasional yang tidak dicegah bisa mengakibatkan pailit, sebab kapasitas UKM untuk membayar hutang hampir tidak ada.

  1. Waktu yang Singkat Untuk Melengkapi Kebutuhan

Sebab sedikitnya para pengambil keputusan dalam usaha kecil menengah, para usahawan terpaksa harus pontang-panting berusaha memenuhi kebutuhan pokok bisnisnya seperti produksi, sales dan marketing. Hal ini bisa mengakibatkan tekanan yang cukup besar dan membuat para usahawan menjadi tidak fokus dalam menyelesaikan permasalahan satu persatu.

  1. Tekanan Dari Luar

Tidak hanya tekanan dari dalam perusahaannya sendiri, tetapi tekanan yang dialami oleh usaha kecil menengah dari luar juga banyak menghadang. Contohnya seperti apabila bisnis nya menerima order dalam jumlah yang besar tanpa adanya daya produksi yang mengimbangi atau adanya kemungkinan dari perusahaan lebih besar yang melancarkan serangan yang tidak fair demi menyingkirkan pesaing potensialnya.

  1. Kurangnya Tenaga Ahli

Usaha kecil menengah kebanyakan tidak mampu untuk membayar jasa tenaga ahli untuk mengerjakan pekerjaan tertentu. Hal ini merupakan kelemahan terbesar bagi para usaha kecil menengah apabila dibandingkan dengan lembaga bisnis besar yang mampu mempekerjakan orang yang sudah ahli dalam bidangnya. Akibatnya, kemampuan bersaing bisnis skala kecil di pasar yang luas menjadi sangat kecil.

Demikianlah kekurangan dan kelebihan dalam menjalankan usaha kecil menengah di Indonesia. Ada pendapat lain dalam menjelaskan kekurangan dan kelebihan UKM? Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini  :-) 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing Seller Insights

5 Kesalahan Penyebab Usaha Kecil Menengah Mengalami Pailit

Published by:

bangkrut

Source: i.usatoday.net

Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia banyak yang mendulang untung dan menggapai kesuksesan. Namun tidak dapat dipungkiri, dari sekian banyak usaha yang ada, tidak sedikit yang kandas ditengah jalan bahkan sebelum genap 1 tahun berdirinya usaha tersebut.

Modal usaha yang belum memadai masih menjadi salah satu alasan sulitnya UKM berkembang di Indonesia, terutama bagi mereka yang mendirikan usaha-usaha di daerah yang tidak termasuk kota besar. Biarpun adanya bantuan dari segi perbankan, itupun melalui proses yang tidak mudah dan agak merepotkan bagi sebagian orang. Disisi lain, masih ada beberapa hal yang sering dilakukan para pelaku usaha yang bisa menjatuhkan usahanya sendiri.

Berikut adalah 5 kesalahan dalam menjalankan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bisa menyebabkan kebangkrutan :

  1. Tidak Mengetahui Caranya Mengatur Keuangan

Beberapa pengusaha lebih handal dalam merencanakan konsep bisnis yang akan dijalankan ataupun dalam menjual produk dan layanan mereka. Namun, sedikit yang mengerti bahwa keuangan adalah poin yang sangat penting dalam menjalankan usaha.

Semua keputusan yang diambil dalam menjalankan usaha akan selalu berhubungan dengan kondisi finansial perusahaan. Contohnya, Anda ingin melakukan strategi marketing yang cukup memakan budget Anda, disini Anda harus pintar-pintar mengatur keuangan Anda agar tidak terjadinya defisit karena keputusan yang diambil tanpa mengatur keuangan usaha Anda.

Baca juga artikel Fitur Akuntansi Yang Dibutuhkan Untuk Usaha Kecil Menengah

  1. Memulai Bisnis Dengan Modal Yang Minim

Sebagai pemula bisnis usaha kecil menengah, Anda harus memiliki modal yang mencukupi untuk menjalankan bisnis Anda. Dengan memiliki modal yang minim, besar kemungkinan Anda akan kewalahan dalam mengatur keuangan Anda.

Perlu diingat, banyak hal yang harus Anda pikirkan yang bisa menjadi perhitungan Anda dalam menanam modal. Contohnya, Berapa besar biaya produksi Anda? Berapa banyak pegawai yang Anda butuhkan? Strategi marketing seperti apa yang akan Anda jalankan? Dan juga biaya operasional lainnya yang memerlukan dana agar usaha Anda berjalan dengan lancar.

  1. Menganggap Produk Anda Bisa Terjual Dengan Sendirinya

Bisnis Anda mungkin menjual produk yang paling canggih dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Namun, apabila Anda tidak memasarkan dengan cara yang tepat, tidak akan ada orang yang akan tau tentang keunggulan produk Anda. Karena itu, Anda membutuhkan sebuah strategi marketing yang dapat menjual dan memasarkan produk Anda.

Dijaman sekarang, banyak strategi marketing yang dapat Anda lakukan demi memasarkan produk Anda. Anda juga dapat memasarkan barang Anda melalui sosial media dan juga dunia digital lainnya. Anda juga dapat mempromosikan produk atau jasa Anda ke komunitas yang kiranya cocok dengan target pasar Anda. Harus diingat, strategi marketing yang paling baik adalah Word Of Mouth atau ‘dari mulut ke mulut’.

Baca juga artikel Tips Menggunakan Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Bagi Bisnis Anda

  1. Melakukan Semuanya Sendiri

Pada usaha kecil, mungkin Anda melihat bahwa segala hal dapat Anda lakukan dengan sendirinya. Namun pada kenyataannya, Anda tetap memerlukan orang yang dapat membantu Anda agar pekerjaan Anda tidak terbengkalai. Jangan segan meminta bantuan dari para kerabat ataupun memperkerjakan pihak luar seperti outsource yang memang ahli pada bidangnya.

Dengan begitu, Anda dapat memiliki waktu lebih untuk memikirkan tentang cara mengembangkan usaha Anda.

  1. Tidak Fokus Dalam Satu Bidang

Banyak usahawan yang tidak sabar dalam menjalankan usaha mereka. Apabila tren dari barang yang mereka jual dianggap turun, mereka akan dengan cepat membanting setir untuk menjual barang lain. Memang cara seperti ini tidak salah, tetapi apabila dilakukan terus menerus akan menimbulkan kebingungan bagi para pelanggannya dan juga bisnis Anda akan kehilangan fokus.

Hal yang seharusnya Anda perhatikan adalah menentukan penjualan mana yang justru paling mendatangkan keuntungan untuk Anda.

Sebuah bisnis yang sukses akan terus bertahan dalam menjual atau mengerjakan yang terbaik dari yang mereka punya. Ciptakanlah sebuah produk yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan berguna bagi para konsumen, dengan begitu konsumen Anda akan lebih puas dan pelanggan baru akan berdatangan dengan sendirinya.

Setelah artikel diatas, Anda dapat mengambil langkah yang jauh lebih bijak dengan mengingat semua aspek yang harus dijauhi dalam menjalankan usaha. Apakah Anda memiliki tips lain agar usaha tidak terjatuh dalam kebangkrutan? Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini  :-)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing Seller Insights

5 Langkah Menciptakan Anggaran Bisnis Lebih Baik

Published by:

Anda baru saja memulai usaha dan Anda mengetahui apa yang harus dilakukan agar usaha Anda dapat berkembang dengan pesat, tetapi ketika dihadapi dengan pembukuan atau juga disebut dengan anggaran, Anda merasa keahlian Anda kurang terampil. Tidak masalah, Anda tetap dapat bisa mengukur-ukur dan mengestimasi berapa yang perlu Anda keluarkan dalam menjalankan usaha Anda.

Stacks of coins with the word BUDGET isolated on white background

Source: www.thinkingforwardevents.co.uk

 

Mengapa Anggaran Penting

Memperkirakan dan mencocokan biaya terhadap pendapatan penting karena membantu para pemilik usaha kecil untuk menentukan apakah mereka memiliki cukup uang untuk menutupi biaya operasional, mengekspansi bisnis dan menghasilkan keuntungan bagi sang pemilik. Tanpa adanya anggaran atau rencana, bisnis yang Anda jalankan akan terkena resiko dimana kurangnya dana yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis dan untuk bersaing dalam dunia usaha.

Teknik Membuat Anggaran

Setiap pemilik bisnis cenderung mempunyai proses, situasi dan cara dalam menentukan anggaran. Namun ada beberapa parameter yang dapat menjadi acuan dihampir setiap anggaran yang dapat diimplementasikan. Sebagai contoh, banyak pengusaha harus meminjam uang dari bank hanya untuk menjalankan bisnis nya. Mereka juga harus membayar tagihan listrik dan air, biaya gaji, beban pokok penjualan (bahan baku), bunga dan pembayaran pajak. Intinya, setiap pemilik bisnis harus mempertimbangkan biaya diatas dan juga biaya tak terduga yang secara khusus terkait dengan bisnisnya ketika mendirikan usaha.

Apa Yang Harus Dilakukan Dengan Pendapatan Usaha

Dengan usaha yang sudah berdiri dan berjalan dengan sendirinya, Anda dapat membuat asumsi pendapatan yang akan Anda dapatkan dimasa depan berdasarkan dengan tren terbaru dalam bisnis. Jika bisnis Anda adalah usaha yang baru Anda dirikan atau Startup, Anda harus bisa membuat asumsi berdasarkan wilayah geografis Anda, jam operasi dan dengan meneliti bisnis lokal lainnya.

Setelah Anda mendapatkan informasi ini, maka Anda dapat mencocokan pendapatan bisnis dengan biaya yang dikeluarkan setiap bulannya. Tujuannya adalah untuk mencari tahu biaya rata-rata setiap minggunya untuk biaya operasional, tenaga kerja, bahan baku, dll. Dari informasi tersebut, pemilik bisnis dapat memperkirakan apakah mereka memiliki dana yang cukup untuk memperluas bisnis mereka atau malah harus berhemat agar operasional usaha terus berjalan.

Mari kita lihat 5 tips yang dapat membantu Anda dalam merencanakan anggaran :

  1. Periksa Standar Industri

Tidak ada bisnis yang persis sama tetapi pasti ada beberapa yang memiliki kecocokan . Oleh karena itu, cobalah melakukan penelitian dengan banyak membaca artikel ataupun berbicara langsung dengan orang-orang yang terjun ke industri yang sama. Biarpun mereka Anda anggap sebagai kompetitor, mereka juga mempunyai informasi berharga yang dapat Anda gunakan dalam menjalankan usaha Anda.

Usaha kecil sangat rentan dengan fluktuasi yang terjadi pada perekonomian negara dan ancaman kompetitor yang lebih besar, sehingga Anda perlu jeli dalam merencanakan anggaran.

 

  1. Membuat Neraca

Sebelum Anda membangun sebuah usaha alangkah baiknya apabila Anda membuat neraca untuk memperkirakan jumlah nilai uang Anda dan juga persentase dari keuntungan Anda yang bisa dialokasikan ke biaya tetap seperti bahan baku dan juga biaya operasional. Ini adalah langkah yang baik untuk membandingkan beberapa supplier ataupun pemasok bahan baku Anda agar Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama. Lakukan hal yang sama untuk sewa tempat, pajak, asuransi usaha, dll.

 

  1. Faktor yang Tidak Dapat Diprediksi

Ingat bahwa meskipun Anda mungkin memperkirakan bahwa bisnis Anda akan bertumbuh hingga menghasilkan pendapatan yang besar dan kemajuan yang pesat ataupun biaya yang terus konstan tanpa ada penambahan atau pengurangan, ini hanyalah sebagai perkiraan bukan suatu hal yang sudah pasti. Karena itu, sangat bijaksana apabila Anda tetap membuka wawasan apabila suatu yang sudah Anda rencanakan tidak berjalan sesuai dengan kehendak Anda. Seperti toko yang dilanda banjir ataupun supplier yang tidak bekerja sesuai dengan yang dijanjikan. Pastikan Anda masih ada cadangan uang yang cukup untuk menutupi biaya yang tidak terduga seperti diatas.

 

  1. Potonglah Biaya yang Tidak Perlu

Dimasa usaha Anda sedang tidak berjalan dengan lancar dan uang harus didapatkan untuk membayar tagihan yang sudah jatuh tempo, marketing, atau dalam mengambil kesempatan baru seperti membuka toko baru ditempat yang berprospek, pertimbangkanlah untuk memotong biaya yang Anda anggap tidak perlu. Anda juga harus pintar dalam memilih persyaratan pembayaran yang ditawarkan oleh pemasok (supplier) Anda dan setiap kreditur. Beberapa manuver sederhana ini bisa memberikan Anda ruang napas dalam mengatur anggaran usaha Anda setiap bulannya.

 

  1. Review Bisnis Anda Secara Berkala

Sementara banyak perusahaan yang menyusun anggaran tahunan, pemilik usaha kecil harus melakukannya lebih sering mungkin setiap 3 bulan sekali atau bahkan setiap bulan. Kenyatannya, banyak pemilik usaha kecil yang merencanakan anggaran sebulan atau dua bulan kedepan karena dianggap masih sangat baru dan bisnis mereka bisa saja tiba-tiba tutup. Dengan mereview bisnis Anda secara berkala, Anda juga akan lebih menghemat ide apa yang akan Anda lakukan sambil mencari tren yang sedang berlangsung. Dengan begitu, Anda tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga uang yang Anda keluarkan tidak akan sia-sia.

Membuat anggaran adalah proses yang mudah tetapi penting diingat bagi para pemilik usaha untuk menggunakan dan memprediksi pendapatan saat ini dengan apa yang akan berlangsung dikeesokan hari. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa uang yang ada cukup tersedia untuk menjaga bisnis Anda berjalan dengan lancar, dapat mengembangkan usaha Anda, untuk bersaing dengan para kompetitor lainnya dan juga untuk memastikan bahwa Anda memiliki dana cadangan yang solid.

Apakah Anda memiliki tips lainnya dalam merencanakan anggaran untuk bisnis Anda? Silahkan tinggalkan komentar Anda dikolom bawah ini  :-)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing Uncategorized

Fitur Akuntansi yang Dibutuhkan untuk Usaha Kecil Menengah

Published by:

Accounting (1)

Source : mitcheltonshs.eq.edu.au

Sebagai pemilik bisnis, mengapa Anda harus puas dengan software akuntansi yang tidak bekerja sesuai dengan apa yang Anda butuhkan? Kemampuan untuk memperluas dan meningkatkan keuntungan yang dapat Anda raih bergantung pada kemampuan Anda untuk mengatur dan melacak keuntungan Anda. Jika tidak, segala usaha yang Anda lakukan hanyalah sia-sia.

Banyak sistem akuntansi yang beredar di pasaran, sehingga Anda harus cukup pintar dalam memilih sistem mana yang cocok untuk Anda dan yang Anda butuhkan untuk mengembangkan usaha Anda. Kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan Anda yang memiliki Usaha Kecil Menengah untuk memiliki akses dalam menggunakan sistem akuntansi yang tidak kalah bagusnya dengan apa yang digunakan oleh para pemilik usaha besar. Cara terbaik dalam menentukan sistem apa yang terbaik untuk usaha Anda adalah dengan mengevaluasi seluruh fitur yang diberikan oleh sistem tersebut.

 

  1. Tidak Perlu Hitung Manual

Anda tidak perlu susah-susah menghitung keuangan Anda setiap malam ataupun setiap bulan yang hanya akan menambah beban Anda dalam berusaha. Dengan menggunakan sistem akuntansi, semua laporan keuangan Anda dapat Anda lihat dimana saja dan kapan saja. Waktu yang biasa Anda habiskan untuk menghitung biaya operasional, Anda dapat luangkan waktu lebih untuk mengatur strategi dalam mengembangkan usaha Anda.

 

  1. Kemudahan Penggunaan

Memiliki sistem akuntansi yang hanya dapat dimengerti oleh segelintir orang dalam bisnis Anda hanya akan merepotkan diri Anda sendiri. Anda harus dapat memastikan bahwa sistem yang Anda pilih adalah User Friendly dan dapat dipakai bahkan oleh orang yang awam akan akuntansi. Sistem ini juga harus memungkinkan beberapa pengguna dapat mengatur sendiri apa yang mereka butuhkan dalam operasional harian agar masing-masing pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal.

 

  1. Sistem yang selalu dikembangkan

Meskipun Anda memiliki Usaha Kecil Menengah, tujuannya adalah untuk memperluas pandangan Anda dalam mengembangkan usaha Anda. Jangan membeli sistem yang tidak dapat mengikuti perkembangan bisnis Anda hanya karena Anda tergiur dengan harga yang ditawarkan. Berinvestasi untuk sistem akuntansi yang terus dikembangkan akan menghemat uang dan waktu dalam jangka panjang.

 

  1. Dukungan Teknis dan Backup

Semua barang maupun jasa, pasti ada masa dimana barang tersebut akan rusak ataupun tidak berfungsi dengan baik. Disinilah para pengusaha bisnis membutuhkan bantuan dari penyedia jasa tersebut. Dengan dukungan teknis 24 jam, Anda dapat mendapatkan bisnis Anda kembali dan berjalan dengan lancar.

Sama seperti dukungan teknis, sangat penting bagi sistem akuntansi yang Anda pilih yang menyediakan Backup semua data transaksi Anda. Informasi ekslusif tentang pelanggan Anda, rahasia strategi bisnis, atau informasi penting lainnya dapat hilang hanya dengan 1 kali klik jika Anda tidak mem-backup seluruh sistem Anda secara teratur. Dengan backup otomatis, hal-hal yang tidak terduga seperti putusnya jaringan listrik tidak akan membahayakan bisnis Anda.

 

  1. Penyimpanan Data di Cloud

Sebagai pemilik bisnis dijaman modern seperti sekarang, Anda tidak perlu berada di bisnis Anda setiap jam dan setiap harinya. Dengan sistem akuntansi yang dapat beroperasi berbasis Cloud, Anda dapat memantau bisnis yang sedang berjalan terlepas dari mana Anda berada asalkan adanya koneksi internet. Seperti yang ditawarkan oleh Jurnal sebagai sistem akuntansi yang memudahkan Anda dalam mengatur laporan keuangan Anda serta menyimpan semua data Anda di Cloud sehingga meminimalisir kehilangan dan kecurangan data perusahaan Anda.

 

  1. Point of Sale

Memilih Sistem kasir yang sudah built-in dengan sistem akuntansi akan mempermudah dan meringankan beban kerja Anda. Carilah sebuah sistem Point of Sale yang menangani transaksi pelanggan, sekaligus mengerjakan masalah laporan keuangan Anda. MOKA bisa menjadi solusi yang mudah dalam menjalankan usaha Anda.Sistem POS yang berbasis di iPad akan memudahkan Anda dengan data penyimpanan di Cloud yang otomatis menyimpan semua data Anda sehingga jauh lebih aman dibandingkan dengan cara tradisional.  

Kesimpulannya, Sistem akuntansi yang Anda pilih untuk bisnis Anda sangatlah penting dalam menentukan kesuksesan usaha yang Anda jalani. Sistem akuntansi yang tepat dapat membantu Anda mendapatkan keuntungan dari para kompetitor Anda lainnya. Ada fitur lain yang ingin Anda tambahkan dalam memilih sistem akuntansi yang berguna untuk bisnis UKM? Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini  :-)

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing Seller Insights

5 Bidang Bisnis yang Menjanjikan

Published by:

small business

Source : www.rsiconcepts.com

Usaha Kecil Menengah merupakan salah satu komoditi terbesar dalam kemajuan ekonomi di Indonesia. Bahkan di kebanyakan negara maju, UKM menjadi ‘tulang punggung’ yang memberikan penghasilan terbesar dibandingkan dengan usaha menengah keatas. Usaha kecil menengah yang ada di Indonesia menyumbang sekitar 60% dari Product Domestic Bruto (PDB) yaitu nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu. Selain menambah PDB, UKM juga membuka banyak lowongan kerja bagi masyarakat kita. Jadi, bisnis UKM di Indonesia harus tetap terus berkembang dan memberikan peluang usaha bagi Anda yang menyukai dunia kewirausahawan.

Meskipun dalam dunia wirausaha di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, tidak sedikit dari para pemula u-saha kesusahan dalam memilih jenis usaha yang akan mereka jalani. Alasannya amat bervariasi mulai dari sulit memulai usaha karena kurangnya modal, kurang pengalaman dibidang tertentu, tidak mempunyai pengetahuan bisnis, tidak mengerti mengenai teknik pemasaran, dan banyak kendala lainnya. Tentu saja semua tantangan ini tidak membuat para pemula bisnis ini berhenti dalam membangun usaha mereka sendiri, karena setiap hal yang dilalui merupakan suatu pembelajaran dan pengalaman tersendiri yang amat berharga untuk kelangsungan usaha kedepannya.

Bagi Anda sekalian yang ingin memulai bisnis Anda sendiri, berikut kami rangkum beberapa jenis usaha UKM yang cukup menjanjikan untuk dijalani, bahkan diantaranya dapat dimulai dengan modal yang terbilang tidak besar.

 

  1. Fashion

Fashion-And-Modern-Youth

Source : p2pesolutions.com

Biarpun termasuk sebagai kebutuhan sekunder untuk manusia, pada nyatanya busana atau fashion dapat dikategorikan sebagai kebutuhan primer dimasa  modern seperti sekarang. Karena itu dapat dilihat banyak sekali para pemula usaha yang memilih untuk berusaha dibidang fashion.

Bisnis fashion memiliki banyak sekali kategori yang bisa dikembangkan menjadi usaha. Kategori dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu Busana Pria, Busana Wanita dan Busana anak-anak. Belum lagi bisa juga dipecah menurut model yang dijual. Busana Muslim, pakaian impor, pakaian tidur dan banyak macam lainnya.

Dalam masalah modal, berbisnis dibidang fashion bisa dibilang membutuhkan modal yang minim. Dengan adanya sistem dropship yang diadakan oleh para pemain besar di bidang Fashion, memudahkan bagi para pemula bisnis untuk memasarkan barang tanpa harus mengeluarkan uang lebih untuk menyimpan stok barang.

 

  1. Kuliner

culinary

Source : www.nait.ca

Bisnis Kuliner merupakan jenis usaha yang selalu laris manis dalam keadaan apapun, alasannya karena makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak dapat lepas dari kehidupan semua makhluk hidup. Usaha kuliner ini pun mempunyai berbagai kategori seperti makanan ringan, minuman, hingga makanan pokok. Semua kategori dalam usaha kuliner mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk meraup keuntungan, tergantung dari cara apa yang digunakan untuk memasarkannya.

Salah satu contoh bisnis kuliner yang meraup keuntungan cukup banyak dalam beberapa tahun kebelakang ini adalah Keripik Maicih. Bermula dari seorang pemuda bernama Dimas Ginanjar Merdeka yang memulai bisnis keripik pedas hingga mendapatkan penghargaan sebagai “The Hot Snack” pada tahun 2011 Pada awalnya pemasaran Keripik Maicih hanya melalui sosial media dan hingga sekarang, Keripik Maicih bisa didapatkan di berbagai tempat di seluruh Indonesia.

 

  1. Otomotif

Source : www.gilamotor.com

Transportasi pribadi sudah menjadi suatu kebutuhan bagi para penghuni di ibukota seperti Jakarta. Bisa dilihat dari banyaknya sepeda  motor dan mobil yang berlalu lalang setiap hari di jalanan hingga kadang menimbulkan kemacetan lalu lintas. Karena itu, sebagai orang yang cermat, bidang otomotif juga merupakan peluang usaha yang akan terus berkembang.

Contoh ringkas adalah dengan bengkel untuk kalangan yang menggemari sepeda motor Vespa. Biarpun motor antik, penggemar Vespa tidak sedikit di Indonesia. Karena itu, Anda bisa membuka jasa untuk mengganti sparepart dan juga jasa memodifikasi Vespa agar terlihat lebih bagus. Sebagai sampingannya, Anda juga dapat menjual aksesoris motor seperti lampu, jok, dan juga helm sebagai penambah pemasukan dari usaha Anda.

 

  1. Pendidikan

education

Source : cdn2.belfasttelegraph.co.uk

Sebagai negara maju, Indonesia harus mempunyai sistem pendidikan yang menunjang demi kemajuan suatu bangsa. Namun pada kenyataannya, belum banyak sarana pendidikan yang dapat dinikmati oleh sebuah kalangan. Contoh nyatanya adalah bagi mereka yang ingin mendalami bahasa asing seperti Bahasa Inggris, biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Oleh karena itu, bagi kalangan menengah kebawah, masih cukup kesulitan untuk belajar bahasa asing tersebut.

Disinilah para pemula bisnis dapat mengambil peluang untuk mengembangkan usaha dibidang pendidikan, seperti mendirikan lembaga bahasa yang dapat dijangkau oleh semua kalangan atau lembaga kursus untuk mereka yang sedang menjalankan Ujian Nasional. Tentunya tenaga pengajar yang disediakan juga harus memiliki kemampuan dalam bidang ajar mengajar.

 

  1. Internet

moka

Di jaman yang sudah modern seperti sekarang, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan internet yang sudah memudahkan hidup semua kalangan masyarakat. Semua informasi dapat didapatkan dengan mudah didalam dunia Maya.

Sekarang ini di Indonesia sudah banyak yang membangun usaha berbasis internet, seperti MOKA contohnya. MOKA adalah sistem kasir atau POS (Point of Sale) berbasis di iPad dengan menggunakan Cloud-Based yang dirancang khusus agar memudahkan para pengusaha UKM  dalam menjalankan usahanya. Dengan harga yang di bandrol relatif lebih murah dibandingkan dengan para kompetitor lainnya, MOKA juga menyediakan jasa unlimited support secara Gratis tanpa ada biaya tambahan.

Artikel diatas adalah beberapa ide usaha yang dapat Anda jalankan apabila Anda masih kebingungan dalam menentukan bidang mana yang cocok dengan Anda. Apabila ada bidang lain yang belum kami cantumkan dalam artikel ini, Anda bisa menambahkannya dikolom komentar dibawah ini.

 

“You can go to work or you can be the boss” – Marilyn Monroe

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Berita UKM Bisnis Customers Data Insights Edukasi Produk Finansial Management Marketing

GAET KLIEN ANDA SEKARANG JUGA!

Published by:

a brand

source: pixteller.com

Sekedar punya produk bagus, tidak cukup menjadikan bisnis Anda survive. Anda harus bergerak memasarkannya. Ya, mau tidak mau Anda harus lakukan atau produk Anda akan teronggok begitu saja dan bisnis Anda cepat atau lambat berakhir sia-sia. Jika Anda tidak ingin bisnis Anda berakhir demikian, segeralah bergerak untuk mendapatkan klien. Pada postingan berikut, kami ingin menyajikan sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk menggaet mereka. Ayo, jemput bola!

  1. Tentukan Target

A white dry erase board with red marker, with the words Target Your Customers

Source: ariadpartners.com

 

Siapakah yang Anda inginkan menjadi target dari bisnis Anda? Profil yang yang bagaimana? Seperti apa gaya mereka? Bagaimana kebiasaan mereka? Dimana mereka biasa berkumpul?

Setelah menentukan segmen target bisnis Anda, Anda dapat melakukan identifikasi lebih lanjut mengenai target tersebut. Gali berbagai informasi mengenai mereka dan kebutuhan mereka, termasuk kebutuhan akan produk Anda. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai hal tersebut, Anda akan terbantu pula dalam hal mendevelop produk dan dalam melakukan marketing yang paling tepat.

 

  1. Update Lingkaran Anda Melalui Media Sosial

Business-Social-Media

source: www.zeendo.com

 

Lelah menerima broadcast promosi? Atau lelah mengirim broadcast promosi ke personal message? Well, mungkin pekerjaan itu memang bukan pekerjaan yang nyaman namun tidak ada salahnya jika Anda mencobanya. Lakukanlah dengan cara yang cerdas dan jangan bertubi-tubi. Alih-alih dapat klien, yang ada Anda malah akan diblokir orang. Maka dari itu, mulailah perbaharui teman-teman Anda dalam media sosial, libatkan Anda dalam grup-grup yang berisikan para pebisnis atau kelompok-kelompok yang potensial menjadi klien Anda. Update status media social Anda secara berkala dan dapat dilihat oleh siapa saja. Tentunya dengan update yang menarik ya! Jangan lupa, Anda bisa juga menyertakan link yang memberikan informasi lebih lanjut.

 

 

  1. Perhatikan Email Anda

 

youve got mail

source: studiocalico.typepad.com

Email adalah salah sarana yang bisa Anda gunakan untuk menjaring klien. Oleh karenanya, sangat penting untuk memerhatikan bagaimana Anda menggunakan sarana yang satu ini. Berkirim email dengan isi email yang terlalu panjang dan bertele-tele sebaiknya tidak Anda lakukan. Ada baiknya, email yang Anda kirim memiliki subjek yang jelas dan menarik. Kedua, Anda dapat memberikan kalimat simpatik kepada klien Anda, bisa pujian ataupun harapan agar klien Anda sukses dalam menjalankan aktifitasnya. Tetapi, untuk hal yang satu ini, lakukan dengan proporsional ya. Jangan berlebihan. Ketiga, deskripsikan kualitas produk yang Anda miliki. Beberapa testimonial dari orang lain bisa Anda gunakan untuk memperkuat hal tersebut. Keempat, nyatakan penawaran Anda secara jelas.

Email yang to the point, singkat dan mengandung informasi yang jelas jauh lebih baik ketimbang email yang bertele-tele. Berikut salah satu email penawaran yang bisa Anda gunakan sebagai contoh.

 

email

source: iwillteachyoutoberich.com

 

 

  1. Bergabunglah dengan Situs Transaksi Online

 

online-shop

 Source : blog.parcelbright.com

Saat ini ada beragam cara dalam menjual produk melalui internet. Kita tidak hanya menjual produk melalui situs milik sendiri, tetapi bisa juga menjual produk melalui situs transaksi online atau e-marketplace. Nama Amazon ataupun eBay, pasti sudah tidak asing. Untuk lokal,  tokopedia, Bukalapak, Lazada, dsb. Jika Anda mau, selain menawarkan produk melalui website sendiri, Anda bisa juga bergabung dengan situs-situs tersebut.

Setidaknya ada beberapa keuntungan dari bergabung dengan situs tersebut. Pertama, mudah digunakan. Kedua, Produk Anda akan menjangkau pasar yang lebih luas, karena situs-situs tersebut memang sudah banyak dikenal bahkan mengglobal. Ketiga, kita tidak perlu mempromosikan situs sehingga lebih hemat waktu dan juga biaya. Keempat, memberikan rasa aman bagi klien. Situs transaksi online banyak yang menerapkan sistem rekening bersama. Hal ini membuat mereka tidak khawatir untuk bertransaksi.

Namun, sejumlah hal patut juga Anda pertimbangkan. Meski Anda tidak memerlukan biaya untuk promo situs, Anda perlu mengeluarkan biaya untuk listing produk Anda di situs-situs tersebut. Besarannya tentu tergantung aturan dari mereka. Selain itu, akses terhadap data konsumen sangat minim sehingga Anda akan kesulitan melakukan aktifitas marketing lebih lanjut. Terakhir yang juga perlu dipertimbangkan adalah soal brand. Konsumen akan lebih loyal kepada situs transaksi tersebut ketimbang kepada brand Anda. Sering kali orang lebih mengingat beli dimana ketimbang produk tersebut produk siapa.

Dari plus minus di atas, Anda sendiri lah yang bisa menentukan, mana yang lebih memungkinkan juga menguntungkan bagi Anda. Menggunakan situs transaksi online dan juga situs milik kita sendiri pun dapat dilakukan. Tinggal disesuaikan saja.

 

  1. Beralih ke Guerilla Marketing

guerilla 1

source: socialmediacom.at

Merasa jengah dengan cara marketing yang sudah mainstream? Ingin sesuatu yang baru dengan budget yang fleksibel? Maka tidak ada salahnya jika Anda mencoba guerilla marketing. Guerilla marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan beragam media publik dengan mengedepankan kreativitas, timing dan lokasi yang tepat. Pada umumnya promosi ini bertujuan untuk menciptakan buzz. Karenanya buatlah promosi Anda sekreatif dan semenarik mungkin, siapa tahu bisnis Anda dapat menjadi topik di berbagai macam media sosial atau forum online sehingga dapat menggaet banyak klien. Berikut adalah contoh guerilla marketing yang dapat Anda digunakan:

  • Graffiti  


guerilla 3
guerilla 2

source: tweakyourbiz.com

Gunakanlah jalan- jalan kota, lorong atau berbagai macam properti sebagai kanvas kreatifitas Anda. Tapi, jangan lupa urus perijinan sebelum Anda memasang properti bahan mengiklankan produk Anda tersebut. Kalau tidak mau repot, anda dapat menggunakan stencil graffiti. Keuntungan dari stencil graffiti adalah Anda dapat membuat berulang karya seni dengan media yang sama dan memasangnya di banyak tempat atau ruang dalam waktu singkat.

  • Sticker

guerilla 4

source: freshpeel.com

 

Berikanlah sticker kepada orang yang Anda temui atau yang memiliki ketertarikan terhadap bisnis Anda. Sticker ini ibarat kartu nama Anda. Mungkin terlihat sepele, tapi jika diterapkan dengan baik dapat menjadi strategi pemasaran yang sukes. Desain lah semenarik mungkin untuk menarik calon klien Anda.

  • Undercover marketing


guerilla 6
guerilla 7

source: assets.nydailynews.com

Undercover marketing berarti penyelusupan pihak pemasar ke dalam masyarakat. Pemasar menyamarkan diri sebagai rekan diantara target konsumen mereka. Pada tahun 2002, perusahaan Sony menyewa aktor untuk berkelana ke kota dan meminta orang asing untuk mengambil foto mereka dengan menggunakan ponsel Sony. Selama interaksi berlangsung, aktor akan mengoceh tentang ponsel baru mereka yang keren beserta fitur sekaligus kemampuan yang ditawarkan.

  • Flash mob

guerilla 5

source: cdn2.business2community.com

Selalu ada cara keren untuk memanfaatkan orang orang terdekat Anda dalam bisnis Anda. Jangan selalu memborbardir mereka dengan segala promosi usang. Ajaklah mereka untuk menari dan membentuk flash mob di jalanan. Flash mob ini sekarang menjadi cara yang lazim digunakan. Kalau kita ingat, salah satu kandidat presiden di pilpres lalu pun menggunakan cara ini untuk kampanye. Menyenangkan, menarik banyak orang, dan juga tentu saja menguntungkan.

“A satisfied customer is the best business strategy of all” – Michael Labeouf

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail